Professionalism vs Passion

Rumbai, December 3rd 2014

Sebuah pemikiran random menghampiri saya, dimulai dari beberapa minggu yang lalu ketika alam semesta seolah ingin mengatakan sesuatu pada saya tentang kata itu” Profesionalisme”. Sejujurnya, semua ini dimulai ketika beberapa orang di lingkaran saya mengeluarkan kata itu sebagai sebuah manuver untuk berkelit dari keluhan atau keraguan terhadap performa dan komitmen terhadap pekerjaan mereka. Saya mendengar kata itu digunakan dengan cara yang salah – menurut saya – berulang kali sehingga saya menjadi muak setiap ada orang yang berusaha meyakinkan saya bahwa mereka ‘profesional’. Okay, mungkin pernyataan itu terlalu keras… tapi ngerti lah ya maksud saya gimana?

Anyway, sebagai seseorang yang selalu meragukan dirinya sendiri… saya merelakan pendapat saya dan berpikir bahwa mungkin mereka yang benar. Tapi seperti yang tadi saya bilang, bulan bintang dan planet-planet seolah sejajar untuk mengatakan pada saya bahwa saya bisa saja benar, bahwa apa yang mereka maksud dengan profesional mungkin bukan arti yang sebenarnya, dan bahwa mereka telah menodai kata suci itu hanya untuk memperindah argumen mereka. Maka, sampailah kita di hari ini, mencari tahu lebih lanjut tentang kata itu… PROFESIONALISME dan bagaimana dia berhubungan dengan kata yang lain – favorit saya – Passion atau dalam bahasa Indonesianhya gairah / semangat. Terlalu serius kah? Ga papa ya, sekali-sekali…

Ketika anda meragukan kesanggupan – kemampuan dan kemauan – seseorang untuk melakukan sesuatu, atau mempertanyakan apakah mereka akan memberikan kemampuan terbaik mereka untuk melakukan sebuah pekerjaan; namun yang anda dapatkan dari mereka untuk meyakinkan anda bahwa mereka akan melakukannya adalah:

Kami Profesional!!

apa yang terlintas di benak anda? Untuk saya, hal itu berarti

Walaupun kami tidak bisa atau tidak suka melakukannya, kami akan tetap melakukannya, karena kami sudah digaji… dan kami bertanggungjawab kepada perusahaan untuk tetap melakukannya.

Okay, saya bisa aja salah… tapi sekali lagi, ini adalah opini saya.

Sekilas, hal itu terdengar mulia… sampai anda melihat hasil pekerjaannya. Karena pada akhirnya, prinsip semacam itu akan menghasilkan pekerjaan tanpa ‘hati’… pekerjaan yang dilakukan tanpa pemikiran dan hanya untuk menggugurkan kewajiban tanpa adanya nilai tambah. Dan yang patut digarisbawahi disini adalah, menurut definisi ini profesionalisme berhubungan dengan gaji atau dengan kata lain: uang. Ketika anda bekerja dan yang ada dipikiran anda adalah:

setidaknya sudah gue kerjain

berarti anda sedang melakukannya… menurut saya, lebih baik tidak usah dikerjakan sama sekali. Karena sikap tersebut memengaruhi orang disekitar anda yang dapat merasakan motivasi (atau tidak adanya hal itu) dan dapat merusak atmosfir produktif semua orang.

Nah ketika saya sedang dihadapkan situasi tersebut, mengomellah saya sejadi-jadinya… kalau memang itu yang didefinisikan oleh orang-orang tentang profesionalisme… maka saya ga butuh profesional dalam pekerjaan; yang saya butuh adalah passion… semangat untuk selalu bekerja yang terbaik dan semaksimal mungkin. Karena menurut saya passion akan membuat seseorang menjadi pekerja yang lebih baik dan produktif dibandingkan dengan seseorang yang hanya bertanggungjawab atas gaji yang sudah diterimanya. Dan pendapat saya ini diamini oleh beberapa kejadian yang terjadi setelahnya…

Tapi sebelumnya mari kita lihat definisi Profesionalisme, menurut  Mirriam Webster online:

the conduct, aims, or qualities that characterise or mark a profession or a professional person

perilaku, tujuan dan nilai yang menjadi ciri atau menandai sebuah profesi atau seorang profesional. Sedangkan profesi di definisikan sebagai:

calling requiring specialised knowledge and often long and intensive academic preparation

sebuah sebutan yang berhubungan dengan pengetahuan yang khusus dan sering kali membutuhkan persiapan akademis yang intensive dan panjang.

Okay, berarti profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan ilmu khusus yang biasanya dipelajari secara khusus juga, seperti dokter, pilot, arsitek, pedagang dan lain sebagainya. Sementara profesionalisme adalah tindakan, tujuan dan nilai yang dianut oleh seseorang sesuai dengan profesi yang diembannya. Jadi ketika seorang dokter tidak bertujuan untuk menyembuhkan pasiennya namun hanya untuk mencari uang, maka ia tidak profesional. Ketika seorang pilot menggunakan obat-obatan terlarang ketika mengemudikan pesawat dan membahayakan seluruh penumpangnya, maka ia tidak profesional. Dan ketika seorang pedagang tidak percaya bahwa barang yang dijualnya adalah sesuatu yang bisa dijual, maka ia tidak profesional…

Menurut http://www.mindtools.com, profesionalisme merupakan kombinasi dari beberapa atribut yang mendefinisikan sikap profesional, yaitu:

  • Pengetahuan yang khusus, yang dipelajari secara akademis sehingga tidak semua orang bisa memiliki pengetahuan tersebut.
  • Kompetensi, kemampuan untuk selalu berhasil melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dipelajari, selalu dapat diandalkan tanpa pernah memberikan alasan atau pembenaran.
  • Kejujuran dan integritas, selalu jujur dan dapat dipercaya karena tidak pernah berkompromi terhadap nilai, selalu melakukan hal yang benar walaupun susah. Selalu rendah hati dan tidak pernah malu untuk mengakui terhada sesuatu yang di luar kemampuan mereka dan selalu mau untuk bekerja sama dan belajar dari orang lain.
  • Akuntabilitas, selalu berhati-hati dan bertanggungjawab terhadap semua tindak tanduk; terutama bila berhubungan dengan kesalahannya sendiri dan selalu di atasi dengan prinsip kejujuran dan integritas.
  • Pengendalian diri, kemampuan untuk selalu mengendalikan emosi dan pikiran walau dalam keadaan tertekan, sehingga dapat selalu menjalankan tugas dengan baik. Profesional yang baik selalu menunjukkan rasa hormat pada semua orang di sekitar mereka.
  • Penampilan, selalu menjaga penampilan yang sesuai dengan profesi mereka dan bisa membuat orang lain percaya bahwa anda dapat diandalkan.

Well whaddya know… ga ada sedikitpun menyinggung tentang uang. So, professionalism is not at all related to money!

That is exactly what my boss always say… boss gue adalah orang Amerika berumur 56 tahun, tidak menikah dan sepertinya tidak punya keinginan lain selain bekerja. Secara profesional, beliaulah panutan saya… walaupun pemikirannya kadang terlewat idealis, susah sekali dibengkokkan alias keras kepala dan sebagai seorang republikan sering dianggap kapitalis; tapi beliaulah yang mengajarkan saya bahwa ketika bekerja tidak perlu memikirkan tentang uang. Kerjakan semua pekerjaan sebaik-baiknya, belajar seluas-luasnya, raih karir setinggi-tingginya… uang akan mengikuti. Money will Follow!! And that’s why people, I never asked for a raise… (ga berani juga siiih… hahaha)

Nah seperti yang sebelumnya saya sampaikan, setelah saya mengalami kejadian tidak mengenakkan yang meruntuhkan pandangan saya tentang profesionalisme… saya mengalami beberapa kejadian yang mengamini pandangan saya tentang passion; salah satunya adalah mengikuti sebuah seminar parenting yang dibawakan oleh Ayah Edi.

Beliau adalah pakar pendidikan yang intinya berpandangan bahwa semua anak memiliki potensi masing-masing; jangan terkungkung dengan paradigma bahwa anak-anak harus sukses di sekolah umum untuk bisa sukses di kehidupan nyata. Bahwa anak yang terlihat bermasalah, sebenarnya bukan bermasalah hanya belum diketahui potensinya. I absolutely agree with that statement. Salah satu yang beliau bicarakan adalah mengenai Resep Orang Gagal dan Resep Orang Sukses.

Resep orang Gagal = MMMH, Money… Money… Money… then you will get Happiness; sementara resep orang sukses adalah HTEM, Happy… Totalitas, Expert, Money will follow.

Two different people from two different culture said the same thing. I rest my case…

Menurut ayah Edi, lakukan sesuatu yang membuat anda bahagia saat melakukannya, ketika anda menikmati kegiatan tersebut tentunya proses pembelajaran dan pengerjaan dilakukan dengan totalitas yang tinggi; seseorang yang selalu melakukan pekerjaannya dengan total akan menjadi seseorang yang ahli dan memiliki keahlian yang akan dicari orang sehingga pada akhirnya akan mendatangkan uang.

Naaah! kalau menurut mama Ruby, H dan T dari resep sukses tersebut bisa digantikan dengan P dari passion, karena ketika seseorang melakukan sesuatu yang merupakan passion-nya dia serta dilakukan dengan passionate maka ia akan selalu merasa bahagia dan mendapatkan kepuasan tersendiri seberapa pun lelahnya dia secara fisik, dia pun akan melakukan semuanya secara total dan mengeksplor segala hal karena dia menyenangi hal tersebut.

Menurut urban dictionary, passionate didefinisikan sebagai:

Passion is when you put more energy into something than is required to do it. It is more than just enthusiasm or excitement, passion is ambition that is materialized into action to put as much heart, mind body and soul into something as is possible.

Semangat adalah ketika anda memberikan energi pada sesuatu lebih dari yang dibutuhkan. Lebih dari sekedar entusiasme atau kegembiraan, passion adalah suatu ambisi yang diwujudkan menjadi perbuatan yang menempatkan hati, pikiran dan jiwa pada sesuatu yang memungkinkan.

  • Passion adalah ketika seorang lelaki berumur 56 tahun masih menciptakan sesuatu dalam keadaan terlentang di tempat tidur karena masalah punggungnya kambuh.
  • Passion adalah ketika seorang ibu, kembali ke komputernya setelah menidurkan dua orang anak lalu melanjutkan pekerjaan sampai tengah malam dan masih segar untuk melayani keluarga dan bekerja keesokkan harinya.
  • Passion adalah ketika seorang sekretaris CEO sebuah perusahaan minyak, pulang ke rumah mengurusi keluarga kemudian berhasil menjahit 3 pasang celana piyama hingga pukul 2 pagi.
  • Passion adalah ketika seorang single parent selalu merasa bahagia walaupun harus berlari-larian mencari nafkah dan membesarkan anak-anaknya; dan
  • Passion adalah ketika menyelesaikan 20 episode korea drama hanya dalam satu akhir pekan…

Menemukan passion bukan sesuatu hal yang mudah. Menurut saya, orang yang beruntung adalah orang yang bisa menemukan passionnya sejak dini… bukan seperti saya. Saya adalah orang yang mudah beradaptasi, bila mengikuti passion saya di waktu remaja, saya rasa saya tidak akan menjadi seorang konsultan supply management yang bekerja dari rumah… saya mungkin ada di hollywood melakukan editing untuk film Christopher Nolan yang terbaru (hihi, mimpi!). Tapi yaaah… karena di jaman saya dulu belum ada Ayah Edi, jadilah saya mengikuti mainstream dan tersesat disini.

Tapi tidak pernah ada kata terlambat untuk menemukan passion anda… bila saya bisa menemukannya di umur 30 tahun, semua pasti bisa. Yang perlu kita lakukan adalah selalu jujur pada diri sendiri dan selalu mengeksplor hal-hal yang baru yang mungkin kita sukai. Saya jadi teringat mantan teman satu cubicle, yang pernah dengan berbinar mengatakan pada saya bahwa beliau puas melihat saya menemukan passion saya. Suatu hal yang dulu tidak saya hargai, tapi sekarang saya sadari sebagai sesuatu yang penting. Experience does come with age… haha!

In a way, I am right about something… professionalism is more than about money and the true meaning of it cannot be taken lightly as it symbolises all the best trait that a person should have in their work life. And I think, if we want to be professional we can start by being passionate with what we do because the act of professionalism will ooze off of people who is passionate without being consciously act professional. And you certainly doesn’t have to tell people that you are professional as it is something that people can feel and appreciates.

But I am wrong about the other thing… Professionalism is important and we do need it on our work life. Hope you guys agree with me, here’s to Professionalism and Passion!! *raiseGlass

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s