Housewife’s Diaries: The challenging work of IRONING!

Jakarta, 18 Februari 2011 (haha! Look at the date!!)

Hey Ho!! Akhirnya edisi kedua dari Housewife Diary nya dimulai juga… (mulainya sekarang, muncul ke ‘panggung’nya kapan… gue juga belum bisa prediksi. Hehe). Sorry it took too long, ya. Because even though the topic has been inside my brain for quite awhile, the motivation and time has just arrived.

Setelah cuciannya kelaaaar – hahaha lama amat ya nyucinya? Dari edisi pertama publish ampe sekarang baru selese – saatnya melakukan pekerjaan yang amat gue benci tapi sangat perlu. Nyetrika a.k.a. ironing. Kenapa gue benci?? Truthfully, gue ga pernah ‘survive in one piece’ kalo lagi nyetrika. Pasti ada aja kecelakaan kerjanya (I should just take a picture of all the injuries and put it here, right??). Dan gue ga pernah puas dengan hasil setrikaan gue yang kadang masih kusut. Which is why, this is a good topic to discussed or for a research. taelaaahhh… talking like a true scientist.

So without further ado, let’s welcome the IRONMAN!! – as in: the Man who iron, hehehe!

Ironing by Definition

So, kenapa sih baju harus disetrika? How does it work? and what kind of tools can you use to make your clothes smooth (the true function of ironing clothes). Seperti biasa, semua tulisan di post ini adalah total opini penulis setelah melakukan web-research. Ngga ada yang diuji secara klinis… jadi jangan dijadikan pegangan hidup yha!! Hehehe, kita mah sharing doang disini.

Well the first and foremost, tujuan nyetrika adalah untuk kepentingan estetika lah yaa. Baju yang licin tentu akan terlihat lebih baik daripada baju kusut, kecuali kalo baju tersebut memang ditakdirkan untuk kusut (cerita ngga penting tentang baju kusut ada disini lhooo…). Baju rapi tentu akan menambah imej profesionalisme di penampakan luar pemakainya, jadi it is essential for working clothes to be ironed. Tapi selain untuk estetika, kegiatan menyetrika juga dapat berfungsi secara higienis menghilangkan kuman akibat dari prosesnya yang menggunakan panas.

Kenapa menyetrika bisa bikin baju jadi licin dan rapi??

Intinya pada saat baju disetrika, ikatan antar molekul di dalam serat kain dilonggarkan akibat dari panas yang dikeluarkan oleh setrikaan (180 – 220C). Serat-serat tersebut jadi lurus karena beban akibat berat besi setrikaan. Bentuk yang baru akibat proses tersebut terus dipertahankan setelah panasnya menghilang. Jadi pada intinya setrika mengaplikasikan hampir semua yang kita pelajari di Fisika SMA = energi panas, energi kimia, energi listrik dan energi mekanik. Ek = mv2, Ep = mgh, @#@&(*)^@*&!!*

Beberapa jenis kain (seperti katun) membutuhkan bantuan air untuk membantu melonggarkan ikatan antar molekul tersebut, makanya semprotan air saat nyetrika itu ternyata esensial banget. Syukur Alhamdulillah ya (Syahrini Style), jaman sekarang sudah ditemukan material kain yang sedikit atau bahkan tidak butuh untuk disetrika – seperti contohnya permanent press dan lain-lain.

Peralatan Perang

1. Setrika

Yang paling penting dibutuhkan untuk menyetrika, ya… setrikaannya itu sendiri. Konon pertama kali orang Cinalah yang menggunakan setrikaan dari besi lalu kemudian pada tahun 1882 Henry W. Seely menemukan setrikaan listrik – Thank heaven for him. Haha!

– taken from http://www.madehow.com

Setrikaan mengalami evolusi sejak pertama kali digunakan hingga kini. Dulu sebelum menggunakan listrik fungsi pemanasannya dilakukan dengan arang yang dibakar – yang bahkan sampai sekarang masih digunakan di India. Setelah setrika listrik digunakan, ukurannya menjadi semakin kecil dan semakin ringan, hingga sekarang sudah ada setrikaan yang dapat menghembuskan api uap air dan menyemprotkan air sehingga mempercepat proses pelicinan. Gambar disamping diambil dari http://www.madehow.com untuk bagian-bagian dari setrika.

2. Papan Setrika

Untuk mempermudah pengerjaan, menyetrika biasanya dilakukan diatas meja setrikaan (ironing board) – yang sebenernya kalo ga punya bisa diganti ama ubin yang dikasi alas selimut rombeng. Hahaha.. pengalamanpribadi.com!! Pada intinya meja setrika adalah meja kecil yang bisa dilipat dan memiliki permukaan tahan panas; namun meja setrikaan yang canggih memiliki tambahan untuk memberi panas dan alat vacuum untuk menarik udara dari papan setrika sehingga dapat sekaligus mengeringkan kain. CANGGIH WAAYY!!!

Tahun 1858 W. Vandenburg  dan J. Harvey mematenkan meja setrikaan yang dilengkapi dengan alat untuk menyetrika lengan dan celana. Meja yang dapat dilipat ditemukan oleh John B. Porter di tahun 1875 dan pada tahun 1892 seorang wanita bernama Susan Boone mematenkan produknya yang menyempurnakan desain meja setrika untuk lengan baju. Gambar disamping adalah contoh masa kini dari produk penemuan Ms. Boone itu.

3. Alat Bantu

Sleeve Board papan tambahan, bisa menyatu dengan papan setrikaan pada gambar atau terpisah… seperti namanya alat ini digunakan untuk membantu menyetrika bagian lengan secara menyeluruh. Jadi lengan bajunya di selimutkan ke papan ini.

Sleeve Board, Tailor's Ham, Seam Roll (www.pinterest.com)

Sleeve Board, Tailor’s Ham, Seam Roll (www.pinterest.com)

Tailor’s ham atau dressmaker ham adalah suatu alat yang bisa membantu saat nyetrika bagian yang berlekuk seperti lengan atau kerah. Pada dasarnya adalah bantal yang bentuknya kayak daging asep (ham). Kayaknya jarang ya dipake di rumah tangga, setidaknya ga di rumah gue sih… mungkin lebih banyak dipakai sama tukang jahit atau konversi dimana hasil akhir baju harus bener-bener rapi.Selain tailor’s ham, ada juga alat serupa tapi bentuknya bulat panjang seperti guling… Tailor’s Sausage?? Haha ga ding, biasa dikenal dengan Seam Roll, fungsinya hampir sama dengan Tailor’s Ham tapi karena bentuknya lebih kecil, mungkin banyak orang yang lebih suka sama alat bantu yang satu ini karena lebih dapat digunakan untuk lipatan-lipatan kecil.

Kalau setrika kita masih setrika generik yang ga ada semprotan airnya, maka kita akan butuh Botol semprot + air yang berguna untuk membuat kain yang sedang disetrika lebih lembab sehingga lebih mudah disetrika, terutama kalau setrikaan kita bukan setrikaan uap yang canggih dan makan banyak watt itu. Sekarang sudah banyak di pasaran air setrika yang dijual bersamaan dengan botol semprotnya, jadi sudah sangat praktis sekarang; selain melembabkan airnya juga berfungsi sebagai tambahan pewangi.

Kain pelapis, kain ini digunakan untuk melapisi bahan yang akan kita setrika jadi panas tidak diberikan langsung pada baju. Kain ini bisa juga dilembabkan untuk membantu proses menyetrika sehingga lebih cepat licin.

The Work

Untuk memudahkan proses pelicinan, ternyata jangan menyetrika saat baju benar-benar kering; karena baju yang kering susah untuk dilicinkan. Jadi setelah dijemur, bawa masuk pakaian saat masih agak lembab… tapi jangan lembab-lembab banget ya, soalnya di Indonesia kan udaranya lembab juga… kalau masih basah di setrika jadinya nanti bau. Deugh, susah yaaa? Supaya gampang sih, pake semprotan baju aja biar gampang nyetrikanya.

Hal pertama yang sebaiknya dilakukan menurut gue adalah memisahkan baju berdasarkan bahannya… karena beda bahan membutuhkan temperatur setrika yang berbeda. Ada bahan yang susah licin kalau ga dibikin panas, tapi ada juga yang jadi berwarna putih atau bahkan robek bila temperatur setrika terlalu panas. Selain itu untuk mempertahankan warna ada beberapa material yang perlu di setrika dalam keadaan terbalik, seperti halnya menjemur baju. Berikut adalah perbandingan perlakuan untuk beberapa material, ku kelompokkan sesuai temperaturnya ya, karena apa? nanti kita bahas….

TEMPERATUR: RENDAH

acAcetate

Material acetate terlihat seperti sutra dan mengkilap, tapi bila diraba rasanya berbeda dari sutra asli. Material ini anti-air, anti-susut, anti-melar dan tidak mudah kusut; tahan terhadap penyerapan lembab dan mudah sekali kering.  Bahan ini biasa digunakan untuk mantel, kemeja, jaket, sprei dan tirai.

Jauhkan bahan ini dari parfum, kutex, deodoran yang mengandung alkohol karena akan menimbulkan noda.

Cara terbaik: setrika dengan cara dibalik pada saat masih lembab.

Beaded / Manik-manik

Baju yang ada manik-maniknya perlu perhatian lebih saat menyetrika supaya tidak merusak manik-maniknya maupun membuatnya lepas dari baju.

Cara terbaik: Setrika dengan cara dibalik  dan diletakkan diatas handuk putih.

Nylon

Penampakannya seperti sutra, karena memang dibuat karena sutra menjadi jarang saat Perang Dunia II. Banyak digunakan untuk produk-produk militer seperti parasut. Salah satu karakteristiknya adalah mudah dirawat dan meleleh saat dibakar.

TEMPERATUR: SEDANG RENDAH (MEDIUM LOW)

laceLace

Bahan yang biasanya digunakan untuk taplak, seprei, baju-baju pesta dan kebaya. Bentuknya memiliki pola dengan lubang-lubang, dulu terbuat dari benang linen, sutra, emas dan perak; namun sekarang dibuat dari katun.

Cara terbaik: Gunakan temperatu SEDANG RENDAH, letakkan kain di atas renda saat di setrika.

Polyester

Polyester termasuk serat sintetis yang mempunya sifat tidak mudah kusut, tahan lama dan dapat menahan warna dengan baik; karena sifatnya ini kadang polyester digabungkan dengan serat natural seperti katun.

Rayon

Bahan ini memiliki sifat yang menyerupai serat alami seperti katun, sutra, wool dan lain-lain. Bila diraba akan terasa lembut, licin, dingin, nyaman dan sangat menyerap, jadi sangat cocok untuk di daerah panas dan lembab seperti di Indonesia ini.

Cara terbaik: dibalik saat penyetrikaan

Satin

Cara terbaik: Dibalik saat penyetrikaan dengan kain diletakkan diantara bahan dengan setrika, jangan diuap.

Sutra

Cara terbaik: Dibalik saat penyetrikaan, jangan menggunakan uap.

Vvelvetelvet

Bahan yang agak seperti beludru ini banyak dipakai untuk sarung bantal, sofa dan kadang jas yang dipakai drakula di film-film horror Holywood. Hehehe…

Cara terbaik: Letakkan di atas handuk putih, dibalik saat penyetrikaan. Gunakan uap untuk merapikan bagian ujungnya.

Wool

Cara terbaik: Beri kain lembab di antara kain dan setrika dan dibalik saat disetrika

TEMPERATUR: SEDANG TINGGI (MEDIUM HIGH)

Katun Ringan

Cara terbaik: Gunakan temperatur SEDANG TINGGI (medium high)

Linen

Bahan ini digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti kain-kain tidur, taplak dan handuk. Cocok banget untuk sprei karena sifatnya yang dingin saat disentuh, lembut, tidak berserat, dan semakin dicuci semakin lembut. Karena bahan ini tahan lama, tidak melar dan sangat kuat dia cocok banget untuk digunakan sehari-hari. Tapi bila dilipat terlalu lama atau di setrika di tempat yang sama berulang kali, bahan ini jadi ‘pecah’.

Cara terbaik: Gunakan temperatur SEDANG TINGGI, seterika dengan cara dibalik saat masih lembab.

TEMPERATUR: TINGGI (HIGH)

CurduroyKurduroi

Bahan tebal yang biasanya digunakan untuk jaket atau celana, biasanya bertekstur garis-garis dan aga berbulu.

Cara terbaik: Gunakan temperatur TINGGI, setrika dengan cara dibalik dan diletakkan diatas handuk putih. Bagian ujung di-uap untuk meluruskan yang terlipat.

Katun Berat

Cara terbaik: Gunakan temperatur TINGGI, di setrika saat masih lembab.

NO IRONING!!

kasmir.jpgKasmir

Kasmir wool adalah bahan yang terbuat dari bulu kambing kasmir atau kambing jenis lainnya. Biasanya digunakan untuk membuat baju hangat atau outer wear lainnya.

Cara terbaik: Jangan di seterika, hanya boleh diuap? Kalau ga punya alatnya gimana? Mending ga usah beli baju bahan beginiaan dah, mahal juga!

Lycra

Lycra biasanya dipakai untuk membuat baju dalam, untuk bahan ini biasanya ngga perlu disetrika. Tapi kalaupun memang harus, letakkan kain di atasnya saat menyetrika jadi setrika tidak bersentuhan langsung dengan bahannya.

Lebih lengkapnya bisa dilihat disini ya…

Setelah baju atau bahan yang mau di setrika dipilah-pilah kemudian dipisahkan menurut temperatur penyetrikaan, barulah pekerjaannya dilakukan dimulai dari bahan yang disetrika dengan temperatur rendah ke yang tinggi, jadi semakin lama setting-an setrikaannya ditinggikan; jadi pekerjaan lebih cepat karena ngga nunggu temperatur setrika mendingin dan melakukannya bolak-balik.

Sebelum disetrika lebih mudah kalau baju dilembabkan dengan menggunakan semprotan air, meletakkan kain lembab di atas baju yang akan disetrika atau dengan menggunakan setrika uap. Dengan demikian baju lebih mudah licin.

Sedikit tips untuk menyetrika baju yang aga khusus bentuknya:

  • Baju yang berlipit: Sebelum di setrika, rapikan dulu lipitannya lalu gerakan menyetrika dilakukan dari atas ke bawah (kalau rok), atau dari dalam ke luar (untuk jenis baju lainnya).
  • Baju/kaos yang disablon: Yang pasti jangan menyetrika di atas sablon-annya ya, terutama sablon yang timbul, Oh !no.. no.. no!! Yang ada nanti gambarnya leleh trus nempel deh ke setrikaannya. Double Trouble ituh… Letakkan baju ke atas kain berwarna putih, lalu setrika baju yang ada sablonannya dari arah dalam. Untuk bagian lain bisa disetrika seperti biasa.

Setelah disetrika, baju akan dimasukkan ke dalam lemari. Pertanyaannya adalah bagaimana caranya menyimpan baju ke dalam lemari? Digantung atau dilipat? Well, I’ll try to answer that question.

Hang vs Fold

Bila digantung dengan benar, menyimpan dengan cara digantung tentunya membuat baju tidak kusut, menghemat waktu untuk menyetrika ulang dan lebih mudah dalam mencari baju; sedangkan bila dilipat kita bisa menghemat tempat di dalam lemari, dan di Indonesia sendiri kebanyakan lemari lebih banyak mengakomodasi cara penyimpanan ini. Kebanyakan lemari yang dijual isinya hanya rak-rak untuk menyimpan baju yang dilipat.

Untuk memutuskan apakah baju sebaiknya digantung atau dilipat, tentu balik lagi ke bahan dari baju tersebut. Untuk gue, yang akan gue pertimbangkan adalah sifat bahan tersebut, apakah mudah melar dan apakah mudah kusut. Selain itu juga ada beberapa bahan yang akan rusak bila dilipat karena hasil lipatannya akan terus membekas.

Hangin’ there…

Berikut adalah beberapa jenis baju yang harus digantung:

  • Jas dan baju formal lainnya: lebih baik lagi bila dimasukkan kedalam tas khusus supaya lebih awet dan ga berdebu.
  • Jaket kulit: bahan yang terbuat dari kulit asli maupun sintetis akan rusak dan bekas lipatan akan berbekas bila dilipat terlalu lamu. Jadi sebaiknya baju dari kulit selalu digantung.
  • Gaun malam tanpa manik/payet: supaya selalu rapi dan bekas lipatan tidak terlihat, karena untuk orang biasa seperti kita (yang jarang party), gaun malam jarang dipakai.
  • Semua baju yang terbuat dari sutra (atau bahan mahal lainnya, he!)

Jenis baju yang boleh digantung, maupun tidak (tapi lebih disarankan untuk digantung):

  • Semua bahan tenunan seperti yang terbuat dari katun, polyester, linen, dll.
  • Baju kerja, karena harus selalu rapi sebaiknya baju kerja digantung supaya tidak berkerut saat disimpan, jadi pas mau kerja ga rempong nyetrika dulu. Yang termasuk di dalamnya adalah: kemeja berkerah, kemeja kerja lainnya, celana kerja, rok dan baju terusan.
  • Jaket: tergantung bahannya, bila sekiranya tidak melar maka boleh digantung, terutama jaket dingin yang tebel-tebel itu. Selain ngelipetnya susah (dah kayak bantal di lemari, bok!), digantung jadi lebih hemat tempat.

Jenis baju yang jangan digantung:

  • Semua jenis baju yang dirajut, seperti: sweater, cardigan sampai gaun yang ditenun. Selain bisa bikin melar, menggantung rawan merusak rajutan dan bahkan membuat bolong.
  • T-Shirt: t-shirt biasanya terbuat dari bahan yang gampang melar, jadi menggantung baju ini bisa membuatnya jadi tambah melar. Yang tadinya ukuran S (sedeng) bisa jadi M (muat) lagi!! atau bahkan L (longgar… wekekekek). Tapi kalau memang harus banget digantung, masukkan hanger dari bawah ya… jangan dari leher, biar bentuk lehernya ga rusak.
  • Segala macam atasan yang terbuat dari kaos: karena bahan kaos gampang melar dan berubah bentuk… jangan sampai di bagian lengan ada bentuk punuk akibat hanger yang lebih besar dari lebar bahu. That is suck, big timme!!

Sebagai alat bantu, tentunya hanger memainkan peranan yang penting. Pada dasarnya hanger adalah imitasi bentuk bahu manusia, sehingga baju ga berubah bentuk saat dipakai. Hanger kadang dilengkapi dengan palang horisontal untuk menggantung rok, kadang dilengkapi penjepit untuk menjepit celana, ada yang lengkap dengan cekukan untuk mengaitkan lengan tank top.

hangerSekarang ini hanger aja udah sangat inovatif bentuknya. Dari yang basi sampe yang cute, dari yang generik sampe punya fungsi spesifik, dari kecil sampe yang geda ga jelas. Berdasarkan bahan pembuatannya, hanger terbagi jadi tiga: kawat, kayu dan yang paling populer saat ini adalah terbuat dari plastik. Sedangkan sesuai bentuknya hanger ada beberapa macam:

  • Hanger standard: hanger untuk menggantung baju yang sudah macam-macam modifikasinya seperti yang ada di atas.
  • Hanger dasi: dengan beberapa palang horisontal kecil sehingga bisa menggantung beberapa dasi dalam satu gantungan
  • Hanger scarf, biasanya berbentuk bulat-bulat, jadi lebih mudah untuk memasukkan scarf atau selendang. Dengan menggantung scarf, mencarinya lebih mudah saat mau dipakai.
  • Hanger ikat pinggang: terutama untuk ikat pinggang laki, membuat kita lebih mudah mencari ikat pinggang sesuai dengan kepala ikat pinggang yang ingin kita pakai.

Daaan masih banyak lagi tipe-tipe hanger, it will come in handy to have various type of hangers so we can use it based on our requirements. Tapi kalau mau rapi, gunakan hanger dan gantungkan dengan posisi seragam… jadi di lemari keliatan rapi dan enak dilihat.

FOLD it… (clothing terms, not Poker!)

Shirts / T-Shirts

Untuk baju-baju yang boleh dan harus dilipat, sekarang kita belajar cara melipat yang baik dan benar. Hehehe… You can find a lot of funny thing in the internet, I just found out that Japanese invented a way to fold shirt in a mere 2 seconds; and the way you do it is like ninja… hahaha. You can see it here… believe me it’s awesome!!

Kalau di-summary-kan, langkahnya sebagai berikut:

  1. Letakkan kemeja di permukaan yang datar
  2. Kancingkan setidaknya kancing pertama dan kancing ketiga (untuk kemeja)
  3. Balik kemeja sehingga bagian belakang yang menghadap ke kita.
  4. Lipat sepertiga lebar kemeja, lalu lipat lengan sehingga bagian atas bertemu dengan bagian samping kemeja.
  5. Lakukan hal yang sama dengan sisi lainnya
  6. Lipat kira-kira 5 cm bagian bawah kemeja.
  7. Lipat lagi sehingga bagian terbawah bertemu dengan bahu.

Untuk jake atau kaos yang memiliki tudung, sebelum melakukan langkah ke-7 miringkan tudung sehingga membentuk bulan setengah lalu lipat ke dalam. Sehingga setelah melakukan langkah ke 7 tudung akan tersembunyi.

Supaya besarnya seragam, bisa juga pake alat bantu karton untuk membuat pola lipatan. Nanti kalau beli kemeja baru (biasanya laki), kan terbungkus dengan karton di dalamnya (yang berguna supaya produknya tetap rapi dan keras)… nah kartonnya jangan dibuang, tapi dijadikan panduan melipat kayak di gambar samping

Pants

Selama hidup gue (taellah…), gue menemukan ada dua cara melipat celana. (1) Mempertemukan kedua bagian kaki, kemudian dilipat 3 atau empat bagian sehingga membentuk segiempat, atau (2) Membuka pinggang sehingga kedua sisinya bertemu dan bagian samping celan yang terlihat, setelah itu baru dilipat tiga atau empat; cara kedua ini mengakibatkan garis lurus sepanjang paha, lutut sampai mata kaki.

Gue juga ga tau sih pakemnya bagaimana… tapi kalau boleh gue simpulkan cara pertama banyak digunakan untuk jeans atau baju kasual lainnya, sedangkan cara ke-2 lebih untuk celana kerja, atau celana formal. Tapi untuk gue sendiri, gue selalu berpatokan dengan bagaimana baju itu diperlakukan saat di tokonya, karena pasti mereka akan memperlakukan barang yang dijualnya dengan cara terbaik dong ya? Jadi kalau saat gue beli celana ada garis di bagian depan dan belakangnya, selamanya gue akan pakai garis itu sebagai pedoman menyetrika.

Socks

socksDulu waktu kecil, kaos kaki di rumah gue selalu dibentuk bulet-bulet kecil nan imut. Lucu sih liatnya bolces-bolces gitu (kadang di buat main tenis-tenisan), tapi lama-lama kaos kaki jadi rusak. Setelah disatukan, sepasang kaos kaki itu kemudian digulung lalu dimasukkan ke salah satu kaos kaki. Nah tindakan yang terakhir ini membuat salah satu atau kedua kaos kaki itu melar di bagian lehernya, jadi lama-lama kalau dipake kaos kaki itu turun-turun dan bahkan sampai masuk ke sepatu. Sebel banget…

Maka sekarang di rumah, gue ga pernah membuat kaos kaki jadi onde-onde… either dilipat jadi dua atau digulung tanpa dimasukkan ke salah satunya. Dilipat jadi dua sudah cukup menghemat tempat kok, malah lebih hempat kalau menurut gue. Cuma yang pasti harus dilakukan adalah menyatukan kedua buah kaos kaki itu sebelum dilipat atau digulung, jangan sampai terjadi kecelakaan-kecelakaan akibat rush hour di pagi hari, ntar beda kanan beda kiri, lagi!!

Fitted Sheet

Melipat sprei yang ‘pas badan’ ini rada rumit juga, karena bentuknya yang 3 D aga membingungkan untuk melipat dengan rapi; yang ada malah diuntel-untel ga jelas. Tapi disini diperlihatkan cara yang paling praktis untuk melipat jenis sprei ini.

  • Intinya sih menyatukan semua sudut yang berkaret menjadi satu, sehingga pada akhirnya akan terbentuk segi empat dengan hanya satu sisi yang berkaret.
  • Setelah itu sprei dijembreng di permukaan datar, sisi yang berkaret di lipat ke atas. Sehingga membentuk segiempat dengan huruf L di bagian atasnya.
  • Karena pada dasarnya sudah berbentuk segiempat, maka sprei tinggal dilipat sesuai selera.

Well, there you go folks… the second edition of Housewife’s diaries that took me two friggin years to finish. Hahahaha… hope it somewhat of a help for someone. Cheers!

Reference:

1. http://www.bhg.com/homekeeping/laundry-linens/products/clothes-ironing-equipment/

2. http://www.sew-fashion-doll-clothes.com/seamroll.html

3. http://en.wikipedia.org/wiki/Ironing

4. http://www.ehow.com/info_8480974_acetate-fabric.html

5. http://www.weddingshoppeinc.com/BridalTerm.aspx?ID=376

6. http://laundry.about.com/od/ironing/a/irontemp.htm

7. http://answers.yahoo.com/question/index?qid=20080512000408AAp6eUh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s