The Heirs: Coming out of the Closet at last (5)

Moving on to the next chapter of Cha Eun Sang’s and Kim Tan’s love life, the part where the storm is slowly coming in. If you notice on the title I remove ‘Re-think’ as oppose to the last instalment with all intention. Last batch was so slow and lack of essence that it made me re-think my decision to liking this kdrama, but now that we are gearing up into the real drama… I think things will start to pick up again. I am just glad that we pass the love triangle and bone-fight (as in two dogs fighting for a bone) part and hope that more reconciliation is on the way.

4_1On one summer, an ordinary boy met a girl in a country far away from home, in that dream-like experience they had an interesting interaction and end up liking each other. But when they are back at home, the dream must also put on a stop as the previously teenage-love-story becomes the prince-and-the-pauper. Things got more complicated when the pauper princess is forced to be in the same pond with a bunch of materialistic teenager in a school that is way beyond her league. Moreover the engaged prince’s hands are tight no matter how hard he try to break free, as he is supposed to bear the burden of being a crown prince and nobody in his circle will let him ever forget that; his parents, his half-brother, his fiancee, his ex-best friend which by the way has a crush on his girl. Speaking of which, that little kid trapped in a violent 18 year old is finally understand that he is able to fall in love sadly he is incapable of showing it like a normal human being not to mention that he is one summer too late than Kim Tan.

Now that the love triangle arch has been set straight and his (real) mother found out about his not so dirty little secret, all Kim Tan must do is to convince her and the girl that she loves to believe in and depend on him. An explosive 18 year old which ranks 100th out of 100 students and have no job or whatsoever. Yeah! I don’t think so either…

Episode 12 – 15: On the Run

Di perempatan paling sepi sedunia, Kim Tan berusaha meyakinkan Eun Sang untuk tetap memegang tangannya – secara harafiah dan metafora; sementara Choi Young Do berusaha meyakinkan Eun Sang untuk sebaliknya. Eun Sang memegang tangan Kim Tan, tapi Kim Tan tahu bahwa bukan untuk yang diinginkannya. Tak berapa lama Eun Sang melepaskan tangannya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menjalani semuanya.

Kita sudah berjalan cukup jauh, sebaiknya kita berhenti disini. Sampai ketemu kapan-kapan ya, aku duluan.

Ep12_1

Sambil berlinangan airmata, ia pun melepaskan tangan Kim Tan kemudian meninggalkan mereka. Entah Young Do merasa mendapatkan hak darimana untuk menambahkan garam di luka Kim Tan, ia berkata

Seperti biasa, kau selalu membuat orang lain pergi

Hmmm, okay gue ga ngerti… apakah dia menyalahkan Kim Tan karena Young Do meninggalkan Kim Tan? Ey??!!

Ketika ia berpikir sudah cukup jauh dari perempatan itu, Eun Sang menangis sejadi-jadinya. Young Do berusaha menenangkan dengan menanyakan apakah mereka berdua benar-benar sudah putus dan mengajak Eun Sang untuk bolos pelajaran pertama (olahraga). Tapi Eun Sang ga pernah ada niatan untuk rebound ke Young Do, membuatnya kecewa lagi.

You are just not smooth enough, Young Do!

You are just not smooth enough, Young Do!

Pelajaran pertama: olahraga, Kim Tan sekelas sama Eun Sang. Hahaha… awkward banget yak. Kim Tan yang menghabiskan paginya dengan mengingat-ingat memori indahnya dengan Eun Sang, menemukan Eun Sang teduduk tanpa semangat di hall olahraga. Chan Young dan Bo Na masuk, Bo Na langsung menghampiri Eun Sang karena tidak dapat menemukannya di pagi hari, sementara Chan Young mendekati Kim Tan menanyakan alasannya menelpon di malam sebelumnya.

Ep12_3

Kim Tan menanyakan apakah Eun Sang menginap di tempat Chan Young, tapi ia bahkan tidak tahu bila Eun Sang tidak tidur di rumah. Fakta bahwa Chan Young tidak mengetahuinya dan kenyataan bahwa ia menemukan Young Do dan Eun Sang bersama di pagi hari, membuat Kim Tan menyimpulkan yang terburuk. Maka di ruang loker ketika ia melihat Young Do, ia memastikan padanya bahwa ini bukan kesempatannya untuk mendapatkan Eun Sang; bahwa ia masih belum putus asa terhadap hubungannya.

Di markas Myung Soo, Young Do yang penasaran browsing di facebook-alike website mencari-cari Eun Sang, tapi ga bisa menemukan… emang bedalah ya kalau jodoh, dulu Kim Tan dapetin akunnya Eun Sang tanpa usaha berlebih. Sementara Myung Soo dan Bo Na sedang memilah-milah hasil foto ekskursi dan menemukan pola tertentu dari foto-foto Young Do; ia selalu menatap ke arah Eun Sang dengan penuh harap. Serta merta mereka pun menyimpulkan bahwa Young Do menyukai Eun Sang yang tidak ditampik olehnya. Fakta bahwa Eun Sang adalah cinta pertama Young Do membuat Bo Na tertawa dan kita (penonton) mengerti mengapa Young Do adalah Young Do… seorang anak 18 tahun yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Ep12_4

Camera never lies…

Sepulang sekolah, Kim Tan dicecar mamanya untuk tahu apakah ia menemui Eun Sang di sekolah. Ia begitu mengkuatirkan Kim Tan tidak akan pulang ke rumah setelah kejadian malam sebelumnya. Kim Tan menanyakan apakah ibunya bahagia tinggal di rumah itu, ia menekankan bahwa bila ia menikah dengan Rachel ia mungkin tidak akan pernah bisa mengenalkan ibunya sebagai ibunya. Walaupun tidak pernah bahagia karena tidak pernah mendapatkan akhir bahagia yang diharapkan sebelumnya, tapi ibunya tetap puas bila Kim Tan mendapatkan semuanya dan itu cukup menebus ketidakbahagiaannya. Frustasi dengan sikap ibunya yang keras kepala, Kim Tan hanya menuntutnya untuk melepaskan kaos kaki pink bergambar kelinci dan lope-lope.

Kim Tan: Itu punyaku Mah!

Mama Kim Tan: Hah! Ini?

Sementara itu Eun Sang berhamburan mencari tempat baru untuk dirinya dan mamanya, kemudian mengajaknya untuk melihat tempat-tempat yang potensial untuk ditinggali.

Kim Tan memanggil sunbae Hyo Shin ketika ia sedang jogging. Awalnya sunbae berpura-pura marah karena Kim Tan mengganggu jadwal belajarnya, tapi tercengang ketika tiba-tiba Kim Tan mengungkapkan bahwa ia bukan anak ibu Kepala Sekolah dan memiliki ibu lain. Ketika sunbae menanyakan mengapa ia tiba-tiba mengatakan hal tersebut padanya, Kim Tan mengatakan bahwa ia sedang menguji coba perasaannya ketika membuka rahasia tersebut pada sunbae, seseorang yang cukup dekat dihatinya. Ternyata bahkan pada sunbae pun, ia tetap merasa takut. Hmm.. apa yang sedang kamu rencanakan Kim Tan?

At least sunbae will always be your buddy!

At least sunbae will always be your buddy!

Kim Won memanggil sekertaris Yoon untuk mencari tahu kembali di sisi mana ia ‘berdiri’, namun seperti biasa ia berkelit dan malah memberikan sebuah artikel yang akan atau sudah muncul mengenai Hyun Joon. Artikel itu intinya menerangkan bahwa Hyun Joo adalah seorang gadis miskin yang dibina oleh grup Jeguk kemudian berhasil menjadi seorang guru. Artikel itu membuat Kim Won naik pitam, tidak setuju bila grup mereka membuat seluruh dunia tahu tentang penderitaan gadis itu. Sekertaris Yoon menginformasikan bahwa hal itu adalah instruksi langsung dari ayahnya.

Kim Won segera pulang ke rumah untuk mengkonfrontasikan hal tersebut pada ayahnya dan terkejut untuk menemukan Hyun Joo sudah di rumahnya dengan muka sedih dan ketakutan. Kim Won memohon pada ayahnya untuk tidak melakukan hal tersebut: membuat sebuah artikel yang menyoroti kemiskinannya karena akan membuatnya mengalami kesusahan di SMA Jeguk… tunggu! bullyingnya terjadi ke guru juga? bukan cuma ke murid? What the?? Tapi ayahnya yang control freak malah marah-marah menyalahkan Hyun Joo yang tebal muka mendekat anaknya setelah semua bantuan yang ia terima. (Hadeh hadeh.. kdrama makjang banget).

Kim Won: Ayah! stop! Kenapa ayah harus membuat pernyataan cintaku ke dia? Aku sendiri belum menyatakannya?

Erm, okay… jadi si ayah jahat selama ini mengira mereka pacaran? Padahal nembak aja belum? Hahaha… okelah! Semua itu terjadi, sementara Hyun Joon hanya bisa duduk terdiam dan menangis…

Ep12_6

Kim Won berusaha membuat ayahnya melihat bahwa selama ini ia sudah bekerja keras untuk ayahnya, meraih posisi tinggi di waktu yang lebih cepat. Tapi si ayah yang ‘supportif’ ini malah menghancurkan sisa-sisa ego Kim Won dengan mengatakan bahwa ia bisa berada di tempat itu karena diberikan oleh ayahnya (dan bukan usahanya), way to go dad!!

Hyun Joo keluar dari istana itu dan bertemu dengan Kim Tan yang pulang dari jogging, melihat seorang gadis keluar dengan berderai air mata tidak membuat ia terkejut (karena hal itu biasa terjadi di rumah itu). Kim Tan hanya menawarkan untuk memanggilkan taxi untuk Hyun Joo, ia terkejut karena Hyun Joo mengenalinya dan ketika ia meminta Kim Tan untuk mendukung kakaknya.

Ketika akhirnya Kim Won keluar, Kim Tan menunjukkan arah perginya Hyun Joo… tapi Kim Won yang terlalu malu tidak berniat untuk mengejarnya… dan disitulah bedanya kamu dengan Kim Tan! Walaupun masih berusaha untuk kasar pada Kim Tan, Kim Won akhirnya memberitahukan adiknya bahwa ayahnya menyuruh seseorang untuk mengawasi mereka… dan bahwa ia harus hati-hati untuk tidak melakukan sesuatu yang membuatnya memiliki kekuasaan terhadap mereka.

Ep12_7

Just hug your brother already, Won!! You know you need some lovin..

Kim Tan akhirnya menghampiri Hyun Joo di halte, memberitahu bahwa kakaknya tidak akan datang. Tapi Hyun Joon bilang ia tidak menunggunya – entah benar atau tidak. Untuk memenuhi rasa penasarannya, Kim Tan memberondong Hyun Joo dengan berbagai pertanyaan: “kamu siapa? Pacar kakakku? Apakah kamu tahu aku? Mungkinkah kakakku pernah bercerita tentang aku?”

Ya… “adikku penyayang, jujur, tumbuh sangat tinggi dan matanya seperti aku”; ternyata semua yang dikatakan oleh kakakkmu itu benar

Ep12_8

Such a sweet moment between two not-so-fated in-laws wannabe; suatu saat kebenaran bagi Tan mendengar bahwa semua perilaku kasar yang dilontarkan kakakknya hanya sebuah topeng tapi ekspresi Kim Tan jauh dari rasa senang, tidak seperti yang gue kira. Mereka duduk berdiam diri di halter itu, dan Kim Tan masih terus merenung lama setelah Hyun Joo menaiki bisnya.

Di rumah, suasana antara mama Kim Tan dan mama Eun Sang masih rada aneh; walaupun mama Kim Tan memasang muka ga butuh ketika mama Eun Sang mengabari bahwa ia akan berhenti bekerja di akhir bulan, tapi ketika mama EUn Sang seperti akan pergi saat itu juga, mama Kim Tan panik. Jadi, kehilangan satu-satunya aliansi di rumah yang dingin itu memang patut membuat panik… sekarang pilihannya adalah hidup bergelimangan harta dengan perasaan tak menentu atau hidup pas-pasan dengan hati tenang.

Screen Shot 2014-12-15 at 12.40.32 PMTernyata mama Eun Sang bukan mau pergi tapi janjian dengan anaknya di mini market terdekat… tempat dimana Young Do juga sering nongkrong. And whaddoyouknow, Young Do duduk di meja sebelah Mama Eun Sang, berusaha mengajak Eun Sang makan ramen. Masih usaha nih yee… Awalnya Eun Sang menolak tapi karena sadar Young Do ada di samping mamanya, ia berusaha membuat Young Do pergi supaya bisa ngobrol tenang dengan sang ibu.

Ep12_9Setelah mengambil kantong berisi baju dari mamanya, Eun Sang menemui Young Do di perempatan. Sayangnya Young Do bukan cuma pintar, tapi di juga calon mata-mata yang ingat bahwa seorang ibu berpakaian lusuh di sebelahnya membawa kantong yang sama. Maka ia pun menyuruh Eun Sang untuk menunggunya ketika ia pergi ke rumah Kim Tan. Maka bertemulah Young Do dengan mama Eun Sang di depan rumah itu. Disitulah Young Do akhirnya tahu bahwa mama Eun Sang adalah seorang pembantu dan bisu. Anehnya… in a good way, Young Do bersikap sangat sopan terhadap sang mama. Maybe he’s not so bad after all… he’s just being a jerk towards Kim Tan.

Eun Sang tidak berniat untuk menunggu Young Do, ia sudah berada di stasiun subway ketika menerima sms dari mamanya mengatakan bahwa seorang teman yang bersepeda motor mencarinya. Hal itu cukup membuat berlari kembali ke perempatan dimana Young Do masih menunggu. Awalnya Young Do berlagak tidak tahu, tapi Eun Sang tidak berbasa-basi dan langsung mengkonfront fakta bahwa Young Do mengetahui segalanya tentang ibunya dan memintanya untuk tidak datang lagi ke rumah itu yang juga tempat kerjanya.

Ep12_10

Eun Sang: Jawab gue dengan pasti, apa yang akan lo lakukan ke gue setelah ini… jadi gue bersiap-siap!

Ep12_11Young Do: Mana gue tahu, apa yang akan gue lakukan terhadap lo? Gue aja ga tahu luka gue mau diapain. Gue cuma sedih ketika lo pergi, seneng ketika lo kembali. Dan bahwa rahasia lo berat. Siapa bilang gue akan melakukan sesuatu terhadapa lo?

Eun Sang: kan lo pernah melakukannya… ke gue juga.

Young Do: Makanya sekarang gue ga bisa ngapa-ngapain… gue cuma bisa ngajak lo makan mi.

Aaaaww, kamu ngerasa salah Young Do? Pernah melakukan sesuatu yang super brengsek ke seorang gadis yang begitu malang? Well, you should be… and because of that, the girl you like is terrified of you. I love Kim Woo Bin in this scene, such a good actor… ekspresinya bisa banget langsung keliatan tersinggung ketika reaksi Eun Sang pertama kali adalah: silakan membully gue. Yaah, ga salah juga kan kalau tukang sayur, dianggap akan selalu jualan sayuur?

Keesokkan harinya Kim Won mengajak Kim Tan untuk main golf dengan Bapak dan anak Choi. Karena permainan itu dalam rangka memuluskan kerjasama, maka stratego ayah Choi Young Do adalah mengalah dari Kim Won tapi Young Do harus mengalahkan Kim Tan, err! Okay, ga ngerti logikanya dimana… okay next!. Seperti kesempatan-kesempatan lainnya… Kim Tan dan Young Do ga bisa ditinggal berdua tanpa bermesraan saling menyerang secara verbal. Young Do yang kini punya dua senjata untuk mengancam Kim Tan – anak haram dan Eun Sang anak si pembantu (hey, judulnya ganti ajaa…) – meminta Kim Tan untuk tidak ‘melindungi’ Eun Sang, sehingga Young Do bisa melindung semuanya.

Ep12_12

Dari percakapan di hole ke-5 itu lah (ga tau juga sih hole ke berapa…) kita akhirnya tahu mengapa Young Do begitu sakit hati terhadap Kim Tan. Kita kembali ke cuplikan sebelumnya, ketika Kim Tan mengejar Young Do di jalan berusaha mengajaknya menemui sang ibu tapi Young Do tidak mau mendengarkan. Ternyata setelah itu ia berubah pikiran dan mereka berdua pergi ke warung ddeokbukki yang pernah ia singgahi bersama Myung Soo.

When it all REALLY begin

When it all REALLY begin

Young Do: seharusnya lo dateng lebih cepat, sehingga lo ga membuat gue kehilangan ibu gue.

Kim Tan: gue marah banget, dan hukuman yang gue kasih ke lo tepat 5 menit. Lo masih ingat apa yang ada di atas meja itu? 2 pasang alat makan… untuk menang dari gue, lo kehilangan kesempatan untuk makan terakhir bersama ibumu. Tolong lah, kita selesaikan masalah dan lanjutkan hidup kita. Gue ga punya waktu untuk berkelahi dengan lo, karena gue punya pertempuran lebih besar untuk dihadapi.

Wow! Setelah tiga tahun, masalah mereka mungkin bisa selesai dengan satu permainan golf. Young Do cilik yang selalu menyalahkan orang lain selain dirinya akhirnya menyadari bahwa mungkin hal yang membuatnya menderita selama ini… well!! Mungkin dia ada andil juga, dan menyalahkan Kim Tan untuknya bukan sesuatu yang bijaksana. Setidaknya itu sih yang gue baca dari ekspresi Young Do.

Ep12_14

Kembali ke sekolah, Eun Sang mulai merasa kesepian… apalagi ketika Kim Tan melaksanakan kemauannya dengan tidak menegur ketika berpapasan di ruang locker. You’ll never realized what you had until you lose ‘em, right Eun Sang?

The empty hall is the metaphor of Eun Sang's heart

The empty hall is the metaphor of Eun Sang’s heart

Di ruang broadcast, sunbae Hyo Shin dapet banyak banget hadiah dari groupiesnya karena memenangkan sesuatu di sebuah festival asia, woaah! Beraat. Bo Na yang mulai seperti sahabat, menceritakan rahasia tentang Young Do yang naksir Eun Sang… Eun Sang nya pura-pura ga tahu, he… Ga berapa lama setelah sunbae masuk, Kim Tan ikutan masuk… dan suasana pun menjadi awkward yang bisa dirasakan oleh keempat remaja itu. Sunbae lah yang lalu menyinggung gajah besar dalam ruangan itu, mengapa Kim Tan dan Eun Sang ga berani saling pandang (Bo Na: ga perlu gitu lagi di depan gue… hihihi! Narsistically cute)

Kim Tan: Karena ketahuan… gue cabut aja deh.

Hyo Shin: Lha, jadi ngapain lo tadi kesini?

Kim Tan: Gue pingin liat seseorang…

Hyo Shin: Siapa? Gue?

Bo Na: Gue lagi…

Ep12_16

Hahaha… why is everybody is dying to be the object of Kim Tan’s affection? Anyway, ada aura gelap menyeliputi Kim Tan selama dia ada di ruangan itu. Seolah otaknya sedang berpikir keras dan sedang mempersiapkan dirinya untuk sesuatu.

Ep12_17Next thing we know, dia ada ruang kepala sekolah meminta tolong untuk mengatur sebuat acara makan malam antara keluarganya dan keluarga Rachel… hmmm, is this it? Awalnya kepala sekolah (okay, gue bahkan ga tau namanya mama palsu ini. Sebut mama palsu aja lah yaa…) menolak, tapi kemudian teringat bahwa hal ini jadi kesempatannya untuk membalas dendam ke mama Kim Tan. Maka ia pun berubah pikiran, bahkan sedikit memberikan pujian bahwa Kim Tan sekarang sudah dewasa.

Rachel memainkan peran sebagai putri sempurna dengan sangat baik di peluncuran produk baru ibunya, walaupun setelah itu dia bersungut-sungut dan kembali menjadi biatch yang biasanya. Tapi di event itulah akhirnya dia mengetahui bahwa Ye Sol adalah anak seorang pemilik bar terbesar di Gang Nam, dan buat mereka itu adalah harrammm! Speaking of which, si mama lagi telponan sama mama Kim Tan dicurhatin soal Eun Sang yang macari anaknya. Tapi mama Ye Sol lah yang mengingatkan bahwa mama Eun Sang memegang semua rahasia mama Kim Tan. Panik, ia langsung keluar mencari mama Eun Sang.

Di luar ia bertemu dengan mama palsu yang lagi mendekorasi ulang rumah itu untuk memperlihatkan keluarga ‘bahagia’ mereka dalam rangkan makan malam dengan calon besan. Mama Kim Tan terluka, apalagi begitu tahu bahwa acara makan malam dengan calon mertua anaknya, di rumah besar dimana ia bisa melihat dan diacuhkan keberadaannya sebagai seorang mama, diprakarsai oleh anaknya sendiri. Hold on Mama… don’t loose faith towards your son!

Three level of confidence degree

Three degrees of confidence

Anaknya sendiri… lagi pergi nemuin bukan-pacarnya. Memberitahukannya supaya tidak pulang ke rumah itu apa pun yang terjadi… setelah mencuri dua cium dan melucuti pertahanan Eun Sang yang ga ada gunanya. Tapi Kim Tan ga mau menerangkan lebih lanjut kenapa ia tidak boleh pulang.

Ep12_19

Di rumah, lagi-lagi Mama Eun Sang yang datang dan memberikan dukungan tanpa suara ke Mama Kim Tan. Menjadi mata-mata dadakan menginformasikan gerak-gerik tamu mereka. Darinya lah Mama Kim Tan tahu bahwa Kim Tan belum hadir bersama mereka. Sementara orang tua dan tamunya sedangkan berbasa-basi total yang penuh kepalsuan dan ga tulus. Ketika Kim Tan datang pun, dia ga ikutan makan dan malah mengajak Rachel ke kamarnya.

Tidak puas menyakiti hati mama Kim Tan, mama palsu harus masuk ke kamar dan memencet jerawat yang sudah berpendar-pendar bahkan sampai menyiram air ke muka mama Kim Tan; tepat ketika Kim Tan masuk dan makin memantapkan rencananya… apa pun itu. Ia segera mengambil handuk dan membantu mengeringkan muka ibunya. Mama palsu yang tidak pernah punya anak keliatan iri melihat bagaimana memiliki anak bisa begitu menghangatkan hati.

Ep12_20

Sambil memegang tangan ibunya, Kim Tan memintanya untuk tidak melepaskan genggaman itu. Ia pun keluar kamar sambil menggandeng ibunya yang panik. Semua orang di ruang keluarga tertegun. Mama Rachel mengenalinya sebagai ibu Eun Sang yang datang ke pertemuan POMG. Tapi lalu Kim Tan menjatuhkan bom atomnya.

Bukan, anda salah lihat. Wanita di sebelah saya ini adalah Ibu biologis saya, yang melahirkan saya. Dan saya adalah anak kedua dari grup Jeguk, anak yang tidak sah. Saya tahu arti dari pengakuan ini untuk semua orang, maka itu pertunangannya sebaiknya dihentikan.

Ep12_21

Empat pasang bola mata menggelinding saking lebarnya melotot… Mama Rachel ga terima dan langsung pergi sementara ayahnya masih sok cool di depan tamu. Tapi begitu mereka sendiri, dengan segenap hati anaknya itu pun dipukul, dua kali (Lee Min Ho di tampar beneran lho itu… liat aja poninya melayang. Hihi). Ia pun menyanggupi untuk meninggalkan rumah itu, tapi ibunya harus tetap berada disana karena ia adalah wanita ayahnya. Okay, kenapa semua wanita dianggap sebagai barang kepemilikan yang oleh para lelaki di drama ini?? Bad choice of word…

Ibunya menangis sejadi-jadinya memarahinya karena bertindak bodoh, mengatakan bahwa selama ini ia hidup menderita bukan untuk dirinya… bahwa tiga tahun ketika Kim Tan berada di Amerika ia tidak dapat bernafas berada di lingkungan ayah dan Kim Won. Tapi Kim Tan hanya bisa meminta maaf karena memiliki pikiran yang ga sejalan dan sang Ibu.

Eun Sang bekerja tanpa hati dan pikiran hari itu, masih memikirkan kunjungan Kim Tan sorenya. Ketika ia pergi membuang sampah, sudah ada Kim Tan disitu. Tidak mengeluarkan sepatah kata, hanya membuang napas yang sepertinya sudah ditahan sepanjang malam… mengeluarkan air mata yang sudah dipendam sejak lama. Entah lega telah mengeluarkan rahasianya atau takut akan masa depannya… Eun Sang ga perlu mendengarkan penjelasannya, tanpa ia ketahui ia ikut menangis merefleksikan emosi pacarnya itu.

Ep12_22

Kim Tan menanyakan apakah janji Eun Sang untuk membawanya lari ketika ia mengalami kesusahan yang Eun Sang katakan di Amerika, berlaku juga di Korea. Eun Sang menggelengkan kepalanya. Kecewa, Kim Tan hanya bisa menundukkan kepalanya… tapi kemudian Eun Sang memeluknya. Setelah mengatasi kekagetannya, Kim Tan membalas pelukan Eun Sang, lega setelah mendapatkan kenyamanan yang dibutuhkannya setelah semua hal yang terjadi malam itu.

Ep13_1

Di rumah, Rachel dan mamanya mencak-mencak merasa dihina telah dibohongi dan ditunangkan dengan seorang anak yang tidak sah. Rachel masih berusaha memproses semuanya, tapi Esther Lee dengan cepat sudah merumuskan langkah, yakin bahwa Kim Tan dan Kim Won akan berseteru memperebutkan Jeguk, Esther Lee menyuruh Rachel untuk memutuskan hubungan setelah hal itu terjadi.

Esther: Saudara sedarah aja bisa saling gorok untuk kekuasaan, apalagi saudara tiri. Ketika mereka sedang berperang saat itulah kau minta putus. Karena saat itulah saham Jeguk akan naik drastis, kita jual semua saham kita dan putus hubungan.

Rachel: Kau masih hitung-hitungan di situasi seperti ini?

Ep13_2

Wow!! Mom, you put shares on top of your daughter happiness? Lo ga liat anak lo beneran suka ama cowoknya?

Rachel pergi menemui Young Do untuk mengkonfirmasi apakah selama ini ia tahu tentang status Kim Tan yang ‘tidak sah’; mengira bahwa Young Do akan membeberkan rahasia itu, Rachel kaget ketika Young Do mengancam Rachel untuk menutup mulutnya. Ketika Rachel menanyakan alasan Young Do menjaga rahasia itu selama ini:

Karena itu adalah hal terbaik yang bisa gue lakukan, dan karena itu adalah hal yang paling bisa melukai Kim Tan.

Ep13_3

Aaaw, you are a good friend deep down. Why don’t we just kiss and make up and hold hand to happy-land?

Kim Tan dan Eun Sang ngungsi ke studio Myung Soo. Mereka kembali menjadi dua remaja dengan interaksi yang manis. Menyenangkan sekali melihat mereka ketika ga ada orang lain di sekitar mereka. Kim Tan masih penasaran dimana Eun Sang bermalam sementara Eun Sang penasaran kenapa Kim Tan sampai menangis. Dua-duanya ga ada yang mau kasih jawaban… Choi Young Do tiba-tiba menelpon Eun Sang, Kim Tan pun mulai dengan peran pacar yang over-posesif dan mengangat telponnya. Dari percakapan sekilas, Kim Tan tahu bahwa kabar mengenai pergerakannya sudah sampai ke telinga Young Do, dan agak terlihat kuatir.

Ep13_4

Myung Soo tiba-tiba datang, tapi karena password sudah diganti Kim Tan, ia tidak bisa masuk ke studionya sendiri. Naughty little Kim Tan. Si cowok yang berharap bisa dua-duaan, kecewa berat ketika Eun Sang malah ngeluarin buku dan belajar; bahkan sempat mengejek status Kim Tan yang ranking 100 dari 100 anak. Setelah berusaha membela diri yang tak berguna, Kim Tan menanyakan bagaimana Eun Sang bisa konsentrasi belajar ketika berada di ruangan tertutup bersamanya. Asli! Narsis abis… tapi ternyata Eun Sang emang ga bisa konsen dan sekali lagi ke gap sama Kim Tan ia pura-pura tidur.

Ep13_5

Paginya mereka buru-buru keluar dari studio dan disergap oleh paparazzi Myung Soo yang duduk di tangga darurat semaleman (di musim dingin), menolak untuk menyerah dan berkeras hati untuk tahu siapa yang ada di studionya. Mereka akhirnya pergi ke sekolah bertiga. Kim Tan berusaha meminta hasil jepretan Myung Soo sebelumnya, mengancam bahwa ia dulu melukai orang pakai sendok (hilarious reference to Lee Min Ho previous drama: City Hunter). Myung Soo bergeming dan malah dapet scoop bahwa dua orang itu pacaran… calon wartawan tabloid sejati; hmm, mudah-mudahan emaknya ga keberatan yah?

Entah karena baru saja menghabiskan waktu cukup lama berdua, Eun Sang merasakan sesuatu yang berbeda. Maka ketika Kim Tan mengulurkan tangannya dan meminta Eun Sang untuk ‘berani’; Eun Sang akhirnya meraih uluran tangan tersebut. Mereka pun bergandengan tangan memasuki halaman sekolah dan menjadi pusat perhatian semua anak termasuk Rachel yang langsung mengeluarkan napas api.

Mmm… okay, statusnya Eun Sang belum tahu kan ya kalau Kim Tan sudah minta putus pertunangan? Kenapa akhirnya dia jadi mau ya? Seberapa pun gue pingin mereka jadian, tapi dengan begini Eun Sang jadi simpenannya Kim Tan, dan gue punya masalah dengan issue perselingkuhan. Tapi mungkin dia mikir, sebodo amatlah… semua orang juga tahu pertunangan macam apa itu dan tampaknya ga masalah kalau mereka pacaran.

Ep13_7

Mereka bertemu Young Do yang langsung merengut melihat mereka gandengan tangan. Setelah peragaan “siapa yang lebih bisa memerintah Eun Sang” (Urrgh!!), Eun Sang meninggalkan mereka berdua; Young Do kembali ke ancamannya untuk membeberkan rahasia ke semua anak. Tapi Kim Tan sekarang tidak takut, dia siap untuk menghadapi saat-saat itu terjadi. Young Do memberikan pandangan simpati pada Kim Tan setelah ia membelakanginya. Maybe it’s time to stop the act and start be truthful, Young Do!

Ep13_8

Rachel menerobos masuk ke ruang siaran, ketika Kim Tan kebetulan masuk juga ia langsung menamparnya dan memakinya atas status ketidaksahannya. Eun Sang menjerit tidak suka dengan kelakukan Rachel tersebut.

Karena tahta ada pada garis keturunan, seorang OKB pasti ga ngerti itu. (Pada Kim Tan), kalau lo bukan dari keturunan ‘ningrat’ lo seharusnya pilih gue bukan pilih dia yang bukan siapa-siapa.

Ep13_9

Eun Sang pergi meninggalkan mereka berdua, ketika itulah Rachel menanyakan keanehan mengenai mama Kim Tan yang menyumbangkan dana perkemahan atas nama mama Eun Sang. Kuatir rahasia itu akan terbuka, Kim Tan meminta Rachel untuk ga terlalu memperhatikan hal tersebut.

Setelah puas menangis di kamar mandi (nangis teruuuuss…), Eun Sang menanyakan pada Kim Tan apakah tidak ada cara baginya untuk melindungi Kim Tan. Walaupun tampaknya mustahil tapi Kim Tan sudah cukup senang dengan perhatian dan pemikiran Eun Sang tersebut; ditambah lagi dia baru tahu bahwa dua malam sebelumnya Eun Sang menginap di rumah Lee Bo Na dan bukannya Young Do. Woo hoo!!

Ep13_10

Kim Tan is over the moon

Di pergantian kelas, Chan Young menggoda Eun Sang karena akhirnya meluangkan waktu untuk pacaran setelah sebelumnya pernah mengatakan tidak punya cukup kemewahan untuk punya pacar. Silih berganti, akhirnya Bo Na malah ngobrol dengan Ye Sol di spot yang sama. Ye Sol dengan ketidaksensitifannya mengatai pacar sahabatnya sebagai anak sekertaris dan bahwa Bo Na rugi besar pacaran ama Chan Young, mengatai seseorang yang baru saja bubar pertunangannya. Ternyata yang lagi diomongin lewat, uh oh!! Kamu kelewatan deh Ye Sol… sebal dengan mulutnya yang sok tahu, Rachel akhirnya membeberkan rahasia Ye Sol yang sebagai anak pemilik bar di Gang Nam. Bo Na ternyata ga tahu dan tambah sebal dengan sikap Ye Sol yang mengatai Chan Young sebagai bukan apa-apa.

Ep13_11

Rachel: Bo Na, makan siang ama gue yuk!

Cut to: Rachel dan Bo Na membully Ye Sol di kantin seperti Young Do membully korban-korbannya. Tapi kali ini Kim Tan ga tinggal diam, secara kasual ia mengambil piring seseorang dan makan di kursi panas itu. Semua anak tercengang termasuk Young Do yang tiba-tiba masuk. Marah karena aturannya dilanggar, Young Do menumpahkan sepiring kari ke seragam 1000 dolar Kim Tan. Yuck dan Hah!! adalah ekpresi seragam semua anak di kantin itu. Tapi Kim Tan menolak untuk menyerah, dengan mengklaim bahwa sebagai pembuat aturan, ia juga bisa membatalkan aturan tersebut; Kim Tan melemparkan jaketnya ke muka Young Do dan menyuruhnya mencucinya.

Ep13_12

Rebellion by the (former) King of the jungle

Setelah festival pandang-pandangan, Eun Sang yang pertama bergerak untuk membawa pergi pacarnya diikuti oleh Chan Young yang menarik Bo Na keluar dari kantin. Anak-anak lain pun membubarkan diri meninggalkan Rachel dan Young Do yang mendengus kesal. Di luar Eun Sang memarahi Kim Tan yang terkena provokasi Young Do si anak SD yang seharusnya ga level dengan Kim Tan yang anak SMP, heh?! Sementara Chan Young memarahi Bo Na yang ikut-ikutan membully seperti anak lainnya.

Ep13_13Bo Na: Habis Ye Sol menyuruhku putus darimu yang anak seorang sekertaris.

Chan Young: Gak salah juga kok dia… fakta bahwa kamu marah, artinya kamu malu. Ngapain kamu pacaran sama aku kalau kamu malu dengan aku yang anak sekertaris?

Bo Na: Bukan begitu maksudku…

Aaah, Chan Young! I love you… but lagi-lagi kamu salah. Cara dan kelakuan Bo Na yang ikut-ikutan Rachel emang salah, tapi seharusnya lo dengerin dulu alasan pacar lo melakukan itu, bukan karena malu tapi karena mau kasi pelajaran ke temannya karena telah menghina sang pacar, yaitu dirimu. Jangan dimarahin alasannya, tapi caranya… oke Chan Young?

Siangnya, Kim Tan pulang ke rumah disambut oleh ayahnya yang siap mengusir. Melucuti handphone, dompet sampai jaketnya (musim dingin, Ayaahhh!!), dengan anggapan Kim Tan akan menyesali perbuatannya setelah merasakan susahnya hidup melarat. Dengan gagah berani dia meletakkan semua yang diminta kecuali seragam (karena ia harus sekolah). Mama Kim Tan panik bukan kepalang, berusaha membujuk kedua belah pihak untuk mengalah. Tapi Kim Tan menolak untuk tunduk dan mengatakan pada sang ayah, bahwa ia mengerti arti Rachel dan asuransi untuk dirinya, tapi jangan jadikan Rachel dan asuransi itu sebagai hidupnya. Lalu ia melangkah keluar seperti ksatria berkuda putih.

Menuju cafe Eun Sang menggunakan taxi dan meminjam uang untuk bayarnya. Hahaha… rich kids dont know how to runaway from home. Berbekal segelas air putih yang gratis, mereka berdua berusaha merencanakan langkah Kim Tan ke depan.

Kim Tan: (dengan penuh keyakinan) Gue akan meraih kekayaan gue sendiri.

Eun Sang: (mengernyit) gimana caranya? audisi kpop star aja…

Kim Tan: ngga ah, gue ga bisa nyanyi

Eun Sang: Tapi lo ga pinter juga.

Ep13_14

Hahaha mesra banget ya mereka? Kim Tan menyuruh Eun Sang untuk menghubungi Hyo Shin, Chan Young, Myung Soo dan Bo Na… untuk apa? untuk pinjam uang.

Yang hanya mendapatkan tatapan melongo dari ketiganya. They’re so cute… tapi mereka cukup bersimpati ketika Kim Tan meringkas kejadian yang menimpa dirinya: bapakku marah, makku nangis, gue digampar. Sunbae cukup prihatin sehingga menawarkan tempat tinggal, tapi Kim Tan menolaknya karena takut sama maknya. Hal itu diamini oleh Hyo Shin yang iri bahwa Kim Tan diusir dari rumah.

Ep13_15

Speaking of which… sorenya, si ibu serem masuk ke kamar sunbae Hyo Shin membawakan setelan jas hitam lengkap dengan dasinya untuk digunakan di wawancara masuk perguruan tinggi yang dengan sengaja dilewatkan. Wawancara itu akan dilakukan keesokkan harinya… Hyo Shin yang shock mendengar ibunya pakai jalan belakang untuk melakukan hal itu, emosi dan akhirnya meledak.

Hyo Shin: Ibu mau aku – anak seorang jaksa agung – melakukan kecurangan untuk masuk perguruan tinggi? Sejauh apa lagi ibu akan memaksaku? Apakah aku perlu mati beneran?

Mama Serem: Berhenti menggertak menggunakan hidupmu, aku tidak akan membiarkanmu membuang hidupmu. Tidak akan menyerah…

Ep13_16

Will you say that if he actually killed himself… wait, yeah! He did that already. Oh Em Gee… mudah-mudahan gue ga begitu ama anak gue sendiri.

Malamnya, mama Kim Tan sampai di depan Cafe Eun Sang tepat ketika ia menyelesaikan shiftnya. Berbeda 180 derajat dari ketika terakhir mereka bertemu, mama Kim Tan sangat manis dan tampak sangat menyesali perbuatannya pada Eun Sang. Ia pergi ke tempat itu untuk mencari Kim Tan yang ternyata ada di belakang mereka. Ia berusaha membujuk Kim Tan untuk pulang, tanpa hasil… tapi akhirnya Eun Sang menyanggupi untuk pulang dengan harapan Kim Tan akan mengikutinya. Tapi harga diri Kim Tan cukup tinggi untuk pulang tapi ga cukup tinggi untuk menolak handphone dan jaket dari mamanya. Hihihi… dia malah cukup senang melihat pacar dan ibunya bersatu untuk membujuknya pulang. A happy story about a boy, a girl and her future mother in law.

Ep13_17

When the in-laws unite

Kim Tan sampai di depan pintu Kim Won…setelah sempat membanting pintu di depan mukanya, Kim Won akhirnya mempersilahkan Kim Tan masuk. Dia mirip anak kecil yang baru dikasi mainan ketika bisa makan malam sambil memandangi kakaknya bekerja… so cute. Tapi momen romantis tersebut diganggu oleh telpon dari sekertaris Yoon yang menginformasikan tentang pemilik saham penting yang selama ini mereka cari-cari. Untuk lebih jelasnya lagi: yang dapat melukai anda bila sahamnya diberikan pada Kim Tan. Seolah-olah sengaja supaya Kim Tan tau, Kim Won menimpalinya:

Dengan asumsi semua saham dibawah nama anda akan diberikan pada Kim Tan?

Ep13_18

Muka Kim Tan langsung berubah, apalagi ketika ia dibekali kartu kredit untuk mencari kamar lain di hotel tersebut.

Malang bagi Kim Tan (atau untung ya?), tuan mudah hotel tersebut telah menyebarkan selebaran untuk menolak memberikan kamar baginya. Young Do sengaja melakukan itu supaya Kim Tan merana karena terpaksa sekamar dengan kakaknya… tapi hal itu malah yang diinginkan Kim Tan. Maka ketika ia dengan ceria berterimakasih pada Young Do, Young Do cemberut lagi menyesali langkahnya yang salah.

Ep13_19

Wrong move, Young Do…

Di kamar, Kim Won pura-pura bobo untuk menghindari percakapan tidak penting dengan adiknya… tapi ia mendengar ketika Kim Tan mengeluh bahwa banyak yang ingin ia tanyakan dan bicarakan dengan kakaknya itu. Keesokkan paginya, masih dengan baju yang sama tapi licin banget… Kim Tan diantar sekolah dan memberikan muka yang ceria ketika mencoba untuk minta dijemput. Kim Won mendelik dan Kim Tan mengurungkan niatnya. Saat itulah Kim Won melihat Hyun Joo melintas di halaman sekolah dengan pakaian super rapi. Rupanya itu adalah hari pertamanya sebagai guru SMA Jeguk.

Kelas pertama? Tentu saja bersama Eun Sang, Kim Tan, Chan Young dan Young Do. Tapi ia membuktikan bahwa ia bukan guru miskin yang terintimidasi oleh murid-muridnya yang kaya raya. Ia hanya melihat nilai dan memisahkan muridnya sebagai murid pintar dan murid nakal seperti murid di pojok kiri yang alisnya naik. Ia memerintahkan murid tersebut untuk menyingkirkan handphonenya dan menurunkan alisnya. Eun Sang tampak terkesan dengan guru barunya… berpotensi aliansi?

Ep13_20

Sekertaris Yoon dipanggil oleh Chairman dan Kepala Sekolah untuk membicarakan masalah saham untuk Kim Tan dan strategi pembelian penjualan yang tidak memicu ketertarikan gue. Tapi kemudian menyuruh Sekertaris Yoon untuk mempersiapkan Eun Sang sekolah keluar negeri (uh oh!) karena menyekolahkannya ke Jeguk bukan strategi yang berguna; sekertaris Yoon hanya menaikkan alisnya mendengar instruksi tersebut (tapi dengan arti yang sama sekali berbeda dari alis naiknya Young Do). Hhmmm, kembali ke makjang korea drama.

Saat istirahat, Eun Sang dan Kim Tan ketemuan… Kim Tan masih usaha mesra-mesraan sama Eun Sang yang hanya menghasilkan pukulan lain ke badannya. Hahaha.. kasian amat sih. Eun Sang memberitahu Kim Tan bahwa hari itu sunbae tidak sekolah dan Kim Tan tampak kuatir mendengar hal itu.

Ep13_21

Yang dibicarakan ternyata sedang wawancara dengan penampilan yang kayak gelandangan campur pecandu narkoba… menjawab dengan sangat tidak niat dan seperti mau pingsan sewaktu-waktu. Kim Tan sibuk menelponnya… di depan gambar mayat yang selalu muncul itu. Aduuuh… jangan diapa-apain dong sunbae favorit akuuu.

Ep13_22

Tidak berhasil menelpon Hyo Shin, Kim Tan malah dipanggil kepala sekolah, dan akhirnya kita tahu kenapa statusnya sebagai anak tidak sah begitu dipermasalahkan.

Ep13_23Ayahmu mendapatkan posisinya sekarang setelah menendang kakaknya sendiri. Hal itu bukan pertempuran yang mudah. Sampai sekarang paman-pamanmu dan anak-anak mereka masih menuntut ayahnya. Bagaimana kalau sampai mereka tahu bahwa kamu anak tidak sah? Kamu dan kakakmu yang akan menghadapi pertempuran itu kelak… apa yang akan kamu lakukan?

Wow… it’s amazing how they entertain their greed. Anak-anak mereka tidak pernah berharap menjadi anak seorang chairman, tapi hal yang tidak diiinginkan itu membuat mereka mengorbankan hidup mereka untuk keserakahan orang tua. I hope I never be a part of that world. Hal itu juga cukup membuat Kim Tan merenung.

Di tempat kerjanya, Eun Sang melihat pengumuman bahwa tokonya ditutup selama 2 jam untuk suatu perayaan tertentu. Perayaan itu ternyata untuk dirinya, persembahan dari si alis Young Do. Tapi selama 1.5 jam pertama, Young Do hanya bisa duduk salah tingkah sementara Eun Sang mondar-mandir melakukan pekerjaan yang tidak perlu; ia hanya berhenti mengepel ketika Young Do dengan sengaja menumpahkan minuman dan mengancam untuk menghabiskannya bila Eun Sang tidak duduk. Akhirnya dengan kesal, ia duduk dan menanyakan kemauan Young Do:

Young Do: Lo menjawab telpon gue, lo membalas ketika gue ngomong sama lo dan lo menyapa ketika lo lihat gue.

Eun Sang: Sekarang gue ngerti, gue ngerti lo suka sama gue… gue ngerti kenapa lo jaga rahasa gue. Jadi tinggal satu yang bisa gue lakukan. Yaitu menolak lo, maaf ya…

Ep13_24

Aslik, Kim Woo Bin bagus banget mainnya… that simple sentence can become a strong love confession dan ekspresi yang dihadirkan kena banget.

Kenyataan pahit yang seharusnya sudah terduga itu pun keluar, walau bagaimanapun Young Do tetap kecewa. Setelah berjanji untuk membalas dendam dengan cara mengganggu semua orang kecuali Eun Sang, Young Do keluar dari cafe itu… Eun Sang hanya bisa memandanginya kuatir.

Keesokkannya di sekolah, Young Do masih berkubang di dalam kesedihannya… tidur-tiduran di perpustakaan seperti kebanyakan anak bandel di SMA. Tiba-tiba dengan muka penuh tekad ia bangkit dan menuju suatu tempat. Sementara itu, Kim Tan menemukan blazernya sudah tercuci dan tergantung rapi di lokernya… tapi pengumuman dari pengeras suara sekolah lebih menarik perhatiannya.

Young Do dengan suaranya yang provokatif sedang bersiap melakukan pengumuman khusus dan membagi sebuah rahasia tentang putra kedua kerajaan Jeguk. Rachel dan Eun Sang sama-sama terkejut mendengarnya, dan Eun Sang serta merta berlari menuju ruang siaran untuk menghentikan Young Do.

Ep13_26

Tapi sepertinya Young Do tidak benar-benar akan membuka rahasia itu karena terus mengulur-ulur waktu dengan berbagai pepatah dan komentar ga lucu lainnya.

Gue ada pepatah yang sangat menggambarkan hubungan gue dengan Kim Tan. “Musuh yang sebenernya bukanlah yang berdiri di depan lo membawa pedang, tapi yang berdiri di samping lo sambil memegang belati di belakang mereka”

Eun Sang yang sampai pertama kali di ruangan siaran, tampaknya sudah ditunggu. Ketika akan mengeluarkan Young Do; Eun Sang malah dipojokkan oleh Young Do dengan muka marah dan emosi. Eun Sang ketakutan dan memanggilnya dengan Young Do-ya; sebuah panggilan yang diberikan untuk teman akrab, yang malah membuat Young Do semakin marah dan menyuruhnya tidak memanggilnya dengan panggilan tersebut (heh?).

Kim Tan sampai di ruang siaran dan baru menyadari bahwa Young Do ada di dalam bersama pacarnya. Dengan sigap Young Do mengunci pintu yang memicu tindak kekerasan lebih lanjut dari Kim Tan.

Young Do: Ketika gue bilang akan ganggu semua orang kecuali lo sebagai balas dendam, salah satunya adalah Kim Tan… dan juga gue.

Ep13_25

Another version of three-way-match ala the Heirs

Kim Tan akhirnya berhasil mendobrak masuk dan langsung menghajar Young Do, hampir saja ia melanjutkan aksinya menggunakan sebuah kursi tapi berhasil dihalangi oleh Eun Sang. Hal itu menyadarkan Kim Tan dan langsung membawanya keluar dari ruang siaran. Kim Tan dan Young Do melanjutkan konfrontasi mereka dengan lebih beradab dan akhirnya kita dan Kim Tan tahu kenapa Young Do seperti Young Do sekarang.

Ep14_1

Tepat seperti kata-kata Kim Tan di lapangan golf, hanya karena ingin menang dari Tan, Young Do melewatkan kesempatan untuk makan yang terakhir kali dengan ibunya dan ternyata memang dia sangat menyesali hal itu setengah mati setiap kali ia melihat Kim Tan. Lebih diperparah lagi karena jauh dalam hatinya ia selalu tahu bahwa Kim Tan SELALU melakukan hal yang benar…

Kim Tan: kau selalu berusaha sekuat tenaga untuk membuat dirimu dan semua orang disekitarmu sengsara, kenapa sih lo ga pernah berubah?

Young Do: Puas lo berubah sendirian?

Ep14_2

Kim Tan meninggalkannya menjadi seorang yang dewasa, merasa Kim Tan sok dengan berkoar-koar akan menghadapi pertempuran besar bila pada akhirnya akan berlutut di hadapan ayahnya.

Young Do: Yang lo lakukan bukan bertempur, tapi ceroboh.

Kim Tan: Lo dah pernah mencoba ceroboh? Kalau memang gue harus berlutut, gue akan berlutut… tapi gue akan bangkit lagi dan lagi sampai akhirnya gue ga akan jatuh lagi.

Rachel akhirnya sampai juga di ruangan siaran, Kim Tan yang telah selesai menyampaikan uneg-unegnya segera keluar dan membawa Eun Sang pergi dari depan ruang siaran sementara Rachel menyusul Young Do. Ia memprotes Young Do atas permintaannya untuk tutup mulut sementara ia sendiri berniat mengumumkannya. Tapi Young Do mengakui bahwa ia tidak pernah berniat untuk membeberkan rahasia itu, bahwa ia melakukannya untuk menarik perhatian seseorang. Entah yang dimaksud Eun Sang atau Kim Tan.

Eun Sang tidak percaya bahwa alasan mereka bertengkar adalah dirinya, walaupun Kim Tan berkeras bahwa hal itu adalah cinta segitiga. Tapi akhirnya ia menceritakan bahwa Young Do selama ini berkubang dalam penyesalan yang dalam yang hanya dimengerti oleh mereka berdua. Adegan berganti antara penjelasan Kim Tan pada Eun Sang dengan percakapan antara Young Do dan Rachel.

Young Do: Kita berdua tuh sama… kita sama-sama tahu bahwa Kim Tan benar. Dia ga pernah kasih harapan ke lo, lo yang melanggar peraturan dengan menjadi obsesif di sebuah pertunangan politik. Tapi apakah lo berani mengakui kesalahan lo ke Kim Tan seperti kasus gue? Gak kan? Kita cuma berkeras bahwa diri kita benar…

Ep14_3

true face of our heirs

Akhirnya… setelah 14 episode yang panjang kita melihat muka asli para pewaris tahta ini. Young Do yang selalu berusaha terlihat nakal, Rachel yang selalu berusaha terlihat dewasa, logis dan judes… semuanya luluh di dalam ruang siaran itu. Dan seseorang yang selalu tahu muka asli mereka… Kim Tan menjadi satu-satunya orang yang mereka segani.

Bo Na melapor ke sunbae tentang pintu ruang siaran mereka yang rusak dan berpapasan dengan Chan Young. Ngga tahan musuhan lama-lama, Bo Na kembali jadi Bo Na yang selalu mencari perhatian Chan Young. Walaupun pura-pura cuek, Chan Young ga tahan juga untuk ga senyum lihat Bo Na yang pura-pura jatuh dan berdarah (walau tetep ga ditolongin, heh!?)

Ep14_4

Ye Seol berpaling ke satu-satunya orang yang ia anggap netral yang kebetulan juga orang yang pernah ia bully. Ia minta tolong Eun Sang untuk mengambilkan naskah audisi di studio Myung Soo. Eun Sang yang memang lebih dewasa dari semua anak di drama ini, tidak berkeberatan untuk melakukannya yang membuat Ye Seol agak terkejut. Ia bahkan sedikit memberikan pelajaran pada Ye Seol:

Kenapa sih semua anak di sekolah ini selalu berasumsi terhadap pikiran orang lain? Kalian salah asuhan… kalian bahkan ga tau caranya minta maaf.

Pada akhirnya Ye Seol yang pertama mengucapkan hal itu pada Eun Sang… satu langkah menuju kedewasaan dan bisa membuat Eun Sang tersenyum, mungkin pertama kalinya pada Ye Seol.

Ep14_5

Di studio, ga disangka Eun Sang ketemu Young Do yang masih tertegun dan dengan bibir lecet setelah dipukul Kim Tan. Young Do ngga bisa menyembunyikan kekagetan dan kesalahtingkahannya melihat Eun San, ia hanya menganggukkan kepala ke arah meja ketika Eun Sang mengatakan tujuannya ke tempat itu untuk mengambil naskah milih Ye Sol. Tidak tahan berlama-lama merasa rikuh, Young Do segera meninggalkan studio Myung Soo… Eun Sang sempat menahannya untuk memberikan plester tapi Young Do hanya pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Ep14_7

Another true face of our heir

Setelah menemukan naskah yang dimaksud, Eun Sang bersiap pergi tapi Bo Na masuk dan tampak mengobrak-abrik meja tersebut. Ternyata ia mencari naskah yang sama… aaww! Ketika tahu naskah itu sudah di tangan Eun Sang, ia hanya berpesan untuk benar-benar memberikannya pada ‘orang itu’ karena naskah itu sangat penting. Eun Sang tersenyum geli melihat Bo Na yang mengatakan semuanya masih dengan nada tinggi. She’s too nice…

Di luar, Young Do ternyata belum pergi dan berubah pikiran… ia meminta plester yang sebelumnya ditawarkan oleh Eun Sang.

Ep14_6

Sesampainya di rumah, Eun Sang menjemur seragamnya sambil membujuk Chan Young untuk berbaikan dengan Bo Na… such a good friend that she is. Sementara mama Eun Sang sedang menuliskan beberapa nomer telpon penting yang menimbulkan kepanikan pada mama Kim Tan, takut akan ditinggal pergi satu-satunya orang yang hangat padanya di rumah itu. Eun Sang masuk untuk pamit bekerja tepat ketika salah satu pembantu lain mengabarkan bahwa Rachel data untuk menemui mama Kim Tan. Uh Oh! I have a bad feeling about this.

Ep14_8

Rachel memasang muka anak gadis termanis yang pernah ada, membawa seikat bunga dan seribu senyuman pinjaman untuk mengambil hati mama Kim Tan. Tujuannya hanya satu untuk mencari tahu kenapa mama Kim Tan berpura-pura menjadi orang tua Eun Sang ketika rapat POMG, selain itu ia juga menekankan bahwa ia tidak ingin memutuskan pertunangan dengan Kim Tan walau apa pun yang diinginkan oleh ibunya.

Di luar – seperti yang sudah kita duga – Rachel menemukan seragam Jeguk wanita tergantung. Curiga ia pun merogoh kantongnya dan menemukan name tag “Cha Eun Sang” di dalamnya. Masa nyuci baju, name tag nya dimasukkin kantong?? Rachel segera menelpon mama Kim Tan dan menanyakan mengapa Eun Sang tinggal di rumah itu. Tidak berapa lama Eun Sang keluar terburu-buru untuk kerja dan menyadari bahwa seragamnya tidak lagi tergantung di jemuran.

Ep14_9

background music: jeng jeng jeng jeeeeng…

Keesokkan harinya ia langsung menemui Rachel dan menanyakan seragamnya yang dijawab bahwa sudah dibuang ke tempat sampah sekolah. Eun Sang pun segera menuju tempat pembuangan sampah sekolah dan mengaduk-aduk sampah, sama seperti ketika ia mengaduk-aduk sampah di amerika karena nomer telpon yang juga ‘dibuang’ oleh Rachel. Sejarah terulang kembali. Eun Sang akhirnya menemukan seragamnya tepat ketika Rachel datang untuk memaki-makinya lebih jauh.

Ep14_10

Rachel akhirnya mengetahui bahwa Eun Sang adalah anak pembantu di rumah Kim Tan dan tampak sangat terhina dengan fakta bahwa Eun Sang berpura-pura menjadi seorang OKB. Rachel kelewat batas ketika menyuruh Eun Sang membersihkan tempat sampah itu, karena ia pasti sudah mempelajari sesuatu dari ibunya. Hal itu membuat Eun Sang naik darah dan langsung menampar Rachel. So satisfying!!!

Rachel: Barusan lo ngapain?

Eun Sang: Lo boleh hina gue kapan aja, tapi jangan berani-berani menghina nyokap gue. Apa bagusnya nyokap lo yang ga bisa ngajarin tata krama ke anaknya seperti ini.

This is just to epic to missed out... Go Eun Sang!

This is just to epic to missed out… Go Eun Sang!

Dengan air mata yang hampir tak terbendung, Rachel berteriak histeris menyuruh Eun Sang keluar dari Jeguk High sebelum ia membeberkan ke semua orang tentang statusnya. Tapi Eun Sang tidak takut, dan ketika ia menyuarakan hal itu Rachel pun mengancam akan membocorkan bukan saja rahasianya tapi juga rahasia Kim Tan.

Eun Sang: Kenapa bawa-bawa Kim Tan?

Rachel: Karena kalau gue ga bisa dapet dia, gue mau kalian hancur.

Eun Sang akhirnya menyerah dan mengatakan akan mempertimbangkan untuk keluar. Ketika itulah Kim Tan buka suara. Sedari pagi ia menunggu Eun Sang, ketika ia tidak bertemu ia pun mencari Eun Sang kemana-mana dan kita serta cewek-cewek itu tidak tahu sejak kapan ia mendengarkan percakapan itu. Kim Tan meminta Eun Sang untuk meninggalkannya dengan Rachel.

Setelah mereka hanya berdua Rachel meminta Kim Tan untuk tidak memarahinya karena saat itu ia juga terluka (yeah yeah! What ever…). Kim Tan langsung menyuruhnya diam dengan (cukup) kasar yang membuat Rachel tertegun. Kim Tan menanyakan bagaimana Rachel mengetahui bahwa Eun Sang tinggal di rumahnya, dengan jujur Rachel menceritakan bahwa ia ke rumah Kim Tan hari sebelumnya untuk menemui ibunya.

Kim Tan: Ibu yang mana? Yang lo anggap rendah seperti serangga? Tadinya gue pikir, setidaknya gue masih bisa temenan sama lo. Tapi bodo amat, biar aja gue kehilangan satu teman yang lain… Gue ga bisa mukul cewek, tapi dipikiran gue lo udah gue pukul dari tadi.

Ep14_12

Buurrrnn!!! Muka Rachel langsung berubah. You deserve it you lil bi***h.

Kim Tan langsung menyusul Eun Sang dan langsung marah-marah karena ga dikasi tau tentang Rachel datang ke rumahnya. Memarahinya karena mengira Eun Sang menganggap tidak bisa mengandalkan Kim Tan. Tapi Eun Sang hanya tidak ingin membebani hidup Kim Tan yang sedang susah.

Kim Tan: dari lahir hidup gue udah susah. Ibuku harus disembunyikan, kakakku benci padaku, istri ayahku benci padaku, semua karena ayahku, semua temanku marah ketika mengetahui semuanya dan aku dibuang di negara jauh selama 3 tahun. Semua itu bukan salah lo…

Eun Sang: dan bukan salah lo juga, Kim Tan…

Ep14_13Satu kalimat itu dari Eun Sang bisa menenangkan emosi Kim Tan, sebuah kalimat yang terdengar sebagai bentuk dukungan yang selama ini tidak pernah didapatkan tapi sangat butuh untuk didengar Kim Tan; bahwa semua hal buruk yang terjadi dan semua kebencian yang dimiliki orang-orang sekitarnya bukan karena kesalahannya dan oleh sebab itu harus berhenti menyalahkan dirinya sendiri.

Kim Tan mengajak Eun Sang untuk kabur kembali ke Amerika… suatu ide yang terdengar bagus hingga Eun Sang mengambil jalan logis dan realistis seperti biasa, mempertimbangkan fakta bahwa ia harus meninggalkan ibunya dan Kim Tan harus meninggalkan ibunya di rumah petaka itu.

Kim Tan dan Young Do dipanggil kepala sekolah lagi karena melakukan siaran tanpa ijin dan merusak properti sekolah. Tak cukup hanya membersihkan sekolah, mereka disuruh menulis permintaan maaf sebanyak seratus halaman dan memanggil kedua orang tua mereka, yaitu ayah Young Do dan Kim Won. Kim Tan yang tahu apa artinya untuk Young Do, langsung meminta kepala sekolah untuk mempertimbangkan ulang, tapi tidak berkutik ketika harus memanggil kakaknya juga. Kedua anak itu tampak saling mengkuatirkan satu sama lain sekarang, sebuah kemajuan hasil dari rusaknya pintu ruang siaran.

Ep14_14

Mereka akhirnya dihadapkan oleh guru baru Hyun Joo karena tidak ada satupun guru yang mau menangani dua anak paling bandel di sekolah itu. Di depan guru baru itu mereka tetap saling menyalahkan masing-masing, hingga Hyun Joo memutuskan untuk merubah peraturan dan meminta mereka untuk saling menulis tentang kesalahan lawannya masing-masing. Hal itu membuat mereka berpikir…

Semua hal menyakitkan yang dilakukan oleh Young Do pada Kim Tan – mengancam akan mengumumkan rahasianya melalui pengeras suara, menyekap Eun Sang, menemui dan menghina ibunya; Semua hal menyakitkan yang dilakukan oleh Kim Tan pada Young Do – memukulinya berkali-kali, membawanya ke ayahnya untuk dipukuli. Tapi tak ada satupun yang mereka tulis di kertas hingga akhirnya mereka teringat ke moment tersebut… tiga tahun lalu ketika ibu Young Do mencarinya ke sekolah dan hanya bisa meminta tolong ke Kim Tan untuk mencarinya. Kita tahu bahwa Kim Tan merasakan ada hal yang salah, dan segera berlari mencari Young Do walaupun saat itu mereka sedang bermusuhan.

Ep14_15

Kim Tan: seharusnya gue bawa lo bagaimanapun caranya, kalau saja gue tahu itu kesempatan terakhir lo.

Young Do: seharusnya gue ikut lo bagaimanapun juga, kalau saja gue tahu itu kesempatan terakhir gue.

Sebuah adegan kuat yang meringkas semua permusuhan mereka selama bertahun-tahun. Yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat jika saja mereka bukan dua remaja meledak-ledak yang sibuk dengan kesedihan dan caranya sendiri untuk mengatasi kesedihan tersebut dan bukannya mengkomunikasikan secara sehat semua pikirannya.

Pada akhirnya, tidak ada satupun yang kesalahan lawannya yang mereka tulis di kertas… ketika Hyun Joo menanyakan mengapa mereka berkelahi, tak ada satupun yang menjawab seolah ide itu menjadi konyol setelah mereka merenung.

Eun Sang secara serius benar-benar mempertimbangkan untuk transfer sepanjang perjalanan menuju tugasnya di ruang siaran; sementara Bo Na yang sudah di depan mike mengeluh pada Eun Sang untuk membujuk Chan Young supaya memaafkannya. Sunbae yang jahil sengaja menyalakan pengeras suara tepat ketika Bo Na mengatakan bahwa Chan Young adalah ‘oksigen’nya dan bahwa ia tidak dapat bernafas tanpanya. Hihihi… so cheesy and so amazingly effective. Chan Young langsung mencari-carinya selepas siaran.

Ep14_16

Sunbae baru melihat Hyun Joo ketika ia lewat di depan ruang siaran; dari Eun Sang ia baru tahu bahwa Hyun Joo adalah guru baru dan sampai merujuk bahwa saking cantiknya Hyo Shin sampai ga bisa ngomong apa-apa. Tapi sunbae gak tampak senang melihat cinta pertamanya menjadi sekolah disitu.

Ep14_17

Kedua anak paling bandel di kelas sekarang harus mengkuatirkan cara untuk membawa dua orang yang paling mereka takuti untuk ke sekolah. Young Do berpaling pada Myung Soo untuk mempersiapkan dirinya memberitahu sang ayah, sementara Kim Tan dengan penuh tekad menunggu sang kakak di lobby hotel. Beruntung Kim Won tampaknya mulai menghangat terhadap adiknya ini.

Ep14_18

Kim Won menemukan adiknya berpikir keras dan bertanya mengapa ia tidak masuk ke kamar, Kim Tan mengatakan bahwa ia hanya butuh berpikir dan terkejut ketika melihat kakaknya baru datang ketika ia mengira sudah tidur. Ia lebih terkejut lagi ketika Kim Won duduk di sebelahnya, pandangannya itu lhoo!! Kim Tan ku sayang… Kim Tan ku malang. Kim Tan akhirnya bisa menanyakan pertanyaan satu juta dolar itu:

Kim Tan: Hyung, kenapa sih hyung benci banget sama aku?

Kim Won: Ngapain suka sama sodara tiri?

Jawabannya sungguh diplomatis dan tidak serius, tapi setidaknya Kim Won tidak menjawab menggunakan sarkasme yang selalu ia pasang selama ini. Salah satu awal dari rekonsiliasi lain. I Love this episode.

Keesokkan harinya di sekolah, Bo Na menyebarkan undangan “Pesta bersatunya Bo Na dan Chan Young”; lucu banget lihat ekspresinya Young Do dan celaan yang ia berikan terhadap pesta tersebut… ada kebenaran di dalamnya, tapi menyakitkan sekali ketika Young Do yang mengatakan. Bo Na pun membatalkan undangan tersebut dan memberikannya pada Ye Seol yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian permintaan maaf bertubi-tubi di antara keduanya.

Ep14_19

Kim Tan mencuri undangan tersebut dan pergi menemui sunbae untuk menanyakan kabarnya; pesta tersebut bersamaan dengan ujian masuk kuliah setara UMPTN kalau disini… dan sebagai senior serta anak yang diharap-harap keluarganya, sunbae seharusnya belajar dengan giat supaya tidak membuat kesalahan lebih dari lima. Kim Tan si anak penyayang datang untuk memberikan dukungan walaupun terus-terusan dimarahi akibat pintu ruang siaran yang ia rusakkan.

Hari besar itu pun datang, sunbae diantar ibunya yang tersenyum bangga dan penuh harap yang siap pergi ke kuil untuk berdoa bagi putra kesayangannya. Tapi sunbae hanya memberika senyuman putus asa dan meminta ibunya untuk tidak berdoa. Kita tidak pernah melihat sunbae melewati gerbang tempat ujian. It’s so funny that UMPTN aja pake ada groupie nya… that is how important a college exam for south korean people.

Ep14_20

Sepertinya pada saat ujian itu, semua anak diliburkan… maka Kim Tan celingukan di kamar kakaknya sementara cleaning service membersihkan. Duduk di meja kerja, Kim Tan menemukan sebuah dokumen tentang daftar saham Jeguk dan teringat dengan percakapan kakaknya dengan sekertaris Yoon. Tapi ia tidak dapat menghubungi sekertaris Yoon.

Dimana yang bersangkutan sedang melihat sebuah pengumuman mutasi untuk beberapa pegawai Jeguk Grup. Ia pun segera mengkonfront hal itu pada Kim Won dengan menkomentari bahwa Kim Won telah memulai perangnya.

Betul, tapi saya tidak lihat nama anda disitu. Sekarang anda tinggal memutuskan apakah anda ingin nama anda diikutsertakan di daftar itu atau tidak.

Rooaarr!! Kim Won mulai mengaum. Suatu hal yang tidak terduga banyak orang termasuk ayahnya yang langsung meradang mendapat laporan dari adik iparnya bahwa semua direksinya di mutasi ke negara lain. That’s what you get when you rule your country with fear, people rebel…

Dengan menggunakan Eun Sang sebagai umpan, mama Kim Tan berhasil membuat anaknya datang untuk dibujuk yang kesekian kalinya untuk pulang. Alih-alih membawa pulang, ia malah memberikan jaket tambahan untuk anak kesayangannya itu dan malah kabur membawa umpannya. Hahaha, ga bakat mancing nih sih emak… Kim Tan dan Eun Sang malah jadi punya kesempatan untuk nge-date sebelum Eun Sang kerja dan Kim Tan menemui sekertaris Yoon. Salah satu adegan manis yang selalu tersaji ketika mereka hanya berdua. Kalau bukan berharap ada cerita yang lebih berbobot dari drama ini, gue ga keberatan sih lihat Park Shin Hye dan Lee Min Ho melakukan apa-apa berdua. Lumayan buat cuci mata…

Ep14_21

Kim Tan akhirnya berhasil ngobrol dengan sekertaris Yoon darinya ia mendapatkan banyak cerita. Bahwa daftar yang ia lihat itu adalah saham yang akan diberikan sebagai hadiah ulang tahun, bahwa ayahnya sedang menyiapkan supaya ia memiliki saham sebanyak kakaknya, bahwa kakaknya sudah memecat semua orang yang akan berpihak padanya dan bahwa ayahnya sedang mengkondisikan supaya Kim Tan ikut dalam ‘pertempuran’ ini. Kim Tan bukan anak yang bloon, ia tahu maksud ayahnya melakukan itu.

Karena bila aku tidak ikut berperang, aku akan memimpikan hal yang lain.

Bo Na keceplosan bilang ke Rachel kalau Eun Sang tidak akan datang ke pestanya karena sedang kerja part time, hal ini membuat Rachel punya ide jahat lainnya. Ga bisa mengorek keterangan dari Bo Na, akhirnya Rachel memanipulasi Young Do sehingga akhirnya Rachel tau dan mendatangi cafe Eun Sang. Young Do ga tau apa yang akan dilakukan oleh Rachel tapi ia punya perasaan ga enak dan merasa bersalah, akhirnya dia menunggu di depan cafe itu sampai Eun Sang datang. Secara kasual, Eun Sang sekarang sudah bisa menyapa Young Do… tapi yang bersangkutan tampaknya terlalu sibuk memikirkan yang lain. Ia memberi peringatan ke Eun Sang tentang Rachel, tapi Eun Sang tampak sangat tenang.

Ep14_22

Eun Sang: Tenang aja, gue kan punya banyak ksatria seperti kata lo…

Young Do: Kayaknya sejak saat itulah… gue mulai suka sama lo. Apa pun, kalau Rachel datang.. telpon gue ya.

Sampai di dalam, bosnya memberi kabar bahwa mereka mendapat pesanan catering. Alamat tempat pemesanan tampak familiar, Eun Sang menelpon Chan Young untuk menanyakan alamat pestanya dan ternyata benar, Rachel sengaja memesan catering supaya Eun Sang mengantarkan ke pesta itu. Eun Sang tampak kuatir tapi kemudian ia mengirim sms ke Kim Tan untuk mengabarkan bahwa ia akan datang ke pesta tersebut. Hal ini membuat Kim Tan curiga, karena ia tahu pacarnya itu ga mungkin bolos dari kerja. Ia pun buru-buru pergi ke pesta itu, sampai melewatkan untuk menyapa Young Do ketika berpapasan di lobby hotelnya. Entah sengaja atau tidak…

Ep14_23

Pesta dimulai, semua tampak gembira kecuali si party-pooper Rachel… tiba-tiba ada suara familiar yang mengabarkan bahwa catering service sudah datang. Semua anak menengok ke arah suara tersebut dan tercengang melihat teman sekolah mereka melakukannya. Chan Young dan Bo Na langsung menebak bahwa semuanya adalah perbuatan Rachel. Myung Soo menanyakan apakah Eun Sang seperti Young Do yang harus bekerja di perusahaan keluarga… belum sempat Eun Sang membuat pengakuannya, Kim Tan datang dan mengajaknya keluar. Tapi Eun Sang berkeras bahwa ia harus bekerja hingga ia selesai melayani pesanan tersebut. Kim Tan langsung membanting semua minuman tersebut dan menunjuk bahwa pekerjaannya sudah selesai. Uhhm!! Ya, bisa juga sih dilihat dari sisi itu…

Kim Tan marah-marah (lagi), menanyakan ‘kecerobohan’ yang dapat membuat Eun Sang terluka, tapi ia berkeras untuk membuka rahasianya sendiri.

Eun Sang: Kenapa kalau Young Do yang bekerja tidak apa-apa, sementara aku memalukan? Apakah karena aku tidak kaya?

Kim Tan: Bukan gitu…

Eun Sang: Bukan miskin yang membuat aku malu, tapi karena aku bohong. Sejak aku jadi OKB, aku ga pernah tidur dengan tenang. Aku selalu ketakutan akan ketahuan. Tapi kau melakukannya beberapa hari yang lalu.

Kim Tan: Makanya aku bilang, jangan… membuka rahasia tidak akan membuatmu bahagia. Kau akan terluka… keras kepala amat sih?

Eun Sang: Aku belajar dari kamu, terjun kepala lebih dulu walaupun aku tahu aku akan kesakitan.

With that, Kim Tan can no longer argue. Eun Sang akhirnya mempelajari sesuatu dari pacarnya yang selalu dicap sradak-sruduk. Belajar untuk berani melawan ketakutannya dan membela dirinya sendiri. Go Eun Sang! Be that fearless girls once more, the one Kim Tan fell in love with in the US.

Rachel menghampiri Kim Tan yang sedang memandangi Eun Sang mengambil minuman yang dipesan untuk pesta itu. Ngomong ngalor ngidul menyombongkan diri soal Eun Sang yang ga selevel. Kim Tan hanya kasih 2 kalimat:

Lo jangan ngomong lagi sama gue. Mudah-mudahan selamanya.

Ep14_25

Hahahaha!! Muka Rachel ngenes banget… dia bagaikan di pasir hisap, semua yang dia lakukan ga membuat semuanya semakin baik malah semakin buruk dan ia sekarang kehilangan semua teman-temannya karena Eun Sang.

Eun Sang kembali dari cafenya dan meminta Kim Tan untuk tidak menghentikannya; tapi ia tidak datang untuk itu ia datang untuk meminta maaf karena telah membuat Eun Sang berada dalam posisi yang sulit dan bahwa ia akan mendukungnya bila Eun Sang ingin membuka rahasia pada teman-temannya.

Semua mulut melongo ketika Eun Sang melakukan pengakuannya. Semua yang menyayanginya tampak kuatir, semua yang matrelistis tampak terhina, semua yang netral tampak senang dengan hiburan baru itu. Suka banget liat reaksi Kim Tan yang menghalangi Chan Young menolong Eun Sang… menandakan sikap baru dari Kim Tan yang menganggap Eun Sang sederajat dan akan membiarkan sang gadis menyelesaikan masalahnya sendiri. Yang tidak diketahui oleh anak-anak adalah, apakah Kim Tan mengetahui status Eun Sang selama ini… apakah Kim Tan ditipu juga oleh Eun Sang.

Ep14_26

Iya, gue ketipu…

Semua orang semakin benci sama Eun Sang… Rachel mendelik bingung

Gue kira dia akan kuat ketika mengaku… ternyata dia gemetaran.

Rachel mendengus dan langsung pergi meninggalkan pesta itu, Young Do yang dari tadi memerhatikan pengakuan Eun Sang, tertunduk lesu dan menyusul Rachel keluar ruangan. Anak-anak yang lain akhirnya mengerti dan ga bisa ngomong apa-apa lagi ketika putra mahkota saja sudah rela mencintai orang miskin.

Eun Sang: Aku berhasil…

Kim Tan: Senang bertemu dengan mu, Cha Eun Sang dari golongan sosial. Namaku Kim Tan seorang anak tidak sah.

I Love that scene, it’s a new beginning for them… even though it might means a beginning of a hardship. But at least they can be whatever they are.

Ep14_27

Kim Tan meminta anak-anak untuk mengambil kopinya sendiri, menyuruh Myung Soo menyalakan musik supaya lebih seperti pesta, lalu mengajak Eun Sang si pelayan untuk berpesta: melepas celemeknya (rawr…), melepas ikatan rambutnya (rawr rawr…), memasangkan korsase lalu mencium keningnya. (Woohoo…). That seal the deal, pengumuman buat semua anak Jeguk (termasuk Young Do) bahwa mereka pacaran.

Di luar, Rachel bete berat karena rencananya gagal total… lukanya ditambahkan garam dengan Young Do datang dan menunjukkan bahwa rencananya itu malah membantu Eun Sang dan bukannya menjatuhkannya: Eun Sang datang dengan kakinya sendiri membongkar semua rahasianya. Luka Rachel ditambah tetesan jeruk nipis ketika ia (dan Young Do) mendengar bahwa Kim Tan mencium(? Berciuman dengan?) Eun Sang. Ngga tahan dengan suasana hatinya, Young Do akhirnya pergi dari tempat itu. Rachel baru akan melakukan hal yang sama, ketika ia melihat sunbae Hyo Shin dan seperti punya rencana mendadak. Hmmm.. mau apa lagi nih cewek?

Ep15_1

Sunbae baru saja mau masuk ketika Hyun Joo menelponnya marah-marah karena ia tidak ikut UMPTN. Waahhh… as we expected, sunbae akhirnya memberontak. Hyo Shin memberitahukan lokasinya bila Hyun Joo berjanji untuk datang sendiri.

Sementara itu di istana Kim, mama Kim Tan mengendap-endap dan mengajak mama Eun Sang masuk ke dalam ruang kerja Papi Kim. Teringat oleh informasi dari Kim Tan bahwa ayahnya menyuruh orang untuk menguntitnya, mama Kim Tan bermaksud membobol lemari besi di belakang lukisan anggrek dan meminta mama Eun Sang untuk menjaga pintunya. Berbagai kombinasi angka sudah ia coba, tapi tidak ada yang berhasil… maka tibalah waktunya bagi mama Eun Sang untuk turun tangan. Dengan keahlian setingkat CIA, mama Eun Sang berhasil membantu memecahkan kode tersebut, lengkap dengan background music mission impossiblenya. Mama Kim Tan aga kecewa begitu ia tahu bahwa kodenya adalah ulang tahun mamanya Kim Won. I guess, first wife is always THE wife.

Ep15_2

Ada berbagai macam amplop di dalamnya, mama Kim Tan mengambil salah satunya dan menemukan foto Kim Tan dan Eun Sang di US dan Kim Won sedang bersama Hyun Joo. Tapi ia menemukan satu foto yang sangat menarik perhatiannya, begitu mencengangkan sampai-sampai bola matanya hampir keluar. Tapi untuk saat ini kita tidak diperlihatkan.

Kembali ke tempat pesta, mood semakin membaik… anak-anak belum ada yang tahu bahwa sunbae ga ikutan tesnya. Ketika Rachel berjalan ke arah mereka, Kim Tan menghampiri dan masih mencoba berbaikan dengannya. Katanya, jangan pernah ngomong sama lo lagi, Kim Tan?? Gimana sih…?

Rachel: Sekarang lo udah pengumuman bahwa lo pacaran ama orang miskin, bahagia lo?

Kim Tan: Gue berharap lo juga bisa bahagia.

Rachel: Gue masih bisa terima kalau lo ga suka sama gue, tapi gue ga terima kalau lo bahagia. Kita lihat, lo bahagia ga kalau lo kehilangan salah satu orang terdekat lo.

Rachel tiba-tiba mendekati sunbae dan menciumnya. Whaaat??? Okay, this plan will work out, how?? Semua anak melotot dan menganga… termasuk Hyun Joo yang tepat sekali penempatan waktunya untuk datang. Hyo Shin melihat hal itu lalu menanyakan pada Rachel apakah maksudnya melakukan itu adalah untuk membuat Kim Tan cemburu.

Ep15_3

Rachel: Bukan, untuk membuat kalian musuhan… lebih baik lagi kalau seperti orang asing. Gue ga ada feeling apa-apa ke lo.

Hyo Shin: Gue juga ga ada feeling apa-apa ke lo.

Lalu ia pun ‘menyerang’ dengan lebih niat. Dan semua anak lebih kaget lagi… Bo Na langsung mencak-mencak gegara spotlightnya diambil.

Pulang dari pesta, Eun Sang mabok karena tiga gelas juice yang gue rasa dah dimainin ama Myung Soo. Tapi dengan bantuan alcohol itulah akhirnya Eun Sang memberitahukan perasaannya pada Kim Tan.

Kim Tan yang selalu menghampiri ketika melihatku, Kim Tan yang selalu kesusahan karena aku. Aku mulai menyukaimu, dengan tulus.

Ep15_4

The look on Kim Tan’s face… Lee Min Ho is soo Good!

Seperti biasa, mereka manis sekali kalau lagi berdua… dan seperti biasa duaan mereka selalu di interupsi. Kali oleh mama Kim Tan yang sudah menunggu di lobby hotel dengan sebuah rencana untuk mengembalikan rencana pertunangan tersebut. Apa pun yang ditemukan olehnya, membuatnya yakin dapat membuat mama Rachel menyetujui pertunangan tersebut. Sekuat tenaga, Kim Tan berusaha memberi pengertian bahwa ia tidak menginginkan pertunangan tersebut dan tidak lagi ingin berpura-pura.

Mama Kim Tan: Apanya yang berpura-pura? Apa pun kata orang, kau ADALAH putra kedua Jeguk.

Kim Tan: Jadi bahkan untuk mama, kalau aku bukan putra kedua Jeguk… aku bukan siapa-siapa?

Ep15_5

My heart breaks for Kim Tan too

Ouch!! Kasian banget Kim Tan yang patah hati… bahkan ibunya sendiri rela untuk ga diaku sebagai ibu hanya untuk mendapatkan harta dan tahta. Kenapa sih banyak orang tua buruk di drama ini?

Ngomong-ngomong tentang orang tua buruk… Mama dan Papa Hyo Shin dengan aneh terlihat begitu tenang menghadapi anaknya yang ga ikutan ujian masuk kuliah. Mereka dengan bijak mengatakan bahwa Hyo Shin boleh belajar apa pun yang dia inginkan. Mendengar itu, Hyo Shin langsung semangat… karena ia mengira orang tuanya sudah berubah, tapi kemudian:

Papa Hyo Shin: Toh kamu kan akan ketinggalan satu tahun, jadi selama setahun ini kamu boleh belajar apa pun yang kamu mau; lalu setelah itu kembali ke sekolah hokum. Ingat, papa punya mimpi yang ada kamu di dalamnya…

Wakwaw!! PHP abis nih bokap nyokapnya sunbae. Yang tadinya sudah mekar, mulai lemes lagi, bertanya-tanya kenapa orang tuanya ga sekalian aja membuat seluruh ujian masuk universitas diulang untuk dirinya.

Keesokkan hari, kelihatannya gossip tentang sunbae sudah beredar di sekolah… si penyayang Kim Tan langsung mencari kakak kesayangannya itu dan ngomel-ngomel seperti layaknya ketika ia menunjukkan kasih sayangnya. Tapi sunbae lebih tertarik untuk membahas bahwa mereka berdua seharusnya tidak saling tegur sapa. Adegan lain yang menunjukkan bahwa mereka berdua disatukan oleh kesengsaraan yang diakibatkan oleh keluarga mereka… dan karena itulah mereka bisa begitu akrab.

Ep15_6

Sementara itu Eun Sang sedang di pelajaran olahraga, ia dihadang oleh 3 cewek judes wannabe berusaha untuk menganggu-ganggu Eun Sang karena telah berpura-pura sebagai OKB selama ini. Eun Sang yang udah seperti mau pingsan (mungkin karena abis main volley), diselamatkan oleh Young Do… yang dapet kepribadian baru dari salon setelah merubah gaya rambutnya. Tapi memang sih, gaya rambut itu membuatnya lebih down to earth bukan seperti darth vader. Akibat kepribadian barunya itu, ia dan Eun Sang bisa mengobrol dengan lebih leluasa dan lebih akrab, terlebih lagi tanpa Young Do mengancamnya dengan semua rahasianya.

Ep15_7

A sign that Young Do is slowly settling his feeling

Baru ingin secara cool meninggalkan Eun Sang, Young Do dipanggil guru BP untuk melaksanakan piketnya hukumannya. Bersama Kim Tan mengelap jendela sekolahnya yang berjibun itu. Tapi kali ini mereka melakukannya dengan damai dan tanpa saling ganggu… sampai suatu ketika Young Do melihat sesuatu yang cukup traumatic dan cukup membuat Kim Tan mengarahkan pandangan ke tempat yang sama dan memberikan reaksi yang sama. Ayah Young Do dan Kim Won sedang berjalan bersama… Lucu banget ketika hal itu membuat mereka melupakan segala permusuhan dan langsung menjadi aliansi mendadak.

Kim Tan: Lo bilang bokap lo?

Young Do: Nah lo sendiri? Ke kakak lo?

Kim Tan: Raport… lo tunjukkin ga?

Young Do: Bisa ga kita bilang, gue yang mukul lo?

Ep15_8

This is what a common enemy will do to you

Hahahaha… it’s seriously funny. Mukanya Kim Won yang gengsi-gengsi gimana gitu, kocak abis. Akhirnya dibeberkanlah semua kenakalan dua anak itu ke orang-orang yang paling mereka takuti. Kedua orang tua hanya meminta maaf ketika kepala sekolah membeberkan kelakuan mereka, tapi kemudian ia melanjutkan dengan memberitahu peringkat mereka. Young Do 98 dan Kim Tan 100. Sementara ayah Young Do langsung berjanji akan membuat Young Do lebih baik… Kim Won masih menganggap adiknya terlalu tinggi dengan mengira peringkat itu adalah peringkat nasional. Dan hanya bisa mendelik jengkel ketika tahu bahwa peringkat 100 adalah dari 100 anak.

Kim Tan: Buatku ga ada yang namanya tengah-tengah…

Ep15_9

100th nationwide? you wish…

Hahahaha… okay, bisa juga sih dilihat dari sisi itu. Kim Tan kadang bisa punya pemikiran yang terlalu diluar kotak.

Di luar ruangan kasek, Young Do udah siap disemprot si Bapak galak… tapi langsung tertegun ketika ayahnya hanya dengan tenang menyoroti bahwa ini pertama kalinya ia menang dari Kim Tan. Hahaha, untuk level si Bapak itu sama aja pujian paling tinggi. Young Do tersenyum dalam hati. Tapi hal yang sama tidak terjadi pada Kim Tan, Won marah-marah dan menanyakan apakah ia akan melakukan hal yang sama untuk final tes nanti… Kim Tan berjanji akan lebih baik walaupun kemudian Kim Won mencemooh dengan mengatakan bahwa tidak mungkin bisa lebih buruk. Tapi Kim Tan malah senang dengan sikap Won yang marah-marah.. karena itu artinya ia peduli. Kim Won baru sadar dan langsung pasang muka dingin lagi. Hahaha.. udah dipeluk dulu adiknyaaa.

Ep15_10

Di jalan pulang, Kim Won papasan dengan Hyun Joo yang berpura-pura ngga kenal… tapi kali ini Kim Won tidak tahan untuk tidak menyapanya. Ia memberitahu Hyun Joo bahwa artikel tentang dirinya seorang yatim piatu tidak akan keluar, jadi Hyun Joo tidak perlu kuatir akan diperlukan semena-mena oleh muridnya. Haiishh!! Emang jadi anak yatim piatu itu dosa ya??? Dunia yang aneh…

Mama Kim Tan menemui Mama Rachel… oh no!! Mama masih tetep mau jual anak mama ke Rachel?? Berusaha untuk tetap pede di depan wanita yang sombong to the max, mama Kim Tan perlahan-lahan mengutarakan maksudnya.

Mama Kim Tan: Pertunangan antara Kim Tan dan Rachel… mari kita batalkan sepenuhnya.

Ep15_11

Yes you do need 24 karat diamond around your neck to meet with Esther Lee

Yaaayy!!! Gitu doong! Mama Rachel masih dengan caranya yang memandang rendah, mengatakan bahwa keputusan itu bukan ditangan Kim Tan dan siapa pun yang sedang bicara di depannya (yikes!); setelah gagal berusaha meyakinkan mama Rachel bahwa anak mereka masih terlalu muda untuk dikaitkan dengan janji perusahaan, mama Kim Tan akhirnya mengeluarkan ‘kartunya’; foto make out session nya mama Rachel dan sekertaris Yoon. Walaupun mengeluarkan sumpah serapah, akhirnya nenek sihir itu setuju untuk membatalkan pertunangan tersebut. Mama Kim Tan tersenyum menang, tidak peduli dengan segala penghinaan… yang penting Kim Tan mendapatkan apa yang diinginkannya. I love you mom!!! You rock!!

Di sekolah Hyun Joo mengumumkan tugas akhir mereka sebelum final test, membentuk kelompok yang terdiri dari 2-4 orang untuk membahas sebuah karya literature klasik. Secara natural, Bo Na, Chan Young dan Eun Sang membentuk grup bersama… dengan dua rubah memandang licik dibelakangnya. Tiba-tiba Kim Tan dan Young Do datang ke tempat Eun Sang kerja karena entah bagaimana Bo Na berubah menjadi cowok dan alis Chan Young naik sebelah. Hahaha… Kesal, Eun Sang akhirnya memutarkan versi videonya karena mengharapkan mereka membaca sama juga menunggunya jadi kaya.

Ep15_12

Babysitting two big babies

Belum kelar filmnya, dua lelaki berjas datang menjemput Kim Tan atas perintah ayahnya. Tidak mau membuat keributan… Kim Tan menyerah dan ikut kedua orang itu. Young Do yang mengerti skala keseriusan adegan tersebut, menyanggupi dengan serta merta ketika Eun Sang meminta tumpangan pulang ke istana Kim.

Ep15_13

Di rumah, penjagaan super ketat… yang tadinya tanpa satpam, rumah itu jadi dipenuhi banyak penjaga. Papa Kim Tan ngamuk-ngamuk karena semua seserahan waktu tunangan dikembalikan oleh keluarga Rachel. Tidak mau mendengar bahwa yang membatalkan adalah mama Kim Tan; tidak lupa ia juga mengancam Kim Tan akan ‘mengurus’ Eun Sang yang hanya memicu ledakan dari bom yang bernama Kim Tan itu.

Rachel menangis-nangis mendengar pertunangannya dibatalkan, di depan anak gadisnya sang Ibu mengatakan bahwa hal itu yang terbaik karena mereka telah ditipu dan karena Rachel tidak selevel dengan anak tidak sah itu.

Rachel: Setidaknya aku punya feeling pada Kim Tan. Mulai saat ini, ibu jangan sekali-sekali mencampuri kehidupanku. Dan jangan bawa-bawa aku di urusan bisnis; aku bukan barang musim ini yang sedang di obral!

Ep15_14

When the Ice princess cries, you know you did something wrong…

Akhirnya ada seseorang yang mengajari si ibu itu bagaimana menjadi ibu. Setidaknya ada setitik penyesalan di raut muka Esther Lee karena telah membuat anak semata wayangnya itu menangis.

Eun Sang sampai di rumah yang sekarang dijaga oleh dua bodyguard di pintu depannya… seolah sedang menarasi; Young Do menjelaskan bahwa di bagian ini airmata dan kesengsaraan akan di eksploitasi habis-habisan, bahwa tidak ada lagi ayah dan anak hanya ada pertempuran antara dua lelaki. Sesampainya di dalam, mama Eun Sang menyambut dengan raut muka kuatir, memintanya untuk mencari tahu apakah mereka bisa pindah lebih cepat. Eun Sang berjanji akan menanyakannya pada pemilik rumah lama. Setelah ditinggal sendiri, ia mengirim sms ke Kim Tan menanyakan kabarnya…

Yang ia tidak tahu, handphone Kim Tan ada sama Bapaknya yang langsung membaca isi pesan tersebut ketika sedang mengumpulkan kedua punggawanya. Kepala Sekolah diminta mencari kandidat baru untuk ditunangkan dengan Kim Tan, Mama asli diminta untuk memperbaiki caranya mengasuh Kim Tan, sekertaris Yoon diminta untuk menghentikan usaha RS Entertainment dalam membuka rahasia Kim Tan… dan oh ya! Serahkan surat pengunduran dirimu!

Ep15_15

Ayah Chairman: Semua pendukungku di pecat sama Won, kecuali kamu… apakah itu artinya?

Sekertaris Yoon: Saya tidak mengkhianati siapa-siapa, dan saya tidak memusuhi siapa-siapa apakah itu artinya saya bukan aliansi.

Ayah Chairman: Tentu saja… tidak punya musuh sama dengan tidak punya aliansi.

Ep15_16Oooo…! Nah itu salah satu pelajaran dalam seni berperang. Sekertaris Yoon diminta untuk kembali mengajar Kim Tan. Malamnya Chan Young terlihat kuatir mendengar sang ayah dipecat; tapi ia berjanji akan cepat lulus dan mencari kerja… walaupun kemudian ia bertanya apakah ayahnya masih punya simpanan uang. This family is hands down the coolest among the all dysfunctional family in this drama. Suka banget liat Chan Young yang marah-marah kayak istri ke bapaknya sendiri.

Kim Tan menolak untuk makan dan berusaha sekuat tenaga untuk menerobos sekumpulan bodyguard untuk sekolah. Tapi ayah terbaik sepanjang masa mengatakan bahwa mereka boleh melukainya bila tidak bisa dikendalikan (wow!) dan kembalikan ia ke kamarnya, paling tidak dalam keadaan bernafas. Sementara itu di sekolah, Eun Sang menceritakan keadaan Kim Tan ke Young Do yang tampak kuatir… tapi kemudian menutupinya dengan komentar-komentar pedas ala Young Do.

Ep15_17Sekertaris Yoon datang untuk pelajarannya; ternyata sejak umur sepuluh tahun Kim Tan diajarkan mengenai manajemen bisnis oleh sekertaris Yoon dan sejak saat itu dia mulai mengerti keanehan dalam keluarganya. Mengapa ‘ibu tua’ memiliki banyak saham, dan ibunya sendiri tidak memiliki apa-apa. Ia pernah menanyakan pada Won, apa yang terjadi bila ibu nya memiliki saham lebih banyak daripada ibu tua; dan ekspresi Won saat itu begitu kuat sehingga tidak bisa ia lupakan. Ia pun bertekad bahwa perusahaan adalah milik Won, ia tidak tertarik akan hal itu.

Waktu makan siang, Eun Sang sengaja duduk bersama Young Do di tempat duduk yang biasanya untuk membully orang… tapi rupanya peraturan itu sudah benar-benar tidak berlaku. Apalagi kemudian tiba-tiba semua anak dihebohkan dengan pemberitaan yang baru keluar mengenai Kim Tan yang tidak sah. Dengan mencurigakan, Rachel langsung berlari keluar dari kantin. Seperti berita tentang perang dunia ketiga yang pecah, anak-anak itu heboh ga karuan. Young Do kemudian menanyakan jumlah bodyguard di rumah Kim Tan.

Ep15_18

Ayah Kim Tan kebakaran jenggot mengetahui berita itu sudah tersebar luas, lalu melancarkan serangan balasan dengan menyuruh orangnya mengeluarkan artikel yang intinya menghembuskan berita peperangan antara dua bersaudara tiri; supaya harga saham semakain naik. Oy!! Anak Ooy!! Anaaakkk!! Tapi kemudian yang menyuruh semua saham atas namanya dibaliknamakan menjadi nama Kim Tan. Aawww! Is that you showing your love to him, papa!? Maaf ya, ga terenyuh tapi sayaa… Mendengar berita yang kedua, mama Kasek tampak shock karena bosnya suaminya tidak mengatakan apa-apa sebelum melakukan segala manuver media itu. Mungkin ia baru menyadari bahwa dirinya juga bukan apa-apa dimata sang Presiden.

Ep15_19

Young Do datang membawa bodyguard nya sendiri supaya diperbolehkan masuk, dengan beralasan untuk mengerjakan peer, ia akhirnya berhasil menemui Kim Tan. Setelah memberikan handphone nya, Young Do mengabari semua yang terjadi di luar kamar itu, termasuk dengan saham-saham yang menjadi atas nama Kim Tan. Tanpa berpikir panjang ia mengenakan jaketnya dan meminta bantuan Young Do untuk pergi dari situ.

Ep15_20

the return of two menaces

Hal pertama yang ia lakukan: menemui Kim Won, berusaha meyakinkannya lagi bahwa ia sama sekali tidak menginginkan kekuasaan atas kekaisaran itu. Tapi Won tidak memercayainya, satu-satunya cara untuk menunjukkan adalah dengan Tan mengembalikan saham, pergi ke Amerika dan tidak pernah kembali lagi. Gagal melunakkan kakaknya yang begitu ingin menyingkirkan dirinya, Tan merasa kecewa dan mengganti strateginya. Ia tidak lagi ingin memberikan sahamnya pada Won, bila Won menginginkannya maka ia harus mengambilnya dengan paksa.

Ep15_21

Aaww… kenapa sih semua orang di dunia drama ini selalu salah langkah kalau berhadapan sama Tan. Tan adalah orang yang simple, yang hanya ingin hidup damai sesuai dengan kapasitasnya, dia tahu posisinya dan tidak pernah berniat untuk hidup di lingkungan kerajaan dan politik seperti itu… tapi dia tinggal di dunia yang berbeda jauh dari dirinya, yang semua harus diukur dengan kurs; jadi ketika semua orang melakukan apa yang biasanya berhasil untuk orang-orang yang berasal dari sana, sama Kim Tan jadi mental. Dan ketika ia lelah dengan segala permainan emosi, maka ia seperti anjing yang selalu disiksa yang akan balik menyerang tuan yang paling disayangnya. Tapi gue ngga nyalahin dia sih, setidaknya dia berani mendobrak dunia aneh yang tidak sesuai dengannya, dan bukannya menjadi remaja rusak seperti Young Do dan Rachel…

Di rumah keluarga Kim, Eun Sang duduk gelisah di ruang kerja Papi Tan; badannya mungkin lebih besar dari beliau tapi saking takutnya ia duduk menunduk sehingga tetua yang sudah bungkuk tersebut terlihat jauh lebih gagah.

Kuberi kau kesempatan untuk memilih antara dua pilihan.

Eun Sang tampak seperti mau pingsan mendengarnya. Dengan gontai ia keluar dari ruangan itu tanpa kita tahu pilihannya. Di ruang tengah ia berpapasan dengan Kim Tan yang baru pulang dari kantor Won, dikawal oleh dua orang bodyguard. Mereka saling berpandangan tanpa bisa mengatakan apa-apa, yang bisa mereka lakukan hanya mencuri kesempatan memegang tangan masing-masing. Sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh Kim Tan saat ini, sebuah dukungan dan kenyamanan untuk menghadapi apa pun kesusahan yang akan ia hadapi setelah ini.

Ep15_22

Ia kemudian masuk ke ruang kerja ayahnya, yang mana langsung menyombongkan kenyataan bahwa anak pemberontaknya pulang dengan keinginan sendiri. Tapi Kim Tan menyangkal kenyataan bahwa ia anaknya karena mulai saat itu ia bukan anak ayahnya dan bahwa ia kehilangan semua keluarganya.

Kim Tan: Jadi untuk selamanya aku dan Hyung harus hidup dalam ketakutan karena sewaktu-waktu kami akan saling tikam? Karena ayah, aku menjadi musuh kakakku… ibuku yang tidak bisa mengakuiku tidak pernah ayah anggap sebagai keluarga dan mulai saat ini ayah bukan lagi keluargaku.

Ayah Kim Tan: Itulah beban yang harus kamu tanggung sebagai akibat dari mahkota yang kamu pakai.

Kalau gue jadi Kim Tan gue bakal teriak… Tapi gue ga mau mahkotanyaaa!!! Just let me beee!! Dan mungkin itulah yang ada di pikirannya ketika ia merenung di kamarnya. Eun Sang ragu-ragu berjalan menuju lantai tempat kamar Kim Tan berada sambil mengingat percakapannya dengan sang Raja Ayah.

Bila kau bersedia untuk putus dengan Kim Tan, akan kukirim kau kemana saja yang kamu mau. Propinsi mana pun, Amerika, Inggris, Perancis. Tapi kalau kau pikir kau tidak bisa hidup tanpa Tan, maka kuberi kau waktu untuk bersamanya. Ketika waktu itu habis, akan kukirim kau kemanapun yang aku mau… tapi yang pasti bukan Korea, Amerika, Inggris atau Perancis.

Ia berhenti di tangga bercabang sebagai metafora atas kedua pilihannya, setelah memantapkan hati ia pun berjalan kembali ke arah Tan. Maka kita pun tahu, pilihan mana yang diambil Eun Sang. Dengan memasang senyuman yang paling ceria tapi juga paling palsu, Eun Sang mengetuk kamar Tan yang kebingungan melihat pacarnya bisa berada di depan kamarnya.

Ep15_23

Oh Noo!!! Eun Sang mengambil langkah mulia yang juga bodoh… agak-agak keinget sama Boys over Flower nih, ketika Jan Di ngajak Jun Pyo untuk piknik sebelum pergi meninggalkannya. Tapi gue lumayan puas dengan chapter ini, setidaknya kita ngga lagi berkutat dengan peperangan kekanak-kanakkan antara Tan dan Young Do… dan semua rahasia sudah terbongkar. Kini saatnya memasuki masalah sebenarnya. Bring it on!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s