The Baby Journal: Don’t let the bed bug bites…

IMG-20141111-WA001

Gini nih kalau cowok…

Second edition of baby journal, two years later. Hahahaiii… yang niatnya mau nulis milestone-nya Ael setiap bulan, ga kesampaian. Karena hobi menunda, akhirnya baru berhasil mengeluarkan edisi berikutnya menjelang ulang tahun yang ke dua. Ga papa lah ya, segmen nya berlaku retroaktif aja.

Punya bayi cowok ternyata beda ya bok daripada cewek… bukan cuma kelakuannya yang lebih pecicilan, tapi concern atau penyakitnya pun berbeda. Mungkin karena Naila dulu adalah bayi yang cukup minim kekuatiran, jadi aga kaget juga dengan pengalaman bayi cowok kali ini. Makanya sebenernya banyak sih yang bisa dibahas disini… Tapi untuk edisi kedua ini, mari membahas suatu kejadian yang baru aja terjadi, bahkan belum resolve sih.

Peribahasa di atas ada bukan tanpa alasan… walaupun bukan secara harafiah serangga dari tempat tidur yang menggigit, but they do bite and suck the blood out of you! Gigitan nyamuk mah biasa… tapi ketika binatang lain yang menggigit dan mengambil sesuatu dari tubuh kita? I feel violated. Dan karena anak kita (kita? gue kalii…) suka banget guling-gulingan dan main di taman, maka bukan ga mungkin terkena gigitan serangga ini. Hence, this edition is about the bug that bites…

Minggu lalu ketika gue menggantikan baju adek, gue melihat ada guratan merah di bawah lengan kanannya, di ujung guratan itu ada semacam kulit terkelupas… terlihat seperti yang biasa kita temukan di samping-samping kuku. Karena anak gue rada giras, maka gue kira itu hanya lecet biasa akibat menabrak sesuatu. Dan karena ia rada kesakitan ketika kelupasan kulit itu gue tarik, maka gue biarin aja…

Keesokkannya ketika gue lagi bantu adek pupup, dia tiba-tiba menangis protes ketika badannya gue angkat ke toilet. Saat itu gue ga ngerti kenapa dia nangis… karena tidak lama kemudian dia udah biasa lagi. Baru ketika gue mandiin gue lihat ada perubahan pada lukanya: yang tadinya gue kira kulit ari jadi menggumpal dan berwarna kebiruan. Gumpalan itu berdiameter sekitar 2 mm. Hmm… walaupun mulai merasa keanehan, gue masih mengira gumpalan itu adalah kulit ari yang tergulung-gulung akibat gesekan dengan baju. Sama seperti sebelumnya, ketika gue berusaha mencabut gumpalan itu dia menangis kesakitan, dan sekarang setiap kita gendong dengan cara memegang bagian sampingnya pun dia kesakitan.

Hari berikutnya, si mba menginformasikan bahwa gumpalan itu semakin besar… which is yes!! So scary! Gumpalan itu berwarna abu-abu kebiruan, berdiameter sekitar 0.5 cm dan tampak seperti kantong yang dapat di goyang-goyang, jadi bukan gumpalan padat. Semakin curiga dan serem dengan keadaan itu maka gue putuskan untuk bawa dia ke UGD. Dugaan sementara adalah kutil atau cacar…

Sesampainya di UGD, dokter langsung menggunakan lup untuk memeriksa gumpalan tersebut… dan hasilnya sungguh mencengangkan: Binatang!!! Dengan kaki dan bergerak-gerak, menurut dokter. Oh My God!! Mencelos rasanya… kok bisa gue ga liat ada binatang masuk ke baju anakku dan menggigitnya berhari-hari begitu?? Yang lebih membuat gue rada panik adalah ketika bu Dokter dan susternya pandang-pandangan seperti menemukan kasus ebola dan tidak tahu harus melakukan apa. Ia pun mengambil pinset untuk mencabut binatang (yang saat itu dikira semacam kumbang bercangkang) tersebut. Sementara itu, anak gue sudah meronta-ronta, kombinasi kesakitan dengan ketidakmauannya disentuh petugas kesehatan, butuh dua orang untuk memastikan badan dan tangannya ga menghalangi pekerjaan sang Dokter.

Suatu ketika, tangisannya mereda dan ada desahan lega keluar dari anakku… dan ada cipratan darah di baju gue. Alhamdulillah binatang itu berhasil dicabut, dan gumpalan berwarna abu-abu kebiruan tersebut tenyata berisi darah anak gue yang sudah dihisap selama gue-gak-tahu-berapa hari. Ya Allah!! Kasian kamu Naak… Dokter lalu memastikan bahwa tidak ada bagian yang tertinggal, lalu memberikan obat minum untuk mengurangi rasa sakit dan salep untuk bekas lukanya.

Ini dia culpritnya (www.lymedisease.org.au)

Ini dia culpritnya (www.lymedisease.org.au)

Lalu datanglah berita berikutnya, ternyata bukan kumbang melainkan: KUTU BABI.

Yuck! Gimana bisa kutu babi sampai di badan anak gue??? Tapi emang, beberapa hari belakangan taman-taman di komplek kami banyak yang rusak diserang babi hutan (welcome to the jungle!)… entah bagaimana mungkin beliau terbang dan hinggap ke anak gue yang memang sering main di taman. Anehnya, gue ga pernah liat si kutu itu merambat di badan Ael… kalau saja belum menggigit, tentu ga sampai begitu.

Jadi, apa sih kutu babi atau yang biasa dikenal oleh Tick? Tick adalah parasit berjenis Arachnids karena memiliki kaki beruas banyak dan tidak bertulang belakang; disebut parasit karena menghisap darah. Mereka punya 3 siklus hidup: larva, nypmh dan dewasa. Biasanya tick betina akan bertelur di tanah, kemudian mereka akan mencari inang untuk makan dan berkembang biak. Biasanya yang makan sampai buncit banget adalah yang betina, sementara yang jantan hanya menghisap sedikit darah untuk kepentingan reproduksi. Kutu adalah biasa di hutan, dan mereka sangat suka dengan binatang berkaki empat dan manusia, jadi yaa… memang harus hati-hati, siapa suruh tinggal di hutan?!

Mereka menyukai tempat yang hangat (don’t we all?), maka ketika hinggap di badan ia akan mencari daerah terhangat dari badan kita: ketek, pangkal paha dan rambut. Setelah menggigit beberapa hari atau minggu dan membuncit, ia akan lepas sendiri. Tapi kan geli ada binatang nempel di badan kitaaa??

Kebanyakan tick tidak berbahaya, tapi ada beberapa jenis tick yang membawa penyakit dan ada beberapa orang yang alergi terhadap kutu. Alhamdulillah Ael ga alerga, karena selain kesakitan ketika kulit yang tergigit ditarik, dia santai aja. Penyakit yang di timbulkan oleh kutu biasanya akan muncul di minggu pertama setelah digigit tick, gejalanya:

  • kemerahan disekitar tempat gigitan
  • Kekakuan pada lehet
  • Sakit kepala dan mual
  • Lemah/lesu
  • Sakit pada sendi
  • Demam dalam 2 minggu setelah gigitan
  • Bengkak pada kelenjar
  • Pandangan ganda

What the book says:

Karena tick bisa membawa penyakit (bakteri) maka tick harus dihilangkan hati-hati:

  • Bersihkan area dengan menggunakan kapas yang sudah diberi alkohol
  • Dengan menggunakan pinset, pegang sedekat mungkin dengan mulutnya (yang sedang menggigit dan menghisap) dan dengan kulit kita. Cabut perlahan-lahan, tapi jangan memencet atau memutar tick.
  • Jangan berusaha menariknya dengan menggunakan jari, karena kepalanya dapat putus dari badan dan tertinggal di kulit kita.
  • Jangan menggunakan panas dari korek api atau menyalakan rokok untuk menghilangkan tick, karena panasnya dapat membuat tick makin menancapkan dirinya lebih dalam ke kulit.
  • Kalau ada bagian yang tertinggal: (1) dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk, cubit kulit tempat tertinggalnya tick, lalu (2) dengan menggunakan silet yang sudah di sterilkan, hati-hati buka kulit ari dan keluarkan bagian Tick yang tertinggal… atau gunakan jarum untuk melakukannya.
  • Bersihkan lagi areanya dengan antiseptic.
4 days after removal

4 days after removal

As for my son? Well… alhamdulillah ga ada gejala-gejala di atas yang ditemukan. Tapi memang bekas gigitannya agak memerah dan biru di tengahnya. Which is completely normal kalau gue lihat di google. Kebiruan di tengah adalah karena si Tick menembus sampai pembuluh darah; kemerahan di sekitarnya kemungkinan karena ketika proses pencabutan, Ticknya kepencet dan ada cairan Tick yang terkena di badan Ael.

Wow! ini pengalaman benar-benar baru… dan mungkin gue alami karena tinggal di hutan yang masih banyak semak belukar. Sayang ketika kejadia, gue sama sekali ga ada pengetahuan apa-apa… jadi penanganannya aga kurang tepat. Dan yang lucunya, susah banget untuk cari artikel tentang Tick atau kutu babi ini di Indonesia, yang terdekat adalah dari Malaysia. Mudah-mudahan artikel ini bisa membantu sesama Indonesia yang terkena gigitan si kutu babi. Kecil siih… tapi kan geli!!

 

Source: http://www.healthline.com/health/tick-bites#Treatment8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s