Housewife’s Diary: Mushroom Sauce for Steak, my way!

Rumbai, 2 Januari 2014 eh 2015…

Happy New Year!!!

Waah, 2015 already? How time flies, ya? Hari pertama 2015, kami isi dengan makan bersama… bukan untuk merayakan tahun baru, tapi sekedar kumpul-kumpul dengan beberapa keluarga di komplek, yang tidak cukup beruntung untuk berlibur keluar dari hutan. Sebenernya hal ini sudah pernah kami lakukan ketika lebaran lalu; tapi kebetulan semua yang merasakan event itu dulu tidak ada di event kali ini kecuali kami. Hiks hiks… ketahuan banget jaga kandang melulu, ga pernah liburan disaat seluruh dunia berlibur.

Anyways, kami sekomplek sering makan-makan… tapi untuk gue, tipe makan-makan seperti ini paling istimewa karena dari dulu gue selalu pingin merasakan makan bersama ala italiano yang menggelar(?), meletakkan meja makan berjejer panjaaaaang di jalan lalu warganya menikmati makan di atas meja. Ya iyalah, masa dibawahnya… Jadi berasa mafia banget gitu. Untuk menambah ke’italia’annya maka menu yang dipilih adalah steak, hal ini menjustifikasi makan di atas meja, bukannya di tiker tanpa meja dan hanya menggunakan satu tangan untuk makan layaknya bancaan tradisional.

mafioso

Karena keluarga kami satu-satunya saksi atas event pertama yang cukup sukses, maka kami didapuk jadi project manager; maka saya kebagian tugas untuk meramu daging, membuat mashed potato dan memasak sausnya. Alhamdulillah, selain fakta bahwa dagingnya berakhir seperti sandal jepit yang lezat, tapi mashed potatoes dan mushroom saucenya sukses!!! Yay!! Maka, berikut saya share resep Creamy Mushroom Sauce untuk steak, kalau mashed potato nya bisa dilihat disini yaa…

Continue reading →

Advertisements

Housewife’s Diary: My Kinda Shepherd’s Pie

Rumbai, July 20th 2014

Saw in one of the episode of Masterchef US, shepherd’s pie is Gordon Ramsay favorite comfort food. Why, Sir! We have something in common.

shepherd's pie.jpgHidangan sepinggan ini dulu dikenal dengan nama cottage pie, pada awalnya adalah hidangan ‘sapu bersih’ dimana sisa makanan di kulkas ditutupin pake kentang lalu voila!! Pada dasarnya adalah oseng-oseng daging cincang – bisa sapi bisa kambing yang dihidangkan dengan mashed potato. Sejak tahun 1877 biasa disebut juga dengan shepherd’s pie; biasanya lebih untuk yang isinya daging kambing, karena yang digembala oleh seorang shepherd biasanya kambing, bukan sapi.

Anyways, gue kan suka ngasal yak kalau masak… jadi setelah membaca beberapa kali resep, mengambil benang merahnya kemudian mengalami beberapa kegagalan (yang menggemukkan), akhirnya ada juga yang edible dan bisa disuguhi. Here, I’ll share the recipe. But so sorry… since I am a housewife instead of a chef, I don’t have an exact measurement… I trust my tongue rather than the scale. But hey! some say, even if you mess this recipe it will still taste as good. A fool proof recipe? Bring it on!!

Continue reading →

Housewife’s Diaries: The challenging work of IRONING!

Jakarta, 18 Februari 2011 (haha! Look at the date!!)

Hey Ho!! Akhirnya edisi kedua dari Housewife Diary nya dimulai juga… (mulainya sekarang, muncul ke ‘panggung’nya kapan… gue juga belum bisa prediksi. Hehe). Sorry it took too long, ya. Because even though the topic has been inside my brain for quite awhile, the motivation and time has just arrived.

Setelah cuciannya kelaaaar – hahaha lama amat ya nyucinya? Dari edisi pertama publish ampe sekarang baru selese – saatnya melakukan pekerjaan yang amat gue benci tapi sangat perlu. Nyetrika a.k.a. ironing. Kenapa gue benci?? Truthfully, gue ga pernah ‘survive in one piece’ kalo lagi nyetrika. Pasti ada aja kecelakaan kerjanya (I should just take a picture of all the injuries and put it here, right??). Dan gue ga pernah puas dengan hasil setrikaan gue yang kadang masih kusut. Which is why, this is a good topic to discussed or for a research. taelaaahhh… talking like a true scientist.

So without further ado, let’s welcome the IRONMAN!! – as in: the Man who iron, hehehe!

Continue reading →

Housewife’s diaries: The art of Laundry

Jakarta, 11 Oktober 2010

Hello! welcome to the first edition of housewife’s diaries, sebuah artikel yang bertujuan untuk ngebantu para ibu rumah tangga, terutama yang baru kayak gue, dan ngga punya banyak mentor. Berangkat dari pengalaman gue sendiri, gue harus menjadi ibu rumah tangga tanpa banyak yang membantu dan membimbing. Dari seorang anak ceroboh yang suka reluctant sama pekerjaaan rumah, tiba-tiba gue dihadapkan dengan tanggung jawab untuk mengelola rumah tangga… di nun jauh di sana pula!

So I had a loooooottttt to figure out. Even though I survived… tetep aja kan, butuh suatu referensi untuk melegitimasi apakah apa yang gue lakukan itu benar atau tidak? (Gue rasa, jawabannya akan “tidak”). Sooo… here it is, sebuah muntahan kata-kata artikel tentang apa pun seputar kehidupan ibu rumah tangga. Hope it could be a help to someone.

Dan karena akhir-akhir ini gue bertanggungjawab atas cucian a.k.a laundry di rumah gue, so… untuk edisi pertama ini kita bahas: The art of laundry. Since we are an urban family, most of the process will be done using the washing machine. Karena ternyata nyuci pake mesin cuci itu lebih rumit daripada pake tangan.

Look at my fresh-laundry-waiting-to-be-ironed!! Miss my old home...

Continue reading →