The Heirs: Coming out of the Closet at Last… (1)

I know that majority of people out there have negative opinion about this latest kdrama hype. But… after thinking it through nite after nite after nite… I decided to come clean! I. Like. It… there! Now the whole world knows how weird and niche I am.

the heirs

  • (one of the) Title: The one who wears the crown endures the weight: The Heirs
  • Air Date: October 9th 2013 – On Going
  • Episode: 20
  • Broadcast Network: 20
  • Cast: Park Shin Hye, Lee Min Ho, Kim Woo Bin, Krystal, Kang Ming Hyuk (hosh!! hosh!!), Kim Jiwon, etc…
  • Genre: Comedy, Romance, Melodrama

Prakata

Gue excited banget waktu pertama kali drama ini diumumkan, ditulis oleh penulis yang sama dengan City Hall (my ultimate kdrama to date) dan pemerannya yang bagus-bagus. Walaupun saat gue baca sinopsisnya, mirip banget dengan Boys Over Flowers tapi mengingat mutu penulisnya, gue yakin pasti akan beda atau setidaknya lebih realistis lah daripada BOF, hingga pada akhirnya banyak yang membandingkan The Heir dengan Gossip Girl (yang gue belum pernah nonton, Say whaaatt???! I know… gue ga gaul!)

GGH

Do you see the resemblance?

Gue suka Park Shin Hye, menurut gue dia bisa deliver karakter dari semua dramanya; apakah itu biarawati culun, mahasiswi musik yang rada kuper, penulis yang introvert… walaupun ada yang bilang aktingnya aga over the top di You’re beautiful tapi menurut gue hal itu lebih disebabkan oleh karakter dan bukan aktingnya. Dan gue cukup kaget waktu dia main Cyrano Dating Agency the movie, menurut gue disitu karakter yang dia peranin beda dari sebelum-sebelumnya. Mungkin ada baiknya PSH mulai mencari peran yang berbeda dari tiga drama yang lalu.

Gue juga suka Lee Min Ho, ganteng banget booo!! Gue ga tau ya dia hasil nip/tuck atau bukan tapi buat gue he’s the definition of handsome… not just Asian handsome but handsome in general. I mean look at the lips, the nose, the jaw, the eyes… gah!! Somewhere in the plastic surgery hospital, he’s face should be on the Menu. Kekekeke… Dan secara akting pun dia okelaaah, gue suka semua performance dia di hampir semua drama yang dia mainkan (belum sempet nonton Faith), menurut gue dia bisa membuat pemirsa untuk merasakan apa yang karakternya rasakan. So.. I am sold.

For the rest of the cast… gue ga begitu tau tapi karena kebanyakan adalah kpop idol jadi yang pasti banyak bintang muda cantik dan ganteng yang digandrungi kawula muda (halah bahasanya!?). So this drama will be at least easy on the eye.

Kim Eun Seok… as a die hard fan of City Hall, gue selalu berharap KES bisa menulis kdrama sekaliber City Hall. Gue merindukan kdrama dengan emotional depth dan plot yang terkonsep seperti di City Hall. Tapi dengan sangat menyesal bahkan KES sendiri sudah give up untuk menulis drama seperti itu dan lebih mengejar drama yang oke secara rating.. Hmmm why does rating and smart writing don’t go together? So sejak Secret Garden, belum ada drama dia yang bisa menyentuh seperti City Hall, walaupun ga jelek juga sih. KES terkenal dengan dialog-dialognya yang smart, witty, tajam dan (mungkin aga) panjang.. So, maybe Korean version of Amy Sherman-Palladino of Gilmore Girls? Don’t have any complain here.

Sampai paragraf ini ditulis, the Heirs udah tayang sampai episode 12… satu-satunya yang bisa gue keluhkan adalah jalan cerita yang terasa bertele-tele dan ga kemana-mana, mungkin karena cast yang terlalu besar jadi aga susah untuk fokus ke semuanya dan tetap membuat alurnya cepet, alhasil untuk sebagian orang mungkin jadi membosankan. Sayang banget menurut gue, karena di episode awal, The Heirs cukup menjanjikan dan fun, tapi entah kenapa, di beberapa episode menjelang episode 12, penulisnya seperti ngerem mendadak dan kehilangan fokus. Tapi untuk gue sendiri, hal ini ga bikin gue berhenti nonton sih.

Other than that, this drama is easy on the eye, easy on the ears (great OST), have a lot of cliches (I am a sucker for cliches remember), so I enjoy this very much though may not be the best drama of the year.

So, without further ado… here’s the recap for the Heirs:

Episode 1 – 3: Midsummer Night’s Dream in California

The series start off by introducing every… I mean it EVERY character in this series. Hence 4 episodes are needed, so let’s meet Korean Heirs of… Well, everything:

United States of America, California, Huntington Beach

EP11

Kim Tan (KT): heirs of Jeguk Group ( banyak banget drama yang pake kata Jeguk untuk nama perusahaan besar Ya?

Lazy Kim Tan

Lazy Kim Tan

Pemeran utama laki kita lagi asyik selancar bersama temen-temen bulenya, terlihat gembira dan tanpa beban. Tapi mood langsung berubah begitu ia sendiri. Berasal dari keluarga Korea yang kuaya tapi menurutnya dia di Amerika bukan untuk kuliah tapi dibuang oleh kakaknya, jelas terlihat dari percakapan terakhir yang dia lakukan sama kakaknya

Ga usah belajar apa-apa, ga perlu punya cita-cita, seneng-seneng aja di sana. Itu lah yang terjadi kalau terlahir sebagai anak haram di keluarga kaya. Oh ya, kalau bisa… Jangan pernah kembali.

Anak haram??Hmm… Interesting! Jelas banget Kim Tan memendam luka akibat perlakuan yang ia terima dari kakaknya (dan ungkin seluruh keluarganya) tapi dia terlalu males untuk berontak, males untuk menghadapi konflik… Maka dia pun nurut aja apa kata kakaknya: (tampak) bersenang-senang selalu tanpa pernah berpikir. Hasilnya, ada polisi yang selalu mengawasi dia dan selalu jadi pusat perhatian di sekolah; tapiiii (this is what I like about him) sebenernya dia suka nulis; dia menuangkan semua pemikirannya dengan cara menulis di jurnal. Ooo I love a creative male lead.

Scary Young Do

Scary Young Do

Choi Young Do (CYD): Heirs of Zeus Hotel
Badan besar, muka bengal, tapi diceritakan IQnya tinggi banget. Hobinya ngelemparin anak nerd pake baseball… One big bad bully. I gotta say, Kim Woo Bin was born for this part. Dari mukanya aja udah meyakinkan banget sebagai bully, not to mention his charismatic acting ability. Setelah puas ngerjain anak itu, CYD pergi bengkel motor yang secara kebetulan (tapi ga dia sadarin) pemeran utama wanita kita juga disitu.

Cha Eun Sang (CES):Heirs of Poverty

CES = Candy Eun Sang

CES = Candy Eun Sang

Your typical Candy: cantik, miskin, pekerja keras; tapi yang gue suka dia ga gampang di bully orang, bisa jaga diri sendiri dan punya sifat jelek (lho?!)… iya bosen banget sama peran utama perempuan yang selalu dibuat sempurna tanpa ada sifat negatif tapi butuh laki-laki untuk melindungi dirinya. Eun Sang tau dia miskin, makanya dia selalu kerja untuk cari uang memilih untuk ga cari pacar, dia juga benci banget keadaannya yang serba ga punya apalagi dia punya seorang ibu yang bisu. Walaupun Eun Sang harus jalanin hidup yang berat tapi dia tetep anak 18 tahun yang masih insecure dengan keadaan ibunya. Bukan sesuatu untuk ditiru tapi sangat alamiah.

One random fun facts about CES: she looooovvveeees horror movies, which kind of contradict her soft exterior.

Kakak perempuannya Cha Eun Suk, saat ini ada di Amerika, sepengetahuan Eun Sang dia sekolah disana. Eun Sang sangat hormat terhadap kakaknya, hampir tiap hari Eun Sang cerita ke mesin penjawab kakaknya di Amerika… sementara kakaknya… well terlalu sibuk dipukulin bule teman serumahnya, atau serve kopi untuk Kim Tan. *Sigh I see the relation already.

Thinking as a form of rebellion... Well, that's new!?

Thinking as a form of rebellion… Well, that’s new!?

Mama Eun Sang

Mama Eun Sang

Park Hee Nam (Cha Eun Sang Omoni) = Mama Eun Sang

Mamanya Eun Sang yang bisu, kerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah pemilik Jeguk Grup. *Sigh… I see the connection again. Walaupun punya keterbatasan tapi Mama Eun Sang adalah pembantu yang terpercaya oleh tuan rumahnya. Cukup pintar untuk tau situasi rumah tangga tersebut dan bisa ambil inisiatif yang menguntungkan nyonya rumah itu. Mama Eun Sang menggunakan notebook yang dibuat sendiri untuk berkomunikasi dengan majikannya. Sama seperti anaknya, Mama Eun Sang ga terintimidasi oleh orang kaya, jadi walaupun majikannya suka ngomong seenaknya, Mama Eun Sang ga pernah sakit hati. Lempeng aja gitu orangnya…

Suatu hari Mama Eun Sang meminta Eun Sang untuk transfer uang ke kakaknya, karena menurut tradisi seorang ibu akan membelikan anaknya furniture saat anaknya menikah. Appaaa??!!! Karena udah ga tahan dengan keadaan hidupnya, Eun Sang bertekad untuk nyusulin kakaknya dengan alasan mengirimkan uang, tapi sebenernya dia ga berniat balik dan akan ninggalin Korea (dan ibunya) sampai dia sukses. Ada satu adegan dimana dia baca isi salah satu dari kumpulan notebook ibunya, bagaimana ibunya meminta maaf ke majikannya karena ga tau arti Dry Cleaning Only. It’s so heartbreaking… Park Shin Hye can really cry.

Smarty Pants Chan Young

Smarty Pants Chan Young

Yoon Chan Young (YCY) = Heirs of Intelligence

Sahabat Eun Sang dari kecil, hubungan mereka bener-bener platonik. Chan Young adalah tipe temen yang sempurna, dia perhatian sama sahabat ceweknya tapi super romantis sama pacarnya sendiri. Dia super pintar, punya pikiran yang logis, ga gampang kebawa emosi, humble dan bisa melihat sisi positif dari semua hal… bahkan dari cewek super clingy yang jadi pacarnya.

Chan Young Appa (Secretary Yoon) = Bokapnya Chan Young

A very close father-son relationship, single father yang selalu menyempatkan untuk masak barang anak satu-satunya; bisa punya diskusi yang sehat dengan anaknya yang memang lebih dewasa dari kebanyakan anak 18 tahun. Sejauh ini, hubungan mereka adalah favorit gue. So cute when they cooked together on the last night before Chan Young go to the US for summer course. Secretary Yoon ini adalah kepala sekertaris di Jeguk Grup, yang berarti tangan kanan Pemilik dan presiden Jeguk.

Obnoxious Lee Bo Na

Obnoxious Lee Bo Na

Lee Bo Na (LBN) = Heirs of an Entertainment Industry

Berisik, cemburuan ga jelas, childish, cerewet, clingy, suka ngatur, sok imut, berisik (oh, itu udah ya?) adalah kesan pertama yang didapat dari cewek ini. Dia ga suka banget sama Eun Sang hanya karena ES udah temenan lama sama Chan Young dan menurutnya ga mungkin banget laki dan perempuan bisa ‘just friends’. Walaupun sepertinya dia akan jadi typical karakter perempuan yang akan membuat hidup tokoh utama kita susah… tapi kayaknya dia harmless deh. Kalau orang baik kayak Chan Young aja mau pacaran ama dia… there must be something more than meets the eye, kan?? ya kan??

Oo.. oo… yang gue suka, walaupun nyebelin, Eun Sang sama sekali ga merasa terintimidasi ama Bo Na. salah satu lagi yang gue suka soal Eun Sang. Rich people does not intimidate her! Her relationship with Bo Na is the evidence.

Madam Han

Madam Han

Han Ki Ae (Madam Han) = Mama Kim Tan

Nyonya rumah dimana mama Eun Sang bekerja, walaupun suka kasar sama Mama Eun Sang tapi Madam Han seperti harimau ompong saat berada di sekitar anggota keluarga lainnya. Sama Kim Tan sendiri, Madam Han sering dicuekkin. Hal ini yang menyebabkan Madam Han suka frustasi dan sering minum wine.

Yummy Kim Won ;p

Yummy Kim Won ;p

Kim Won (KW) – Jeguk Group’s first Son aka Kim Tan’s older brother

Putra pertama ‘kerajaan’ Jeguk, kakak Kim Tan yang bedanya lumayan jauh… kalau Kim Tan 18 tahun berarti di 15 tahun lebih tua. Alasan kenapa Kim Tan ada di Amerika, orang yang membuat Kim Tan dibuang keluar dari Korea.  Kim Won adalah president Jeguk yang sekarang, menggantikan ayahnya yang sudah mulai sakit-sakitan; tapi dia selalu merasa bahwa Ayahnya masih megang peranan penting di lingkungan kerja, membuatnya merasa jadi Presiden boneka. Pembawaannya dingin dan kejam di lingkungan kerja dan bahkan (terutama?) kepada Madam Han, tapi walaupun dia dingin sama keluarganya, tapi dia ga kasar sama pembantu-pembantunya, bikin gue ngerasa ada sesuatu yang lebih dibalik eksteriornya yang dingin itu.

Family of Divas

Family of Divas

Yoo Rachel (YR) – Heirs of Fashion Industry

Kim Tan’s Fiancee (whaaaaa??!), di usia 18 tahun Yoo Rachel dan Kim Tan sudah harus bertunangan layaknya dua kerajaan yang sedang mempersatukan diri. Chic, Smart, bitchy are three words to describe her, dia berpakaian dan bertingkah seperti orang dewasa yang mengedepankan logika dibanding emosi. Tapi sama seperti Kim Won… eksterior judes itu juga sesuatu yang dia buat-buat, karena begitu dia sendirian kita bisa lihat sekilas bahwa dia cuma anak 18 tahun yang masih kekanak-kanakkan. Dia tampaknya marah sama semua orang ngga terkecuali mamanya sendiri:

Lee Esther

President sebuah raksasa fashion, RS International, Esther tipe businesswoman sejati… everything about her is business, money, stock price. Semua langkah di kalkulasikan untu menambah kemakmuran keluarganya. Bercerai dari ayah Rachel, Esther berencana untuk menikah lagi dengan pemilik raksasa perhotelan yang tidak lain adalah ayah dari Young Do. (Arrgh… Cruel Intention alert!!)

Untuk liburan musim panasnya, Rachel juga akan ke Amerika untuk mengunjungi tunangannya. Esther coba ngebujuk Rachel untuk ga ke Amerika melainkan Kim Tan yang ke Korea. Rachel ga bilang apa-apa tapi gue ada feeling, itu MUNGKIN aga susah untuk dilakukan? Random Question: Do you really have to bring your engagement pictures on a summer vacation? Ha! Bener kata mamanya, mau liburan atau imigrasi, Neng? Her first encounter with Eun Sang is at the LAX, somehow from a 2 seconds of impression she manages to be bitchy towards a complete stranger… mungkin akibat kesel ga dijemput ama tunangannya. Hee..

Even Scarier Young Do's Dad

Even Scarier Young Do’s Dad

Young Do’s Dad (I don’t even know his name…)Dari mukanya aja udah keliatan, licik abis. Tipe businessman yang bisa main kotor, arogan, harus bisa ngalahin semuanya. Bahkan ayah yang lebih buruk. Di depan calon istri dan anak tirinya, Ayah Young Do bisa nampar Young Do hanya karena YD ga behave properly. Wow!! Do you really want to be married with this Guy!? Siapa bilang pernikahan ini didasari cinta dan romantisme, ini semua cuma rencana merger dan akuisisi dua raksasa di industrinya masing-masing. Hmmpph! Those rich people!!

Okay, so at this point we know that Kim Tan, Cha Eun Sang, Yoon Chan Young dan Yoo Rachel will be in Amerika. So let’s start the Summer Lovin (*Grease Music on the background).

Kim Tan at home, ignoring Rachel’s phone call… his american friends (an annoying Caucasian man, if I may add) asked why Kim Tan is not answering… Kim Tan said (in-a-very-bad-English-that-Lee-Min-Ho-needs-to-learn-more)

Yes you do, Min Ho! Yeees you do...

Yes you do, Min Ho! Yeees you do…

KT: I already know who’s calling, it’s my fiancee. It’s my anniversary soon, so either she is about to get on a plane, is on a plane or already here.

KT’s Friend: You acted like none of that is a good thing

KT: No! I always look this good

KT’s Friend: So why are you not celebrating?

Together: I’m too lazy to celebrate

Kim Tan surfing bareng temen-temennya, Eun Sang pergi nyari alamat kakaknya (kopernya di geret-geret gitu sampai ke dermaga Huntington Beach, ga berat apa ya?). To her surprise (of course), it’s nothing like what her sister described. Rumahnya berantakan penuh dengan botol minuman keras, ‘pacarnya’ lagi sama perempuan lain, daaan ternyata kakaknya sama sekali ga kuliah di amerika.

He notice her first

He noticed her first

Maka Eun Sang pun pergi ke Cafe tempat kakaknya bekerja… to make matter worst, Cha Eun Suk bersikap kayak wanita murahan. Pelanggan menyelipkan tip ke bajunya, seorang laki-laki memintanya untuk ‘bekerja’ di malam hari. Gue ga tau ya, apakah hal itu common terjadi di Amerika… maksud gue, itu kan bukan club malam apalagi stripclub. Well, tapi gue rasa hal itu penting untuk bener-bener ngehancurin perasaan Eun Sang. Bukan hanya kakaknya bohong total soal kehidupannya di Amerika, dia bahkan merendahkan dirinya untuk jadi cewe murahan. Which only makes Eun Sang broke down in the middle of the street (in front of Kim Tan, o’ course).

truth is hell

truth is hell

Akhirnya kakak Eun Sang menyadari kehadiran adiknya, mereka berdua pun berkonfrontasi (di tengah jalan), yang berakhir dengan kakaknya ngodok-ngodok koper adiknya (di tengah jalan) lalu kabur bawa uang yang dengan susah payah dikumpulin ibu mereka. Eun Sang panik, dia ngejar kakaknya meninggalkan kopernya yang terbuka (di tengah jalan… oke hattrick tuh!). Tapi tentu saja dia ga bisa ngejar terlalu jauh, akhirnya dia balik dan menangisi kopernya (di tengah jalan… you get my point, rite?). And Kim Tan was being a spectator, like a football match. Sampai, datanglah temennya yang annoying itu, as crazy as he is… he decided to rob Eun Sang’s bag of powder. Si gila itu pikir Eun Sang bawa heroin sekantong kresek (and succeed in passing LAX security??), padahal itu adalah bubuk kacang yang dibuat maknya… kalau untuk kita, sambel kacang gitu kali yeee…

And he end up passing out for sniffing bean powder

In the end he end up passed out for sniffing bean powder

Untungnya si bule gila itu ga koit, cuma pingsan karena alergi kacang… dan karena dia, akhirnya dua karakter utama kita ketemu dan berantem di rumah sakit, interaksi negatif tetap sebuah interaksi kan?? But Kim Tan turns out to be not that cold… when Eun Sang having problem explaining herself to a local police, he tried to help… tapi sayangnya Polisi itu tau banget Kim Tan sebandel apa. Yang tadinya mau ngelepasin Eun Sang malah jadi menyita paspornya, poor Eun Sang. Melihat keadaan rumah kakaknya, Kim Tan ga yakin Eun Sang akan aman jadi dia ngajak Eun Sang untuk tinggal di rumahnya.

I am not sure if you’ll be safer there, but at least it’s nicer

Have you seen his house?? Nice is an understatement… Tapi angkat jempol juga sih buat Eun Sang yang mau aja tinggal ama orang asing, yang temennya baru aja berusaha ngambil bubuk yang dikira heroin. Hey! Its either that or the drunk bule in a slump area, yaaa?

Can I go with you??

Can I go with you??

Eun Sang terperangah melihat rumahnya yang super besar, ditambah fakta bahwa Kim Tan masih 18 tahun dan tinggal sendiri. Gue suka banget sama interaksi mereka, Eun Sang yang pemberani dan Kim Tan yang jahil. Eun Sang cukup berani untuk menanyakan latar belakang Kim Tan dibales dengan bercandaan… nakut-nakutin Eun Sang sebagai penjual organ tubuh gelap.

Ginjal lo masih lengkap?

vlcsnap-2013-11-22-13h45m14s142Sebagai penggemar cerita horror sejati, tentu aja Eun Sang percaya banget. Tapi ternyata Kim Tan jauh dari jahat… dia nunjukin kamar Eun Sang, ngga marah waktu Eun Sang diem-diem makan makanan kalengannya (the ones that are already expired, so sad!) dan bahkan bikinin roti buat Eun Sang. Aaawww… Sebagai gantinya, Eun Sang ngasih Dream Catcher, sesuatu yang dia beli untuk dipasang; konon barang itu digunakan untuk menyaring mimpi buruk, sehingga cuma mimpi indah yang hadir.

Funny scene: setelah ngasi sandwich ke Eun Sang, Kim Tan pergi ke kolam renang untuk makan punya nya. Eun Sang sendiri siap-siap mau tidur dan mau ganti baju tidur. Karena sebelumnya Kim Tan masuk ke kamarnya tanpa ketok pintu dulu, Eun Sang pun mengganjal pintunya (emang ga ada kunci pintu, ya?). Yang Eun Sang ga tau, dibelakangnya ada sliding door kaca super besar yang mengarah ke kolam renang, wak waaaw!! Maka Kim Tan pun melihat apa yang tidak boleh dilihat… walaupun sempet keselek, tapi dia ngelirik juga sebelum akhirnya kabur ke kamar ga jadi makan. Wakakaka boys will be boys!!

keselek

Kim Won diutus Ayahnya untuk mengunjungi perkebunan almond mereka di (mana lagi?) California. Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Yoon, yang mana dipertanyakan oleh Kim Won, apakah berpihak pada Kim Won atau Ayahnya. Sekertaris Yoon hanya menjawab

Saya berpihak pada perusahaan.

Another strong character, dia ngga terlalu kaya tapi juga ga terintimidasi dengan bos-bosnya yang tajir melintir. Malah ada kesan Kim Won ga bisa apa-apa untuk ngelawan Sekertaris Yoon, hubungan mereka jadi seperti teman tapi musuhan… frenemy?

Time for another character introduction

Chairman’s wife – but not Kim Tan’s Mother (huh?!)

Aktris yang selalu jadi ibu mertua jahat karena punya wajah yang by default judes gila. Dari pembicaraan dengan sang Ayah, dia masih istri yang resmi tapi ngga tinggal di rumah. Justru dia yang membuat Kim Tan dan ibunya (wanita simpanan / concubine) tinggal di rumah itu. Itulah kenapa Kim Won manggil Kim Tan ‘anak haram’. Tapi yang lebih gila lagi, dia juga bukan ibunya Kim Won (Wha huh?). Seperti sudah bisa ditebak, hubungan istri dan wanita simpanan sangat buruk… which makes me feel bad for Kim Tan’s mother. Terkungkung di rumah besar tanpa satu pun yang memperlakukannya dengan baik.

Chairman – Kim Won & Kim Tan’s father

Sudah berkursi roda, tampaknya ayah yang bijaksana… tapi sapa yang tau. Dia pingin banget bikin kakak beradik itu untuk rukun, makanya maksa banget Kim Won ketemu Kim Tan di California.

What a messed up family

What a messed up family

Morning in the California… Eun Sang bangun dengan pemandangan yang luar biasa indah dan langsung tenggelam dalam pikirannya sendiri. Saat sedang siap-siap kuliah, Kim Tan ngga sengaja melihat Eun Sang yang tampak bahagia. Seeing Eun Sang in a different light made Kim Tan see something that he had not seen the night before. And he could not stop staring…

Kim Tan's Signature Stare

Kim Tan’s Signature Stare

Kim Tan jadi salting waktu ketemu Eun Sang, Eun Sang nya cuek aja dan malah berniat pergi dari rumah itu waktu tau Kim Tan mau keluar (and she is well mannered); yang kemudian dengan segala cara di tolak oleh Kim Tan (Aww… you don’t want her to leave?). Eun Sang jadi tertarik waktu Kim Tan bilang dia mau sekolah, karena Eun Sang pingin tau rasanya sekolah di Amerika yang kayak di film-film.

Kayak di Film? Sekolah kayak apa? Hogwart School of Wizardry?

Maka Kim Tan pun ngajak Eun Sang untuk ngelihat sekolahnya. It’s so cute how he constantly checking on her during his classes, you could just see his bubble of boy-crush floating all around. They end up went on a date when suddenly Eun Sang realize way to go back to Korea. Eun Sang pun minjem handphone Kim Tan untuk masuk ke account SNSnya (Korean version of facebook) dan ninggalin pesen di wallnya Chan Young, tanpa sadar bahwa Chan Young pun di US. Kim Tan cemburu waktu Eun Sang bilang

Temen itu ada di hati gue

His irritated reaction is priceless

His irritated reaction is priceless

Sementara itu di Korea, Young Do yang suatu saat akan mewarisi kerajaan perhotelan harus kerja part time mencuci piring di hotelnya sendiri, sesuatu yang diharapkan akan membuat YD belajar dari ‘bawah. Tapi hal itu ga bikin dia jadi hormat sama managernya… a jerk in maximum capacity. Ketika tahu bahwa jaksa penuntut umum sedang makan siang di hotel itu, ia pun meletakkan cuciannya karena merasa ada pekerjaan yang lebih sesuai untuknya.

Another important character to introduce

Lee Hyo Shin – Heirs of Respectable Group

Respectable Sunbae

Respectable Sunbae

Kakeknya hakim agung, bapaknya jaksa penuntut umum, paman-pamannya sekumpulan pengacara yang ga kalah hebat… pembicaraan di makan siang adalah bagaimana membuat Hyo Shin menjadi legenda di Jeguk Highschool. No Hard Pressure, there!! Jelas banget Hyo Shin ini dibawah tekanan di dalam keluarganya. Hubungannya dengan Young Do tampak dingin, tapi surprisingly dia memilih untuk muntah di kamar Young Do (bulimia??).

Young Do: Sunbae, your voice is very nice when making threat

Hyo Shin: It’s even nicer when I curse… do you want to hear it?

Dan Young Do pun ngga ngelawan, I think I am gonna love this character. All this chilly relationship is just tiring… The price of being rich.

Karena satu dan lain hal, Kim Tan harus meninggalkan Eun Sang di rumahnya sementara dia ambil mobil di pantai. Saat berpisah itulah Kim Tan membuka SNS Eun Sang dan akhirnya malah baca-baca isi account itu. Dari situlah Kim Tan tau nama Eun Sang, selera filmnya, muka dari sahabat “di hatiku”, dan keinginan Eun Sang supaya Jeguk Grup bangkrut. Fakta terakhir ini yang membuat Kim Tan rada mikir. Di pantai itu ia ketemu dengan si Polisi yang akhirnya mengembalikan paspor Eun Sang.

Kim Tan and his crazy thought

Kim Tan and his crazy thought

Pewaris tahta berikutnya untuk dikenalkan:

Myung Soo si adik bungsu

Myung Soo si adik bungsu

Jo Myung Soo – (not really an) Heir of a law firm.Pecicilan, bengal, penggembira grup, bodoh… itulah peran Jo Myung Soo. Hobinya fotografi dan punya studio di luar kampus yang jadi base camp anak-anak. Untuk saat ini, dia temen Young Do yang paling deket (secara emosional) tapi bukan termasuk gerombolan yang suka bully orang-orang. Bo Na, Young Do dan Myung Soo lagi ngumpul di studio… Young Do kasih indikasi kalau Myung Soo ini pernah naksir Bo Na, tapi Myung Soo tipe yang lebih mementingkan temen. Jadi dia asyik aja digodain temen-temennya. Gue suka banget interaksi mereka bertiga disitu… genuinely befriended. And somehow Young Do became a completely different person around Myung Soo. (Is this what you call L.O.V.E??) Important little fact: ketika Bo Na jemput nama Kim Tan, muka Young Do berubah… seperti seorang gadis yang denger nama mantan yang belum dilupakannya. Sepertinya mereka semua udah temenan dari kecil (mungkin karena satu sekolah dari bayi, ya?)Kembali ke Amerika…

Di rumah Kimtan, Eun Sang siap pergi saat tiba-tiba ketemu dengan Rachel di tangga. Uh-Oh, here comes the drama. With her usual bitchiness, she managed to yelled at Eun Sang, ruined her luggage and stepped on her pride all under 3 minutes. Eun Sang kaget banget waktu tau anak 18 tahun udah punya tunangan, dia pun pergi meninggalkan rumah itu dan memutuskan untuk ke biro perjalanan untuk beli tiket. Saat itu dia baru inget, paspornya ngga ada.

Kim Tan juga kaget karena cewe di rumahnya berubah bentuk… dari interaksi mereka kita bisa tau kalau Kim Tan ngga berniat untuk melanjutkan pernikahan itu. Percakapan mereka terganggu karena Eun Sang dateng, niatnya cuma mau ambil kartu nama polisi… ternyata malah ketemu Kim Tan. Rachel bilang kartu nama itu dia buang (which is obviously a lie), Eun Sang pun pergi untuk ngebongkar tong sampah diikuti Kim Tan. Saat itulah Chan Young ngejawab pesen SNS ke handphone Kim Tan yang ditinggal sembarangan, hanya supaya ditemukan oleh Racheel. Gaaahhh!!! Jangan suka ninggalin handphone napaaa??!

Di luar, Kim Tan akhirnya memberikan paspor ke Eun Sang tepat saat ada beberapa bule yang dateng kayak mau gebukin Kim Tan. Panik, mereka berdua lari sampai ke tengah kota (jauh itu…!) dan sembunyi di dalem bioskop. Kecapean, Kim Tan bilang mau tidur sebentar… tapi ga berapa lama dia pun membuka mata, memanggil nama Eun Sang dan bilang:

Apakah aku suka sama kamu?

Wuaaahh… confession on episode 2?? Bring on the romance! Eun Sang, being commited not to have a boyfriend let alone with a boy who is thousands mile from Korea, just act oblivious. Dia sengaja ga kasi namanya ke Kim Tan, berusaha bilang ga mungkin kalau Kim Tan suka sama dia, dan berusaha mengalihkan pembicaraan dengan segala cara. Kim Tan rada bete dimentahin gitu, tapi akhirnya dia nyerah. Mereka pun pulang, karena Eun Sang mau ambil kopernya.

Di rumah, Kim Tan bikin ulah lagi supaya Eun Sang ga pergi… kenapa ya harus bikin ulah? Mbok ya ngomong aja gitu lho! Sekertaris Yoon nelpon Kim Tan, kasi tau kalau ada acara di perkebunan almond dan ayahnya ingin Kim Tan dan Kim Won hadir. Walaupun Kim Tan tau Kim Won bakal bete tapi dia tetep aja pergi. Awalnya Eun Sang disuruh tinggal di rumah, tapi karena si Bule gila dateng dan berjanji bakal “menjaga” Eun Sang… maka pergilah mereka road trip berdua. Yay!

Thank God for annoying American Friend...

Thank God for annoying American Friend…

Di Korea, Bo Na dateng ke sekolah libur-libur… ketemu dengan camer alias bokapnya Chan Young. Suka banget dengan interaksi mereka… Bo Na yang anak orang kaya ga canggung dan malah berlaku akrab banget dengan ayah pacarnya yang notabene bukan orang kaya. Ternyata Bo Na dan Hyo Shin satu klub jurnalistik sekolah, dan mereka disana untuk membicarakan salah satu produser mereka yang mengundurkan diri karena ketahuan sama keluarganya; yang sebenernya sama aja sama Hyo Shin… sembunyi-sembunyi untuk bisa aktif di ekskul jurnalistik

jurnalistik

Mama Kim Tan bikin rencana licik untuk menjebak Mama palsu dengan cara membayar orang untuk ngikutin Mama palsu dengan harapan Mama palsu punya affair, dengan demikian mau tidak mau dua orang itu harus cerai. Tapi sayangnya saat Mama Kim Tan lagi nelpon orang bayarannya itu, Mama Eun Sang denger dan oleh karena itu megang kartunya Mama Kim Tan.

Kim Tan sampai di perkebunan hanya untuk diusir oleh Kim Won dengan kasar, hal ini ga sengaja disaksikan oleh Eun Sang… the most vulnerable side of playful Kim Tan.

Save me, Eun Sang

Save me, Eun Sang

Eun Sang: Lo baik-baik saja?

Kim Tan: Ngga… kenapa lo nguping?

Eun Sang: Gue pikir, kalau lo dalam bahaya… Gue bakal lari dan bawa lo kabur.

Kim Tan: Dari tadi gue dalam bahaya, kenapa lo ga bawa gue pergi?

Di perjalanan pulang, bukannya liat jalan dia malah liat cewe cantik di sebelah (Smith Driving Rules, Kim Taaann!!), membuatnya ga liat sekumpulan batu longsor di depannya. Mobilnya dibanting ke samping dan akhirnya mogok. Mereka pun terpaksa harus jalan kaki ke penginapan terdekat. Eun Sang reference of horror movie is hilariously cute in this scene. They end up spending the night together. Double Yay!!

I’m sorry… I really have to quote it, it’s so funny for me and a hard proof of Eun Sang’s horror-freakness…

Kim Tan: Kita harus segera pergi dari sini dan cari penginapan.

Eun Sang: Ga bisa kalau disini aja? Kalau di film-film, yang pergi ninggalin tempat kejadian bakal mati. Texas Chainsaw Massacre, Friday the 13th, Scream!! Hello Sydney (lengkap dengan suara 1 oktaf lebih rendah)

Kim Tan: Ya udah, lo tinggal aja disini!

Eun Sang: Gue ikut, yang ditinggal sendirian juga mati…

Kim Tan: Berarti sama-sama mati dong kita?

Eun Sang: Salah satu harus hidup untuk sekuelnya…

It’s Flirty-mode on at the Motel. Mereka udah sangat nyaman satu sama lain jadi mereka bisa bercakap-cakap dengan lebih baik. Ketika ditanya tentang lelaki di perkebunan, Kim Tan jawab:

Orang yang paling gue suka di dunia ini.

Aaaw… he’s just a puppy longing to be loved by its master. Do you need a hug, Kim Tan?

The scene in the restaurant is beyond cute, full of sweetness wrapped in a I-Heart-California T-shirt. Karena Eun Sang pingin banget makan pancake (“Amerika banget itu menurut gue!”), Kim Tan janji mau ngajak dia ke tempat Pancake enak di Melrose, yang kemudian dimarahin sama Eun Sang soalnya kalau di film yang bikin janji biasanya mati. (Ha! Freak banget ni cewe…)

Di kamar Kim Tan berusaha manas-manasin Eun Sang dengan make tempat tidurnya, yang (bikin Kim Tan kaget) di setujui oleh Eun Sang. Kim Tan ngga ngerti kenapa Eun Sang begitu santainya dengan keadaan mereka saat itu padahal semua itu kan salahnya. The ever practical Eun Sang responded

Kenapa jadi salah lo? Kan salahnya batu longsor…

That answered hit Kim Tan, mungkin sebelumnya dia dikelilingi oleh cewe-cewe kaya dan manja yang siap untuk di servis bak raja dan selalu menyalahkan orang lain; a breath of fresh air for the prince… illegitimate prince to be exact.

I Heart California Parade

I Heart California Parade

Paginya mereka sampai rumah, Chan Young sudah nunggu. Ternyata Rachel yang ngasih tau alamat Kim Tan. Kim Tan berat banget ngelepas Eun Sang, sampai akhirnya dia minta Eun Sang untuk ga pergi (akhirnya…). Lagi-lagi Eun Sang yang logis bersikeras dia lebih baik sama sahabatnya dibanding sama orang asing yang berniat ambil ginjalnya (he!). Ada yang menarik dari pertemuan Chan Young dan Kim Tan. Chan Young tampaknya kenal Kim Tan tapi ngga sebaliknya. Sampai di apartemennya Chan Young, Eun Sang baru ngaku kalau selama ini ga tau namanya… dia ga pernah nanya karena dia ga mau cerita apa-apa sama Kim Tan tentang dirinya.

Poor Kim Tan is left alone

Poor Kim Tan is left alone

And so… our main couple is separated, eventhough with different condition. Eun Sang is having the time of her life, having fun in the US with her very bestfriend While Kim Tan is stuck at his house feeling lonely and can help but being furious, after finding out Eun Sang’s activity while spying on her SNS. His petty- jealousy is priceless!!.

Sementara itu di Korea, Young Do dipanggil Ayahnya untuk olah raga bersama. Yang gue maksud olahraga bukan jogging di pinggir sungai Han atau fitness di Gym, tapi sparring Tae Kwon Do yang mana Young Do di hajar-hajar abis-abisan, secara fisik dan mental. After kicking his ass, Young Do’s father crushed his ego further by saying that he always loss at real life too, because he always attack unnecessarily. Good Point, Dad! But bad way of delivering itu. Too make it even worse, Young Do di perintahkan untuk jemput Rachel dari bandara.

Kim Tan is stuck shopping is with her fiancee as anniversary celebration. Somehow behind his lazyness, he managed to squeeze some bitchyness to his fiancee

Kim Tan: Aku suka pergi belanja sama kamu, karena kalau kita melakukan hal lain… rasanya seperti berkencan.

Rachel: Dia udah pergi?

Kim Tan: Kemarin

Rachel: Pergi sendiri atau diusir?

Kim Tan: Sesuai rencana lo lah, lo kan yang kasi alamat gue ke orang itu…

Rachel: Udah, ga usah ngomongin dia…

Kim Tan: Kan lo duluan yang ngomongin…

How's my love doing?

How’s my love doing?

Saat itulah Rachel ditelpon dan dimarah-marahin Young Do, ga mau jemput dia di bandara. Keliatan banget kalau Kim Tan masih tertarik waktu mendengar nama Young Do. First love never ends… he! Ternyata cintanya Young Do ga bertepuk sebelah tangan. Kekekeke…Walaupun merengut, Rachel ngajak Kim Tan ke tempat Pancake yang langsung ditolak sama Kim Tan karena takut bakal ketemu Eun Sang. Rachel, begitu dikasi tau alasannya malah makin pingin kesana karena pingin ngebuktiin teori itu. Dan begitu itu bener terjadi, tambah ngelipetlah mukanya. Tapi bukan Rachel namanya kalau ‘kalah’, dengan seenaknya dia ikutan duduk di cafe itu dan bikin segala macam kerusuhan.

Rachel:  Kamu Yoon kan? Kami duduk ya, kami yang bayar bon nya.

Eun Sang: Lo kenal dia?

Yoon: Satu sekolah tapi kami ngga temenan.

Rachel: Kasta dia lebih rendah daripada gue, jadi gue ga bakal ngomong sama dia. (Dang! Dang! Dang!). Oh ya, lo pacaran ama Bo Na juga kan Kim Tan? Kenalin nih, pacar Bo Na yang sekarang. (Oh that B*tch!!), Kim Tan ini mantan pacarnya.

Yoon: Harus banget ya, lo ngomongin orang yang ga ada disini?

Rachel: Salah lo sendiri, ngapain lo disini ama cewe selain pacar lo? Eh, sebenernya salah dia ding. Ngapain dia sama pacar dan tunangan orang lain? (Can I slap her for you, Eun Sang?)

Yoon: She's the one who wants to go here...

Yoon: She’s the one who wants to go here…

Kim Tan pun langsung contigency mode, bawa Rachel pergi dari tempat kejadian perkara. Gue suka banget kata-kata Kim Tan berikutnya.

Selama 8 tahun lo adalah orang yang cantik dan pintar buat gue, tapi saat ini lo ga seperti itu. Jangan berubah terutama karena gue. Ga ada bagusnya kalau lo mengacaukan diri lo buat orang seperti gue.

Setelah acara kencannya gagal, Rachel balik ke hotel dan ketemu Kim Won yang mau keluar. Mereka tampak sangat bersahabat, lebih bersahabat dibanding dengan Kim Tan, sampai-sampai Kim Won memperbolehkan Rachel ikut Kim Won ke makam ibunya. So interesting how this two cold people could open up to each other and have a normal conversation. I’d like to see them together, because they brough the best to each other. Apalagi Kim Tan tadi bilang kalau Rachel pernah naksir Kim Won…

Rachel: Kim Tan sudah pernah kesini belum?

Kim Won: Lo orang pertama yang gue ajak kesini.

Rachel: Kim Tan pasti bakal cemburu banget sama gue… (Aaaww, you do have a heart.)

Di Korea, Sekertaris Yoon lagi berkunjung ke hotel Ayahnya Young Do, ketika di lift tiba-tiba sang pemilik dan tunangannya (ibu Rachel) tiba-tiba masuk. Ternyata Sekertaris Yoon dan Ibu Rachel pernah punya masa lalu, yang cukup dalam sehingga Ibu Rachel masih deg-degan kalau liat Sekertaris Yoon. Hmmm…

there goes her poker face

there goes her poker face

Tan telpon sekertaris Yoon untuk menanyakan apakah Won masih di Amerika, karena telpon itu Tan jadi ingat bahwan Chan Young adalah anak Sekertaris Yoon. Dia lalu telpon Chan Young untuk mencari Eun Sang yang saat itu lagi ga ada di samping Chan Young. Karena Eun Sang mengira mereka tidak akan pernah ketemu lagi, ia pun menolak untuk menelpon Tan balik.

Tan menemukan sepasang kaos kaki pink di pintu kamar Eun Sang, sebagai biaya kamar sementara Eun Sang pergi ke kampus Tan untuk meninggalkan salam perpisahan di mading sekolah yang udah padet ama kertas-kertas.

It feels like a midsummer night dream, its time for me to dissappear. Just like last night dream, goodbye.

Bittersweet Encounter

Bittersweet Encounter

Tan memenuhi janjinya untuk nganter Rachel ke airport, walaupun sambil cemberut Rachel ngga bisa nyembunyiin rasa senangnya. Di airport Rachel meluk Tan sementara pihak satunya hanya berdiri kaku, sampai dia memalingkan muka dan melihat satu hal yang ditunggu-tunggunya.

Cha Eun Sang! Stop!

The end of my Midsummer Night's dream

The end of my Midsummer Night’s dream

Comment:

The end of episode 3… there are a lot of flaws in the beginning of this series, Lee Min Ho’s english was one of them. Kadang rasanya dia terlalu fokus untuk berbahasa inggris, sampai-sampai bahasa tubuhnya jadi aneh, contohnya adegan di kamar sama temen Amerikanya. Yang membuat ini jadi sesuatu yang berat adalah, Kim Tan seharusnya orang kaya yang pergi ke luar negeri kayak pergi ke Alfamart… dan dia udah di amerika 3 tahun; menurut gue seharusnya bahasa inggrisnya akan lebih baik dari itu. Beda dengan Eun Sang… dia orang miskin yang tau bahasa inggris dari pelajaran sekolah, pun demikian bahasa inggrisnya lebih baik dari Kim Tan.

Banyak yang bete ama Jay – temen Amerika yang gondrong – ya, dia emang annoying… ya dia kayak bukan aktor (mungkin masih aspiring aktor)… tapi menurut gue semua hal yang menyebabkan dua tokoh utama kita lebih dekat adalah Jay, jadi gue pun ga papa lah…

Selain dari itu, gue sama sekali ngga ada masalah sama drama ini… Lee Min Ho bagus banget dengan tatapan-tatapannya (yay for silent scene as in City Hall!!), jahilnya, cemburu butanya, nelangsanya, semua disampaikan dengan baik. You can’t but wishing you were Eun Sang.

I like Eun Sang character, dia punya pendirian banget dan ga gampang dimanipulasi. Beberapa kali ditanyain sama Kim Tan atau Rachel tapi mereka ga bisa dapetin jawaban yang memuaskan dari Eun Sang, malah jadi mereka yang jawab pertanyaannya. Gue suka detil horror-freak nya dia dan berharap ini salah satu petunjuk bagaimana nanti dia akan sukses dengan sendirinya tanpa bantuan orang-orang kaya itu. Eun Sang juga bukan cewek polos yang malu ama cowo telanjang dada; makanya dia nyesel pas ga liat Lee Min Ho Kim Tan ganti baju. Ha!

Gue suka semua interaksi Tan dan Eun Sang, menurut gue mereka equal dalam hubungan. Eun Sang yang freak tapi cute, Tan juga suka jahil. Tan yang pingin banget disayang sementara Eun Sang ga pingin punya pacar apalagi jarak jauh kayak gini. Mereka bisa flirty di satu saat, berantem kecil, saling melindungi… it’s like they are meant to be together. (Well, Duh!!)

Gue suka persahabatan Young Do, Myung Soo dan Bo Na. Mereka keliatan temen dari kecil yang walaupun nyolot-nyolotan tapi tetep care satu sama lain. Gue penasaran dengan apa yang terjadi antara Tan dan Young Do, karena jelas banget mereka masih saling kepikiran (that sounded so wroong!) tapi pura-pura ga peduli.

So, so far so good laah… See you on the next chapter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s