The Heirs: Coming out of the closet at last (3)

the heirsThird installment for The Heirs: He who wears the crown, bears the crown.

The next installment for the story of the teenage riches, young adult that is expected to be more mature than their peers, learn to see the world in numbers and shares value instead of morality and heart, repressed their dreams and wishes because of their parent’s plan to preserved the continuity of their well being.

Is love still love if it is being calculated? Are dreams are still dreams if its made by other people? Is living poor with your love ones is happier than living wealthy with your business deal spouse?

Gives a whole new meaning for ‘search for identity”

The first and second installments tells the story of how the two lead characters met in the US as two normal teenagers without status social tag on them, how putting everything aside, they are compatible human beings and have every reason to fall in love with each other… and then they are back in their own pond, facing the bitter reality that they come from whole different social class which makes them totally incompatible. However, now that they have to be in one school notorious for its social status discrimination, the challenge has never been this big because it is like seeing through a magnifying glass of how life really is in this drama world.

With all of our characters in one roof of Jeguk Highschool, they struggle with how they will fit into the pyramid. As a fish out of the water, our girl really does not have a clue of what to do in that jungle whereas our ‘tiger’ is… well a former ‘tiger’ who is still figuring out what to do in his highschool career. Nobody said Highschool is easy…

Episode 6 – 8: That jungle called JEGUK HIGH

Hari pertama sekolah dimulai dengan kedua jagoan Jeguk menunjukkan bahwa mereka ‘kejam’ dan bukan dalam hubungan yang ‘sangat baik’. Untuk menunjukkan apa yang akan terjadi di 14 episode ke depan, Eun Sang berdiri tepat di tengah-tengah kedua bayi raksasa itu, keduanya punya reaksi yang berbeda setelah melihat Eun Sang. Sementara Kim Tan kuatir (yang dengan aneh ditunjukkan dengan jadi judes…) karena Eun Sang sekolah ga pake seragam; Young Do lebih seperti anak kecil yang seneng liat ada mainan baru… he looks so devilish with that grin.

Young Do: Yah, kok Kim Tan lebih akrab??!

Young Do: Yah, kok Kim Tan lebih akrab??!

Sebelum jadi lebih aneh, Chan Young langsung nge-geret Eun Sang pergi sementara Rachel berusaha untuk menyudahi acara pamer kekuatan itu. Tapi yang ada kedua anak itu saling tarik menarik Rachel seolah-olah Rachel mainan mobil-mobilan yang lagi jadi rebutan, padahal keduanya ga suka-suka amat pula ke Rachel. Boys!!!

Tan menyuruh Young Do untuk transfer sekolah, karena ngga mungkin dia yang transfer mengingat ibunya adalah kepala sekolah SMA Jeguk…

Ooo… Jadi sekarang lo bedain antara mama dan ibu? Woops, itu keterlaluan yang untuk hari pertama kita?

Waahh… Young Do is such an ass!! Tapi Tan cukup (lebih) dewasa untuk ngga terprovokasi oleh Young Do, yang menurut gue akan susah sekali… liat aja mukanya, rasanya pingin gampar… hahaha!

Karakter terakhir yang muncul:

vlcsnap-2013-12-14-22h24m05s204Kang Ye Seol

BFF-nya Bo Na karena terlihat selalu ada di orbit Bo Na… keliatannya waktu SMP dia juga ga di SMA Jeguk karena dia ga kenal Kim Tan (as in, baru pertama kali itu liat Kim Tan). Belum jelas gimana karakternya, yang pasti dia ada di team Young Do dan dari muka sih, keliatannya akan jadi one of the mean girls.

Rachel komplain ke Tan karena denger soal kepindahan Tan ke Korea dari anak-anak lain… Tan kelihatan ngga peduli dengan perasaan Rachel dan bahkan menambahkan bahwa pertunangan mereka tidak pernah menjadi keputusan dia. Jadi seperti cerita orang kaya lainnya, pertunangan ini adalah keputusan dua keluarga yang dibebankan ke anak 17 tahun? kesian amat siih?

Is that a hurtful look on Rachel's face??

Is that a hurtful look on Rachel’s face??

Sebagai ketua angkatan, Chan Young akhirnya memberi tips dan trik ke Eun Sang supaya bisa selamat di SMA Jeguk. Pelajaran pertama: mengetahui sistem kasta di SMA Jeguk.

Kasta 1: Pewaris bisnis – yang termasuk di dalamnya adalah Young Do dan Rachel (karena mereka akan secara langsung mengambil alih perusahaan dari orang tua mereka.

Kasta 2: Pewaris saham – yang termasuk di dalamnya adalah Kim Tan dan Bo Na, mereka tidak akan mendapatkan perusahaan tapi akan bergelimangan harta karena jumlah saham yang mereka miliki karena mereka… ya karena mereka anak dari orang tua mereka, dengan kata lain keberuntungan genetik.

Kasta 3: Pewaris reputasi – yang termasuk di dalamnya adalah Myung Soo dan Hyo Shin, orang tua mereka adalah orang-orang terpandang seperti pengacara, jaksa, hakim agung dan mereka diharapkan untuk menyadang prestis yang sama dengan orang tua mereka.

Kasta 4: Pewaris telor ayam (he!) – yang termasuk di dalamnnya dalah Eun Sang dan Chan Young… bahkan Eun Sang kaget karena Chan Young termasuk di dalamnya; karena walaupun Ayah Chan Young kerja di perusahaan besar, tapi tetep aja dia cuma pegawai dan karena itu ga cocok masuk ke kasta di atas.

Eun Sang cukup gugup melihat posisinya yang kurang menguntungkan, tapi menurut Chan Young setidaknya dia punya satu teman di sekolah itu, yang menurut pengalamannya sudah lebih dari cukup dibandingkan anak-anak lain waktu mulai sekolah disini (tapi mereka bukan anak pembantu, kan Chan Young?)

Eun Sang dipanggil ke kantor guru dan harus menulis data diri yang termasuk di dalamnya: pekerjaan orang tua. Guru-guru ternyata tau kalau dia adalah murid yang kurang mampu karena ibunya seorang pembantu, tapi Eun Sang menutupinya dengan bilang bahwa ibunya adalah seorang ibu rumah tangga… anak kuper yang sering dikerjain Young Do kebetulan ada di kantor. Uh Oh! should I be worry?

Kelas pertama:

Eun Sang sekelas ama Kim Tan, Young Do dan anak yang suka di-bully Young Do (Waah! bukan kelas yang menyenangkan sepertinya)… acara perkenalan berlangsung aneh, Eun Sang bingung waktu ditanya pekerjaan orang tuanya. Demi untuk menyelamatkan Eun Sang, Kim Tan minta dikenalkan dan menyuruh Eun Sang ((pura-pura) dengan kasar) untuk duduk. Young Do cukup pintar untuk tahu itu cuma akting. Di akhir perkenalannya, Tan menambahkan:

(Seperti Eun Sang) Saya juga menginginkan kehidupan di sekolah yang wajar dan biasa saja, mohon kerjasamanya.

Sambil melihat tajam ke arah Young Do. Mmmhh, sepertinya itu cuma wishful thinking ya Tan… dengan reputasi Lucifer (lo dulu ngapain sih pas SMP?) dan nemesis seperti Young Do… “wajar” kayaknya agak terlalu ga mungkin.

In order to be able to stay, I just want a quiet highschool life...

In order to be able to stay, I just want a quiet highschool life…

Saatnya ketemu temen lama… Tan mampir ke ruang siaran dan ketemu sama Hyo Shin, ternyata keduanya akrab banget… so nice to see their interaction. Bo Na tiba-tiba masuk, Tan berusaha menyapa dengan akrab tapi ditanggapi dengan dingin sama Bo Na. Si cewe takut Kim Tan bakal mukulin pacarnya (Chan Young) karena Kim Tan masih suka ama Bo Na. Hahaha… narsis abis!

Lovely reunion between Kim Tan, Hyo Shin and Bo Na

Lovely reunion between Kim Tan, Hyo Shin and Bo Na

Anyway… Di loker, Myung Soo si kepo coba menebak-nebak dimana dia pernah liat Eun Sang… dengan analisis yang cukup akurat tentang dunia orang kaya:

Orang yang SMPnya ga disini dan tiba-tiba muncul seperti ini biasanya bisa dua… kalau bukan OKB, berarti anak beasiswa. Lo yang mana?

Myung Soo adalah tipe orang yang selalu menyuarakan apa yang ga bisa dikeluarkan orang lain, karena dia cukup ga tau diri untuk menanyakan (atau mengeluarkan pernyataan) hal-hal yang kurang sopan. Maksudnya sih ga jahat… cuma clueless aja kalau pertanyaan itu sensitif. Tapi orang semacam itu berguna banget buat kita-kita yang kepo tapi ga berani nanya… dengan ‘kita’ maksud gue adalah Bo Na, Ye Seol dan Rachel, yang walaupun gengsi kita bisa liat kuping mereka naik seperti kumpulan kelinci Lop yang penasaran.

What will Eun Sang do in front of these curious people?

What will Eun Sang do in front of these curious people?

Yang menarik di adegan ini adalah, walaupun Bo Na ga ramah tapi dia juga ga berusaha untuk membuka identitas Eun Sang yang sebenarnya. Hal ini bisa jadi dua sih… satu bahwa dia sebenernya orang yang baik yang tau apa artinya kalau Eun Sang sampai ketahuan anak pembantu (pastinya dia tau lah ya, Chan Young sebagai cowoknya cerita kan?) atau dia cuma ga mau ikut campur aja di urusan ini.

Tapi Kim Tan yang tiba-tiba jawab pertanyaan itu, dan dengan begitu Eun Sang pun punya identitas baru di SMA Jeguk: Eun Sang the new money alias OKB. Eun Sang cukup takut dengan keadaan sekolah itu, dan ga berani untuk membantah Kim Tan. That’s how scary that school is… seseorang yang ga pernah takut siapa-siapa di dunia luar, yang tidak pernah bisa didikte ama anak-anak orang kaya tapi sekarang ga bisa berkata apa-apa untuk mempertahankan dirinya.

Dengan sisa-sisa keberaniannya, dia menolak untuk ikut Kim Tan (ketika si cowo ngajak dia pergi) di depan Myung Soo dan Ye Seol. Kim Tan cuma bisa menatap nelangsa ketika lagi-lagi kemauannya ga diikutin oleh Eun Sang. Aaaww, harga diri pangeran lo terluka ya, Kim Tan?

Hahaha... the tiger is toothless in front of Eun Sang

Hahaha… the tiger is toothless in front of Eun Sang

Alih-alih ngobrol ama Kim Tan, Eun Sang jalan-jalan di… apa ya itu? balkon sekolah? jembatan sekolah? apa lah itu… tenggelam dilamunannya sendiri, Eun Sang ga liat kalau Young Do nongkrong di situ. Young Do – yang sekarang keliatan banget childish dan brengseknya – sengaja ngejegal Eun Sang hanya untuk kemuadian menangkapnya.

Young Do: Lo ga papa?

Eun Sang: Lhah! Lo yang ngejegal gue

Young Do: Kalau ga gitu, gue ga bisa nyelametin lo… (*roll eyes)

footincident

Eun Sang yang pada dasarnya pemberani menganggap Young Do aneh dan tetap ga mau jawab pertanyaan Young Do tentang Kim Tan… tapi Young Do menekankan bahwa dia bukan orang aneh, tapi orang menyeramkan karena mulai saat itu Eun Sang adalah targetnya untuk di-bully. Menurut gue sih, wajar aja ya kalau Eun Sang ketakutan… anak baru di sekolah (yang bahkan sahabatnya aja bilang) yang menakutkan, trus ketemu anak aneh yang bilang dia akan ganggu hidup Eun Sang… itulah kenapa waktu Kim Tan dateng dan nyuruh Eun Sang untuk jalan terus, Eun Sang nurut aja… walaupun sangat amat di luar karakter Eun Sang untuk nurut begitu aja sama orang lain.

Kim Tan: Kenapa sih lo tertarik banget sama dia? Kalau lo penasaran, tanya ke gue…

Young Do: Gue lagi berusaha menjadi teman untuk anak baru, kenapa lo ikut campur sih?

Kim Tan: Tanpa teman lebih cocok buat lo… buat apa nyari temen kalau akhirnya lo buang?

Young Do pun terdiam… Si anak brengsek yang selalu cari gara-gara ama orang, terdiam karena kata-kata Kim Tan yang menohok. Ada sesuatu yang lebih dari sikap Young Do yang nakal… bagaimana dia selalu punya sikap yang super negatif tentang Kim Tan, tapi ketika ketemu orangnya dia lembek. Kayak cewe yang ga bisa ngilangin sakit hatinya terhadap mantan pacar, hehe…

Ex-couple Bickering?

Ex-couple Bickering?

Akhirnya Kim Tan berhasil mengajak Eun Sang ngobrol… si cewek ternyata menghindar dari Kim Tan karena malu terlihat di titik terendah dalam hidupnya, dia pun meminta Kim Tan untuk pura-pura ga kenal apalagi setelah membentuk reputasinya sebagai OKB. Menurut Kim Tan menjadi OKB adalah caranya membantu Eun Sang untuk hidup normal di sekolah itu, sementara menurut Eun Sang hidup dalam kebohongan bukan sesuatu yang normal karena dia akan terus-terusan kuatir kebohongannya terbongkar (touche…). Akhirnya Kim Tan menyuruh Eun Sang untuk berada disisinya karena dengan demikian tidak ada anak yang berani menganggunya, dan kalau bisa menghindar dari Yong Do

Eun Sang: Menurut gue bukan Young Do yang harus gue hindarin… saat ini Young Do ganggu gue dan bahkan anak-anak yang lain ngeliatin gue karena gue ada hubungannya sama lo. Jadi bukan Young Do yang harus gue hindarin. Tapi lo…

Kim Tan ketemuan sama Chan Young di tempat nongkrong temen-temennya, yang awalnya adalah ruang persiapan kuliah tapi dijadikan ruang kerja oleh Myung Soo.. ternyata Kim Tan meminta Chan Young untuk menjaga rahasia tentang status Eun Sang, Chan Young – aga tersinggung – menekankan bahwa ia dan Eun Sang sudah berteman 10 tahun (yang berarti ga mungkin akan membahayakan Eun Sang).

Kim Tan: Justru karena pertemanan itu, kalian ada potensi untuk menjadi musuh. Kalian terlalu banyak tau tentang masing-masing. Setidaknya itu yang gue tau menurut pengalaman.

Potential Bromance?

Potential Bromance?

Chan Young seperti mengerti apa yang dimaksud dengan Kim Tan dan terlihat… prihatin? Setidaknya itu yang gue rasa dia rasakan ya… pembicaraan mereka terganggu oleh Bo Na yang tiba-tiba masuk tapi langsung pura-pura nelpon saat liat Kim Tan. Chan Young cuma tersenyum liat cewenya yang belingsatan sendiri tapi tetep ga kalah ketika Kim Tan mengeluarkan jurus narsisnya.

Sampai di rumah, Eun Sang berusaha untuk membujuk ibunya keluar dari rumah itu, dari pekerjaan itu, yang kemudian diingatkan oleh ibunya betapa susah untuk mendapatkan pekerjaan lebih dari 3 bulan dengan keadaannya yang tidak bisa bicara. Eun Sang yang lagi stress berat bereaksi agak keras – yang membuat gue kecewa – terhadap sang Ibu. This Candy is not that perfect…

Kim Tan lagi di gudang anggur saat Eun Sang tiba-tiba masuk, ‘buta’ seperti biasa. Dia browsing seragam bekas Jeguk yang tentu aja ga ada yang jual, sementara Kim Tan sembunyi di tempat biasanya. Akhirnya dia ga tahan dan ngajak Eun Sang ketemuan, saat Eun Sang nanya Kim Tan ada dimana:

Kim Tan: Disini!!

I love it when it's just the two of them

I love it when it’s just the two of them

Hahaha… that is so cute, I love when playful Kim Tan is around. Beda banget anaknya kalau lagi berdua doang sama Eun Sang dibandingkan kalau lagi di sekitar temen-temen kayanya. Kim Tan minta Eun Sang untuk ikut rencananya, untuk makan siang bersamanya esok hari, tetap menjadi OKB dan berlindung padanya. Walaupun Eun Sang berkeras untuk menghindar, Kim Tan (yang menurutnya lebih tau bagaimana aturan dalam SMA itu) tetap memaksa Eun Sang untuk makan siang bersamanya. Makan siang aja kok diributin siiih? SMA banget… Emmaannng SMA kalleee. ;p

Event yang ditunggu-tunggu pun datang, setelah mengambil makan prasmanan (ala hotel berbintang 5), Eun Sang duduk asal di salah satu meja yang kosong sambil mendengarkan musik dari handphone nya, sampai si anak kuper mendatanginya, mengusirnya dari meja itu dan bahkan tahu bahwa Eun Sang cuma pura-pura dengerin musik pake earphone supaya ga perlu mengacuhkan anak lain. Si anak kuper menasehati Eun Sang untuk tidak pernah membuka jati dirinya yang sebenarnya, dan untuk coba bertahan melewati semua kesusahan di sekolah itu, tidak seperti dirinya yang akan segera pindah sekolah. Tepat ketika Young Do dan kroninya datang, ia mendorong Eun Sang dan segera duduk di tempat itu… kursi panas tempat orang miskin di bully, terdengar ga bermoral yah? Tapi, Aww untuk si anak kuper yang berusaha melindung Eun Sang.

Annoying Kim Tan is better than bullying the weak

To annoy Kim Tan is better than bullying the weak

Melihat ada seseorang yang di bully, Eun Sang udah hampir mau jadi pahlawan pembela kebenaran (ala Jan Di di Boys Over Flowers), tapi di stop sama Kim Tan dan diajak makan siang di meja lain, semua diamati Young Do. Eun Sang akhirnya menyadari maksud Tan untuk makan siang bersamanya, tapi tetep ga habis pikir gimana Kim Tan bisa prediksi kejadian makan siang itu; Kim Tan akhirnya ngaku bahwa sebelumnya dia dan Young Do yang melakukan kenakalan itu bareng.

Makan siang mereka diganggu oleh Young Do yang kayaknya ga pernah nyerah untuk memprovokasi Kim Tan. Gue suka banget dengan reaksi Tan – banting sendok untuk membuat semua anak di kantin memerhatikan mereka – dia nunjukin bahwa dia ga suka ama Young Do, tapi juga berusaha untuk ga bikin keributan; sementara Young Do dengan pasif agresif bener-bener bisa bikin anak baru ketakutan setengah mati. Gue ga suka banget cara mereka buat Eun Sang ada di tengah-tengah, mendikte semua tingkah lakunya, seolah-olah dia ga punya otak untuk melakukan apa yang dia mau. Please give the girl a break, will you!?

hellcanteen

Di kelas musik, lagi-lagi Young Do cari Kim Tan sampai ngusir semua anak di kelas itu (termasuk Myung Soo)… makin lama gue liat Young Do makin kayak cowo yang ga terima cintanya ditolak. Hehehe… get a life, Young Do!! Find a hobby that does not involving other person misery… Kim Tan cuma bisa menghela napas, dia juga berasa ga napas gara-gara nih anak satu. Young Do minta Kim Tan untuk pindah sekolah, kalau ga dia ga jamin ga bakalan keceplosan manggil Kim Tan anak wanita simpanan (baca: anak haram). Auugh!! Parah banget nih orang… tau banget spot untuk bikin Kim Tan bereaksi..

Can get enough fight with Tan, Young Do?

Can’t get enough fight with Tan, Young Do?

Young Do lagi di bengkel saat Eun Sang lagi kerja part time delivery ayam, kali ini Young Do menyadari bahwa dia adalah Eun Sang, mukanya langsung berubah seperti ada bohlam lampu yang menyala. Dengan caranya sendiri akhirnya dia dapetin nomer telpon Eun Sang. Eun Sang diancam untuk nge-save nomer telponnya, kalau ga dia akan tanya kenapa OKB harus kerja part time. Young Do dan gerakan khasnya = ngancem.

Kim Tan pulang ke rumah ketemu Bapaknya dan menanyakan kenapa Won ga pulang ke rumah… karena ingin ketemu Won banget Tan setuju aja untuk ikut Bapaknya, walaupun ga tau untuk apa. Sementara itu Won yang lagi sakit dan hampir disuapin Hyun Joo langsung berdiri dan pergi ketika tahu Bapaknya memanggil semua pemegang saham di hari Sabtu untuk memperkenalkan Tan sebagai putra kedua Grup Jeguk. JiaaahhH!! Pappaaa, and you expect that your two sons will not have a war??! What is up with all the parents in this drama?? Arrggghh…

Seperti bisa diprediksi, Won semakin bete ama Tan karena menurutnya Tan terlalu gegabah untuk pulang ke Korea kalau bener dia ga ngincer kedudukan Won; sementara adiknya masih berusaha untuk meyakinkan Won dan menunjukkan keinginannya untuk disayang sang kakak. Huhuhu, kasian Tan..

Can't you just love me, Hyung?

Can’t you just love me, Hyung?

Yang paling seneng denger Tan ikut rapat direksi adalah ibunya, walaupun anaknya udah keliatan ga pingin bahas, si Ibu malah dengan nyebelin nanya dengan lebih banyak sampai akhirnya Tan keluar ruangan, tapi hal itu ga juga bikin bikin maknya sadar kalau dia baru aja bikin sebel orang.

Di luar Tan ngeliat Eun Sang ketiduran di sekitar jemuran… maka Tan melakukan apa yang paling jago dia lakukan, memerhatikan cewe yang ditaksir dengan begitu intense sampai-sampai batas antara romantis dan menyeramkan agak samar-samar. Kalau yang melakukan bukan Lee Min Ho, hal itu bisa dibilang nyeremin. Hahahaha… it all comes down to the face not to the action.

Hanya melihat ke sisi romantisnya, gue rasa di saat-saat itulah Tan mikir kenapa dia selalu punya kebutuhan untuk ada di dekat Eun Sang, apa yang bikin Tan jadi Tan yang sekarang, apa yang bikin Tan suka sama Eun Sang?

Eun Sang terbangun dengan Dreamcatcher tergantung di tali jemuran, membuatnya sadar bahwa Tan pernah disitu (tapi ga tau seberapa lama…). Sementara Tan sendiri lagi ngelamun menikmati kesengsaraannya sendiri.

Poor Tan just want some lovin...

Poor Tan just want some lovin…

Mama Rachel masih kepikiran adegan cium sama Sekretaris Yoon dan ngarep banget ditelpon ama dia. Lucu banget ketika ada telpon dari nomer ga dikenal bisa bikin dia kegeeran sendiri, tapi tiba-tiba dia liat Sekretaris Yoon lagi ngobrol ama orang lain di depannya. Hahaha… Sekertaris Yoon yang ga tau apa-apa langsung direndahkan untuk menyelamatkan egonya sendiri, untungnya Sekertaris Yoon bukan seseorang yang gampang terintimidasi, akhirnya mama Rachel lah yang harus nelan pil pahit, walaupun ternyata Sekretaris Yoon juga agak terpengaruh dengan kejadian itu.

Setelah direndahkan oleh guru wali kelasnya karena belum juga pake seragam (Ugh! Guru macam apa itu?) Eun Sang liat pengumuman bahwa Ex-kul broadcasting butuh produser baru, karena posisi itu akan mendapatkan gaji maka dia pun mendaftar supaya bisa beli seragam. Hyo Shin jadi curiga karena OKB harus cari uang untuk beli seragam yang kemudian ditutupi Eun Sang dengan alasan uangnya kepake untuk beli tas. Hahaha… Kim Eun Sook dan obsesinya terhadap handbag… Gue berharap Hyo Shin dan Eun Sang bakal jadi temen akrab, karena Hyo Shin bukan tipe orang kaya matrealistis seperti kebanyakan orang di sekolah itu.

Potential new allies?

Potential new allies?

Di ruang loker, Eun Sang harus menyaksikan episode baru Young Do mukulin anak kuper itu… Puluhan anak berkumpul cuma bisa ngeliatin tanpa ada yang berani bantu. Sementara itu selang beberapa loker dari TKP, Kim Tan berusaha untuk ga ikut campur, walau kali ini ia sendiri harus melawan keinginan (terpendam) dirinya. Hopefully soon the tiger will find his tooth again, and now for a good cause. Entah ada angin apa, anak itu tiba-tiba ngelawan dan berhasil melukai Young Do dengan tasnya; tapi ketika dia mau coba mukul, Young Do mengeluarkan jurus Judo dan ngebanting anak itu ke lantai. Saat itulah Young Do bertemu pandang dengan Eun Sang, sambil menginjak anak itu Young Do kasih komentar terakhir tapi lebih untuk Eun Sang.

Gue penasaran apa yang akan terjadi (pada diri lo) di masa yang akan datang

A girl can not catch a break in this school

A girl can not catch a break in this school

And with that, she knew that she is on Young Do’s bad book. Ketika semua orang pergi, Eun Sang berusaha untuk merawat anak itu yang langsung dihentikan oleh Kim Tan. Eun Sang berusaha protes karena dilarang Kim Tan melakukan apa yang harusnya dilakukan semua manusia. Tapi Kim Tan kasi pelajaran, how to survive in Jeguk High 101.

Disini, jangan pernah berada di samping orang yang lemah. Karena begitu kau melakukan itu, kau akan menjadi yang lemah juga.

Untuk ngedapetin name tag nya, Rachel akhirnya nelpon Eun Sang untuk ketemuan; yang mana pertemuan itu akhirnya cuma ajang lain bagi Rachel untuk menyombongkan keadaannya yang selalu kaya sejak tiga generasi sementara Eun Sang cuma OKB yang berarti kastanya tetep lebih rendah dibandingkan dia dan Kim Tan. Singkatnya dia butuh ketemu Eun Sang untuk menaikkan egonya sendiri setelah ngeliat tunangannya perhatian banget sama cewe ini. Hahaha… like mother like daughter.

Pulang dari pertemuan itu, Eun Sang tidur-tiduran lagi di depan mini market pas ketika Young Do lagi makan ramen. Young Do pun tersenyum (tulus) mengingat pertama kalinya dia ngeliat Eun Sang. Tapi kali ini Eun Sang ga tidur, dia cuma pura-pura tidur karena males ngobrol ama Young Do. Untungnya (atau sialnya?) Kim Tan tiba-tiba lewat di depan mereka dan langsung nelpon Young Do. Uh Oh!! Another tensed scene involving those three…

Second Episode ended with this three...

The Second Episode that ended with these three…

Young Do keliatan seneng karena ternyata Tan punya nomer teleponnya, tapi masih coba untuk jual mahal:

Young Do: Kok lo bisa tau nomer telpon gue?

Kim Tan: Nah, lo juga punya nomer gue, kan?

Hahaha!! I love it when Kim Tan outsmarted Young Do… Lucu banget waktu Young Do sok tahu menyimpulkan bahwa Kim Tan dan Eun Sang janjian di mini market itu sementara dua temennya (temen??) bersikeras mereka ga janjian. Muka gregetannya Young Do kocak abis, ga terima banget gitu kalau dia kalah pinter.

Di istana Kim, Kim Tan bertingkah kayak pacar cemburu… nanyain Eun Sang kenapa tidur di tempat umum, kenapa hang out ama Young Do yang semua dijelaskan dengan masuk akal sama Eun Sang. Ketika Kim Tan meminta (hampir memohon karena Eun Sang ga pernah mau nurutin Kim Tan) supaya Eun Sang ga deket-deket Young Do, Eun Sang tanya ada apa antara mereka.

Kim Tan: Gak tau, yang jelas kami saling membenci sekarang.

Eun Sang pun menolak untuk masuk rumah berbarengan, tapi Kim Tan ga kalah licik… pura-pura baru dateng dan langsung ke dapur sehingga mau ga mau mereka harus ‘ketemu’ di depan Madam Han. Madam Han memperkenalkan mereka berdua, sementara Eun Sang pura-pura ga kenal, Kim Tan serta merta bertingkah seolah-olah ia memerhatikan Eun Sang di sekolah. Hal ini ga bisa diterima oleh Madam Han mengingat anaknya yang ganteng setengah mati itu (*roll eyes… true but *roll eyes). Pada akhirnya Madam Han meminta Eun Sang untuk memata-matai anaknya; dengan kata-kata yang sangat merendahkan Eun Sang… Hooh Madam Han!! I don’t think you deserve to say such things, considering your status at that house. Kim Tan yang ternyata masih ngumpet, ngerasa salah atas perlakuan ibunya ke Eun Sang. He’s a sensitive guy, Tan is…

Two different worlds of Kim Tan and Eun Sang

Two different worlds of Kim Tan and Eun Sang

Di kamarnya, Eun Sang menemukan seragam Jeguk (baru dan bukan bekas) yang dibeli ibunya. Awalnya sempet menolak mengingat harga seragam yang hampir sejuta won, tapi setelah diyakinkan oleh Ibunya akhirnya Eun Sang tersenyum haru, ga bisa menyembunyikan bahwa sebenernya dia juga pingin banget bisa pake seragam seperti anak lain di sekolah itu. I love this mother!! Best mother in kdramaland… Remember to treat your mother nicely, Eun Sang!!

Paginya… Kim Tan nyegat Eun Sang di depan rumah untuk berangkat sekolah bareng, dia suruh Eun Sang untuk melapor ke ibunya bahwa ‘semua anak suka sama Kim Tan dan Kim Tan pandai karena Kim Tan ganteng’. Hahaha… ga jelas nih anak, narsis abis.

Eun Sang: Jadi lo mau gue bohong? (*fist pump Eun Sang!!)

Kim Tan: Begitu disuruh ama ibu gue, lo serta merta bilang ‘ya’. Seneng banget yang dapet tugas itu?

Eun Sang: Dari sekian banyak kata-kata yang bisa keluar dari mulut gue di rumah lo, ‘tidak’ bukan salah satunya.

Kim Tan: Jadi itu alasan kenapa lo selalu bilang ‘tidak’ ke gue?

Eun Sang: Haha! Bisa jadi…

Love them when they are alone...

Love them when they are alone…

Their conversation is always at best when there is only the two of them, menjadi diri sendiri selalu membuat interaksi kedua remaja ini menyenangkan untuk dinikmati. Kim Tan yang haus kasih sayang mengeluarkan jurus picisan untuk akhirnya menyandarkan kepala di bahu Eun Sang, sambil berkata:

Kim Tan: Gue ngantuk, gue bangun terlalu pagi untuk lo. Nanti turun dari mobil bareng ya… Lo cantik pake seragam itu.

Makna lain yang bisa disampaikan dari kalimat terakhir Kim Tan adalah bahwa Eun Sang cocok memakai seragam itu yang berarti cocok untuk sekolah di SMA Jeguk. And its either that, or a very handsome boy leaning on her shoulder but Eun Sang seems to like it… so she just lets Kim Tan slept on her shoulder all the way to school. Such a sweet scene.

Di sekolah, mereka satu-satunya yang sudah datang… entah gimana mereka ga berjalan beriringan malah Kim Tan jalan di belakang Eun Sang memerhatikan dari belakang saat rambutnya yang dikuncir kuda bergerak-gerak mengikuti irama langkahnya. Ketika Kim Tan memerhatikan leher Eun Sang, gejolak anak laki umur 18 tahun tiba-tiba menyerang dan untuk menahannya ia memutuskan untuk menarik lepas kuncir Eun Sang. Hahaha! Jadi itu insight seorang anak laki yang narik-narik rambut cewe yang ditaksir? ya ya ya… baru sadar gue sekarang! Again, another sweet scene… cuma adegan rambut shampoo nya aga terlalu berlebihan sih yaa!

3_3

Tiba-tiba Myung Soo dateng, lengkap dengan gaya andalannya nyemprot deodorant ke seragam yang dipake diluar baju gaulnya. Ketika ia mengajak mereka masuk, ia menginjak gambar kapur di lantai yang biasa digunakan untuk menggambar korban meninggal. Sebagai pecinta horror, Eun Sang ketakutan melihat hal itu yang kemudian dijelaskan pada Myung Soo bahwa gambar itu adalah palsu dan tidak ada yang meninggal di situ. Gambar itu terus menerus ada walaupun sudah dihapus, menurut Myung Soo gambar itu semacam protes tapi ga ada yang tahu siapa yang selalu menggambarnya.

Everytime it's being erased, it will magically appear again

Everytime it’s being erased, it will magically appear again

Madam Han dikunjungi oleh sahabatnya, yang walaupun bergaya jet set tapi beraksen dari kampung. Ternyata sahabat ini adalah mamanya Ye Sol (sahabat Bo Na), dia pun menjelaskan apa artinya ikut POMG di sekolah itu. Walaupun Madam Han iri (karena ga bisa pergi ke pertemuan orang tua murid anaknya sendiri), mama Ye Sol mengatakan bahwa rapat itu melelahkan:

Mama Ye Sol: Kau harus pake barang paling mahal dari kepala sampai kaki, kau harus menunjukkan tas mu, semua orang bertanya: “Anda anggota POMG?” atau “Pekerjaan suamimu, apa?”

Madam Han: Hah! Terus kau jawab apa?

Mama Ye Sol: Ku bilang saja, jualan air! (makna lain adalah jual minuman keras atau mempunyai bar)

Madam Han: Kamu gila? Ye Seol ga papa tuh? (secara tulus kuatir…)

Mama Ye Sol: Tenang aja… mereka hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar. Mereka kira aku punya usaha air mineral botolan. kekeke…

I so love her bestfriend…

Ye Seol's Mom is Daebak!!

Ye Seol’s Mom is Daebak!!

Eun Sang akhirnya diwawancara Hyo Shin…walaupun sempet bilang “ditolak” tapi keliatan kalau Hyo Shin suka sama Eun Sang dan hampir pasti diterima (ya iyalah, dia kan karakter utamanya). Tiba-tiba Bo Na masuk dan langsung protes minta supaya Eun Sang ga diterima dengan alasan Eun Sang adalah sahabat pacarnya. Tapi ketika beberapa groupies nya Hyo Shin masuk untuk wawancara, Bo Na langsung merekomendasikan untuk menerima Eun Sang. Hahaha, I guess it’s just the matter of which one is the lesser evil.

Cute Bo Na... just be BFF already!!

Cute Bo Na… just be BFF already!!

Kim Tan masih ngejahilin Eun Sang di sisa hari itu, menarik karet pengikat langsung setelah Eun Sang menguncir rambutnya… agak lucu sebenernya liat muka Lee Min Ho yang dewasa melakukan kegiatan yang SMA banget. Ini makanya banyak yang bilang Lee Min Ho ketuaan untuk peran Kim Tan. Well anyway, his attitude is cute bahkan Eun Sang pun pada akhirnya cuma pasrah dikerjain, tapi ternyata ada orang yang merengut melihat kedekatan mereka. Young Do dari jauh melihat kejadian itu, dan – kalau boleh gue baca hatinya – iri sama mantan temennya yang bisa deket sama cewe yang jadi obyek penasarannya.

That look on Young Do's Face...

That look on Young Do’s Face…

Chan Young dan Kim Tan secara ngga sengaja ketemu di workshopnya Myung Soo, mereka pun saling menginterogasi tentang sejarah masing-masing dengan cewe-cewe yang ada di samping mereka. Lucu banget bahwa mereka saling menekankan bahwa cewe-cewe itu tadinya lebih besar (dan kuat) daripada mereka, dan oleh karena itu dulu Kim Tan mencari kehangatan dengan megang tangan Bo Na dan Chan Young dilindungi oleh Eun Sang dari anak-anak nakal.

Haha... they both were once a wimp!!

Haha… they both were once a wimp!!

Won pulang ke rumah, cuma buat pamit dan ambil barang-barang kesayangannya… tapi Tan langsung lari menemui kakaknya kayak anak umur 7 tahun. Sayangnya Won cuma bisa dingin seberapa pun Tan mencoba untuk membuat Won tinggal di rumah lagi. Di satu titik, Tan tiba-tiba memeluk Won yang membuat sang kakak terkaget-kaget. I see a glimpse of humanity in his eye, hopefully that cold exterior is just an act and someday will just fade… I demand Kim Bromance, now!!

Aaw, poor Tan!

Aaw, poor Tan!

Kim Tan dan Eun Sang janjian di tempat rendesvouz mereka, sambil dengerin musik mereka pun ngobrol dengan normal. Sesuatu yang hanya bisa mereka lakukan disitu. Gue selalu suka adegan di wine cellar, karena dengan begitu kita bisa lihat bagaimana seharusnya kalau Eun Sang ga sekolah di SMA Jeguk dan mereka bisa bertemen seperti di US.

Kim Tan: Gue boleh tanya sesuatu ga?

Eun Sang: Ga boleh, pertanyaan lo selalu berbahaya..

That refers to all rethorical question that Kim Tan asked from the beginning of their friendship: “Do I like you?”… “Do I miss you?”

Paginya di sekolah, anak-anak ngumpul di depan kelas karena ga boleh masuk sama Young Do; berusaha membuktikan bahwa Eun Sang bukan OKB dengan cara paling kasar yang bisa dipikirkan anak SMA. Young Do membongkar paksa isi tas sekolah Eun Sang dan Bo Na yang secara kebetulan memaksa masuk (kroninya Young Da ga berani ama Bo Na, hehehe!); melihat isi tas Eun Sang dan Bo Na yang bertolak belakang, Young Do kembali menekankan bahwa Eun Sang bukan OKB. And your point being??? Luckily, Bo Na does not say anything in fact I kinda feel that she stood up for Eun Sang. Atta girl, I think I’m gonna love you by the end of this series…

The Jerkfest

The Jerkfest

Akhirnya Chan Young si ketua angkatan masuk dan langsung dapet pengaduan dari Bo Na… the ever nicest bestfriend immediately to the rescue

Chan Young: Lo bikin semua anak ga bisa masuk kelasnya, lama-lama gue jadi ga suka ama tingkah lo.

Young Do: Kenapa sih anak baru punya banyak ksatria yang membelanya? Gue jadi pingin ikutan berkompetisi

Gosip sampai ke kelas Kim Tan bahwa Young Do ngerjain Eun Sang, tapi belum sempat Kim Tan berlari menyelamatkan Eun Sang, guru bahasa inggrisnya masuk. Akhirnya sepanjang pelajaran Kim Tan belingsatan ga tenang, Rachel yang duduk beberapa meja darinya menyadari ini… she seems to be concerned… I don’t know I don’t really understand this girl. Is she jealous? Or concerned that her fiancee have a bad mood? Begitu pelajaran selesai, Kim Tan langsung keluar cari Eun Sang…

Come on Rachel, step up and be a human!

Come on Rachel, step up and be a human!

Dimana lagi kalau bukan di ruang loker, melihat dengan takut-takut ke arah Young Do yang (lagi-lagi) berurusan sama si anak kuper (maap! gue sampai lupa nama anak ini sapa…) Hadeeuuh!! mulai cape deh ama tingkat kekerasannya Young Do. We get it!! He’s an ass… can we move on!? Tapi kali ini Young Do kelewatan (kalau menurut gue, ya! Walaupun sebelumnya kelewatan juga siiih… tapi yang ini suppeerr kelewatan); gara-gara si anak kuper mukul Young Do pake tasnya (yang mana lukanya cukup di plester kecil di pipi), Young Do lapor polisi dan menuntut si anak… Augh!! Lo pake pengacara bapak lo yang mahal-mahal buat beginian? Young Do akhirnya mau mempertimbangkan untuk melepaskan tuntutan kalau… si anak kuper berlutut!

Jerkfest episode 353

Jerkfest episode 353

Bahkan Rachel dan Myung Soo aja kaget dan ga tega liatnya… say something you spoiled brats!!!

Akhirnya yang berani berbuat sesuatu adalah Kim Tan (yay!! he finally wakes up…)

Kim Tan: Bangun!

Joo n Young: Ini bukan urusan lo, lo tuh sama aja sama Young Do

Kim Tan: Waktu SMP lo pernah gue bully ya?

Joon Young: Setidaknya Young Do inget (kalau pernah bully gue)

Kim Tan: Maaf! Untuk itu gue akan bayar lo dengan cara ini.

Genggaman Kim Tan pun melayang ke pipi Young Do yang membuat semua anak di ruangan itu terpana. Things just got heated!!

Kim Tan: Lo gue pukul juga, coba bikin gue berlutut!

Finally... you ARE alive, Tanny!?

Finally… you ARE alive, Tanny!?

Young Do baru aja mau bales mukul, tiba-tiba seorang guru dateng dan membuat anak-anak bubar. Taellah Pak! Kemane aja pas Young Do mukulin Joon Young? You magically appear NOW?? Dua anak itu dibawa ke kepala sekolah. Kim Tan dimarah-marahin di depan Young Do, diancam pindah sekolah dan diaduin ke Won. Hahaha, di aduin ke Won lebih menakutkan dibanding pindah sekolah.

Di luar, Young Do masih bersikukuh memaksa Tan untuk pindah sekolah… Kalau Kim Tan beneran pindah sekolah gimana ya? Nanti Young Do kangeeenn… ;p. Setelah ritual saling mengancam, mereka berjalan ke arah yang berlawanan. dimana masing-masing berpapasan dengan diri mereka 3 tahun yang lalu… (??) flashback to the day when their friendship started to break.

Kim Tan kecil bertanya pada Young Do kecil (yang mukanya sama bengalnya sama Young Do remaja) kenapa dia menghindar dari Tan, apakah karena hal yang mereka lihat beberapa hari yang lalu. Young Do langsung naik pitam dan berusaha tidak membahas hal yang sedang mereka bicarakan. Kim Tan kecil yang selalu penuh kasih sayang berusaha menghibur sahabatnya dengan mengatakan hal itu bukan memalukan, tapi memilukan.

Kim Tan: Banyak yang mengalami hal yang kau alami, sebenarnya aku bukan anak kepala sekolah, aku punya ibu lain. Kau orang pertama yang ku beritahu tentang hal ini.

Young Do: Jadi kalau wanita yang kita lihat kemarin punya anak, dia akan seperti kau? Anak haram?

My heart breaks for Tan...

My heart breaks for Tan…

Okay! That CAN be a reason for hating Tan. Because the thing that you’re most scared of happens to be your bestfriend, and you don’t know it the whole time. Tan pun baru menyadari bahwa mereka berada di dua sisi yang berbeda, usahanya untuk menghibur berbalik, malah membuat mereka jadi bermusuhan.

Rachel pulang dijemput sang Mama, yang secara ngga sengaja ngelihat Tan pulang sekolah. Walaupun dicegah, mamanya tetap berusahan menyapa Tan dan beramah-tamah yang mana si lawan bicara tampak ogah-ogahan. Rachel bukan anak bodoh, melihat kelakuan Tan di sekolah, kata-kata Bo Na yang menekankan bahwa Tan ada hubungan dengan Eun Sang dan reaksi Tan pada ibunya cukup membuatnya berkecil hati… walaupun dia juga tahu Tan sama sekali ngga tertarik untuk meneruskan pertunangan itu. Namun demikian Rachel tetep membela Tan, karena setidaknya tunangannya lebih baik dari tunangan ibunya. Ayah dan anak sama saja, itulah kenapa Tan hari ini mukul Young Do.

Rachel: Karena dia memang pantas dipukul!

Ha! Never though I’d say this… but sometimes I like this girl.

Sekertaris Yoon sedang menemani Ayah Kim di rumah sakit untuk melaporkan keadaan saham Jeguk. Mama Rachel sudah memiliki 2.1% saham Jeguk, bila dia menikahi ayah Young Do, dia akan menambah jumlah itu menjadi 3.4% pertanyaan menarik yang dilontarkan ayah Kim:

Ayah Kim: Menurut mu, pernikahan ini akan terjadi?

Sekertaris Yoon: Karena bukan atas dasar cinta, maka pernikahan ini akan terjadi.

Wahahaha… bener-bener crazy world of the riches. How lonely that kind of life would be, ya?! Keluar dari meetingnya, Sekertaris Yoon papasan dengan mata-mata ayah Kim yang kebetulan nenteng amplop Jeguk. Hal ini ga kelewat dari mata Sekertaris Yoon, ia pun bertanya-tanya identitas orang itu.

Best bestfriend ever Chan Young kasi bantuan ke Eun Sang di perpustakaan untuk persiapan mid test ketika seseorang yang dinamai “Jangan Dijawab” menelepon terus-terusan. Setelah Chan Young pergi, baru Eun Sang angkat telponnya yang ternyata adalah Young Do. Young Do berusaha mengajak Eun Sang makan Jjajjangmyun (penasaran gue ama rasanya mi item ini.. *pergi bikin mi goreng). Awalnya Eun Sang menanggapi dengan dingin… tapi Young Do mengirim Joon Young ke Eun Sang, bila Joon Young bisa membuat Eun Sang datang… Young Do akan membatalkan tuntutannya. Auughh!! Young Do!! You little brat!! Sc*mbag!! How can a girl say no to that (in a bad waayy!!)

Teman seperjuangan(??)

Teman seperjuangan(??)

Maka Eun Sang pun dateng ke hotel Young Do, ngeliatin Young Do makan… Gue juga ga bakal selera makan kalau eventnya kayak begitu. Eun Sang masih berpikir kalau Young Do cuma ngejahilin semua orang. Pake alasan tuntutan hukum untuk mengancam Joon Young dan membuat Eun Sang dateng. Tapi Young Do beneran janji bakal membatalkan tuntutan karena Eun Sang ada di situ. Dengan kalimat yang sangat ambigu, Young Do menyatakan bahwa Eun Sang adalah bunga (you need to learn other pick up lines!). Tapi Eun Sang ga tersentuh dengan kata-kata Young Do.

Learn some moves from Tan, will you?

Learn some moves from Tan, will you?

Rachel tiba-tiba datang dan (tentu saja) liat Eun Sang disitu… hal ini cukup mengagetkan karena Eun Sang tampaknya berurusan dengan semua lelaki dalam hidupnya. Hahaha.. kinda hurt your ego, little princess? Alasan awal Rachel datang adalah untuk menagih janji Young Do mengacaukan rencana foto (calon) keluarga antara keluarga mereka… (padahal merrit aja belum…) Keluar dari kamar itu, Rachel dengan lucunya nelpon Tan untuk kasih tau kalau Eun Sang lagi makan bareng Young Do. Hmmm, apa ya maksudnya? manas-manasin Kim Tan kalau kecengan lagi makan sama musuh bebuyutannya, dengan harapan Kim Tan bakal menyerah dan ga suka lagi ama Eun Sang. Dengan begitu Kim Tan akan suka ama Rachel?? okay… maybe she’s not that smart!

Mama Eun Sang di sms seseorang mengundangnya dateng ke acara pertemuan orang tua SMA Jeguk, yang tentu aja ga dijawab karena ga mungkin dia dateng ke acara itu. Mama Kim Tan melihat hal itu dan menunjukkan bahwa mereka berdua sama-sama tidak bisa datang ke acara orang tua murid di sekolah anak mereka sendiri dan menyebut hal itu “menyedihkan”. Aawww, those fancy things in your life doesn’t look as beautiful when you think like that, Kim Tan Omoni?? Not being able to be a parent to your own son, a good looking son at that?? It is heartbreaking.

The beginning of a wonderful Womance...

The beginning of a wonderful Womance…

Kim Tan galau abis (jiah, galaaau!!) denger Eun Sang pergi ke hotelnya Young Do, tapi ketika dia sampe ke kafe ternyata Eun Sang sudah disitu, kerja. Kim Tan sedikit lega tapi tetep meng-konfront ke Eun Sang. Ketika dia tahu Eun Sang beneran ke hotel Young Do, Kim Tan kayak kena serangan panik.

Kim Tan: Lo gila ya? Lo pikir lo kemana?

Eun Sang: Yee… Waktu di Amerika gue juga ke tempat lo, padahal bisa aja lo pengedar narkotika. Gue  ngga melakukan sesuatu yang bodoh!

Kim Tan: Itu tuh bodoooh!! (tapi suka kaan?), ko lo bisa percaya ama gue, bodoh? Kalau ada apa-apa gimana?

Eun Sang: Kan lo ga bakal nyakitin gue

Kim Tan: Tau darimana kalau gue ga bakal nyakitin lo?

Tapi Eun Sang menjelaskan semuanya ketika Kim Tan tanya kenapa dia ke hotel Young Do, bahwa ia membantu teman yang bernasib sama sepertinya. Tapi hal itu ga membuat Kim Tan tenang.. karena tujuan Kim Tan hanya satu untuk membantu Eun Sang mendapatkan keinginannya untuk hidup normal selama SMA, tapi hal ini tidak akan membuatnya mencapai tujuan itu dan berlawanan dengan rencananya, dan karena itulah dia kuatir terhadap Eun Sang… yang diekspresikan dengan cara paling barbar dan kekanak-kanakan = marah-marah ngga jelas. Eun Sang ga terima diperlakukan seperti piaraan, dia pun membalas.

Eun Sang: Lo tau ga alasan Young Do cari gara-gara sama gue? Karena lo

Kim Tan: Gue tau… makanya gue kayak begini. Gue ga mau lo kenapa-kenapa karena gue! Bisa ga sih, ga bikin gue kuatir? Diem aja di tempat!

Eun Sang: Lo aja yang jangan ikut campur urusan gue, lo bikin hidup gue lebih berat… gue cuma pingin hidup biasa-biasa aja supaya bisa cari kerja di umur 20, tapi semuanya berantakan, gue ga tau cara benerinnya gimana…

Kim Tan: Lo mau gue kasih tau? Keluar dari rumah gue besok! (Whaaa?) Ga bisa? Masih mau sekolah? Kalau gitu, mulai sekarang lo harus suka gue… kalau bisa dengan hati lo, karena gue sudah mulai suka sama lo..

3_18

Eerr, okeh… gue ga ngerti, lo suka ama Eun Sang bisa bikin hidup Eun Sang lebih mudah, bagaimana?? Umur gue udah 32 tahun, itu mungkin alasan gue ga ngerti jalan pikiran anak 18 tahun di dalam tubuh Lee Min Ho yang sudah akil balik bertahun-tahun yang lalu…

Eun Sang berusaha untuk menetralkan keadaan, dengan tidak menerima maupun menolak ‘pengakuan’ Kim Tan, pacaran adalah hal kesekian yang ada di pikiran Eun Sang (not that I blame her…), terlalu banyak yang ingin dicapai Eun Sang, dan cowo hanya akan menjadi pengalih perhatian yang tidak dia butuhkan, apalagi cowo yang ada di hadapannya adalah anak orang kaya dengan banyak sekali tetek bengek di bahunya.

Kim Tan dan Eun Sang sama-sama ditelpon keluarga Kim, kalau Kim Tan bisa menolak telpon ayahnya, Eun Sang tidak punya keistimewaan yang sama untuk menolak telpon Eun Sang (and that’s why we’re different, she said). Karena Eun Sang tidak mau mendengarkan Kim Tan, penuh putus asa akhirnya Kim Tan yang menjawab telpon Eun Sang; kemudian menuntut jawaban Eun Sang atas pengakuannya.

Alih-alih menjawab pertanyaan Kim Tan, Eun Sang lebih meributkan handphonenya. Gue ga tau apakah Eun Sang beneran kuatir handphone nya ga dibalikin Kim Tan atau itu salah satu caranya untuk menghindar dari pertanyaan yang ga dia suka… she has some skill. Haha… but it is heartbreaking (to Kim Tan also), how a phone is so important to her that she is tearing up just because of the thought that she might loose it. Park Shin Hye sure knows how to cry…

Kim Tan: I’m about to go crazy, that I might just hug you…

Eun Sang: I’ll kill you (if you dare)

For once she let herself surrender

For once she let herself surrender

Kim Tan pun sedikit melunak, sedikit lebih sopan (dan memerhatikan lawan bicara nya), ia pun menambahkan

Jangan nangis… Jangan bilang lo ga suka sama gue, bilang aja lo akan memikirkannya. Aku mohon.

Good Job, Kim Tan!! That is a better way to act in front of your crush…

Di rumah, Madam Han menginterogasi Kim Tan tentang kenapa Kim Tan yang jawab telpon Eun Sang, mau ngga mau Kim Tan cerita tentang kejadian di sekolah memukul ‘seseorang’. Madam dengan lucunya langsung bertanya siapa yang dipukul dan apakah dia lebih kaya dari Jeguk Grup. Sinis, Kim Tan bertanya apakah ibunya tidak mau tahu kenapa Kim Tan memukul orang itu. Reaksi Madam Han kocak abis…

Oh, harusnya tanya itu dulu ya?

She needs to get her priority straight

She needs to get her priority straight

Wak wak waw!! Keep practising to be a mother, Madam Han! Karena ga dapet jawaban yang memuaskan dari anaknya sendiri, Madam Han pun memanggil Eun Sang untuk ditanya-tanya, tapi darinya pun Madam Han ga dapet apa-apa. Saking kesalnya, Madam Han memarahi Eun Sang karena berani membuat Kim Tan mencari Eun Sang… Menurutnya Eun Sang tidak pada posisi bisa bertemu Kim Tan di publik seenaknya dan bila Eun Sang dan ibunya masih ingin tinggal di rumah itu, ia dilarang untuk melakukannya lagi.

Grrrr!! Having heard something like that is already hurtful… but the fact that it comes from a mistress, let alone someone that is not supposed to be in that house either!!?? I don’t blame Eun Sang for hating Kim Tan right now. I know it’s not Kim Tan’s fault… but I also understand that Eun Sang just want some peace, and being pushed around by Kim Tan to be with him is not one way to do it…

I'll slap her for you Eun Sang... anytime!

I’ll slap her for you Eun Sang… anytime!

Kim Tan sendiri pun ditanya-tanya sama bapaknya… tapi bukannya menjawab pertanyaan, Kim Tan memberikan pernyataan agak rebellious, menunjukkan pada ayahnya bahwa ‘kepeduliannya’ ini agak terlambat karena sebelum-sebelumnya Kim Tan melakukan hal yang lebih buruk tapi gak pernah dapet perhatian dari sang Ayah. Kim Tan dan Won bener-bener saudara, walaupun hampir ga pernah berkomunikasi tapi reaksi mereka terhadap ayahnya bener-bener sama. Seandainya aja mereka berdua tau itu.

Di luar Kim Tan ketemu Eun Sang yang baru keluar dari kamar Madam Han… Eun Sang jadi jauh lebih dingin dari sebelumnya, takut Madam Han lihat mereka berdua ngobrol. Kim Tan berusaha mencairkan suasana dengan bercanda yang ditanggapi dengan dingin oleh Eun Sang.

Setidaknya, marilah kita bercanda… gue pingin bikin lo merasa lebih baik.

Karena Kim Tan ga mau ninggalin Eun Sang sendiri, Eun Sang pun memutuskan bahwa dia yang harus pergi masuk ke kamarnya. Kim Tan berkoar-koar bahwa seluruh sudut rumah itu adalah miliknya, jadi dia bebas kemana saja… hal yang membuat kita berpikir Kim Tan sombong, tapi kemudian dia menambahkan

Lo tau ga, gue lega banget karena lo tinggal di rumah gue.

I like how he still wants to make her happy...

I like how he still wants to make her happy…

Walaupun terharu, Eun Sang berusaha melawan dan meninggalkan Kim Tan sendiri. Tapi bahkan dia sendiri ga bisa melawan perasaannya, malam itu Eun Sang kebayang-bayang hari-harinya bersama Kim Tan di US, interaksi-interaksi mereka. Takut bahwa dia akan kebawa perasannnya sendiri, Eun Sang memasang alarm lebih pagi supaya ga ketemu Kim Tan; saat itulah dia melihat bahwa Kim Tan memposting sesuatu di SNSnya (dia masih juga belum log out.. haha!), sebuah foto dari buku kumpulan puisi berjudul “Hampir seolah-olah kita tinggal bersama” yang oleh Tan di rubah menjadi…

Hampir Seolah-olah kita tidur bersama

Suka banget fakta bahwa Kim Tan adalah cowok bandel yang suka baca novel. Hahaha…

Paginya… saat matahari aja masih setengah, Eun Sang udah di sekolah bawa sebotol air dan nasi bungkus (bungkus rumput laut, bukan nasi rames… he!), berniat untuk menikmatinya sendirian; cuma untuk mendapati Kim Tan udah duduk manis di depannya. Aaaw, Kim Tan! You know her too well.. Tapi ternyata Kim Tan cuma pingin memastikan bahwa Eun Sang sekolah hari itu, karena semaleman dia berpikir yang aneh-aneh. Walaupun ga ceria, tapi Eun Sang sudah mulai menanggapi Kim Tan dengan normal.

Always love when they're alone

Always love when they’re alone

Sekertaris Yoon menemui bosnya di hotel untuk menginformasikan bahwa ayah Young Do ingin sarapan sama Won. Ga tau kenapa tapi kayaknya Won anti banget sama Papa Young Do; tapi sekertaris Yoon menyarankan Won untuk tetap bersikap baik padanya, karena ada kemungkinan nanti Won yang membutuhkan Papa Young Do.

Ternyata perusahaan konstruksi Jeguk punya proyek yang disebut JJ Convention, karena sesuatu hal ada indikasi bahwa Jeguk Grup akan dikhianati oleh salah satu partnernya, oleh karena itu ada kemungkinan mereka akan memerlukan partner baru, salah satunya bisa jadi Hotel Zeus punya Papa Young Do. Tapi untuk sementara waktu mereka akan jual mahal sedikit, supaya mereka ‘lebih ramah’ kalau kata Won…

Selesai meeting, secara random Won menanyakan apakah hari ini jadwal pemeriksaan ayahnya pada sekertaris Yoon; ia pun bertanya apakah sekertaris Yoon akan ikut. Ketika sekertaris Yoon bertanya apakah sebaiknya ia tidak ikut, Won menjawab dengan ketus:

vlcsnap-2013-12-21-22h56m35s22Kim Won: Ga mungkin banget lo ga ikut (dengan kata-kata yang lebih sopan karena di lingkungan kantor gituu… well you get my point!)

Sekertaris Yoon: sebenernya hubungan kita ini apa? (ga di depan Won, tapi dengan muka yang bener-bener bingung)

Hahaha… Won punya potensi jadi pacar yang obsesif nih kayaknya.

Di sela-sela jam pelajaran, Eun Sang ketemu Kim Tan di depan ruang siaran. Karena mendengar Eun Sang akan ketemu Hyo Shin, Kim Tan menawarkan bantuannya untuk melobby Hyo Shin.

Eun Sang: Gimana caranya?

Kim Tan: Dengan tubuhku…

Dengan tubuhku...

Dengan tubuhku…

It’s so funny how narcisstic Kim Tan is, Eun Sang bisa tersenyum sedikit melihat Kim Tan yang selalu bercanda berusaha membuat perasaan Eun Sang lebih baik. Kim Tan menanyakan apakah Eun Sang memikirkan pertanyaannya kemarin yang (lagi-lagi) ga dijawab sama Eun Sang.

Bo Na keluar dari ruangan siaran dan langsung pingin kabur begitu liat Kim Tan, tapi gagal karena Chan Yong dateng berpura-pura jadi fans nya. Kim Tan menggulung matanya melihat pasangan picisan itu sedangkan Eun Sang melihat Chan Young sebagai alat melarikan dirinya. Kim Tan berusaha menghalangi jalan Eun Sang, tapi Eun Sang dengan sigap mengelak, jalan ke arah Chan Young, minta maaf pada Bo Na, minta Chan Young mengajarinya untuk mid test dan meninggalkan Kim Tan, semua dalam hitungan detik. Hahaha I love how Eun Sang and Kim Tan (sort of) can predict each other reaction by now… Kim Tan dan Bo Na hanya merengut ketika keduanya pergi.

Gone with the wind

Gone with the wind

Sebelum meninggalkan Kim Tan, Bo Na akhirnya memutuskan untuk mengkonfront Kim Tan karena mengira menurutnya Kim Tan masih punya feeling padanya. Si jahil Kim Tan pun mengikuti “permainan” itu dan malah membuat Bo Na semakin kuatir karena dia udah punya pacar. Hahaha, I love their relationship… Bo Na is soo narcisstic and cluesless, it’s cute. And Kim Tan?? Kayaknya ga bisa banget melewatkan kesempatan untuk godain Bo Na, I love playful Kim Tan

Narcisst meets Narcisst

Narcisst meets Narcisst

Chan Young dan Eun Sang ngobrol di halaman sekolah, mereka bernostalgia masa kecil mereka saat semua anak di sekolah mereka yang lama selalu melihat Chan Young sebagai anak orang kaya karena ayahnya bekerja di perusahaan besar.

Chan Young: Ya, baru setelah gue sekolah disini gue sadar: Bokap gue kerja di perusahaan besar, tapi bokapnya temen-temen gue yang PUNYA perusahaan-perusahaan besar

Eun Sang bilang bahwa dia akan segera mengakui dan meluruskan semua kebohongan mengenai dirinya yang sorang OKB, tapi yang buat dia terkejut adalah ketidaksetujuan Chan Young. Menurutnya Eun Sang sebaiknya terus pura-pura sampai lulus SMA, karena Joon Young si anak yang selalu di bully hari ini pindah sekolah.

Eun Sang melihat Joon Young berjalan keluar gerbang sekolah, sedih tapi lega… Mungkin itu yang ada di perasaanya saat itu. Beberapa anak mendekati dan mengamati Joon Young bersamaan sambil berkomentar semoga Joon Young membawa semua kasus beasiswa bersamanya, yang membuat Eun Sang ragu akan keputusannya untuk membongkar kebohongannya. Sheeess!!! What is up with those Korean riches? Is poverty a disease or something?? Are all rich people like that?

Di loker Eun Sang ditelpon oleh “Jangan diangkat” dan tidak mengacuhkan, tapi si penelepon ternyata ada di belakangnya. Sekarang setelah Joon Young ga ada, sepertinya Eun Sang adalah target Young Do untuk menghilangkan rasa bosan, ya? Eun Sang kaget setengah mati ketika Young Do tiba-tiba (sok) sakit hati karena namanya ditulis sebagai “jangan diangkat” dan menuntut untuk melihat bagaimana nama Kim Tan di simpan di handphone nya. Poor Eun San can’t seem to catch her break.

Creepy abis si Young Do...

Creepy abis si Young Do…

Dari Young Do Eun Sang tau namanya terpampang di mading sekolah, ternyata Eun Sang diterima untuk masuk ke klub siaran. Ketika ia melihat pengumuman itu, ia menemukan catatan kecil yang ia tinggalkan untuk Kim Tan di Amerika.

3_28

Aaaaawwww!! That is sooo Kim Eun Sook style, she always have this sweet little surprises that makes us back to previous episode and swooon… Kim Tan ternyata berhasil menemukan catatan kecil itu di tumpukan jerami kertas mading. Ketika Eun Sang menanyakan hal itu, Kim tan protes bahwa Eun Sang menolak mentah-mentah untuk memberikan nomer telponnya, tapi bisa repot-repot dateng ke sekolahnya untuk meninggalkan pesan kecil kayak gitu. Ha! You’re so busted Eun Sang… Eun Sang menanyakan mengapa Kim Tan begitu ngotot untuk berbicara padanya waktu itu…

Lo dimana? Lo sama siapa? Apakah lo sudah pergi? Apakah lo harus pergi? Jangan pergi… Tinggal disini sama gue, gue kangen

Kim Tan menanyakan lagi apakah Eun Sang memikirkan pertanyaannya kemarin, Eun Sang berusaha mengelak dengan cara mau pergi ke kelas, tapi sayangnya dia berjalan ke arah yang salah. Ha! You’re busted twice in a mere five minutes… Kim Tan just smirk to see such cuteness.

3_30

Frustrated Kim Tan could never get Eun Sang to do what he wants…

Kejadian itu diliat oleh Rachel yang keliatan cemburu, Hyo Shin yang kebetulan lewat bercanda menawarkan untuk memukuli Kim Tan. Rachel yang sekali lagi dengan vibe yang berbeda malah membicarakan obat herbal yang lagi diisep-isep sunbae Hyo Shin… He looks like a five year old, that sunbae… Hyo Shin bilang bahwa dia butuh obat-obatan untuk membantunya belajar mempersiapkan ujian. Kim Tan akhirnya menyadari kehadiran Rachel dan mengajak ngobrol.

Hyo Shin Sunbae manage to be on everyone's business

Hyo Shin Sunbae manage to be on everyone’s business

Terang-terangan Kim Tan mengakui kalau dia suka sama Eun Sang, Rachel cuma kagum bahwa Kim Tan bener-bener mengucapkannya dan mengkuliahinya bahwa ia tidak akan berakhir bahagia dengan gadis seperti Eun Sang. Kim Tan tau itu dan oleh sebab itu meminta bantuan pada Rachel yang pernah menjadi temannya, untuk tidak menjadi salah satu dari halangan mereka.

Kim Tan: Karena gue udah menetapkan bahwa gue akan maju, dan akan berurusan dengan konsekuensinya nanti.

Rachel: Kalau lo pikir gue ga akan tersakiti dengan sikap lo ini, lo salah…

Aaw, did you just admit that you like him? Wait until you know who he really is, let’s see if you still like him then…

Sekertaris Yoon beneran nemenin Ayah Kim di rumah sakit, dimana ia melihat amplop Jeguk misterius. Adalah Ayah Kim yang pertama kali menanyakan mengapa Sekertaris Yoon membawa Mama Eun Sang untuk bekerja pada keluarga Kim 5 tahun yang lalu. Hahaha… Jadi SEMUA ini adalah salahnya berkat Bapaknya Chan Young? Turns out he’s the puppet master in that company and family. Sekertaris Yoon cerita bahwa ia berkenalan dengan orang tua Eun Sang saat ia menjadi langganan di warung kaki lima yang dijalankan oleh mereka. Ayah Eun Sang harus dirawat rumah sakit untuk waktu yang lama, sampai-sampai hingga saat ini ia masih terlilit hutangnya.

Sekertaris Yoon balik bertanya mengapa Ayah Kim menyekolahkan Eun Sang ke SMA Jeguk, jawaban Ayah Kim:

Evil Dad Mode: On

Evil Dad Mode: On

Supaya ia mendengar dari ratusan orang, mengapa ia tidak bisa bersama Kim Tan…

Hmpphh, so we ARE going to that path? Gue berharap lo cuma akan jadi ayah yang memberikan tough love dan tujuan lo mengirim Eun Sang adalah membuatnya menjadi wanita kuat yang pantas untuk mendampingin Kim Tan di dunia yang begitu kejam itu, hingga Eun Sang tidak berakhir seperti Mama Won yang kabur dan meninggal sendirian di Amerika. Ternyata, lo cuma tipikal ayah kaya yang selalu ada di kdrama. Oh well!! a girl can dream right. Jawaban Ayah Kim kena banget sama Sekertaris Yoon, sampai-sampai ketika ia ketemu Mama Rachel (they sure do bump each other so much, ya?), ia menekankan bahwa ia baru diingatkan mengapa dulu mereka putus. Aaaawww, this is not a foreshadowing for the fate of Chan Young and Bo Na right??

Can't you two just make out like last time?

Can’t you two just make out like last time?

Sekertaris Yoon telpon Hyun Joo yang lagi makan ramyun di salah satu mini market untuk janji ketemuan. Melihat jam sudah siang, Hyun Joo buru-buru menyelesaikan makanannya, tapi Hyo Shin yang melihat dari kejauhan mengirim sms bahwa ia akan terlambat, karena mendapatkan kabar seperti itu, Hyun Joo pun bisa makan dengan tenang. Aaw, you’re such a sweetheart Sunbae!! Di rumah pun Hyo Shin ga henti-hentinya flirting sama gurunya. Jadi Sunbae beneran suka ya sama Bu Guru?? Tapi Hyun Joo selalu berusaha menetralkan keadaan.

Young Do berusaha untuk menghentikan rencana foto ‘keluarga’ dengan cara menantang ayahnya sparring Judo. Sang Ayah menerima dan lalu mencurangi anaknya sendiri dengan mencekik lehernya sampai jatuh ke matras. Pelajaran hari ini: Yang penting adalah menang. Ck ck ck… pantes aja anaknya begono, Bapaknya aja gangster.

Young Do yang terluka egonya, pergi ke tempat kerja Eun Sang (untuk memulihkan ego dengan cara bully orang??). Sekali lagi dia memergoki Eun Sang tidak menerima telponnya. Eun Sang ketakutan ketika melihat Young Do lagi duduk manis, berarti dia tau setidaknya dua tempat kerja Eun Sang… segera Eun Sang pasang tembok defensif, dan menanyakan tujuan Young Do ke tempat itu.

Ga ada… gue kesepian aja

I Think Eun Sang felt Young Do's sincerity

I Think Eun Sang felt Young Do’s sincerity

Huhuhu… melihat muka nelangsanya gue hampir percaya kalau dia beneran kesepian, atau emang bener ya? Young Do kasih tau bahwa tuntutannya sudah dia batalkan, yang membuat Eun Sang aga kaget. Baru aja dia mau bertanya lebih lanjut, Kim Tan menyelak… dia berdiri di depan pintu dari tadi.

Maka dimulailah babak baru dua anjing memperebutkan tulang ayam. Kim Tan kaget ketika tau Young Do tau semua tempat kerja Eun Sang, yang berarti rahasia OKB Eun Sang sudah diketahui Young Do. Tapi Kim Tan masih berusaha tenang dan menyuruh Eun Sang meneruskan pekerjaannya (supaya Eun Sang ga perlu liat duel dua puddle itu).  Kim Tan berkoar-koar bahwa dia dan Eun Sang keliatan cocok, tanpa membantah maupun mengiyakan fakta bahwa mereka pacaran, tapi tetep Young Do keliatan sebel banget… jealous? terhadap Kim Tan atau Eun Sang? He! Kim Tan memperingatkan Young Do untuk ga macem-macem sama Eun Sang, tapi Young Do tidak berniat untuk mundur dan ‘menasehati’ Kim Tan untuk merawat lututnya, karena untuknya tidak ada peraturan dalam bermain… thanks to daddy dearest.

Kim Tan: Woof Woof; Young Do: Gook Gook

Kim Tan: Woof Woof; Young Do: Gook Gook

Di tengah tensi tinggi, bosnya Eun Sang memberikan minuman yang sudah dibayar Eun Sang, sementara si cewek malah sudah pulang meninggalkan dua anak laki-laki yang lagi perang ego. Hahaha, dua cowo itu langsung lemes. Di luar Young Do nyari-nyari motornya, yang ternyata diderek polisi karena setting-an ilegal yang dilakukan Young Do, Kim Tan lah yang bertanggung jawab. Sambil tersenyum jahi,l dia menambah garam pada luka Young Do:

Begitu caranya menggunakan hukum, bukan dengan tuntutan. Kau tau kan tuning itu ilegal?

Go Kim Tan Go!!

Go Kim Tan Go!!

Young Do kesel bukan main. Hahaahah!! That looks on his face. 1-0 untuk Kim Taan!!

Won nunggu (bukan) pacarnya di depan rumah saat dia melihat Hyun Joo turun dari mobil, cemburu buta dia turun dari mobil siap melabrak si pengemudi mobil hanya untuk menemukan istri kantor Sekertaris Yoon yang menyetir mobil. Dua-duanya kaget, dua-duanya salting… tapi dua-duanya seperti bicara bahasa kalbu untuk tidak membahas pertemuan tak terduga itu.

Hyun Joo bilang mereka ketemuan untuk membicarakan pekerjaan menjadi tutor Chan Young. Won berusaha untuk mendapatkan simpati dengan memberitahu bahwa dia keluar dari rumah, berharap boleh nginep di rumah Hyun Joo. Hyun Joo sendiri berpikir logis seperti Eun Sang, bahwa tidak mungkin dia merawat Won dengan gaji tutor (kalau Won pengangguran), dan ayah Kim bakal marah besar kalau tau Won ada disitu. Errr, Wooon!! You have more things in common with your brother, hayyo!! Satukan kekuatan melawan Bapakmu itu! Mereka tidak tahu ada kamera yang memotret kedekatan mereka. Uh Oh!

Di rumah, Kim Tan masih kesel ditinggal pulang Eun Sang… dia berniat mengkonfront Eun Sang, ketika dia ragu-ragu untuk mengetuk pinta kamar Eun Sang, tiba-tiba yang dinanti keluar dari kamar… pose Kim Tan membuat Eun Sang berpikir Kim Tan mau mukul dia. Kim Tan berusaha untuk mengajak ngobrol, Eun Sang dengan jahil berpura-pura menyapa Madam Han… Kim Tan panik, hahaha!! ternyata dia takut juga ketauan ama Maknya. Eun Sang ketawa (setelah sekian lama ga keliatan seneng), tapi ga berlangsung lama, karena tiba-tiba maknya Kim Tan beneran ke ruang belakang cari Eun Sang atau mamanya.

Can you smile like that all the time, Eun Sang-ie!

Can you smile like that all the time, Eun Sang-ie!

Kedua muda-mudi itu panik, dan langsung masuk ke lemari kecil terdekat. Setelah mamanya pergi, mereka ga langsung keluar, malah jadi anak nakal dan melakukan hal-hal yang tidak disukai orang tua…

Seven Minutes in Heaven, ala The Heirs

Seven Minutes in Heaven, ala The Heirs

Tapi ga jadi… (yaaaa!!!) But I tell you, that was one sexy scene!! Swoon… Eun Sang yang (ceritanya) polos dan ga berpengalaman, ketakutan gitu mau dicium Kim Tan. Ahahaaha, takut tapi pingin… makanya pas ga jadi, kaki Kim Tan diinjek… (Hahaha, salah ya gue??!)

Kim Tan ngikutin nemenin Eun Sang bikin pe-er di gudang anggur, seperti biasa mereka bisa ngobrol dengan akrabnya ditempat itu. Pada dasarnya Kim Tan pingin tau apa yang Eun Sang dan Young Do bicarakan, Eun Sang bilang bahwa Young Do keliatan kesepian. Kim Tan langsung marah-marah ga jelas… tapi Eun Sang bukan cewe yang gampang dimarah-marahin, dengan terang-terangan dia bantah Kim Tan (dimana Kim Tan sebel banget kalau lagi dibantahin Eun Sang). Tapi begitu tau kalau Eun Sang ga pernah ngasih tau tentang tempat kerjanya ke Young Do, barulah Kim Tan sadar:

Kim Tan Realize that he got a competition

Kim Tan Realize that he got a competition

Eun Sang: Ada apa sih? Tenang aja, gue ga ada hubungannya…

Kim Tan: Lo udah ada hubungannya… Menurut gue, dia ngerjain lo bukan karena gue aja… Dia bener-bener pingin ngeliat lo.

Sementara itu, Young Do di ruang kerja Myung Soo… mengingat-ingat kembali semua interaksinya dengan Eun Sang. Ketika melihat Eun Sang tidur di minimarket, melihat Eun Sang berantem sama Rachel, menjegal kaki untuk memegang tangannya sampai ketika menunjukkan keperkasaannya menginjak Joon Young…

Myung Soo menanyakan kenapa Young Do memikirkan Eun Sang, ternyata Young Do sendiri masih mikir juga.. kenapa dia mikirin Eun Sang

He's in love, allrite...

He’s in love, allrite…

Cinta segitiga itu pun terbuka lah sudah.

Myung Soo and Young Do’s scenes are always hilarous, their bromance is much more interesting that with the two cronies fellow bullyer.

Hari pemotretan pun tiba, walaupun Rachel berpakaian cantik lengkap dengan muka merengutnya, Young Do tetap cool dengan senyum simpulnya yang mencurigakan. Berpikir bahwa Young Do gagal, Rachel super judes hari itu ke Young Do. Tapi ketika mereka semua sedang bersiap-siap, datang seorang ibu-ibu yang akrab banget sama Ayah Young Do.

Untuk menambah keruh suasana, Young Do ‘keceplosan’ bilang bahwa ia ketemu ibu itu seminggu yang lalu di hotel, walaupun ibu itu udah berlaku seolah-olah mereka terakhir ketemu waktu Young Do SMP. Mama Rachel yang cemburu (karena yang boleh selingkuh cuma dia aja…) membatalkan acara hari itu, Rachel melempar senyum senang ke arah Young Do sebelum menyusul ibunya. Ayah Young Do mukanya merah abis, tapi Young Do mengembalikan kata-kata bapaknya:

Curang adalah bagian dari permainan, yang penting hasilnya… menang dengan cara apa pun! Aku benar-benar mengingatnya di hatiku, orang-orang hanya akan ingat bahwa aku menang.

Ayah Young Do pun meradang… eat your heart out, you bad daddy!!!

Setelah melakukan tugasnya, Young Do menagih janji Rachel untuk memberikan sesuatu… dan sesuatu itu ternyata dokumen imigrasi Eun Sang. Rachel jadi tau kalau Young Do ada perasaan ke Eun Sang, maka langsung aja dia bongkar sekalian kalau Kim Tan juga suka sama Eun Sang. Young Do pause mendengar berita itu (i thought you already know…these boys are so clueless!). Rachel berharap Young Do bisa mengatasi masalah itu.

Hiiiss… sekarang kita punya setidaknya tiga orang yang mau misahin karakter-karakter utama kita. Klise tapi yaaa… kena sih.

Besoknya di sekolah, Eun Sang sempet bercanda-canda sama Tan sebelum makan siang… tapi apa yang tadinya saat-saat menyenangkan, berubah menjadi bencana saat Young Do ngerebut piring Eun Sang dan membawanya ke meja yang tadinya digunakan untuk ngerjain Joon young.

Semua orang merasa bahwa Eun Sang adalah target Young Do berikutnya… Bo Na yang seperti biasa berpura-pura jadi cewe jahat, mencari-cari Chan Young dan Tan yang biasanya ngebelain Eun Sang. Mungkin banyak yang berharap Bo Na yang ngebelain Eun Sang, tapi gue suka dengan konsistensi penulis untuk membuat Bo Na sebagai domba berbulu serigala, hal itu membuat kita semakin sayang ama karakter ini. I just can’t wait for her and Eun Sang to be BFF.

I Love how Bo Na secretly root for Eun Sang

I Love how Bo Na secretly root for Eun Sang

Akhirnya Kim Tan pun datang dan perkelahian pun ga bisa dihindarkan… Eun Sang bener-bener ketakutan sampai-sampai ga tau harus berdiri atau duduk saat Kim Tan dan Young Do bertengkar antara Eun Sang pergi dari meja atau makan sama Young Do. Ketika akhirnya Eun Sang dibawa pergi Kim Tan, Young Do lagi-lagi menjegal sampai Eun Sang tersungkur. Kim Tan ga tahan lagi, dia pun sudah tinggal seinchi lagi untuk mukul Young Do, untungnya Eun Sang cukup punya akal untuk mencegah Kim Tan berantem, dan Eun Sang pun tahu bagaimana cara membuat Kim Tan menurutinya. Mereka pun pergi dari Kantin… kita bisa lihat Bo Na bernapas lega.

3_42

Young Do cuma bisa nelangsa… Sedih juga sih lihat Young Do, yang sebenernya bener-bener pingin makan sama Eun Sang (karena kesepian) tapi disalahartikan dan bahkan akhirnya cewenya dibawa lari. Tapi ya salah sendiri lah ya!! Dia sendiri kok yang nyuruh Eun Sang takut sama dia…

Tapi Rachel lah yang menohoknya lebih dalam:

3_43

Rachel: Lo bisa membuat Eun Sang berlutut, tapi pada akhinya dia pergi sama Kim Tan?

Young Do: Akan lebih menyakitkan kalau dia kehilangan sesuatu yang PERNAH dia miliki. Percaya sama gue…

Kim Tan membawa Eun Sang ke atap, dimana Eun Sang masih gemetar ketakutan. Kim Tan berusaha memeriksa apakah Eun Sang luka di suatu tempat, saat itulah Eun Sang mendapat telpon dari Young Do. Kim Tan memperingatkan Eun Sang untuk tidak mengangkat telpon itu, tapi Eun Sang sudah ketakutan setengah mati… ga berani lagi menganggap Young Do remeh; maka dia pun mengangkatnya. Frustasi, marah, dan pada dasarnya udah pingin cium Eun Sang dari sejak di lemari… tiba-tiba Kim Tan memegang tangan Eun Sang mencegahnya berbicara sambil mencium bibirnya.

3_44

Ohohoho… is that supposed to be romantic?? I understand that Kim Tan is a bit frustrated with Eun Sang… here’s the prince who always get what he wants since he was a baby (well anything except the love of his family), he is so used to be looked up to by the people around him, always being praised and privileged all his life… and then he met this beautiful girl who basically do just the opposite of that. She doesn’t let him ask anything, never answer his question properly, always talks back whenever he said anything, never do anything that he asked her not to do… But now there they are, in a crucial moment and he really thinks that she should NOT take that phone… knowing that talking her out of it will not work, so all he can do is… KISS HER?? Yep, that might works… moving on. Hehehe…

Di penghujung episode 8, kita tau bagaimana menyeramkan (dan ga mungkinnya) SMA Jeguk itu. SMA yang penuh dengan orang kaya yang menilai seseorang dari kekayaan yang mereka punya dan bukan dari nilai moral… dimana seorang yang miskin bisa dianggap sebagai penyakit menular yang harus dibasmi dari tempat itu. Dan butuh 3 episode untuk menunjukkan kepada kita penonton bahwa posisi Eun Sang di sekolah itu BENER BENER BENER ngga nyaman. Agak sayang kalau menurut gue, seharusnya ga perlu selama itu untuk menyampaikan poin itu, karena disini alur cerita berasa aga lamban.

Pun demikian, kita bisa tau dimana posisi orang-orang itu dengan lebih baik.

Chan Young –> Ga pernah berhenti jadi sahabat terbaik untuk seorang gadis

Bo Na –> Cewe manja, clingy yang ternyata punya hati emas…

Ye Seol –> Cewe judes yang ternyata anak seorang pemilik bar (bukan orang terhormat)…

Rachel –> Cewe dingin yang terjadi akibat ibunya yang mata duitan dan selalu menganggap semua hubungan sebagai bisnis. Seorang anak kaku yang ga tau bagaimana caranya menunjukkan rasa sayang.

Young Do –> Bad boy di sekolah yang tertekan akibat ayahnya yang tukang selingkuh dan kasar, pandai tapi menggunakan kepandaiannya untuk sesuatu yang ga berguna. Tapi sebenernya Young Do bisa jadi seseorang yang beradab, terutama bila berada di sekitar orang-orang yang dia suka seperti Myung Soo.

Kim Tan –> Mantan anak nakal yang sudah ga berminat lagi, karena minatnya sekarang adalah seorang gadis yang bernama Eun Sang. Berusaha sekuat tenaga untuk ngga kemakan provokasi Young Do, konsisten dengan pandangannya terhadap pertunangannya… seseorang yang apa adanya, dan ga pernah bersikap palsu sepanjang hidupnya (kecuali fakta bahwa dia bukan anak dari yang dikira semua orang)

Myung Soo –> Happy go lucky, bahan celaan kelas yang membuat sekolah selalu ceria… badut sekolah yang memeriahkan sekolah dan membuat setan seperti Young Do melembut.

Sunbae Hyo Shin –> Kakak kelas yang jadi panutan banyak adek-adek kelasnya… akrab banget sama semua anak-anak, bahkan sama Rachel dan Young Do. Ibarat punakawan, dia adalah Semar… yang bijaksan dan selalu jadi teladan.

Eun Sang: Tanpa sengaja (dari pihaknya) dikenal oleh orang-orang sebagai OKB; sebagai seseorang yang benar-benar baru dengan kehidupan sadistis itu, Eun Sang ga tau manakah yang lebih baik… berbohong menjadi OKB atau jujur menjadi orang miskin. Kegalauan itu cukup untuk membuatnya berubah dari seseorang yang tangguh menjadi cewe lemah yang bisa di bentak-bentak seenaknya. But hey, it’s only have been a few months since she is in that Jungle… give her time to adapt, I’m sure the old Eun Sang will come around.

Sekarang semua tahu bahwa Kim Tan dan Young Do sama-sama suka Eun Sang… dan mulai saat ini pertarungan antara dua macan kecil itu dimulai. Yang manakah yang akan dipilih Eun Sang? Apakah Eun Sang berani untuk memilih? Sejauh apa Kim Tan dan Young Do akan berjuang untuk cinta monyet mereka?

Next on the fourth installment yaa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s