The Imitation Game: being visionary is never an easy path

Kisah nyata seorang ahli matematika yang secara harafiah memperbaiki dunia… baik dengan memperpendek perang maupun mencetuskan penemuan mesin yang membuat kita menjadi kita yang sekarang – semua dilakukan dengan menjadi seseorang yang tidak terbayangkan.

imitation

  • Title: The Imitation Game
  • Release Date: December 25th 2014
  • Cast: Benedict Cumberbatch, Keira Knightley, Matthew Goode
  • Genres: Biography, Drama, Thriller, War
  • Tagline: The true enigma was the man who cracked the code

 

Sebuah film yang sangat menginspirasi dan membuat gue sadar bahwa menjadi seseorang yang berbeda dan memiliki visi 10 langkah ke depan dari kebanyakan orang tidaklah mudah, bahkan tidak jarang menjadi cemoohan dan sasaran kekesalan; apalagi bila taruhannya adalah sebuah perang dunia dan jutaan nyawa warga sipil. Film ini tidak hanya memberikan kita pengetahuan sejarah, tapi dipenuhi dengan kisah inpiratif lainnya… keteguhan dalam memegang prinsip, persahabatan, teamwork dan penghargaan terhadap orang lain yang terlihat lemah. It’s a heartwarming movie that can make you appreciate anybody you see around you. Like what they say in the movie:

Sometimes it is the people who no one imagines anything of, who do the things that no one can imagine.

the real Alan Turing

the real Alan Turing

Alan Turing adalah seorang ahli matematika yang dianggap prodigy oleh kebanyakan orang, di pertengahan umur 20 nya, ia sudah menjadi professor di Cambridge dan mengeluarkan banyak tulisan yang menjadi perbincangan kalangan ilmuwan. Seperti kebanyakan orang jenius lainnya, Alan adalah seseorang yang oleh khalayak dianggap aneh. Dia memiliki pemikiran yang jauh ke depan dan hidup seperti mesin: mengartikan semua kalimat lawan bicaranya secara literal, selalu bertindak atas dasar logika tanpa sedikit pun emosi dan akan melakukan apa pun untuk mendapatkan tujuannya (namun tetap dalam kerangka moralitas). Hal ini lah yang membuatnya sulit untuk bekerja sama dengan orang lain, karena memperlakukan semua hal murni dengan logika bukanlah sesuatu yang manusiawi.

Alan Turing: When people talk to each other, they never say what they mean. [pause] They say something else and you’re expected to just know what they mean.

Ketika perang dunia ke-2 pecah Allan dipanggil ke sebuah pabrik radio – Bletchley Park – yang ternyata sebuah kedok untuk sebuah operasi militer untuk menghadapi serangan Jerman. Ketika itu Jerman menggunakan sebuah alat yang diberi nama Enigma. Bila dibandingkan dengan keadaan masa kini, Enigma ibarat SSL yang mengenkripsi pesan yang kita kirimkan melalui dunia maya… Jerman melakukan komunikasi dengan armadanya menggunakan gelombang radio, tapi untuk mencegah informasi itu bocor ke tangan musuh maka pesan itu dijadikan kode-kode menggunakan Enigma tersebut. Pihak sekutu berhasil mendapatkan pesan-pesan yang bersliweran di gelombang FM, tapi tentunya tidak bisa berbuat apa-apa bila tidak tahu cara memecahkan kode tersebut.

bletchley Park

Bletchley Park is now a Museum

Sekutu berhasil mendapatkan salah satu alat tersebut, tapi masalahnya alat tersebut baru dapat digunakan setelah dilakukan penyetelan khusus untuk dapat melakukan dekripsi kode. Dengan kondisi anatomi enigma, maka ada 159x10e18 probabilitas penyetelan… sementara pihak jerman selalu mengubah penyetelan enigma mereka setiap jam 6 pagi. Maka pemerintah Inggris merekrut kriptografer terbaik di negara mereka – termasuk Alan – untuk memecahkan kode dengan 150x10e18 probabilitas tersebut dalam satu malam. Bila hal itu terjadi, mereka dapat memiliki informasi yang cukup untuk mengalahkan Jerman. No pressure!!

Tim awal terdiri dari 6 orang kriptografer, lima di antaranya langsung melakukan pekerjaan sesuai yang diinginkan atasan mereka, Komandan Denniston; pahlawan perang yang didapuk untuk memimpin operasi tersebut. Tapi Alan punya pemikiran sendiri… di pojoknya, ia mendesain sebuah mesin yang bertujuan untuk menandingi kerja Enigma, memiliki kemampuan untuk selalu memprogram ulang sehingga selalu siap untuk membaca penyetelan Enigma dipihak lawan. Pemikirannya yang tidak biasa ini – ditambah sikapnya yang tidak simpatik mendapatkan perlawanan baik dari rekan sekerja maupun atasannya. Lalu apa yang Alan lakukan?

Ia menyurati perdana mentri Inggris untuk dijadikan pemimpin proyek tersebut, memecat dua temannya dan meminta 100 juta poundsterling untuk mendanai mesinnya tersebut. Dan dikabulkan pula!! Hal ini membuat atasannya makin meradang dan mencari kesempatan untuk melihat Alan gagal dan memecatnya.

Kekurangan staff, ia pun mengadakan sayembara untuk menambah resource; meluncurkan teka-teki silang dan mengundang siapa pun yang bisa menyelesaikannya dalam waktu 10 menit. Di saringan kedua, seorang wanita datang terlambat… di jaman ketika karir tertinggi wanita adalah seorang sekertaris; Joan Clarke hampir diusir dari tes akibat prejudice salah seorang petugas. Beruntung Alan adalah layaknya mesin yang tidak punya prejudice… ia pun mempersilakan Joan untuk ikut tes. Dengan mencengangkan, wanita yang terlihat biasa itu bisa menyelesaikan tugas dengan waktu lebih cepat dari Alan. Mungkin pertama kali dalam hidupnya, Alan Turing terkesan…

credit: variety.com

credit: variety.com

Sekarang setelah tim impian terbentuk, maka dimulailah pekerjaan sebenarnya… dengan bantuan dari Joan, Alan semakin membuka diri kepada teman-temannya; mengajarkannya arti kerja tim dan bagaimana merangkul dan membuat mereka membantunya. Perlahan-lahan mereka saling mengerti dan akhirnya bisa bekerja sama; bahkan membela Alan ketika Alan dicurigai sebagai agen ganda soviet atau hampir dihentikan proyeknya ketika mesinnya belum mengeluarkan hasil yang menggembirakan. Highlight of the movie is when they found a way to make the machine work. I got goosebumps…

Film ini berdasarkan biografi Alan Turing yang berjudul Alan Turing: The Enigma, jadi bukan spoiler kalau gue bilang film ini berakhir tragis dan bahwa di akhir hidupnya, pahlawan perang ini tidak mendapatkan pengakuan yang ia pantas dapatkan dan bahkan bisa dibilang dipermalukan untuk sesuatu yang mungkin tidak akan terjadi kalau saja ia hidup di jaman kita. Mereka bilang, penemuannya itu memperpendek perang lebih dari dua tahun dan menyelamatkan 14 juta jiwa dan memicu banyak penelitian tentang mesin yang berpikir, yang kita kenal dengan nama Komputer.

His machine was never perfected, though it generated a whole field of research into what became known as “Turing Machines”. Today we call them “computers”.

Wow! Butuh orang yang tidak biasa untuk dapat memberikan pengaruh sebesar itu pada dunia… namun hidup tidak mudah untuk orang yang tidak biasa. Selalu di-bully ketika remaja, dianggap melakukan hal yang tidak senonoh sampai akhirnya harus mengakhiri hidupnya sendiri, membuat gue berpikir bahwa dunia ini tidak adil. Tapi akhirnya 20 tahun setelah operasi itu berakhir dan setelah Alan Turing menghembuskan nafas terakhirnya, pengakuan itu pun didapatkannya walaupun tidak dapat ia nikmati sendiri. Thank you for creating such a wonderful movie and portraying such an inspirational individual, a lesson learned: stand up for what you believed in, endure and persevere through the end!

PS: Imitation game sendiri adalah sebuah tes yang dikembangkan oleh Alan Turing, tujuan dari tes ini adalah untuk mengetahui apakah mesin dapat berpikir dan memberikan respon layaknya manusia. Seorang penilai mengajukan pertanyaan untuk dua pihak yang yang akan memberikan jawaban mereka menggunakan media layar dan keyboard. Salah satu dari penjawab tersebut adalah manusia dan yang lainnya adalah mesin, tanpa melihat apakah jawaban yang diberikan benar atau salah, tugas penilai adalah membedakan yang mana jawaban mesin dan yang mana manusia. Mesin dikatakan berhasil ketika penilai tersebut tidak dapat membedakannya. Sampai saat ini, belum ada komputer yang lulus dari Turin Test ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s