Sungkyunkwan Scandal: My Pick for 2010 Best Kdrama

Oh Boy… I love it when a girl cross-dresses, tries to act like a man, sweat and bleed to succeed in the man’s world yet managed to get the boy; I think it is very romantic for a straight man to falls in love with other man, tries hard to deny it but in the end threw away all of his fears and just goes on with the love (though in the end he finds out, that he was not totally wrong about himself)… I found my guilty-pleasure.

Review

  • Title: Sungkyunkwan Scandal
  • Air date: 30 Agustus – 2 Nopember 2010
  • Episodes: 20
  • Broadcast Network: KBS2
  • Cast: Micky Yoochun, Park Min-Young, Song Joong Ki, Yoo Ah In.
  • Genre: Comedy, Romance

Cerita tentang seorang gadis yang berusaha keras untuk menghidupi ibu dan adik laki-lakinya yang sakit, to the extend of disguising herself as a man and working in a local bookstore. Berlatar belakang di era Joseon (Korea jaman dulu) atau sekitar tahun 1700an, menjadi seorang wanita yang terpelajar bukanlah sesuatu yang umum; jadi Kim Yoon Hee yang sangat berbakat di bidang literatur terpaksa menyamar sebagai seorang pria dan bekerja di sebuah toko  buku yang selain jualan buku, juga melayani transcribing, penjualan stensilan, pengerjaan tugas kuliah (hihihi, just like modern time), sampai jadi joki untuk ujian masuk sebuah perguruan tinggi ternama.

Kim Yoon Hee a.k.a Kim Yoon Shil pada akhirnya terjebak masuk ke perguruan tinggi itu. Perguruan tinggi khusus laki-laki yang mendidik para calon pegawai negeri, atau untuk lebih kerennya… para pemimpin bangsa. Sungkyunkwan (SKK)… Sebagai mahasiswa yang dianggap banci –  karena mukanya yang “kayak” perempuan dan badannya yang lemah – Kim Yoon Shil menghadapi banyak tantangan dan hambatan, tapi di tengah semua kesusahan… dia juga menemukan ilmu, semangat hidup, ambisi, panutan, persahabatan dan cinta. Semua hal yang seharusnya dimiliki sebuah instansi pendidikan… But most importantly, she found herself.

Comment

Truthfully, gue rada males awalnya untuk ngikutin drama ini… mainly because of its sageuk background (drama sejarah). Rada males aja liat yang fashionnya jadul-jadul dan ga biasa, silat-silatan (I am a true rom-com b*tch, remember?) dan bahasanya yang terlalu sastra. Tapi setelah baca sana-sini,  I was intrigued by the cross-dressing plot dan konon sageuk-nya di lebur dengan modern day. So I gave it a shot… and I was happy again. This drama was beyond-expectation-ly fun, moving, heartwarming and full of knowledge. My second best drama of all time (at the time of the writing of this sentence, I have only finished up to 9th episode, but I got a pretty good hunch about this.)!!!

Like I said, I am swooning over cross-dressing plot especially when it’s woman tries to be a man. Mulan, 1st shop of Coffee Prince, You’re Beautiful, Mrs. Doubtfire (hehehe the last one is so random!!). It’s impossible… I know!! It’s illogical… I am sure!! But this plot means that the main character needs a lot or at least a very strong reason to do it and needs to strive to succeed, and most of the time there should be antics, slapsticks and humor along the way. Aaand, I get to see a lot of hotties in one screen. Haha! What else a girl could ask for?

Sungkyunkwan Scandal adalah percampuran antara Mulan; dimana taruhan atas terbongkarnya rahasia bahwa tokoh utama kita seorang wanita, adalah Nyawa!! Dan Harry Potter; kehidupan persekolahan yang dibuat mirip dengan keadaan Hogwarts (nama sekolahnya Harry Potter ~ untuk yang ga baca 7 seri nya Harry Potter), bertemunya 4 orang dengan berbagai karakter tapi bisa menjadi sahabat yang saling melengkapi, persahabatan sejati antara para tokoh nya yang bisa bikin iri dan bikin kita berharap punya persahabatan semacam itu di masa sekolah dulu. Dan ada sense You’re Beautiful-nya juga, in a way that the lady falls in love with the leader of a group of four people… and vice versa. Ngga lupa juga ditambah dengan male second lead yang dibuat keren sehingga penonton ga bisa decide mau jagoin yang mana. Hehehehe… I feel the same way.

Yess!!! Gue termasuk seseorang yang berharap bisa punya persahabatan seperti di drama ini. Then again, maybe I should just cross-dressed my way through high school and went to some kind of boarding school to gain this kind of friendship, hehehe! I love the fact that they are so different, but they can accept and understand each other as they are. Salah satu scene yang gue suka… adalah saat Gu Yong Ha (yang cengengesan) nyuruh Moon Jae Shin a.k.a crazy horse (si berandal) untuk masuk kelas dengan muka serius…

Moon Jae Shin: Jangan pasang muka kayak gitu deh!! Ga cocok, tau!

(Cengengesan lagi) Gu Yong Ha: Yak, betul!!

Sometimes it’s nice to have someone understands you better than yourself, right? The fact that they both are completely different but able to befriended and accept each other without demanding any changes is what makes it even better.

I love all four main characters of this drama, I love the changes that happen to each character, I love their friendship, I love the story of how they become a better person by having other person on their side, I love the wisdom… wrapped up nicely with good music, manga-like costume and beautiful faces (even the guys are beautiful). It’s been a long time since I felt this way about a drama. Hopefully it will stay the same until the end of 20th episode.

Oh… yang aga bikin ‘kurang’ adalah fakta bahwa drama ini punya setting di jaman sejarah, jadi banyak pelajaran sastra, frase-frase jadulnya korea dan ajaran-ajaran Confusius yang gue ga ngerti. Word of advice: jangan nonton drama ini dengan subtitle seadanya, karena pasti akan mengurangi kenikmatan menonton. Sayang banget deh!

Rekap

Karena gue saat ini lagi mencicipi profesi baru (sebagai ‘working mother’ *woop woop, yeeeaahh!!), jadi gue usahain kasi rekap ya Guys… tapi mungkin bakal lama – but you wouldn’t notice anyway, so why am I saying this?? Haha dasar orang aneh…

Episode 1 & 2: Welcome to Sungkyunkwan, Mighty Scholar!

First of, lets meet all the important characters:

Kim Yoon Hee a.k.a Kim Yoon Shil a.k.a. Dae Mul (Big Shot)

A bright girl that is forced to hide her true self due to conservative few on woman; as a daughter of a professor (which she knew nothing about) it is only natural that she inherited her father intelligence in literature… by secretly learned his lecture. Di masa remajanya, Yoon Hee terpaksa berpura-pura jadi lelaki untuk bisa bekerja di toko buku dan menyalurkan bakatnya; hal itu dilakukannya karena himpitan ekonomi dan adik laki-lakinya yang sakit-sakitan.

Yoon Hee tinggal di sebuah kota miskin tempat berdirinya Sungkyunkwan – sekolah untuk calon pegawai kerajaan, sekolah khusus lelaki yang ketat dan penuh etika – tapi layaknya semua sekolah (jaman sekarang) murid SKK pun curang… pesen PR di warnet sebelah (Oh C’mon… ya kno we’re on the same boat!! Hee hee), pesen stensilan, buka contekan waktu ujian sampai nyewa joki waktu UMPTN. Untuk dapetin uang, Yoon Hee sampai rela nyamar jadi cowo, pake ID adeknya (Kim Yoon Shil) lalu melakukan itu semua.

Suatu kali, dia salah nyamperin customer… alih-alih peserta bodoh yang butuh joki, Yoon Shil nyamperin dan buka kedoknya ke seorang murid teladan yang sok alim (yang suka ngelaporin kalo ada yang nyontek… huh nyebelin!! Hahaha): Lee Seon Jeon.  Tapi setelah mengetahui bakat Kim Yoon Shil, Lee Seon Jeon berusaha banget supaya Yoon Shil mau ikut tes masuk SKK… pada akhirnya Yoon Shil terjebak, tapi malah kemudian diterima kuliah di SKK. Berkah atau bencana?? Hmmm…

Lahir di sebuah keluarga miskin, Yoon Hee terbiasa bekerja keras. Dia juga tau kehidupan rakyat jelata yang sebenarnya dan cukup pandai untuk tau bahwa tidak seharusnya rakyat miskin hidup tertindas dan menderita. Luasnya pengetahuan dan intelejensianya memberikan dia harga diri yang tinggi, baik sebagai rakyat jelata maupun sebagai wanita. Dia selalu positif, supel dan sangat determine untuk menyukseskan hari-harinya sebagai murid Sungkyunkwan.

Lee Seon Jun a.k.a. Ga Rang (Perfect Husband)

Son of The Left Prime Minister (jangan tanya ya, artinya apa… gue juga ga ngerti, yang pasti sih orang penting), that belongs to the political Party ‘Noron’. Super nerdy, ultimate bookworm and the world’s most upright man. Selama berpuluh-puluh tahun di kehidupannya, dia hanya berkutat sama buku. Lulus ‘SMA’ dengan nilai paling tinggi tapi ngga pernah punya temen semasa hidupnya. Orang-orang hanya melihatnya sebagai cowo pinter, anak pejabat dengan muka ganteng.

Saking berbakatnya dia di bidang sastra, ada orang yang nyoba nyolong rambutnya… Orang itu percaya kalo dia bisa ngumpulin rambut para sastrawan dia bisa lolos ujian masuk Sungkyunkwan. Tapi sama Lee Seon Jun, kumpulan rambut yang dikumpulin dari berbagai penjuru itu disebar begitu aja. Hihihi, parah nih orang!

Di ujian saringan pertama Sungkyunkwan, seorang cowo ngedatengin dia dan ngaku sebagai joki yang dia sewa untuk ujian masuk. Melihat suatu bentuk kecurangan, Lee Seon Jun serta merta angkat tangan siap lapor (hahaha, minta digebukin massa nih orang!). Ketika para pengawas datang, Yoon Hee cepat-cepat mohon ampun, cerita kondisi keluarganya. Mungkin karena kasihan, alih-alih ngelaporain Yoon Hee… Lee Seon Jun malah ngelaporin seluruh bentuk kecurangan yang terjadi di tempat ujian. Sogok-menyogok pengawas, kertas contekan dan lain-lain. Mengingat siapa ayahnya, kata-kata Seon Jun itu bawa pengaruh. Akhirnya ujian masuk dibersihkan dari segala bentuk kecurangan, Yoon Hee pun bisa menyelinap dengan bebasnya.

Yang Seon Jun ngga tau, Yoon Hee diam-diam nulis sesuatu di bajunya Seon Jun. Ketika Seon Jun baca tulisan itu, dia tampak… entah tersinggung entah terenyuh, yang pasti setelah itu dia ngejar-ngejar dan cari-cari Yoon Hee kemana-mana. Dengan berbagai macam cara, akhirnya Seon Jun berhasil menemukan Yoon Hee. Bukannya marah atau nangkep Yoon Hee… Seon Jun malah nyuruh Yoon Hee untuk ikut ujian masuk Sungkyunkwan, karena menurutnya dia berbakat. It is nice to see someone care about others in that kind of way. Seseorang yang sangat pintar berbesar hati untuk mengakui bakat orang lain sampai mendorong orang itu demi kemajuannya, bahkan seseorang yang asing.

Moon Jae Shin a.k.a. Geol Oh (Crazy Horse) a.k.a Hong Beok Soo (Red Messenger)

Second son of the Minister of Justice that belongs to political party Soron (hmmmm… Noron? Soron? should the next party called Mo**n? hehehe). Soron and Noron are two opposition parties ruling in Joseon. Mereka saling bermusuhan dan saling menjatuhkan.

Pertama kali Yoon Hee ketemu Jae Shin atau Geol Oh ini adalah saat Yoon Hee hampir di rampok orang. Yoon Hee baru pulang dari rumah pejabat yang memberikan keluarganya pinjaman, karena hanya mampu membayar sebagian utangnya, pembayaran itu pun ditolak dan waktu pengembaliannya diperpanjang tiga hari; pilihannya adalah bayar utang atau menikah dengan pejabat itu (dasar lelaki hidung belaaaaang!!). Nah, di perjalanan pulang itulah Yoon Hee dicegat perampok yang kemudian ditolong Geol Oh. A classic story of Damsel in Distress and the Hot Guy who Saves her. Hehehe…

With his scruffy face you’d think that he is a hoodlum. Ternyata dia adalah murid senior Sungkyunkwan yang paling berandal. Selalu menggerai rambutnya saat ngga pake seragam, pake baju kusem, jarang kuliah, rajin berantem, ga pernah bother untuk sosialisasi. Hence the nickname Geol Oh atau Crazy Horse. He hated people especially those belongs to Noron. So can you imagine what it would be like if He is being given two roommates and one of them is a Noron? Yes, he end up being in the same room with Kim Yoon Shik and Lee Seon Jun. uh-Oh, drama! drama! drama!

Dibalik sikapnya yang berandal, Geol Oh punya sisi gentleman yang besar. Saat dia nolong Yoon Hee, dia masih sempet nutup mata Yoon Hee waktu mukulin salah satu perampok. Waaaww!! He is the hot bad boy, He kicks ass and He treats a woman like a little sister. Marry Me, pleaasseee!! He’s transformation of an angry young man into someone affectionate to his surroundings is – to my opinion – the best out of the foursome. He even read all books in the library, how cool is that!!?!

Gu Yong Ha a.k.a. Yeorim (Forest of Women)

He is also a senior at Sungkyunkwan. Ikutan anak-anak lain saat ngambil PR di Yoon Hee. Disanalah pertama kali dia ngeliat Yoon Hee dan kagum saat Yoon Hee nyelesein PR mereka dalam waktu 30 menit. Yong Ha kemudian beberapa kali ngeliat Yoon Hee di jalan dan entah kenapa ngerasa tertarik dengan ‘cowo’ itu.

Gu Yong Ha terlihat sering nongkrong ama grup elitnya Sungkyunkwan. Presiden sekolah dan kroni-kroninya. Tapi walaupun dia jalan di belakang sang Presiden, tapi dia ngga tampak sebagai pengikut. Dia ngga mendelik jahat seperti presiden atau kiss ass ke presiden. He seems to have a mind of his own and doesn’t really belong to the group.

He is good looking and knows it, he is a fashionista and proud to be one and he is street-smart and a bit sly. In fact he is the brain for all the scheme and traps done by President to Seon Jun. Semua karena dia ngerasa bosen sekolah dan butuh senang-senang. At a glance you would feel that he is one of the antagonist… tapi karena mukanya ada di poster-poster, kita tau sebenernya dia salah satu tokoh utama. This setup makes it even more interesting, we can’t help but wonder how the transformation will start.

Personally, I love Yong Ha character out of the foursome. Dia cerdik, dia tampaknya cuma ngerti maen-maen, dia tampaknya nganggep semuanya ngga serius dan dia nosy banget terhadap rahasia orang lain. Tapi dibalik kecuekannya itu dia sangat setia kawan, punya otak yang cemerlang dan akan menjadi seseorang yang selalu menyelamatkan kawan-kawannya, katalisator diantara keempatnya dan yang selalu tau apa yang ada di hati sahabat-sahabatnya. He is that one person you’ve always wanted as your bestfriend, fun but reliable!

School President Ha In Soo

The son of Minister of War also belongs to Noron Party. Sangat haus kekuasaan dan selalu ingin dihormati. Punya mind set bahwa partai Noron adalah yang terbaik dan merasa bahwa semua keturunan partai ini harus bersatu bahkan di masa sekolah mereka di Sungkyunkwan.

Konflik pertama tokoh antagonis1 ini dengan empat sekawan adalah saat Seon Jun berusaha mengejar Yoon Hee setelah ujian masuk Sungkyunkwan. Ngga sengaja SJ nabrak genk Presiden dan sempat adu argumentasi. In Soo tau anak siapa Seon Jun ini, dan In Soo tau kekuatan yang dimiliki orang itu dan oleh karena itu merasa terancam olehnya. Presiden Sekolah ini lah yang akan mengobrak abrik kehidupan keempat tokoh utama kita dan jadi sasaran empuk utama cacian dan makian para penonton.

Left Prime Minister

Ayah dari Lee Seon Jun. Di depan putranya, Perdana Menteri selalu mengajarkan untuk menjadi seorang bangsawan sejati, menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan, mencari kawan dari loyalitas dan sebagainya… dan sebagainya. Perdana menteri tampak sebagai orang yang keras dan licik, tapi dia juga cukup dekat dengan putra tunggalnya itu. Salah satu yang diajarkan Perdana Menteri pada putranya adalah:

Lelaki paling bodoh adalah lelaki yang mengumbar-umbar kebijaksanaannya.

Hmmm… at this moment, I still don’t know what to think about him. Dari segi muka dan pertemanannya dengan Minister of War sih kayaknya jahat. Cuma ngga tau deh…

Minister of War

Ayah dari Ha In Soo. Minister of War inilah yang meminjamkan uang ke keluarga Yoon Hee untuk biaya pengobatan adiknya. Di hari pembayaran utang, Yoon Hee sempat berargumentasi dengan Minister Ha… yang membuat bapak-bapak tua itu kagum. Alih-alih mengambil cicilan utang yang sudah disiapkan Yoon Hee, si hidung belang ini malah kasih waktu 3 hari untuk nyiapin semua utangnya (sejumlah 100 Nyang), atau menikah dengan si tua bangka ini. Cih!! Mending kalo ganteng dah!!!

Professor Jung

The new and wise Professor of Sungkyunkwan, directly appointed by the King himself to teach at Sungkyunkwan. Dia ngajar dengan kreatif, dia jujur, dia memperhatikan murid-muridnya dengan baik, dan dia mendukung dan melindungi murid-muridnya untuk maju dan jadi seseorang yang berguna. He’s the kind of professor that you’d want as your academic supervisor. Hehehe!! In the future he will protect Yoon Hee and guide the quartet to do some great stuff for the country.

The other quartet… President’s crony

Para pengikut President yang selalu ada di belakangnya no matter what happen. Cuma ada satu yang (keliatan) normal, itu pun gue ga cukup peduli untuk cari tau namanya. Yang satu overly calm dan more like a bodyguard. Soalnya dari awal sampai akhir sibuk megangin tangan orang yang mau mukul presiden… sampai pada akhirnya, kepalan sang Presiden pun di tahan ama dia. Uh-oh!? Kenapa yaaa?? Adaaa deeeh… hehehe. Yang satu lagi sibuk kiss ass ke Presiden salah satunya karena diam-diam dia naksir adeknya Presiden. Yang satu lagi nyengiiiiiirrrr melulu, mau seneng… mau takut… mau sedih mukanya nyengiiiiir melulu. Mana salah ngomong melulu, lagi. Hodob lah pokoknya!!

President’s little Sister

She’s THAT other girl, yang bertugas untuk membuat drama ini jadi drama percintaan. Cewe yang ngejar-ngejar Seon Jun dan jadi saingan Yoon Hee. She is actually nice, cuma manja banget (typical little princess lah pokoknya!) dan sangat menginginkan kisah cinta seperti yang sering dia baca di novel-novel. Pertemuan pertamanya sama Seon Jun, saat inisiasi Sungkyunkwan.

Di Acara ini setiap anak baru dikasi tugas khusus yang harus dilakukan sebelum tengah malam. Nah, tugas yang dikasi President (atau Gu Yong Ha, tepatnya) ke Lee Seon Jun adalah merayu seorang putri, atau Ha Hyo Eun ini. Sejak itulah si cewe naksir ama cowo lempeng itu.

Yoon Hee’s mom and little brother

Dua orang terpenting semasa remaja-nya Yoon Hee. Mereka semua hidup miskin di sebuah gubuk, dan adik Yoon Hee sakit-sakitan. Akhirnya Yoon Hee minjam identitas adiknya, Kim Yoon Shik, untuk bekerja di toko buku bahkan jadi joki segala; semuanya dilakukan di belakang ibunya.

Ketika Ibunya tau apa yang dilakukan Yoon Hee, beliau sedih banget… apalagi ketika tau Yoon Hee diterima di Sungkyunkwan dan bertekad untuk nyamar jadi laki-laki dan bersekolah disana. Namun mengingat mereka sangat membutuhkan uang (jadi murid Sungkyunkwan dapet uang saku segala…) terpaksa Ibu dan adiknya mendukung rencana Yoon Hee. Sedih banget waktu Ibunya ngelepas Yoon Hee. Baru episode 2 aja gue udah nangis. (This was actually what makes me continue this drama…)

King Jeong Jo

The wise King, son of the late Crown Prince Sado (later on will be an important name relating to a book known as Geum Deung Ji Sa). In the eye of Noron Leader, he is a terrible King; only because he has different views than the conventional party. From the two first episodes we notice that the King is a wise and honest King, the one that could appreciate idealism when he sees one. Karena Seon Jun bikin keributan di tes awal, Raja jadi berniat untuk dateng ke tes akhir dan mengawasi sendiri jalannya ujian. Hal ini tentu saja mematahkan semua harapan semua peserta yang berniat curang. Hihihi, kasian!!

That’s about it for now. All important characters. So on to the recap yaaaa….

Seperti yang udah disinggung sebelumnya, untuk dapetin duit lebih… Yoon Hee bersedia untuk jadi pengantar contekan di preliminary tes masuk Sungkyunkwan. Karena salah peta, Yoon Hee malah ketemu Seon Jun dan hampir di laporin. In the end, Seon Jun malah protes segala kecurangan yang terjadi di ujian masuk dan dipermalukan dengan tulisan Yoon Hee de bajunya. Tulisan itu kira-kira berbunyi seperti ini:

Pelajar yang hanya tau ‘kata-kata’ dan kejujuran yang kuat tapi tidak mampu untuk mengerti kehidupan rakyat biasa. Bila mereka yang menjual ‘kata-kata’ untuk makanan dianggap pencuri, lalu apakah mereka yang menjual ‘kata-kata’ untuk kekuasaan dianggap loyal? Bila orang semacam itu diperbolehkan memegang pisau, maka dia akan menjadi pembunuh berpisau. Bila ada yang dianggap pencuri, maka pencuri itu adalah saya.

Seon Jun terhenyak membaca kalimat yang penuh makna itu, ia bergegas mengejar Yoon Hee. Di tengah jalan dia dihadang kelompok elit yang akan menjadi seniornya di Sungkyunkwan. Kelompok gila hormat itu sempet berusaha mengintimidasi Seon Jun, tapi malah dibales dengan argumentasi yang membuat telinga mereka panas. Sejak itu Seon Jun ada di Daftar Jelek mereka.

Yoon Hee baru mendapatkan setengah dari jumlah hutang keluarganya, pun demikian ia nekad untuk pergi ke rumah Menteri Perang untuk membayar cicilan. Dia sempet menyindir-nyindir Menteri itu, yang malah membuatnya noticed by the minister. Bukannya bayar cicilan, Menteri itu malah berniat menjadikan Yoon Hee simpenannya.

Pulang dari rumah Menteri, Yoon Hee hampir dirampok tapi lalu ditolong sama Moon Jae Shin. Ketika Yoon Hee berniat untuk berterimakasih, Moon Jae Shin cuma bilang:

Berterimakasihlah dengan tidak pernah muncul lagi di depan gue. Jangan pernah menundukkan kepala mu, nanti jadi kebiasaan. Kalo udah jadi kebiasaan, susah dibenerinnya.

Sambil berlalu, Moon Jae Shin menggenggam saputangan Yoon Hee… lalu cegukan. Hahaha! Cute bangeeettt!

Seon Jun masih berusaha nyari-nyari ‘cowo’ yang jadi joki tempo hari, sementara Ha In Soo berusaha untuk ngerjain Seon Jun. Maka berkonsultasilah dia ke Yeo Rim (Gu Yong Ha). Akhirnya mereka bikin skenario. Seon Jun dan Yoon Hee dijebak untuk transaksi buku terlarang di sebuah gubuk di tengah hutan, kemudian mereka manggil tentara kerajaan yang udah dikasi informasi mengenai transaksi itu.

Mereka akhirnya selamat, di kesempatan itu Seon Jun nyuruh Yoon Hee untuk ikut ujian masuk Sungkyunkwan, yang tentu saja ditolak mentah-mentah oleh Yoon Hee. Keesokkan harinya Yoon Hee ditawarin kerjaan lagi untuk jadi joki, kali ini dengan bayaran 100 Nyang (coincidence typical of a drama: just the amount of her debt!!). Yoon Hee bimbang dia punya dua pilihan yang sama-sama ngga menguntungkan: jadi joki dengan resiko ketauan raja dan dihukum mati (Yikes!!) atau jadi simpenan Menteri Perang. Hmmm!! Let’s see what would I pick as a normal (cowardish) girl?? Hehehe…

But, Yoon Hee is not normal. Dibantu adiknya, Yoon Hee melarikan diri dan dateng ke tempat ujian untuk jadi joki. Menunggu-nunggu sang penyewanya, Yoon Hee kaget karena itu semua settingannya Seon Jun supaya dia ikut ujian. Aaaawww!! Co Cweeeettt… Yoon Hee pun terpaksa ikut ujian.

Saat hasil ujian Yoon Hee dibacakan Raja, Raja marah besssaaar!! Ternyata di ujiannya, Yoon Hee ngaku sebagai joki yang disewa oleh salah satu peserta dan oleh karenanya tidak pantas untuk jadi pelayan Raja. Saat ditanya siapa penyewanya, Yoon Hee menjawab orang itu tidak datang. Seon Jun ngga kehilangan akal, dia langsung berdiri dan ngaku sebagai penyewanya. (Wuaaahh!! So many drama on the first episodes already??).

Seon Jun mengaku menyewa Yoon Hee untuk memberinya kesempatan ikut ujian masuk, bahwa bakat luar biasa yang dimiliki Yoon Hee akan sangat terbuang jika ia tidak memiliki kesempatan untuk ujian hanya karena keadaannya yang miskin. Kalau sampai Yoon Hee yang cerdas tidak dapat belajar di Sungkyunkwan hanya karena keadaan ekonominya, maka ia pun memilih untuk tidak menimba ilmu disana. Raja – dengan muka geram – merasa tersinggung dengan sikap Seon Jun yang sedang mengujinya, ia pun memberikan mereka berdua hukuman:

Pergi ke Sungkyunkwan! Saya perintahkan Lee Seon Jun dan Kim Yoon Shik untuk tinggal di Sungkyunkwan, dimana kalian akan belajar siang dan malam berpegang pada keyakinan kalian yang luhur. Lalu kembali lah dan layani aku. Joseon yang kalian impikan, adalah apa yang ingin kulihat. (ke Yoon Hee) Ini perintahku untukmu.

Maka jadilah Yoon Hee seorang Kim Yoon Shik, pelajar terdaftar di sekolah asrama khusus lelaki: Sungkyunkwan.

First day of school… Kim Yoon Hee; Er, Kim Yoon Shik mulai merasakan semangat dan gairahnya untuk belajar. Setelah semua dilema yang dihadapinya, dia merasa bahagia untuk berada di lingkungan pendidikan dan bertemu teman-teman barunya. Seon Jun looked oddly amazed and satisfied watching the look on Yoon Shik’s face as she, (erm he) sight-saw the school.

Yoon Shik bergabung di kerumunan siswa baru… ada apa ya? Salah satu teman yang baru dikenalnya, dengan muka prihatin berkata:

Aduh, roommate mu!!

Apppaaaa!!!?? kamarnya ngga sendiri-sendiri?? Paniklah si Yoon Shik… lebih panik lagi ketika tahu siapa Roommate-nya. Lee Seon Jun dan Moon Jae Shin. Mereka bertiga akan menempati kamar tengah kedua di Sayap Timur. Tiba-tiba datanglah senior ganteng, menenangkan Yoon Shik, Lee Seon Jun ngga mungkin di kamar Sayap Timur, semua keturunan partai Noron selalu di Sayap Barat, dan Moon Jae Shin a.k.a Geol Oh (Crazy Horse) jarang banget tidur di asrama, jadi kamar akan praktis milik Yoon Shik sendiri. Yoon Shik pun jadi lebih tenang. Inilah pertama kalinya Yoon Shik dan Yong Ha kenalan secara resmi (pertemuan pertama mereka di toko buku.) Yong Ha langsung nge-cengin Yoon Shik. Dia sepertinya udah curiga tentang jenis kelamin Yoon Shik, jadi dia mancing Yoon Shik kalau-kalau ‘cowo’ itu punya suatu rahasia sampai-sampai pingin punya kamar sendiri; tiba-tiba meluk Yoon Shik dan dibuat salah tingkah. Kocak banget deh sih Yeorim ini. Love it!!

Sampai di kamarnya, Yoon Shik kaget lagi… Lee Seon Jun udah tampak berbenah-benah. Yoon Shik marah, bener-bener ngga mau sekamar ama laki… apalagi sama Seon Jun. Orang yang udah njeburin dia. Saat lagi sendiri wallowing di luar asramanya, tiba-tiba ada kerusuhan yang membuatnya lari ke lapangan utama. Beberapa orang berkostum layaknya Ku Klux Klan muncul di panggung. Rupanya ini adalah acara inisiasi khas Sungkyunkwan.

Acara pertama adalah pemberian upeti untuk para senior, saat semua orang berlomba-lomba membawakan makanan mahal dan enak… Yoon Shik yang orang ngga mampu, hanya membawa kue beras (or that is what I think it was!). Yang tentu saja di hina dina sama kroni-kroni Presiden, sampai-sampai kue itu dibuang ke tanah. Yoon Hee sudah hampir sampai lagi di barisan, saat kemarahannya memuncak yang membuatnya membalikkan badan dan menghampiri si senior songong itu.

Anda adalah seorang yang terpelajar, di tengah-tengah buku yang mengelilingi anda… buku mana yang membenarkan seseorang untuk membuang makanan dengan seenaknya?

Semua orang terhenyak, walaupun mungkin semua memiliki sebersit pikiran yang sama… hanya satu orang yang mampu menyuarakannya. You should see Yong Ha face… its a winning one! Di tengah-tengah argumentasi-nya. Lee Seon Jun dateng dan mungut kue beras itu dan bahkan rela memakannya…

Senior benar… ini bukan makanan! Ini adalah sesuatu yang didapatkan oleh para senior di hari pengangkatan mereka, kesusahan para rakyat. Karena itu, silakan dimakan!

Huaaaaa!!! Seru bangeeeetttt… how cool is Lee Seon Jun right!? He always has something to say, at the right time and hit right to everyone’s conscience. This is one of the traits that i like about Lee Seon Jun. Dia belajar dengan keras dan bisa menggunakan apa yang dia pelajari di kehidupannya.

Melihat betapa mereka berdua sangat solid, Gu Yong Ha terenyuh… dia lalu ngambil kue beras yang udah jatuh tadi, lalu dibagi-bagiin ke senior lainnya; dan bahkan memakannya sendiri. I love love love his expression, you should notice that from the montage below. He’s just great, jadi senior ngga bikin dia gengsi untuk ngakuin dan ngebedain yang bener dari yang salah. Dan bahkan bisa mendinginkan suasana dengan mimiknya yang selalu jenaka. Did I tell you I love him?? Hehehe… Enjoy this picture montage of my favorite scene of episode 2.

How Cool is Yong Ha Sahyung (senior), right??!? ;p

After all the ruckus, para anak baru diberi tugas individu yang semuanya harus selesai sebelum tengah malam. Masing-masing diberi secarik kertas yang berisi puisi, puisi itu adalah petunjuk untuk tugas mereka. Dalam sekejap Yoon Shik berhasil memecahkan puisinya dan bergegas ke tempat minum-minum di kota. Tugasnya adalah “Mendapatkan Celana Dalem Cho Sun”!! Cho Sun adalah Gisaeng (some kind of Geisha) nomer satu di Joseon. Sampai di kedai minum itu, Yoon Shik disergap para Gisaeng dan dilucuti (You wont believe how aggressive those women are!!). Panik, Yoon Shik lari dan jatuh ke sebuah kamar dimana Minister of War sedang bercengkerama dengan seorang Gisaeng cantik. Uh Oh!! Will he recognize her??

On to Episode 3…

Episode 3 & 4: Welcome to our room, Second Middle Room of East Wing.

Yoon Shik takut setengah mati bakal dikenali sama Minister of War (which he seemed like it). Tapi belum sempet inget-inget, Gisaeng yang lain langsung meminta maaf dan jelasin ke Menteri bahwa dia adalah anak Sungkyunkwan yang sedang menjalanin inisiasi. Menteri mengancam akan membuatnya dikeluarkan… Yoon Shik pun buru-buru meminta maaf. Waktu akan keluar ruangan, Yoon Shik menyadari ada seorang Gisaeng dengan bahunya terbuka… being a woman herself, she couldn’t help but do something about it. So she wrapped her clothes on to the Gisaeng’s shoulder. Yoon Shik pun meminta ijin untuk membawa Gisaeng itu keluar dengan alasan atas perintah Presiden sekolah atau anak dari Minister of War – which she said in a very subtle and clever way. This articulate girl is growing on me.

Meanwhile, Seon Jun dengan pikiran lempengnya masih belum bisa nebak isi petunjuknya; yang nyebut-nyebut bunga lotus dan ‘memetiknya’. Kalau ngga dibantu sama pelayan setianya Seon Jun mungkin ngga bisa nemuin tugas yang harus dia kerjakan… merayu seorang putri yang tak lain adalah adik kandung sang Presiden. Hal ini sebenernya cuma akal-akalan Presiden, but Seon Jun got lucky. Bukan cuma lolos dari jebakan Presiden, malah si Ade yang jadi naksir berat ama Seon Jun.

Di ruangan lain, Yoon Shik baru sadar bahwa Gisaeng yang ia ‘selamatkan’ adalah Cho Sun; Yay!! Berarti dia berhasil melaksanakan tugasnya. Bahkan Cho Sun dengan senang hati memberikan celana dalemnya, plus dikasi puisi yang menandakan ‘perasaannya’. You see, when the guys gave you this kind of task, they’d think to get the under garment… one must deal with the ‘S’ word. Nah, Cho Sun ini terkenal sebagai Gisaeng top yang ngga akan pernah tersentuh perasaannya oleh Lelaki. Karena itu Yong Ha secara spesifik ngasi tugas ini ke Yoon Shik, to really test his (er, her) manliness.

Di perjalanan pulang, Yoon Hee menangkap sebuah kertas merah layaknya selebaran yang intinya berisi rahasia dan skandal negara. Kertas merah itu disebarkan menggunakan panah yang meledak oleh seseorang bertopeng – yang dikenal dengan nama Hong Byuk Seo atau Red Messenger. Red Messenger menyebarkan kertas itu ke seluruh kota dan kemudian mengirimakan satu panah khusus ke Menteri Perang. This made him furious and ordered the guard to catch Red Messenger. Lelaki bertopeng itu lalu menghilang di Banchon – wilayah Sungkyunkwan – yang artinya pengawal tidak diperbolehkan masuk.

Menteri lebih marah lagi ketika tau Red Messenger sembunyi di wilayah SKK. Why does he feared the messenger so?? Because the Messenger is looking for Geum Deung Ji Sa (some kind of a book). Rupanya isi buku ini sangat penting, karena sampai Raja dan Perdana Menteri pun tertarik oleh isi selebaran Red Messenger itu… walaupun dengan reaksi yang bertolak belakang. Menurut Menteri Perang, buku itu telah lama menghilang. Even so, Perdana Menteri memerintahkan Menteri Perang untuk menyingkirkan Red Messenger… karena dapat membahayakan Noron Party. Hmmm, Seon Jun’s dad is not that noble after all!

Yoon Shik ketemu Seon Jun di gerbang SKK dan menyadari bahwa dia datang dari arah rumah Presiden. Di dalem, para senior sedang memeriksa hasil dari tugas para murid baru. To their amazement, Yoon Shik came up and presented Cho Sun’s undergarment complete with the love poem. In love with Cho Sun, President tighten his fist after this fact thinkin’ that they really did ‘it’ . Aaawwww! Evil boss is Jealousss!! Acknowledging this achievement, Yong Ha made Yoon Shik the winner of this assignment session. He gave him (her) SKK uniform… and she is officially (or unofficially??) a Sungkyunkwan scholar. Love this Moment!! Oh yeah… she is also being granted one wish as her prize of winning the assignment.

Datanglah giliran Seon Jun… dia ngaku ngga berhasil ngejalanin tugasnya. Walaupun Yoon Shik udah protes (yang cepat-cepat disuruh diem sama Seon Jun), tapi Seon Jun tetap ngga merubah pengakuannya. Maka malam itu, Seon Jun adalah satu-satunya yang mendapatkan hukuman. Hukumannya adalah: Terjun ke kali yang udah dipipisin anak-anak cowo yang lucu-lucu. Kikikikik! You should see Yong Ha’s behavior towards those kids. He was just uber cute!!

Seon Jun was about to jump, when suddenly Yoon Shik screamed to stop him and decided to use his (her… until when should I do this parenthesis thing?? Hehe) prize to save him. Walaupun udah diancem sama Presiden, Yoon Shik tetep membuang menggunakan hadiahnya itu.

Yoon Shik: Ngga usah terimakasih, ini cuma masalah prinsip aja. Gue ngga suka utang budi sama orang lain.

Katanya ke Seon Jun kemudian; Seon Jun pun ngebales bahwa sebenernya dia ngga suka ama tradisi inisiasi itu, that’s why he did what he did. Tapi bagaimanapun dia juga ngga suka utang budi sama orang, jadi kalo Yoon Shik di masa yang akan datang butuh apa-apa, apa pun itu dia tinggal bilang… Seon Jun akan melakukan apa saja. Aaawww! The beginning of a beautiful relationship.

Yong Ha overheared Seon Jun statement about the initiation… he confronted this AND the fact that although Seon Jun did the assignment but chose not to admitted. Yong Ha then said:

Acara ini dibuat untuk orang-orang kayak lo, inisiasi maksud gue! Orang-orang yang lahir di kalangan orang kaya dan kaku kayak lo, karena lo ngga pernah harus menunduk pada orang lain. Itu untuk orang-orang rendah hati kayak lo, kenapa? Karena kita ada Sungkyunkwan… Siapa pun bapak lo, lo cuma anak baru disini. Jadi ga usah tinggi hati, santai aja!

This is actually the first time we see Yong Ha’s serious and deeper side of his, and I kinda like it. The fact that he cared enough to scold a person that he thought was arrogant showed his school spirit, something that seemed lacking on his character before. Tapi bukan Seon Jun namanya kalo ngga punya counter attack, in the end he said that he did that because of the young girl… Bukan seorang gentleman untuk melakukan apa yang diperintahkan ke seorang gadis seperti itu. With that statement, Yong Ha mengucapkan selamat datang ke Sungkyunkwan. Gah!! I love him… sportif banget orangnya!!!

Now! Back to the room problem… semua orang ngeributin kenyataan bahwan Seon Jun – yang seorang Noron – tinggal di Sayap Timur. Tradisi bahwa seorang Noron tinggal di Sayap Barat sudah terjadi selama bertahun-tahun, dan tak seorang pun siap untuk lihat hal itu berubah… bahkan kepala sekolah sekalipun yang langsung mengutarakan maksudnya untuk menggunakan kekuasaannya untuk memindahkan Seon Jun ke sayap Timur… Tentu saja, hal ini ditolak mentah-mentah oleh yang bersangkutan. Mendengar ‘pemberontakan’ kecil Seon Jun ini, Presiden pun marah (cranky amat sih, Mas??).

Tapi Yong Ha ngga kuatir, walaupun Seon Jun keliatannya hard-headed banget untuk stay di sayap timur… Ngga akan mungkin temen sekamarnya a.k.a Moon Jae Shin a.k.a Crazy Horse akan diem aja sekamar dengan seseorang, let alone a Noron. Never in his craziest imagination would a Crazy horse did that. So everyone gathered in front of Second Middle Room of West Wing and placed their bets… hihihi!

As expected, Jae Shin made a big deal out of Seon Jun room admittance… but in the end he too could not budged Seon Jun’s strong determination. Yoon Shik yang inget bahwa Jae Shin pernah nolong dia, berusaha untuk berada sejauh mungkin darinya karena takut ketahuan. Tapi malah ditarik Jae Shin dan disuruh tidur di antara dirinya dan Seon Jun:

Lo nyuruh gue tidur di sebelah Noron brengsek ini? Mulai saat ini, disitulah tempat tidur lo… selamanya!!!

I bet a lot of girls would sweat and bleed to fight each other for that spot. Hahaha!! Maka dimulai lah awkward night nya Yoon Hee (the girl) sleeping between two hotties. She slept (or not!) with her complete outfit that night. Kekekek!

Paginya saat sarapan pagi, Yong Ha nyamperin Yong Shik… seperti biasa kasi tips dan triks untuk sekolah di Sungkyukwan and then randomly called her Dae Mul which means The Big One; referring to the fact that he was the ONLY MAN to get Cho Sun’s affection. Buahahaha!! Yes, I laughed because of the nickname, and  because of the look on Yong Ha’s face when Yong Shik belched rice all over his face.

People were still fussing about the fact that Seon Jun was sleeping in the East Wing; to the extend that the president threatened to make Yoon Shik’s life in Sungkyunkwan a hell if he (she… still have to do this!) did not do something about it. Well!! What would you do if you were a girl disguising as a man under the threat of being sentenced to death if caught; and trying to survive years of college?? I’d do the same thing as she did. She went to the library and said to Seon Jun:

Omongan lo setelah inisiasi masih berlaku, ngga? Tentang semua permintaan gue akan lo kabulkan? Kalau gitu, lo pergi aja ke Sayap Barat. Gue percaya lo bakal nepatin janji Lee Seon Jun. Lo pindah aja ke Sayap Barat!!

That was their first conflict of many more as roommates… which I think it was totally fine. After all, what’s a friendship without a good conflict. The ability to survive the conflict is what makes the friendship stronger, right??

Seon Jun tentu aja ngga serta merta nurutin permintaan Yoon Shik, masih ada serentetan argumentasi yang dikeluarkan Seon Jun.

Gue kan cuma ikutin aturan? Emang gue salah? Setidaknya disini, siapa pun itu… dia ngga bisa di diskriminasikan atas pandangan politiknya. Hanya karena mereka mayoritas dan lebih kuat, gue harus nurutin mereka? Gitu? Gue ngga peduli omongan semua orang, gue udah biasa… yang pingin gue tau. Kim Yoon Shik! Apa pendapat lo??

Gaaahhh!!! Man of a lot of words… so true, so idealistic but so rare and hard to follow in the real world, right? This is why I love drama… to escape from reality for once and awhile. Dan setidaknya di drama, kita bisa lihat sekilatan dunia ideal yang diimpi-impikan orang itu.

Kim Yoon Shik knew he said the right thing… but still he (she) had other thing in mind. Dia cuma mau nyelesein masa sekolahnya di Sungkyunkwan dengan damai. Seon Jun pun speechless lihat keputus-asaan Kim Yoon Shik.

Meanwhile, we found out that the goofy Yong Ha is actually friends with the ‘Mad Horse’ Moon Jae Shin. I particularly love this friendship (as explained previously), and every scene with both of them is sooooo goood!! It stole the show completely… Selain interogasi Jae Shin tentang alasannya membiarkan Lee Seon Joon (seorang Noron yang juga anak dari lawan politis ayahnya) sekamar dengannya; Yong Ha juga menanyakan apakah Jae Shin cegukan semalam… Ternyata Jae Shin punya semacam kelainan yang bikin dia cegukan kalo ada hubungan dan di deket cewe. hahaah!! Lucu banget sih…

Di luar SKK, kerajaan lagi dihebohkan oleh pamflet dari Red Messenger yang nyebut-nyebut buku Geumdengjisa. Sebuah buku yang konon membeberkan tindakan partain Noron membujuk Raja yang lama membunuh putra mahkotanya sendiri. Partai Noron pun kelimpungan, Raja juga memerintahkan mentri perang untuk menangkap Red Messenger ini. Walaupun hanya bermodalkan sketsa gambar seseorang pake topeng dan cuma keliatan matanya doang (yeah right!! You’re kidding, right??), para pengawal dapet petunjuk bahwa di pelariannya yang terakhir, red messenger menghilang di balik Banchon (daerah sekitaran SKK) dimana pengawal atau tentara tidak diperbolehkan masuk.

Kuliah pertama… Yoon Shik siap-siap masuk, di belakangnya muncul Jae Shin. Hahaha!! Jae Shin ngga lulus-lulus jadi harus kuliah bareng anak baru. So 21st century, right?Kikik.. Ada juga satu anak semester satu yang mukanya kayak professor, hahaha… ceritanya veteran a.k.a. mahasiswa abadi. Mahasiswa profesor ini ngenalin anak-anak ke Professor Jung Yak Yong… yang konon dipecat dari pemerintahan karena korup dan terima suap.

It turned out to be an interesting lecture… bahkan Jae Shin pun bangkit dari tidurnya dan menatap dengan hormat sang Professor. Pertama beliau menjelaskan peraturan perkuliahan:

  • Di kelasnya, murid mendapatkan kesempatan 5 kali untuk menerima nilai ‘tidak lulus’, 5 kali tidak lulus sama dengan 1 strike.
  • Di Sungkyunkwan, baik di aktifitas perkuliahan atau aktifitas lainnya… bila murid mendapatkan total 3 strikes, maka mereka akan dikeluarkan.
  • Bila mereka dikeluarkan, nama mereka akan dicoret dari daftar untuk selamanya.

Wiwiwiwi, berat!! Karena satu dan lain hal… di akhir perkuliahan semua anak mendapatkan nilai tidak lulus kecuali (tebak siapa, hayyyoo!!?) Lee Seon Jun. Karena hal ini, beberapa anak sebel banget dan nuduh dia lulus karena bapaknya. Untuk pertama kalinya Seon Jun aga emosi dan hampir ribut… untung (dengan caranya sendiri) dilerai Jae Shin dan akhirnya ditenangin sama Mahasiswa Abadi dan di ajak untuk saling mengakrabkan diri dengan minum-minum. Again! The Stiff Neck Lee Seon Jun decline… ckckck *sambil geleng-geleng kepala. Ga asyik banget sih jadi orag??

Di luar, Seon Jun di tegur sama senior galak Jae Shin… pada intinya sih menurut Jae Shin, orang menimba ilmu di SKK adalah untuk bersosialisasi demi kepentingan politik mereka di masa depan. Orang anti sosial seperti Lee Seon Jun dan Jae Shin ngga cocok ada di SKK, bedanya Jae Shin bisa kapan aja DO, sementara Lee Seon Jun HARUS sekolah di SKK.

Pada akhirnya, lo tuh sama aja sama Noron-Noron yang lo benci itu. Jadi ga usahlah lo berkoar-koar tentang menghilangkan bias politik lo, sok jadi manusia… bikin orang bodoh kayak gue bingung.

Hhmmm! Sebenernya gue rada ga ngerti maksudnya Jae Shin apa ngomong gitu ke Seon Jun. Apa mungkin Jae Shin udah nangkep sesuatu yang lain dari si Seon Jun ini. Sesuatu yang memporak-porandakan pandangannya tentang orang Noron, terutama prejudice-nya ke Seon Jun; tapi ngga mau ngakuinnya.

Semua anak baru bersenang-senang hari ini, kecuali Seon Jun… being the Noron that he is, he thought that gathering with other scholars and drinking wine is waste of time. But thanks to Jae Shin… Seon Jun then considered to actually attend the gathering. He really didn’t want to be known just as a Noron, did he? Good for him. Tapi… coba bayanging kalo lo jadi dia, bermaksud untuk gabung ke sebuah grup tapi sebelumnya denger grup itu jelek-jelekkin lo. Bakal masuk ga lo?? He was about to back out, when he heard Yoon Hee talking:

Dasar menyebalkan! Tapi kalian lebih parah dari dia… bahkan orang seperti dia ga bakal jelek-jelekkin di belakang orang lain. Kalo emang kalian ada masalah ama nilai, protesnya ke Professor lah… kalo perlu tunjukin kalo beliau salah, itu baru namanya menang!! Gue tuh benci banget sama dia, tapi tetep aja ini ngga bener… hari ini dia ngga salah apa-apa! Lo sendiri juga tau kan?

Nicely put Yoon Hee, Girl!! and what a fair judgment you have there!?! Did I mention that i like you? Well I do… at least from now. You Rock!! Seon Jun ketauan berdiri di depan pintun kedai minum. Akhirnya Seon Jun harus mengikuti tradisi, minum alkohol dari gelas segede baskom (I mean it literally, lho!) dalam sekali tenggak. He ultimately did it and gained a whole new respect out of his peers. Nice going Seon Jun!! And the one who made him soften is… the mad horse, right?

Sementara itu, Presiden juga ikut-ikutan ada di kota… minum-minum sama kroninya dengan harapan ditemenin sama Cho Sun. Tapi Cho Sun malah casually chatting sama Gu Yong Ha. Dari percakapannya sama Cho Sun, Yong Ha nangkep kalo Cho Sun ternyata jatuh cinta sama Murid SKK yang kayak cewe yang minta celana dalemnya dulu (a.k.a Kim Yoon Shik). Yong Ha was concerned. Not as concerned as President when he found out… and boy was he jealous!! At this point, Yoon Shik’s life at SKK will be even worst, right??

Gila… ini drama jadinya cinta segi berapa ya? Lee Seon Jun <-> Kim Yoon Hee / Kim Yoon Shik <- Moon Jae Shin: Normal love life of kdrama… a girl being loved by two hotties. Ha In Soo -> Cho Sun -> Kim Yoon Shik <-> Lee Seon Jun?? Now that’s a bit twisted isn’t it? Heheh!!

Habis minum-minum, Seon Jun dan Yoon Hee jalan bareng… Akhirnya Seon Jun mengalah dan akan menuruti permintaan Yoon Hee untuk pindah ke Sayap Barat, semua karena Seon Jun berterimakasih Yoon Hee sudah membelanya di depan anak-anak yang lain. Tapi Yoon Hee justru berubah pikiran… hari itu dia seneng banget karena untuk pertama kali dalam hidupnya dia bisa dapetin pelajaran dari seorang Professor, dan semua itu karena Seon Jun. So she took back what she said and allowed Seon Jun stay at their room.

Aaawww!! Look at his face after hearing what she said!? He looked touched, didn’t he?? NOT!!! He threw up after that and passed out!! Hahaha so much for the perfect Man!! Seon Jun mabok berat… padahal udah hampir lewat jam malam mereka, dan ketiga temennya yang lain bener-bener ngga bisa diandelin. Ditambah lagi sang Presiden tau mereka berdua belum balik… gara-gara lagi bete banget sama Yoon Shik, Presiden malah memerintahkan pintu gerbang ditutup (sekolah nenek moyang lo, apa???). Uh Oh!! I smell trouble. Hebatnya, si Yoon Shik ngga gitu aja ninggalin Seon Jun. A complete noble is needed at every drama, right??

But then came the mighty senior, Gu Yong Ha!! Dia nunjukkin jalan masuk rahasia, sehingga mereka berdua sempet masuk sebelum pemeriksaan. Hmmm!! Kayaknya Yong Ha udah mulai condong ke Yoon Shik dan Seon Jun nih… walaupun sebenernya saat itu dia cuma ngerasa salah aja sama Yoon Shik. Semua kecemburuan In Soo kan awalnya gara-gara dia ngasih tugas ‘Celana Dalem Cho Sun’ itu ke Yoon Shik. I guess he felt a bit responsible for the bad time that Yoon Shik would face in the future. I guess this was the beginning of Yong Ha’s affection to the future Sungkyunkwan F4. Hehehe.

Meanwhile, si jagoan malem itu ngga balik ke kamar. Asyik judi ilegal, Jae Shin kena gerebek dan di bawa ke kantor jaksa jaman Joseon… di handle langsung oleh Menteri Keadilan a.k.a pemimpin Partai Soron a.k.a Moon Geun Soo a.k.a his own father. Mereka berdua beragumentasi… sempet menyinggung kakak cowo Jae Shin yang meninggal, dan kemarahan Jae Shin ke sang Ayah yang dianggap pengecut dan jadi cecunguknya Partai Noron (rival mereka) dengan diem aja saat kakaknya meninggal. Hmmm! Dari sini ada sekelibatan informasi kenapa si ‘kuda gila’ benci banget sama partai Noron.

Yoon Shik end up tidur di teras, ketakutan pas Seon Jun berusaha buka baju karena kepanasan. Tapi paginya saat Yoon Shik masuk ke kamar, Seon Jun udah pakaian rapi… duduk di depan meja dan belajar seperti biasa. Dia bahkan ngaku ngga inget apa-apa tentang kejadian semalem; yang dia inget cuma Yoon Shik bilang dia ngga perlu pindah kamar. And then he smiled… slyly. A man is still a man after all!!

Dua orang berkuda masuk gerbang SKK dan dengan (sok) sibuknya menempelkan pengumuman. Semua murid membaca pengumuman itu dengan antusias. Raja akan mengadakan perlombaan Memanah. Yoon Shik yang sebenernya seorang Yoon Hee (cewe) tentu aja memanah kayak cewe (pada umumnya), which makes him look like a loser… Since it’s a team competition, Seon Jun stepped up and taught her to do archery; because he didn’t want to fail because other person’s fault. Cih!! But as he fixed her stance, he said…

Kemarin pertama kalinya buat gue, bukan cuma temen sekelas… tapi temen baik gue. Seseorang yang mau jadi temen baik buat gue. Lo yang pertama, Kim Yoon Shik.

There’s obviously some awkward moment there. Yoon Shik was just ready to hate him again, but then he said something so ridiculously touching. That kind of miss-perception  always leave sdeeper impression, right??

Minister of War dan Prime Minister ngebahas pelaksanaan perlombaan memanah itu. Dari pembicaraan mereka kita tahu perlombaan itu adalah tradisi lama dari putra mahkota Sado (yang disebut-sebut di Geumdeungjisa). Dan bahwa hilang (atau penghancuran) Geumdeungjisa itu adalah perbuatan Minister of War. Hmm… things got more and more political, ya?

Di tempat lain, Sang Raja memanggil Professor Jung… mereka membaca sebuah dokumen dan menyebutnya sebagai surat wasiat seorang professor SKK, Kim Seon Heon. Surat wasiat itu pun ada hubungannya dengan Geumdeungjisa yang sedang dihebohkan itu, walaupun kita belum tau apa… Yang pasti hal ini yang membuat Raja mengirim Professor Jung ke SKK.

Yoon Shik latian manah sendirian saat Presiden dan pengikutnya dateng ke arah panahan. Mereka sempet nyindir Yoon Shik karena ngga mampu buat Seon Jun pindah dari Sayap Timur. Tapi Yoon Shik mbantah:

Anda adalah presiden yang bisa buat hidup saya menderita kalo ngga ikut aturan anda. kalau memang seorang Noron tinggal di Sayap Timur itu salah, kenapa anda tidak ubah peraturannya saja?? Kalo peraturan berubah, Lee Seon Jun tentu akan ikut aturan itu…

Kata-kata itu bahkan menohok pengikutnya yang langsung melirik presiden. Presiden merasa kalah, dia lalu buat gerakan lain untuk nggertak Yoon Shik.

Yang satu lagi bersiin panah, yang dua lagi asik kongkow-kongkow gini. Siapa yang bakal nyelametin Yoon Shik? Are you team Seon Jun? or are you team Jae Shin?? Hehehe emang twilight doang yang punya Team Edward dan team Jacob??

Well, they both saved her (erm, him…). Nice huh! And I think this was the beginning of Jae Shin’s attachment to the friendship especially to Yoon Shik. I love how they made them both save Yoon Shik, I guess it stated that she was the reason of the friendship… because at that moment none of them saw her as a girl which means there were no romantic feeling that drove the two boys to save Yoon Shik. This is the particular event that made them come together and to what would become a wonderful friendship.

But that was not the only problem for Yoon Shik that day. Collapsed due to the stress and shocked, Yoon Shik is back-carried by Jae Shin to Professor Jung. Sebelumnya Professor Jung secara ngga sengaja mengetahui bahwa Yoon Shik adalah putra dari Professor Kim Seon Heon. Eniwei, karena Professor Jung punya pengetahuan medis, maka diperiksalah si Kim Yoon Shik. Jeng jeng jeng!!! You do know what he would (or would not) find under those robes right?? Nuh-Uh, it surely wasn’t what he was expected! And the episode 4 ended there.

Episode 5-7: The beginning of Jalgeum Quartet a.k.a. Sungkyunkwan F4.

Yoon Shik ketangkep basah oleh Professor Jung, ngga tau harus ngapain… Yoon Shik cuma bisa bersimpuh dan menerangkan alasannya sampai harus berpura-pura jadi lelaki – karena keluarganya yang tidak mampu dan adiknya yang sakit-sakitan. Bukannya simpati, Professor Jung malah menyalahkan keluarganya yang sampai membuatnya melakukan tindakan ‘kriminal’ itu. Untuk tidak memperberat dosanya lagi, Professor Jung memerintahkan Yoon Shik untuk menjaga identitasnya dengan ketat, sampai ia memutuskan hukuman yang tepat untuk Yoon Shik. Yikes!! Somehow I think it is not only an act of punishing and scolding Yoon Shik, but also to protect her. Professor bahkan ngusir temen-temennya Yoon Shik yang kuatir untuk jaga kerahasiaan itu.

Jae Shin marah banget mengira Yoon Shik luka serius, he was about to kick some President’s ass when Seon Jun stopped him. He said that all of those happened because of him, so he’s the one who should do some ass kicking. (Well, not exactly like that… but similar lah!!). Ternyata semua itu emang dilakukan Presiden untuk narik Seon Jun ke sayap barat. Menurutnya tim Seon Jun sekarang yang terdiri dari seorang Noron (Lee Seon Jun), Soron (Moon Jae Shin) dan seorang Nam-in atau orang dari Selatan (Kim Yoon Shik), adalah representasi dari cita-cita raja untuk membangun Negara yang tidak terpecah oleh pandangan politik. Kalau sampai tim itu menang, hal itu akan melegitimasi keinginan Raja dan Lee Seon Jun dianggap menembakkan anak panah ke partainya, atau lebih buruk lagi ke ayahnya sendiri. This is what Lee Seon Jun replied…

Wah, bener juga kata Kakak. Saya ngga kepikiran bahwa dampak kemenangan tim kami akan begitu besar. Kalau begitu saya coba!! Jadi juara satu…

I love how Seon Jun could pissed President off with his intelligence, it’s like he always has something to say and get back to every President’s effort to manipulate and control everything.

Yoon Shik sempoyongan sampe di kelas, dia lalu nangis sesenggrukan takut akan nasib ibu dan adik laki-lakinya. What she didn’t know is that she wasn’t really alone in that classroom. Annoyed by her cry, Jae Shin woke up and found Yoon Shik cried alone. He was about to get back to his sleep but changed his mind, he got up. Yoon Shik menyadari keberadaan Jae Shin lalu salah tingkah, strangely (but cute) so did Jae Shin. As he left he said…

Itu lumayan gagah, lho! Ga nangis di depan orang. Lo disini aja, gue yang pergi. Hei Dae Mul (Big Shot) Nangisnya yang kenceng dong… kayak lelaki dewasa!

Waaw!! He is so cool, isn’t he? Bayangin aja, lo kepergok nangis ama senior galak yang selama ini memperlakukan lo dengan kasar. Tapi tiba-tiba aja dia ngga berlaku seperti itu; malah ngertiin dan kayak ngelindungi dengan cara yang sangat halus. Gue aja terharu!! I think these moments are where he started to care about something and wanted to protect it. Be it a friend or friendships or love.

Gu Yong Ha penasaran banget… kenapa ngga ada seorang pun yang boleh ngeliat Kim Yoon Shik, kenapa ga ada seorang dokter pun yang dateng untuk meriksa, dan kenapa Professor Jung ngga nulis diagnosa apa pun di catatan medis sekolah. Semuanya di konfrontir ke Professor Jung dengan gayanya yang tengil… Nih siapa yang maling, siapa yang bener sih? Yong Ha lagaknya dah kayak guru yang lagi ngetes muridnya (di depan Professornya lho ini). Gu Yong Ha mengira dia berhasil njebak Professor, but a student still can’t outsmart his teacher. Dengan ancaman mencuri record medis sekolah adalah tindak pidana, Gu Yong Ha pun membatalkan interogasinya. Haha! Sekali-sekali lah di sentil, biar ga songong..

Nobody slept that night, not even confused Professor Jung. He now recalled the daughter of his teacher; he met her long before when he visited Professor Kim Seon Heon’s House. She was also bright and secretly learned while her father was teaching her brother. Even then, Professor Jung was impressed by the young girl. The same tension felt by all member of Second Middle Room of East Wing, none of them closed their eyes that night, though with their own reason. But, notice how Jae Shin is more accepting to his two roommates now?? Cute huh!?

Professor told the King that Kim Yoon Shik is Professor Kim Seon Heon’s son (daughter). Raja seneng banget dan langsung serta merta akan memerintahkan Kim Yoon Shik mencari Geumdeungjisa, which of course dihalang-halangin banget sama Professore Jung. Berbagai macam alasan di keluarkan sampai akhirnya Raja mengalah dan akan menunggu.

Paginya Seon Jun bersikeras ngajak Yoon Shik latihan memanah, walaupun sudah ditahan sama temen-temennya yang lain. Being the hard-headed as he is, Seon Jun insisted that Professor Jung would not allow a sick person left the affirmary. True! But still… cold-hearted bast**d!!

Seon Jun melatih dengan tangan besi, terus membuat Yoon Shik memanah walaupun jelas hal itu sama sekali ngga dikuasainya; apalagi ada pikiran-pikiran, dia dan keluarganya akan segera dihukum mati. Tapi ketika dia ingat semua hal menyenangkan tentang sekolahnya, ia pun semangat lagi untuk latihan… walaupun tangannya luka-luka kena busur panah. Kerasnya Seon Jun bahkan menarik perhatian Jae Shin.

Pada suatu ketika, Yoon Shik menyerah… Seon Jun memarahinya abis-abisan, menyalahkannya karena begitu mudah menyerah. Datanglah Jae Shin dan membela Yoon Shik, menuduh Seon Jun sangat berambisi untuk menang dan dilihat raja. Ini dia pembelaan Seon Jun:

Seon Jun: Kak, kalau dia menyerah sekarang karena dia takut, dia ngga akan pernah lagi pegang busur dan panah. Penjelasan dan alasan tidak akan mengubah segalanya.

Yoon Shik: Jangan sembarangan bicara lo ya! Buat lo itu semua alasan, tapi buat gue itu semua kenyataan! Saat lo enak-enakan main dengan busur dan panah, gue sibuk cari makan buat keluarga gue, makanya gue ga pernah nyentuh busur dan panah. Gue terlahir sebagai seorang Nam-In tanpa latar belakang yang bisa dibanggakan. Gue bahkan ngga kenal siapa ayah gue, karena gue seorang Kim Yoon Shik.

Seon Jun: Makanya gue mau lo ambil kesempatan ini, setau gue kalo lo menang lomba ini lo akan lebih mudah jadi seorang pejabat.

Yoon Shik: Jadi menurut lo semua ini buat gue? Lo tau ngga sih apa yang gue alamin gara-gara lo? Lo pikir asal lo punya kemauan, lo bisa ngubah dunia… gitu kan? Pada kenyataannya lo cuma seseorang yang ngga tau gimana dunia nyata itu. Tuan muda yang terlindungi. Membuatku jadi pejabat? Memberiku kesempatan? Menurutmu hal itu adalah kesempatan yang bagus, tapi buat gue semua itu keajaiban. Ngerti ngga sih? Mulai sekarang jangan bertingkah kayak lo tau segalanya! Karena itu bikin gue pingin bunuh lo.

Yoon Shik pergi yang lalu diikuti Seon Jun. Jae Shin hanya bisa terdiam melihat argumentasi kedua teman sekamarnya. I think he was touched by the deep relationship the two had, even when they didn’t realized it; and also he felt that he already missunderstood Seon Jun. Like I said, when we found out that we had misunderstood someone, the impression is deeper. But then again, it is so easy to misunderstood a difficult person like Lee Seon Jun.

Back to the story, saat Seon Jun mengikuti Yoon Shik melewati tumpukan kayu… seseorang memotong tali pengamannya, tumpukan itu pun jatuh menimpa Lee Seon Jun yang menyebabkan bahu kanannya terluka parah. Luka itu menyebabkan Lee Seon Jun ngga bisa ikut lomba memanah. Hmmm! I wonder who did itu?? Nope it was not the President… Gu Yong Ha confirmed it with him. hih!! Gu Yong Ha ini rada nosy ya lama-lama? But that really is his skill, gathering information from people and analyzing data are his expertise.

Lee Seon Jun berpikir lama dan dalam… saat semua orang normal menyerah dan mundur dari kompetisi; Seon Jun pergi menemui Yoon Shik dan memberikan pernyataan mengejutkan:

Lengan kiri gue hari ini pegang busur untuk pertama kalinya, sama seperti lo Kim Yoon Shik. Hari ini gue akan pake lengan kiri gue untuk bullseye 5 kali berturut-turut. Kalo gue butuh keajaiban, gue akan bikin keajaiban itu. Kalo gue berhasil, lo harus pegang busur lagi. Gue mau ikut lomba memanah, karena itu gue butuh lo.

Gaaahhhh!!! He never stop to amaze me. And so does the writer of this drama. Bisa-bisanya nyambungin pidatonya Yoon Shik sebelumnya dan memutar balikkannya seperti ini. *standing ovation. Love love love how Seon Jun handle his hardship, his not some sheltered young master after all!!

Now, its time for some Lee Seon Jun highlight. How he created a miracle by practicing his left arm in no time.Dari yang pertamanya diketawain si Three Stooges karena panah Seon Jun bahkan ngga nyentuh target, Seon Jun latian dengan tekun bahkan saat kuliah Analect di kelas Professor Jung. Yoon Shik memerhatikan jempol kirinya yang memar-memar dan lecet karena busur panah. Tidak lama berselang, panah Lee Seon Jun sudah mengenai target, berubahlah ekspresi 3 Stooges itu. Jae Shin mengetahui bahwa yang melukai Seon Jun adalah murid-murid dari partai Soron, partainya sendiri. Merasa salah, Jae Shin diem-diem bantu Seon Jun latian dengan nerangin lapangan memanah. Seon Jun bahkan terus berlatih di bawah derasnya hujan. Pembantu Seon Jun yang putus asa pun meminta tolong ke Yoon Shik untuk membujuknya berhenti latihan… sekali lagi, ini dia dialog Seon Jun dan Yoon Shik yang sangat menginspirasi:

Yoon Shik: Lo ngapain sih?

Seon Jun: Kan gue udah bilang, kalo lo perlu keajaiban… gue akan buat keajaiban supaya lo liat.

Yoon Shik: Gue juga udah bilang, lo ngga usah ikut campur urusan gue lagi! Kenapa sih lo gini ke gue?

Seon Jun: Denger ya!! Sebagai anak pemimpin Soron dan target dari omong kosong lo. Hidup gue juga ga hebat-hebat amat!! Semua orang di dunia ini ngga bisa milih siapa orang tua mereka, ngga bisa memutuskan kelahiran mereka. Yang bisa kita pilih adalah bagaimana kita menjalani hidup ini. Lo bilang lo Nam-In yang ngga berharga, bagaimana dunia ini memperlakukan lo… lo pasti pikir ngga adil, lo mau komplain kan? Tapi, lo emang mau tenggelam mengasihani diri sendiri selama hidup lo menyalahkan Tuhan dan yang lainnya?

Yoon Shik: Lo pikir lo tau gue?

Seon Jun: Iya, yang jebak lo adalah masyarakat, kalo lo mau bebas… itu semua terserah lo. Selama lo masi manusia, lo harus menghadapi ‘papan target’ lo sendiri, sebelum lo selese nembakin semuanya, ngga ada yang boleh pergi.

He really is a walking Philosophic Dictionary (if that kind of thing existed.. hehe), if you think what he did was cool, wait till you see next.

Seon Jun papasan sama Jae Shin, they look like they were about to scratch each other’s faces. But then Jae Shin went up to Yoon Shik, saying:

Daemul!! Gue liat lo di bully gitu, ga seneng banget gue. Lain kali baik orang itu maupun orang lain, kaloada yang gangguin lo… buat mereka merasakan genggaman lo. Kayak gini

Yoon Shik lalu merasakan benda lain di genggaman tangannya. Sebuah alat yang biasa digunakan untuk memegang busur. He actually made one for her (I mean him…).

Biar ngga sakit… kayak gini.

Jae Shin memberi Yoon Shik dorongan terakhir, untuk mengembalikan semangatnya memanah lagi. And then it struck her, she suddenly ran and ran through the rain off to see her Professor. She barged in to his room and said in a determine voice.

I can not leave… no, I will not leave. Mohon, beri saya kesempatan. Ini pertama kali dalam hidup saya, saya mempertanyakan apa itu pengetahuan, untuk pertama kalinya saya bertemu seseorang yang menghargai bakat saya (Lee Seon Jun). Dan untuk pertama kalinya, saya bertemu seseorang yang peduli pada saya (Moon Jae Shin). Tolong beri saya kesempatan, untuk memimpikan dunia yang baru.

Yoon Shik membuat perjanjian dengan Professor, bila ia bisa memenangkan pertandingan maka dia akan diperbolehkan untuk terus belajar di SKK, sebaliknya kalau dia kalah dia harus diam-diam keluar dari SKK. Sementara itu Yoon Shik harus menjaga identitasnya dengan ketat, karena itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan dirinya dan keluarganya.

And so began the archery training… even more determine to win after being insulted by the School President. Tapi seberapa pun besarnya keinginannya untuk menang, dia tetap seorang wanita yang BELUM pernah sama sekali memegang busur dan panah. Luckily she had Lee Seon Jun on her side, the man who always has plans and solution for everything. Under his supervision, Yoon Shik took on the Joseon’s basic training of Archery. I wont say anything much, pictures would describe it better, would it not??

After 5 days of basic training, she could at last held the bow properly… and so they tried to shoot a target of strapped hay. Seon Jun would put the hays further after every successful shoot. Awalnya Seon Jun akan menjauh dari jerami itu, tapi ketika percobaan terakhir… hanya beberapa senti dari target yang sesungguhnya, Seon Jun hanya mundur satu langkah. A subtle way to show his trust to Yoon Shik, I love it!!

Dan semua pun tercengang…

Melihat kegigihan Yoon Shik, kedua rekannya jadi lebih bersemangat. Bahkan Geol Oh yang tadinya ngga semangat untuk ikutan lomba jadi lebih tertarik. Mereka pun bantu Yoon Shik dengan caranya sendiri.

I think this is actually a moment when Gu Yong really realize how special Yoon Shik is… bahkan sahabatnya si Kuda Gila pun memberikan perhatian lebih pada ‘pemuda’ itu, hal itu memberinya alasan lebih untuk terikat dan bergabung with what would be known as Jalgeum Quartet.

Di kejauhan dua orang memperhatikan kemajuan Yoon Shik yang begitu pesat, walau dengan dua alasan yang berbeda.

Jae Shin yang memperhatikan dari jauh geregetan lian Yoon Shik ngga berhasi-berhasil untuk nembak Bullseye. Dia pun turun tangan dan memberikan tips untuk bisa nembak Bullseye. In a very painful way.

Setelah itu dia menanyakan alasan Yoon Shik untuk memenangkan perlombaan ini, berpikir bahwa alasan Yoon Shik adalah untuk kesuksesan atau harga diri. Moon Jae Shin salah lagi, dan lagi-lagi ia merasa terenyuh dengan jawaban Yoon Shik.

Karena gue mau tunjukkin kalo gue bisa, nunjukkin kalo gue bisa meyakini. Gue mau tunjukkin itu ke diri gue sendiri. Karena di dunia ini, gue butuh setidaknya satu orang untuk percaya ama diri gue.

He was so impressed that he could make fun of Yoon Shik, and they got more comfortable with each other. Setelah bercanda-canda, dengan muka serius Yoon Shik memohon pada Jae Shin untuk berpartisipasi di perlombaan Memanah itu, bahkan bila hanya untuk memenuhi quota tim mereka saja. Karena bila salah satu gagal mengikuti lomba, satu tim (Kamar tengah kedua di Sayap Timur) akan didiskualifikasikan. Again Jae shin was moved… and then she said thank you for his attention in a very feminine way, that it made his heart tremble.

HICK!! HICK!! Jae Shin cegukan (sooooo cute!!)

Di kejauhan Yong memerhatikan Jae Shin yang kebingungan karena dia cegukan ‘tanpa sebab’, tapi Yong Ha ngga bingung, hal itu malah melegitimasi semua kecurigaannya terhadap jenis kelamin Yoon Shik. That’s how smart and open-minded Yong Ha is, dari sekian banyak murid SKK (yang ngatain Yoon Shik girly-boy)… cuma Yong Ha kepikiran bahwa dia emang cewe. Dan hal ini juga nunjukkin betapa ngga mungkinnya seorang cewe masuk SKK di jaman itu, sampai ga satu pun orang yang curiga ada cowo secantik itu di sekolah mereka.

Yoon Shik was playing around with he imaginary bow, when she saw her coach was strolling with Minister of War’s daughter. Nah lho! What is that look on her face? Was it jealousy? Beberapa waktu yang lalu ia pernah hampir disewa putri itu untuk nulis surat cinta yang ditujukan kepada gebetannya. Sekarang Yoon Shik tau siapa gebetan putri itu.

Dari Yong Ha, Yoon Shik pun tahu dia adalah putri Menteri Perang… yang mana untuknya Lee Seon Jun rela terjun ke kolam pipis untuk menghindarkan dirinya dipermalukan di depan murid-murid SKK. Thus, Yong Ha gave Seon Jun the nickname of Ga Rang which means the perfect husband (for the princess). Yoon Shik memakan apelnya dengan gugup setelah itu. Ho hoooo… I feel romance on the way!!

Professor Jung kembali mengingatkan perjanjian antara mereka berdua, dan bahkan meminta Yoon Shik untuk mundur sebelum pertandingan supaya dapat menyelamatkan keluarganya. Calmly she replied…

Saya akhirnya berhasil berdiri di depan target hidup saya, sebelum saya melepaskan semua anak panah yang saya punya, saya tidak akan menyerah!!

You go girl!! Yoon Hee my girlfriend!!!

Malam sebelum pertandingan, Yoon Hee berlatih sendirian… satu demi satu anak panah dia tembakkan ke target, semakin lama semakin mendekati sasaran. Akhirnya di anak panah terakhir… Yoon Hee hit the Bullseye!!! Yay!! I cheered on her too!! What she didn’t know is that Seon Jun was there all along, looking at her… proud at her achievement. Aaaw, his expression is priceless.

She realized his presence, dengan riang gembira meminta pengakuan Seon Jun atas keberhasilannya. Tapi apa yang Seon Jun bilang??

Gue tau lo pasti bisa, lagipula kalo gue udah turun tangan… apa sih yang ngga akan berhasil?

Wak wak waaaaawww!! Dan Yoon Shik pun MANYUUUN. Xixixixi!! Ga berhasil dapetin ‘a pat in the back’ dari Seon Jun, Yoon Shik pun pergi… ngambek.

But then, this happened…

Sh*t!! How can we not fall in love with this pair?? How can we not moved by this scene?? and How can she not like him?? The fact that Seon Jun said that annoying thing to fool around with Yoon Shik and then openly showing his affection, shows that they are in bestfriend terms right now. Gimana ngga terenyuh liat lelaki yang biasanya terlihat kayak abis makan tiang listrik, bisa senyum lega dan lepas kayak gitu saking bangganya terhadap orang lain. Dan gimana si Yoon Shik ngga suka ama Seon Jun, coba?? Setelah diaduk-aduk perasaannya… dari benci ke rasa syukur, ke benci lagi, ke kagum (dengan kegigihannya), ke rasa terima kasih lagi, ke kesel (karena ngga di acknowledged keberhasilannya) lalu terharu dengan pernyataan bangganya, plus that handsome face he has. Gaaah!! it is so easy to understand why she would like him first (and the fact that she knows the REAL condition).

Di kota, menteri Lee dan menteri Ha rendezvous di rumah Gisaeng saat si Red Messenger mengirimkan leaflet-leaflet merah lagi. Kali ini Menteri Ha bertekad untuk menangkapnya, maka terjadilah pengejaran yang seru… tapi Hong Byeok Seo berhasil kabur ke Banchon lagi. Tapi kali ini, Hong Byeok Seo atau Jae Shin, terluka parah terkena panah di perutnya. Ia pun lalu bersembunyi di ‘klinik’. Sementara Menteri Ha marah besar saat tahu ‘penjahat’ itu ngilang lagi di Banchon, ia pun mencurigai Hong Byeok Seo adalah seorang murid SKK dan memerintahkan pengawalnya untuk mencari orang itu saat perlombaan memanah keesokkan harinya.

Absen malam, Moon Jae Shin was nowhere to be found. To add up some drama, crony-nya presiden pura-pura nanya ke Professor yang sedang mengabsen; apa yang akan terjadi kalau saat perlombaan besok Jae Shin absen. Hal yang udah jelas pun diumumkan, hanya untuk menambah kepanikan penghuni kamar tengah kedua di sayap Timur: Satu tim akan didiskualifikasi bila salah seorang absen. Dengan mantap Yoon Shik berkata:

Dia akan datang Professor, mohon ditunggu!

Lee Seon Jun yang mulanya tampak ngga yakin, punya pemikiran sendiri…

Senior Moon Jae Shin bukan tipe orang yang cocok untuk berada di SKK dan ngga peduli tentang aturan, tapi dia ngga akan mengecewakan orang yang sudah berlatih dengan keras. Dia bukan tipe yang ngga bertanggung jawab.

Now!! This is why I like Lee Seon Jun… dengan segala macam perlakuan buruk dari Moon Jae Shin terhadapnya, dia masih bisa berpikir logis dan kasih fair judgement terhadap orang itu. He really has a good eye towards a person, no wonder he could discover Kim Yoon Hee’s talent. I love it how he could still have faith and good intention towards those who mistreated him.

The day of the competition, everybody in town is anticipating on it. The gisaengs had arrived, the King was very excited… and so the Competition could begin!! But Moon Jae Shin still Missing in Action. Professor Jung sekali lagi mengingatkan konsekuensi dari ketidakhadiran Jae Shin, bahkan Go Yong Ha pun jadi kuatir.

Its time for the head count… Professor Jung mengabsen peserta lomba satu per satu; sementara Geol Oh – sudah berpakaian lengkap – sedang berusaha mencapai lokasi lomba.

Prof Jung: Lee Seon Jun!

Seon Jun: Hadir…

Prof Jung: Kim Yoon Shik!

Yoon Hee: Hadir…

Prof Jung: Moon Jae Shin??

Karena Jae Shin tidak ada sampai detik itu, maka Prof Jung mencoret kamar tengah kedua dari daftar peserta. Seon Jun and Yoon Shik stil couldn’t believe what happen. Yong Ha sensed something was wrong and so his brain started to work. Tik tok… tik tok…

The President and his cronies just could not stand not to mock them; saying that Seon Jun believe about the unification of political factions is impossible. Suddenly someone so familiar said:

Siapa bilang mustahil?? Hey Dae Mul!! Gue dateng untuk ngelengkapin tim kita nih…

Dan semua pun tercengang…

And boy, how Seon Jun and Yoon Shik were relieved and the girls in front of the TV squealed!! Hahaha…

and then there were three…


Ternyata yang berjaya menyelamatkan Geol Oh dari cengkeraman pengawal Menteri Perang tak lain dan tak bukan, the smart-a*s Gu Yong Ha. Entah dapet wangsit darimana, dia memergoki Geol Oh hampir ditangkep di salah satu sudut SKK. Those cute face start to threatened the guard… reminding them that guards are not allowed to come into the Banchon. Ditambah lagi, dia bawa kepala sekolah… yang emang lagi cari Jae Shin, karena takut Seon Jun didiskualifikasi kalo Jae Shin ngga ikut lomba. (You know… the headmaster and his kissing-ass mission!!).

Jae Shin still insisted that he is not the same as Seon Jun in terms of political harmony, but for that one single day, he decided to have the same view as Seon Jun. And that was good enough for him.

Political Harmony Team… are ready!!

And so in a glance, Jae Shin threw a gratitude look towards his bestfriend Yong Ha, who was playing with his fan looking indifferent. But then Yong Ha gave him this supporting and understanding look. Gaaahhh!! I’ve said it… and I’ll say it again. I SOO LOVE Gu Yong Ha!! And his bromance with Jae Shin.

Empat sekawan itu berjalan beriringan (di adegan standard untuk menunjukkan kekerenan sebuah grup: jalan seiringan seolah jalanan milik nenek moyang mereka, tertawa-tertawa bersama padahal mungkin ga ada yang lucu, looking awfully cute, dan kadang menatap menerawang jauh sambil jalan… hahaha!! So typical but worked everytime!)

As they walked, the Gisaengs drooled over them… saying that whenever they saw the four men (and woman) they get the trickling (Jalgeum) feeling. Thus the name: JALGEUM QUARTET. And so ladies and gentleman… please welcome Sungkyunkwan F4 Jalgeum Quartet!!!

The Game:

Di ronde pertama, setiap peserta dikasih 3 kali kesempatan memanah. 10 poin untuk bullseye dan semakin jauh dari bullseye, poinnya semakin rendah.

Dae Sa Rae (pertandingan memanah) akan menempuh ronde pertama, semi final dan final.

Pemenangnya akan mendapatkan minuman dan poin extra dari Raja.

Dengan kepalan tangan Yoon Shik yang menandai determinasinya untuk pertandingan itu, maka dimulai lah Dae Sa Rae!! Semua orang merayakannya bahkan rakyat di sekitar Banchon!!

Untuk pertama kalinya Seon Jun, Yoon Shik, Jae Shin dan Yong Ha berkumpul dan berdiskusi; walaupun hanya membahas busur antik dari Dinasti Qing milik Yong Ha yang ngga ada anak panahnya. He only used the bow because it matched his robe. Hahaha!! So nice to see they were properly acting like friends at last… Di event ini pula, President melihat dengan jelas dimana Gu Yong Ha berdiri. So it is save to say, that was the beginning of the Jalgeum Quartet, right??

So without further ado!! Let’s welcome the participants from Room Center no: 2

Sungkyunkwan is now mine… Super Rookie: Kim Yoon Shik!!

 

 

Some are born to be Kings, lords, generals and prime ministers. The birth of Left-Handed Legend: Lee Seon Jun!!

 

Is he a wild horse or a crazy horse? That is the Question. Moon… Jae… Shin!!!

Bahkan Ha Hyo Eun, president’s little sister, jagoin ketiga ‘cowo’ ini. Tapi yang satu adalah seorang rookie yang baru pegang busur lima hari, yang satu terluka dan harus pake tangan kiri yang baru pegang busur lima hari juga, dan yang satu lagi… walaupun jagoan lagi terluka parah. Apa iya mereka punya kesempatan menang?? Hahaha!! Namanya juga pelem, have a faith will you!?!

RONDE PERTAMA: Kim Yoon Shik narik busur pertama kalinya. Semua orang menahan napas tegang menunggu Yoon Shik melepaskan anak panahnya. Her teammates, her professor, her opponents… even that one girl who thought that she was a he and loved her (or him… *gedek gedek kepala… Pussing!!!). Syuuuuuunnng!!!

Hit it… hit it… hit it…

Yoon Shik berbisik pada dirinya sendiri. Anak panah melayang dan menancap di poin 9. Yaaayyyy!! Pendukungnya pun tersenyum lega. Lawannya pun cemmaaasss!! Hasil sementara setelah tiga kali kesempatan: KIM YOON SHiK = 26 poin!!!!

She was hoping for some praise from Seon Jun, but what she got was another advice and a concerned for her health. Seon Jun berusaha untuk meriksa Yoon Shik dengan megang pipinya, tapi Yoon Shik cepet-cepet menepisnya salah tingkah… Haha! Ada yang mulai suka nih kayaknya. Seon Jun kaget dapet perlakuan aneh gitu, but not time for weird thoughts.. its time for the left-handed legend to shoot his arrows.

10 points… 10 points… and 10 points… MANTAP!!!

Center Room no. 2 terus melaju dengan gemilang… Jae Shin berusaha melakukan perannya dengan baik walaupun dengan luka di perut dan kuatir terhadap pengawal menteri yang masih mondar-mandir nyari Red Messenger.

Banyak yang bersorak untuk kemenangan Yoon Shik, termasuk Cho Sun yang tertawa-tawa dengan riangnya… berbeda dengan ekspresi dingin yang selama ini selalu diberikan pada Presiden. He noticed this, and slowly got jealous; and the sharp-eyes Yong Ha noticed that and was concernced.

FINAL ROUND: Two teams finally arrived at the last round to go head-to-head. The teams were… PRESIDENT’s Team and POLITICAL HARMONY Team. Yaaayyy!!!

15 Minutes Break… boy!! A lot could happen in a mere 15 minutes: Yong Ha warned Cho Sun not to be obvious about her heart, since it could bring harm to her crush Kim Yoon Shik. Aaawww!! Yong Ha is really protective towards his friend, isn’t he?? Can’t get enough praising him, nich!!!

Seon Jun ngelihat Jae Shin dan Yoon Shik bercanda-canda… trus keinget kejadian saat Yoon Shik menampik tangannya. Ada sebersit kecemburuan kekesalan di muka Seon Jun. Hmmm, artinya apa ya? Bisa aja sih, cemburu sebagai teman. Seon Jun mengelakkan perasaannya dengan menganggap Yoon Shik kurang konsistensi (karena ama dia ngga mau sentuhan fisik, tapi sama Jae Shin mau… hahaha what a way to put it!!)

Cho Sun ternyata punya rencana ‘jahat’ sendiri; well… jahat ngga jahat sih! Saat Presiden ketemu Yoon Shik dan siap ngerjain dia lagi. Cho Sun muncul diikutin cowo-cowo HBW Sungkyukwan. Cho Sun sengaja nyamperin Yoon Shik dengan tujuan manas-manasin Presiden. And boy!! He was pissed!!

That was a pretty long 15 minutes, right?? Anyway… back to the Game!! Di putaran final, tiap orang punya kesempatan tiga kali juga, tapi kali ini mereka akan memilih (diundi) lawan mereka sendiri. And this was the line-up:

Lee Seon Jun vs. Im Byung Choon (the loser with big mouth – second from the left); Moon Jae Shin vs. Kang Moo (the mysterious but loyal guy – far left in the picture); and Kim Yoon Shik vs. Ha In Soo (I don’t need to tell you which one, right??)

First set: Lee Seon Jun vs. Im Byung Choon

29 for POLITICAL HARMONY team and 27 for PRESIDENT’s team. 1:0 for the Middle room no.2. Yay!!! He really is the left handed legend, isn’t he??
Second set: Moon Jae Shin vs. Kang Moo (Muuuuu!!! ;p)

Jae Shin sempet ngelihat, pandangan Yoon Shik yang penuh harap kepadanya. Sebetulnya dia ngga pingin ngecewain Yoon Shik. Tapi selain luka di perutnya, Jae Shin juga tau bahwa ia sedang diawasi… bila sedikit saja dia memperlihatkan gaya dan kepiawaiannya memanah, pengawal mentri Perang akan langsung menangkapnya. Pada akhirnya Jae Shin gagal… walaupun masih blur apakah kegagalan itu disengaja atau tidak. Jae Shin pun selamat dari incaran pengawal, tapi tim mereka pun tidak lagi memimpin. 1:1 for the both time. So its time for the third set…

Final set: Kim Yoon Shik vs. Ha In Soo

First try: Kim Yoon Shik: 8 points – Ha In Soo 10 points (everybody looked dissapointed)

second try: Kim Yoon Shik 8 ponts – Ha In Soo 10 points (everybody thought that the outcome had been decided)

The minister of war saw Yoon Shik and suspected that he (she) was the Red messenger. He told his guard to keep an eye on him (her),

Third try: Ha In Soo must shoot first; dengan mantap dia menarik busurnya… kemudian di sudut matanya dia melihat betapa kuatirnya Cho Sun untuk Kim Yoon Shik. Fokusnya pun tergangggu. He released the arrow and… 5 POINTS!!! Yay… there was still hope for Yoon Shiiik…

Yoon Shik… Yoon Shik… Yoon Shik!!!

Everybody looked relieved but the Prez… he even cried. At this point I felt a bit sorry for him. He was a human after all, with his own problem and pain. Prez’s team were worried, Im Byung Choon left the team… looking as if he had a certain plan to keep winning.

Yoon Shik’s turn… he (she) pull the bow. Suddenly the string snapped! She rushed to get a new bow – at which Im Byung Choon had hoped he would picked. Hmmm! I wonder why. As she walked to return to the podium, she asked Lee Seon Jun whether he think he could win the first place (since he was not someone who would lip serviced). This is what he replied:

Nope, bahumu masih terlalu kecil, lenganmu masih terlalu lemah dan napasmu ngga stabil. Jadi ngga perlu maksain diri untuk menang.

Tapi… (held her hand)

Setidaknya tangan ini, gue suka banget! Saat berlatih untuk hari ini, lo udah jalanin hidup lebih baik dari yang terbaik. Walaupun lo didiskualifikasi atau kalah, di mata gue, lo… KIM YOON SHIK adalah pemenangnya! Dae Mul (I think this is the first time he called her Dae Mul), tunjukkan ke mereka… kemampuan seorang Juara!!

Hmmmppphhh!! He is indeed articulate; dan dia ngga asal nyemangatin sok-sok bilang pasti menang, like Kim Yoon Shik said… dia ngga suka lip service. Selalu ngomong fakta even if it hurts, but at time like that; he could still find other encouraging words. Two thumbs up for Lee Seon Jun!!

Kim Yoon Shik pulled his (her) bow in determination, motivated by the training she had before. But wait!! What’s with this bow?? There is something strange with it…

But she wasn’t work hard just to give up at that point. So, withstanding the pain… she tried to focused and released the arrow. Aaannndddd….

I guess this means, she could stay in school…

At the moment of victory, all she ever wanted to see was his coach… his best buddy… HER love interest. Hmm, love that blossoms during a hardship is the best, don’t you think?

The winner received the winning tea from the king, the prez was furious, the minister of war disappointed for not catching the red messenger, and Moon Jae Shin was still injured badly… in pain BUT ridiculously happy.

Kim Yoon Shik the hero received medication from her professor… Reluctantly Prof. Jung kept his promise and allowed her to stay in school. Meanwhile the guys were having drinks at the nearest pub. Celebrating for most of the student… wallowing for the president’s team.

Di perayaan itu tiba-tiba muncul tamu tak diundang. Ha Hyo Eun – adik presiden – dateng untuk kasi selamat ke Lee Seon Jun, bawa hadiah selendang (that was supposed to be wore on a man’s waist). Because of this, Yoon Shik yang tadinya mau ngucapin terimakasih ke Seon Jun, malah jadi cemburu (karena dikiranya mereka lagi pelukan… so silly!!). In a certain moment when they felt that they were the only one in the room, Yoon Shik and Seon Jun stared at each other in a meaningful look. Walaupun gue ngga tau, apa arti tatapannya si Seon Jun. Dia kayak cowo kepergok selingkuh gitu mukanya. Hhhmmm, apa iya Seon Jun dah mulai naksir juga?? Kikikikik… Gue suka banget saat cinta mulai hadir tanpa disadari subyeknya, kayak gini. So cute!

This made her look into the mirror and came back to reality. She was known as a man by Seon Jun, and unless she wanted to be sentenced to death… he must remained to knew her as a man. She was disappointed and mad, maybe at herself… maybe at the situation that she was in; unfortunately for Seon Jun he was there at that time. So she just snapped at him even when he was being good to her. Seon Jun confused! (salah gue apa, ya?? Silly man…)

Minding her own business under the rain, she met Im Byung Choon. Wah!! Pas banget nih, lagi bete kan tuh… trus si geblek ngaku pula kalo dia yang ngerjain busur Yoon Shik sampe tangannya berdarah-darah. Naik pitam (taelah naik pitaaaaam!) lah sih Yoon Shik, cewek cungkring itu pun gebukin Im Byung Choon sampe mimisan dan bajunya penuh lumpur. What a girl!!! Go Yoon Shik… Go Yoon Shik… Go!!

She was covered in mud all over, even a guy would want to wash it off… Tapi dimana bisa mandi di SKK (Yup!! Mereka ngga pernah mandi, cuma cuci muka n kaki doang. Yuuck!) Datenglah si Yong Ha, ngasih tau ada satu ruangan di SKK dimana ngga ada orang yang akan kesana. Konon disana pernah ada wanita yang bunuh diri setelah diputusin murid SKK. Being the gullible Yoon Shik, she jumped right in to the hot tub.

Meanwhile… Yong Ha mencari pembenaran kenapa dia akan pergi ngintip Yoon Shik mandi (bukan hasrat lelaki untuk ngintip cewe telanjang, tapi hasrat seorang murid untuk mencari kebenaran.. iyak iyak iyak!!). Pergilah dia ke ruangan itu (kayaknya ruangan abu kremasi gitu). Sementara Seon Jun yang penasaran ama kelakuan Yoon Shik pun jadi nyari-nyari dia. Mereka berdua pun end up mencari Yoon Shik ke ruang abu.

Oh No!!! Someone is at the door and saw what he should not have seen!! Is that Seon Jun?? Or is that Yong Ha??

It’s Jae Shin the crazy horse!!! He looked stunned and confused and a bit urged to take a peek again. Then…

Hick!! Hick!! Hick!!

(ahahaha how cute is that??)

Episode 8,9 & 10: Jalgeum Quartet in Action Part 1: Who are you, really?!

Wooooowww!!! “You’re beautiful” alert!!! The second leading male discovered the girl’s secret first and protected her no matter how, secretly. But because the girl was unknowing of this merit, the girl just kept looking at the main leading male character. Leaving us girls rooting and swooning for that second hero. Aaaawww…

Karena cowo-cowo Jalgeum Quartet tiba-tiba aja ngumpul di depan ruang ‘penyembahan nenek moyang’, Jae Shin berusaha sebisanya untuk menghalangin mereka masuk sambil memperingatkan Yoon Shik atas kedatangan Lee Seon Jun dan Gu Yong Ha. Luckily she miraculously was able to escape from ‘that’ kind of situatioan, though it was clearly kdrama setup. Namanya juga peleeemmm!!

Back at the Prez’s room, the bad foursomes were having a meeting about their loss… They plotted another scheme for Yoon Shik, though we weren’t told just yet.

Ngga ada yang bisa tidur di kamar tengah kedua (this happened a lot, isn’t it??) walaupun dengan dua alasan yang berbeda. Jae Shin dengan kegelisahannya abis ‘ngintip’ cewe (yang dia kira cowo) mandi; Seon Jun yang bingung abis dijutekin ama Yoon Shik. Yoon Shik masuk ruangan dengan tegang (yang seperti biasa, ketangkep basah sama Yong Ha). Saat Yoon Shik akhirnya masuk ruangan, keduanya jadi tambah tegang. Jae Shin yang langsung cegukan tanpa kontrol, buru-buru keluar ruangan.

Seon Jun berusaha cari tahu kemana Yoon Shik pergi, sementara Yong Ha berusaha mendapatkan statement dari Jae Shin untuk mem-validasi kecurigaannya tentang jenis kelamin Yoon Shik. Both didnt get what they want… Yoon Shik udah ketiduran (menganga dengan cute-nya) sementara Jae Shin dengan loyalnya menjaga rahasia besar itu. Jae Shin pun terpaksa masuk kamar, untuk nunjukin ke Yong Ha di kamarnya ngga ada yang ‘aneh’

Yong Ha penasaran abis… dia ngga masalah ada cewe masuk SKK dan boongin Raja, yang ngga bisa dia terima adalah ada orang yang berusaha nipu dia. Lucunya orang itu… Jae Shin bener-bener kebingungan harus tidur di sebelah cewe, sampai-sampai dia memutuskan untuk pake baju lengkap waktu tidur, dia lalu nemuin saputangan yang pernah dia dapet dari cewe yang pernah dia tolong. Dia pun sadar, cewe itu adalah cewe yang sama dengan yang tidur di kamarnya saat itu. Maybe that’s why he decided to let the girl stay. Segala cara dia pake supaya bisa tidur dengan tenang di kamarnya…(totaaaalll cute!!!). Tapi trus dia liat, Yoon Shik bobo nempel banget ama Seon Jun. Jae Shin pun bengong (wakakakak)

Paginya, semua tidur dengan tenangnya… Seon Jun kenapa shock gitu sih??

Wahahaha Jae Shin and his nonsensical thoughts. His roommates thought his gone mental but he said that he could’ve gotten malaria. So Yoon Shik should just stay away from him. With this information, Seon Jun slowly withdraw and checked his own temperature. Kikikik!! Di kamar mandi, Yoon Shik berhasil mengelabui Yong Ha… made him believe that she didn’t go to the ancestral hall. For the time being, she was save from being snooped around.

Tanggal 23 dan 8!! Saatnya liburan… murid-murid SKK diperbolehkan pulang dengan syarat tetap menjunjung tinggi perilaku terpuji. It was a happy day, karena selain boleh pulang mereka juga dikasi uang saku untuk dibawa… walaupun setelah liburan itu, mereka akan menghadapi ujian tertulis yang soalnya diberikan langsung oleh Sang Raja.

Seon Jun nyegat Yoon Shik di luar sekolah, awalnya Yoon Shik masih agak dingin… tapi kemudian Seon Jun menyodorkan berkantong-kantong obat karena ingat Yoon Shik punya adik yang sakit-sakitan. Hal ini meluluhkan hati Yoon Shik, dan hubungan mereka pun balik lagi seperti semula.

But then the Prez came and ruin everything. Well!! He basically did the same thing with Seon Jun but in a very bad manner and insulted Yoon Shik at the same time. His point was, Seon Jun was practically the same with him… just another version. Mungkin karena dia ngerasa rendah diri sebagai orang miskin, perlakuan ini bener-bener ngena di hatinya. Bukan merasa terhina dengan segala perlakuan Ha In Soo tapi lebih ke menyadari bahwa apa yang dilakukan Seon Jun kepadanya cuma karena kasihan, amal terhadap yang kurang beruntung. This really hurt her pride.

But she was a girl after all… even when it hurt her pride, that was the most logical thing to do. So she swallowed everything and took the ‘present’; leaving all of her friends astonished and her enemy satisfied. The one that was (clearly) most concerned was of course Seon Jun… karena sekarang dia baru ngerti, apa yang dia kira sebuah perbuatan baik dapat dianggap sebagai perbuatan amal oleh si penerima, But there was nothing he could do about it.

But for the other guy (Jae Shin)… more reasons for him to feel sympathized to this young, beautiful, tough and poor girl.

Seon Jun arrived at his home, realizing the house was on party mode. It was his father’s birthday and he invited his political colleagues to their home. Seon heran karena selama ini Ayahnya ngga pernah pake ngeraya-ngerayain ulang tahun segala. In another father-son conversation they discuss about the political harmony Seon Jun pulled on the archery competition. Jelas banget kelihatan Perdana Menteri pun sependapat dengan Ha In Soo bahwa Noron tidak boleh bergaul dengan seorang Soron dan Namin. Tapi Seon Jun membalasnya dengan mengatakan bahwa ia tidak menganggap kedua teman sekamarnya sebagai Soron dan Namin… melainkan seseorang yang sangat loyal dan seseorang yang sangat cerdas. Seon Jun butuh banyak belajar dari mereka. Seriously, how can son be more wise than the father?? Namanya juga pellleeemm… hehe!

Jae Shin menyadari kalau Yoon Shik diikuti orang-orang misterius yang ternyata suruhan Mentri Perang. Walaupun alasannya karena Yoon Shik dicurigai sebagai Red Messenger; tapi sebenernya lebih karena dia adalah anak dari Almarhum Professor Kim Seon Hun. Jae Shin jadi tau bahwa Yoon Shik bukan sekedar murid wanita yang berpura-pura jadi lelaki untuk sekolah di SKK, lebih dari teman sekamar dari golongan Namin yang miskin… tapi dia seseorang yang bertalian dengan politik. Who are you, really???

Somehow Yoon Shik jadi tau bahwa selama ini Seon Jun nolongin dia, bahkan saat Yoon Shik dapet duit dari boss-nya di toko buku. Hal ini nambah-nambahin kebeteannya ke Seon Jun akibat perbuatan amalnya beberapa jam yang lalu. Saking marahnya semua barangnya ditinggal di toko dia pun pergi nemuin Seon Jun tanpa melihat kanan kiri, bahkan ngga liat Cho Sun yang jadi kecewa karena Yoon Shik ngga ngelirik sama sekali.

Seon Jun yang lagi kepikiran perbuatannya ke Yoon Shik dikagetkan oleh Hyo Eun yang tiba-tiba dateng pake baju cowo, berusaha nyelipin mantra pelet ke Seon Jun (hahaha!! ada ada aja dah!!) Tapi, being the logical guy that he was… Seon Jun malah bete dan bilang ngga mau liat Hyo Eun lagi. The girl was heartbroken and confessed her feeling instead and ran… ran into a servant that was carrying beverage for the party that was… in front of the elders too!!! Jaman dulu, anak cewe dateng ke rumah cowo tanpa pengawal dianggap memalukan, dan hanya bisa diselamatkan dengan pernikahan (wuahahaha!!Beeraaaattt!), shocked… Hyo Eun terpaksa digendong sama the gentleman Seon Jun. This thing only made her like him even more. Well!! Who doesn’t?? Tapi perbuatan ini juga akan menyerang Seon Jun, karena akibat dari tindakannya itu Ayahnya dan Menteri Perang berniat untuk saling menjodohkan putra putri mereka. The wedding would be right after he graduated. Hihihi, siall!!

Yoon Shik memergoki Seon Jun lagi anter Hyo Eun pulang, setelah mereka cuma berdua… merepet lah si Yoon Shik menumpahkan kekesalan (inferior) nya karena semua bantuan yang dikasih Seon Jun untuknya.

Gue gak mau liat lo lagi!!!

Seon Jun bener-bener ngga ngerti kenapa Yoon Shik harus marah, keadaannya adalah dia punya uang sementara Yoon Shik butuh uang… the most logical thing to do is to help him (her), right? Well lemme tell you one thing, Seon Jun boy!! Sometimes you can’t just think with logic, you have to think with your heart too…

Itu namanya harga diri, tau! Harga diri yang mati-matian lo lindungi, kenapa gue ga boleh memilikinya? Lo kasian ama gue? Sampai detik ini gue cuma seseorang yang lemah dan kasihan buat lo. Jadi lo pikir gue bakal terima semua bantuan yang lo kasih ke gue, kan??

Lo ga ada hak untuk mengkritik Ha In Soo… lo tuh lebih buruk dari dia. Setidaknya dia tahu kalo dia tuh jahat!!

Yoon Shik then left… but both felt so terrible.

At the Moon Residence, kuda gila mencoba mengobati lukanya sendiri ketika sang Ayah masuk berniat untuk mengobatinya (memang Ayah yang saktiii, kok bisa tau ya kalo anaknya sakit?? Namanya juga pelleeemm!). Satu orang lagi yang melarang hubungan persahabatan dengan Kim Yoon Shik; Jae Shin mengira alasannya adalah karena Yoon Shik adalah seorang NamIn…

Karena dia adalah putra dari Professor Kim Seung Hun, Lelaki yang bersama-sama dengan kakakmu meninggal untuk melindungi Geum Deung Ji Sa!

Jeng jeng jeng… mulai kebuka sedikitlah misteri dibalik kematian kakak Jae Shin dan Ayah Yoon Shik; dan ada petunjuk sedikit tentang hubungan mereka semua.

Break was over, murid-murid kembali ke asrama bawa barang-barang baru kebanggaan mereka. Termasuk Yong Ha yang bawa miniatur asli forbidden city Cina; he surely was proud of it (padahal sekarang di pasar juga ada ya?? hehe…).

Jae Shin berusaha untuk nemuin Yoon Shik untuk cari tahu apakah Yoon Shik mengetahui tentang ayahnya dan kakak Jae Shin, tapi belum sempat dia bertanya ada kejadian besar terjadi di Sungkyunkwan.

SKK kerampokan, barang bawaan baru (and considered expensive) yang dibawa oleh murid-murid dari rumah dicuri orang. Bahkan forbidden city kesayangan Gu Yong Ha. He looked so cute when he’s mad… especially over something like a miniature of a building (made from gold siiih… hihihi iyalah bete!!!)

Seluruh murid pun dikumpulkan dan diinterogasi satu per satu. Sayangnya saat kejadian, Yoon Shik lagi sendirian jadi dia ngga punya alibi yang bagus (which strangely pointed out by Im Byung Choon). Ditambah lagi tiba-tiba seseorang bawa bukti ID pencurinya saat lagi jual obat-obatan sekolah ke apotek lokal. It was KIM YOON SHIK. Haaddoooohhh!! apa lagi iniiii???

Ha In Soo sekuat tenaga memberatkan tuduhan terhadap Kim Yoon Shik, ditambah lagi Yoon Shik ngga mau rumahnya digeledah (entar bukannya nangkep maling, malah ‘yang lain-lain’ jadi ketahuan, deh!). Semua orang semakin yakin bahwa Kim Yoon Shik bersalah. Well, who wouldn’t?? If they don’t really knew him (her), right??

Magically (hehehe the magic of kdrama), Raja datang dan menawarkan untuk jadi juri sekalian membuat kasus itu sebagai soal tesnya.

Bagi yang memercayai bahwa Kim Yoon Shik bersalah, silakan membuktikannya. Bagi yang memercayai bahwa Kim Yoon Shik tidak bersalah, silakan juga membuktikannya.

Raja memberikan murid-muris akses ke kantor pemerintahan untuk mendapatkan data dan bukti-bukti yang akan mendukung pledoi mereka (whether Yoon Shik was guilty or not).

Raja pun pergi diikuti oleh murid-murid yang akan membuktikan bahwa Yoon Shik bersalah (walaupun mereka percaya bahwa Yoon Shik ngga salah, tapi mereka ngga mau gagal di tes ini… dan membuktikan Yoon Shik bersalah jauh lebih mudah daripada sebaliknya kan?). Guess who stayed with her?? You guessed it!! It’s the trio Jalgeum.

Jalgeum’s quartet first project: proving Kim Yoon Shik’s innocent (it’s like old teenage detective story like Pasukan Mau Tahu by Enyd Blighton or Lima Sekawan, right??)

The-ever-logical Seon Jun bergerak cepat… dia langsung menginterogasi Yoon Shik. Menanyakan alibinya, apa yang terjadi dengan IDnya, kenapa Yoon Shik menolak untuk di geledah rumahnya. Semua orang yang lihat dan tertuduhnya pun akan merasa bahwa Seon Jun meragukan Yoon Shik. Again!! It is so easy to misunderstand someone who think only with logic, isn’t it. All Seon Jun wanted was to find alibi and prove of her innocence, rather than just words to convince everybody. Again!! Cold but so true… I hate it when a mean guy is right! Hehehe…

Yoon Shik masih aja ngerasa dikasihani sama Seon Jun, di salah satu kesempatan mereka berdua; si pundung Yoon Shik dengan arogannya berkata…

Yoon Shik: kalo lo bantu gue karena kasihan, ga usah susah-susah lah. Kalo lo kasian karena ga ada yang percaya sama gue, jangan! Gue ga butuh bantuan lo. Jadi daripada kuatir ga lulus ujian…

Seon Jun: Lo, beneran mikir gue kuatirin nilai gue ya?

Yoon Shik: Lha, kan lo sendiri yang interogasi gue karena kecurigaan lo…

Seon Jun: Lo beneran mikir gue kayak gitu ya? Karena itu lo nolak bantuan gue? Buat lo gue cuma seorang Noron yang selalu mikirin nilai, ya?? Gue ga pernah sekalipun curigain lo… Lo sendiri bilang, gue ga pernah memulai sesuatu yang akan gagal. Kalo lo bakal sakit hati karena beberapa pertanyaan… gimana nanti di depan raja?? Denger ya, walaupun nanti kita ada di kantor pemerintahan… ga ada satu pun yang akan ada di pihak lo. Jadi kalo lo mau buktiin lo ga salah, lo harus siapin diri lo dengan baik!!

Hmmmppphh!! I always like what Seon Jun have to say.

Raja mungkin terlihat sembrono dengan menjadikan kasus ini sebagai sebuah tes untuk murid-muridnya. Tapi ternyata dia punya rencana lain… dia mau mengetes dan mencari tahu murid mana yang bisa ia percaya untuk mencari Geum Deung Ji Sa.

Paginya… saatnya maen polisi-polisian. The Jalgeum Trio kecuali Yong Ha pake seragam ‘pegawai negeri’. Yong Ha menolak pake seragam karena dengan demikian manusia jadi ngga bisa kreatif (bukannya di sekolah lo pake seragam juga ya??).

Lagi pula dia ngga berniat untuk menyelidiki dari kantor pemerintahan, karena dia anak pedagang.. dia akan ambil alih menyelidiki langsung ke pasar. Jae Shin pada akhirnya juga ga ikut ke kantor pemerintahan, dia lebih milih untuk ngejar copet yang mereka temui di pasar, karena Yoon Shik yakin banget dia liat kalung temen SKK mereka melingkar di leher copet itu.

Yoon Shik dan Seon Jun sampe di kantor pemerintahan.. mungkin lebih mirip kantor kejaksaan ya. Disana mereka dikacangin abis… para pegawai hanya duduk-duduk santai tanpa mengerjakan sesuatu yang penting, ketika saatnya untuk tugas lapangan pun… yang mereka lakukan hanya meneror dan membongkar paksa para pedagang yang ngga punya ijin, para rakyat kecil yang secara ilegal berdagang (untuk menyambung hidup) karena ngga punya cukup dana untuk mendapatkan ijin berdagang.



Life is so unfair… and this fact was seen by the quartet that now somehow their eyes were being opened with how the world really works. Clearly… they were in shock! The King observe the Jalgeum Quartet noticing that they are one step closer to catch the bigger thief.

Selain untuk ngetes murid-muridnya, Raja sepertinya punya alasan lebih untuk bikin tes ini; ngga sekedar mencari siap yang nyuri miniatur forbidden city atau obat-obatan tapi juga membuat murid sadar betapa korup dan ngga adilnya sistem sekarang dan siapa sebenarnya orang-orang yang berbuat lebih dari sekedar mencuri dan menjual di pasar untuk menyambung hidup. Phhiuuhhh!! Dalem banget nich kayaknya….

Well, the current system was actually like this… pedagang legal dan kaya menguasai dan memonopoli pasar, dan mengendalikan harga. Mereka kemudian membayar para pengawal untuk ‘menertibkan’ pedagang kecil dan tanpa ijin itu, supaya tidak terjadi perdagangan bebas. Nah, hal ini yang ingin di ubah oleh Raja; beliau ingin adanya perdagangan bebas dimana semua pedagang bisa berjualan dan berkompetisi dengan sehat. Hal ini tentunya akan merugikan pedagang kaya… tapi Mentri Perang meyakinkan Ketua para pedagang bahwa partai Noron mendukung mereka.

Unimportant but cute (well, cute IS always important actually, hehe) scene highlight: Jalgeum Quartet minum-minum di pub sambil menumpahkan kekesalan, mereka tiba-tiba ngeliat para penjaga lagi mabok di salah satu sudut pub itu.

Muncullah keisengan mereka, para penjaga itu diiket lalu sama Seon Jun – yang walaupun protes tapi dikerjain juga – ditulisin ‘pencuri’ di jidatnya. Yong Ha lalu teriak sekenceng-kencengnya…

Kebakaraaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnn!!!

Mereka pun kabur sambil cekikikan, melupakan kesusahan sementara waktu karena ada persahabatan yang begitu menyenangkan di sekitar mereka. Nice huh!?

Yong Ha mengetahui bahwa miniatur kesayangannya disita petugas di penggerebekan yang mereka saksikan sebelumnya, bersama dengan mainannya itu adalah sebuah buku akuntansi yang pasti akan mencatat siapa yang menjual mainan itu pada si pedagang. Busuknya, semua hasil sitaan di pasar gelap diberikan pada pedangan resmi untuk dijual dengan harga selangit. Hasil sitaan tersebut dikumpulkan di sebuah gudang pedagang. Kebetulan banget saat itu ada pertemuan pedagang di kota mereka yang berlokasi di gudang tersebut, jadi empat sekawan itu berencana untuk menyusup ke dalam dan mencari buku akuntansi tersebut.

Dengan akal licik Yong Ha, ia dan Seon Jun berhasil menyingkirkan Yoon Shik dan Jae Shin dari rencana itu…

Yoon Shik terlalu lambat sementara Geol Oh (Jae Shin) terlalu emosional.

akhirnya mereka berdua yang menyusup ke pertemuan itu (lebih kayak party siih..), tapi sial Ha In Soo tiba-tiba keluar dari ruangan dan sempet ngeliat Seon Jun jalan menandak-nandak. Bahkan tipu daya Yong Ha pun ngga bisa ngilangin kecurigaan presiden sekolah itu. Diam-diam dia memasukkan pengawal untuk menggeledah area pertemuan.

Yoon Shik dan Jae Shin yang berusaha menyusul Yong Ha dan Seon Jun melihat pengawal Menteri Perang berjalan menuju ruang pertemuan. Mengetahui bahwa kedua sahabatnya dalam bahaya, mereka pun bagi tugas. Jae Shin mengalihkan perhatian pengawal sementara Yoon Shik memperingatkan kedua temannya.

Yoon Shik sampai di gerbang gedung pertemuan, tapi dia ngga boleh masuk… mencari-cari akal sampai akhirnya ngeliat para Gisaeng berjalan beriringan.

Di dalam, Seon Jun berhasil menemukan daftar itu… tiba-tiba pintu dibuka, Seon Jun pun segera ambil tempat lilin sebagai senjata. Tapi ternyata yang masuk adalah seorang Gisaeng!!!

Lho..lho..lho… itu bukan Gisaeng! Itu Yoon Shik, kaann??

Seon Jun pun tercengang… Yoon Shik tiba-tiba berlari dan memeluknya.

Tapi Seon Jun belum bener-bener percaya sampai Yoon Shik mengakui bahwa gisaeng itu dirinya. Saat itulah Seon Jun shock menjatuhkan buku (daftar) yang dipegangnya.

Ketika pengawal memasuki gudang dimana Seon Jun dan Yoon Shik sedang berduaan, Yoon Shik berlaku seolah-olah mereka sedang melakukan perbuatan ngga senonoh. Triknya berhasil, pengawal pun segera meninggalkan mereka.

Mereka berdua masih di dalem gudang itu (dengan Seon Jun yang gemeteran, deg-degan dan salting gara-gara liat temennya jadi cantik banget!) ketika tiba-tiba nemuin ruang rahasia yang berisi catatan-catatan transaksi ilegal antara pedagang dengan petinggi Noron. Yoon Shik pingin ngambil satu, tapi dilarang sama Seon Jun mengingat bahayanya hal itu, sampai-sampai Raja aja mungkin ga bakal bisa liat dokumen itu.

In Soo dapet laporan bahwa pengawal nemuin seseorang lagi ‘maen’ ama gisaeng di gudang, dia curiga dan memerintahkan untuk nyari pasangan itu. Pas saat dia hampir mergokin roknya Yoon Hee, serombongan Gisaeng jalan dan nutupin rok itu… all in the favor of?? You guessed it, Gu Yong Ha!! He’s like the God of this drama, isn’t he??

Di luar area, Seon Jun dan Yoon Hee berduaan… after series of awkwardness because of the unexpected beautiful-bestfriend attack (that was supposed to be a man in the eye of Seon Jun), Seon Jun akhirnya menumpahkan perasaannya… menyerang Yoon Hee balik:

Lo kasian ama gue? Nyusulin gue jam segini, pake baju kayak gitu pula! Lo pikir gue lemah dan ngga berdaya dan ngga bakal berhasil? Lo nolong gue karena kasian ama gue?? Lo berasumsi gue bakal terima semua pertolongan dari lo?

Seon Jun emang juara banget ya kalo soal balikin kata-kata orang!!?! Sial!!

Gue ngga kasian sama lo, sama seperti lo ngga kasian sama gue. Awalnya, gue cuma ngga mau bakat lo sia-sia, kemudian gue jadi butuh lo. Kalo gue pingin punya temen, gue mau lo orangnya, tapi gue ngga tau gimana caranya karena gue belum pernah gini sebelumnya. Maaf ya Kim Yoon Shik.

Maka luluhlah dan melelehlah air mata Kim Yoon Hee, yang malah bikin Seon Jun semakin merasa bersalah.

Jae Shin panik banget waktu denger dari Yong Ha, bahwa Kim Yoon Shik sampe make baju Gisaeng untuk nyelametin Seon Jun. Bahkan Yong Ha pun bergetar liat Yoon Shik yang jadi cantik banget. Dipanas-panasin gitu, Jae Shin mulai marah-marah, tapi dengan logical thinking-nya Yong Ha, Jae Shin bisa kembali ke akal sehatnya. Don’t you just love them… Yong Ha especially??

Setelah diperiksa, ternyata semua catatan transaksi pedagang dengan petinggi Noron lengkap. Tapi Menteri Perang ambil jalan aman… semua catatan yang ada pun diperintahkan untuk dibakar. Sementara presiden Ha In Soo bete banget karena Seon Jun lolos, maka dia cari cara lain supaya mereka ngga bisa nemuin pencuri yang sebenernya. Kebetulan banget seorang anak kecil nabrak dia, yang ternyata abis nguping pembicaraan Jalgeum Quartet di kamar Tengah no:2. Dengan petunjuk inilah akhirnya Presiden nemuin pencurinya duluan dan nyogok kakak laki-laki pembantu SKK (anak kecil tadi) untuk bungkam setidaknya sampai ujian berakhir.

Jalgeum Quartet melanjutkan penyelidikan mereka, membawa gambar pencuri itu dan mencarinya keseluruh Banchon, yang tentu saja ngga membuahkan hasil karena masyarakta banchon yang loyal dan saling melindungi. Yoon Hee prihatin dengan kemiskinan rakyat itu, tapi Seon Jun lebih concern sama dead line mereka yang ngga sampe satu hari lagi. Dia pun menyarankan untuk melakukan sedikit research (memang cendekiawan sejati, orang ini.)

Hasil Rembukan Empat Sekawan Jalgeum:

  1. Yong Ha: pencuri pasti orang dalem… atau yang punya hubungan dengan orang dalem.
  2. Dari catatan transaksi dan sejarah, pencurian ini belum pernah terjadi… yang berarti pencuri ini pasti tiba-tiba butuh uang. Biasanya karena pernikahan, pindah rumah, biaya pemakaman atau penyembahan pada nenek moyang.
  3. Memeriksa harga di pasar… ternyata komoditas yang sedang membumbung harganya adalah garam dan kain pembungkus jenasah; yang artinya pencuri itu butuh sesuatu untuk membeli kedua barang tersebut.
  4. Dan hanya satu pembantu SKK yang baru saja ‘kehilangan’ anggota keluarganya.

Bingo!!!

Keempatnya pergi menemui kakak laki-laki pembantu SKK itu dan men-konfront tuduhan mereka kepadanya. Tapi walaupun dengan bukti-bukti itu, Bok Soo (si pencuri) masih dengan percaya diri ngga mau ngaku… karena tahu polisi ngga akan bisa masuk daerah BanChon. Keempatnya berusaha untuk membujuknya…

Lalu gue harus gimana? Gue harus makamin ibu gue! Selama hidupnya beliau ngga pernah dapet obat yang memadai dan diperiksa dokter. Lebih buruk lagi, beliau ngga pernah pake baju yang bagus. Bukannya gue berhak untuk memakaikan beliau baju yang bagus saat beliau pergi? Tapi gue bahkan ga punya uang untuk beli baju. Sekeras apa pun usaha gue, gue tetep ngga bisa beli baju. Jadi udah? Gitu aja?? Orang miskin ngga berhak untuk punya hak asasi? Dunia macam apa ini? Dan kalian mau gue bantu kalian?? Pergi!! Kalian anak-anak orang kaya, kalian pantas untuk menderita sedikit.

Yoon Hee menyerah, merasa tersindir oleh kata-kata Bok Soo si pencuri, menyadari bahwa bisa saja dia yang berada di posisi Bok Soo kalo ngga ketemu Seon Jun dan masuk SKK. Seon Jun dan Yong Ha pun ikut meninggalkan Bok Soo, sementara Presiden dapat laporan bahwa Bok Soo ngga akan buka mulut dan merasa puas.

Kembali ke markas, the foursome were having a meeting. Yoon Hee ngaku kalo dia nyuri catetan transaksi dari pertemuan pedagang, hal itu yang membuatnya ngga mau maksa Bok Soo lebih lanjut, karena dia bukan ‘pencuri’ yang sebenarnya. Hal ini membuat semuanya emosi… Yoon Hee (jelaslah, her life was at stake here…), Jae Shin yang ngga terima Yoon Hee nyerah gitu aja, Seon Jun yang mengetahui kenyataan bahwa partai Ayahnya kotor dan Yong Ha yang bisa membaca hati Seon Jun dan merasa kuatir.

Yoon Hee pergi menenangkan diri ke perpustakaan dan bertemu Professor Jung, yang pada intinya berkata bila Yoon Hee ngga bisa membuktikan dirinya ngga bersalah, itu sama artinya dengan bersalah dan layak untuk dikeluarkan. Duuuh!! Pak… saya ngga ngerti deh, segitunya sebelnya ya punya murid cewe?? Kok kayaknya ngejatuhin mentalnya melulu sih?? Is that your weird way of protecting and supporting her?? Mungkin aja sih, beberapa hari yang lalu Professor ini berhasil membuat Yoon Hee sarapan (while the other guys didn’t succeed in doing…), dengan cara ngatain Yoon Hee buang-buang uang rakyat kalo sarapannya ngga diabisin. Hehehe, maybe (hopefully) this was just a case of tough love, right!?

I really love her reply:

Bapak bilang bahwa wanita tidak berhak untuk memegang kekuasaan, bukan? Tapi mengapa Joseon dalam keadaan (kacau) seperti ini saat Lelaki yang memegang hak untuk berkuasa??

Right on, Sisteer!!!

Yoon Shik pun pergi menemui Seon Jun, mengatakan bahwa dia ingin membeberkan catatan gelap tersebut, tapi dia ingin Seon Jun yang melakukannya. Dengan jujur Seon Jun mengatakan bahwa dia mungkin akan mengecewakan Yoon Shik (karena faktor ayahnya)

Again, I love her reply:

Ya udah kalo gitu! Gue percaya sama lo, lebih dari pada sama diri gue sendiri. Lo selalu mendorong diri lo sendiri. Berlaku lurus dan selalu bicara tentang prinsip. Itu cara lo untuk jadi orang yang baik. Kali ini pun ngga akan berbeda. Pilihan apa pun yang akan lo ambil, mungkin itu adalah yang benar. Bahkan kalau pilihan itu berbeda dengan jalan pikiran gue.

Ih! Kerrreeeennn…

Sementara Jae Shin masih berusaha untuk merubah pendirian Bok Soo (si pencuri). Memakai dirinya sebagai analogi, yang sampai saat ini masih meniru perilaku kakak laki-lakinya… Jae Shin mau ngasih contoh ke Bok Soo bahwa dia punya adek cowo yang akan selalu melihat dan mencontoh perilakunya. Apakah Bok Soo mau adeknya itu tumbuh jadi seorang pencuri dan pengecut dengan berlaku seperti apa yang dia lakukan sekarang. Jae Shin kemudian meminjamkan uang (bukan menyogok seperti Presiden) untuk mendapatkan kembali semua barang yang dicurinya. Jae Shin left Bok Soo thinking…

Malamnya penghuni Kamar kedua sayap tengah terpencar-pencar. Yoon Shik di dalam kamarnya… Jae Shin di teras… Seon Jun baca buku entah dimana masih berusaha melawan dilema di dirinya. Ia baru saja pulang dari rumah, menanyakan pada ayahnya tentang ajarannya selama ini: Seorang cendekia akan melakukan apa saja demi keyakinannya, bahkan bila hal itu bertentangan dengan keluarga. (nah lho!! Ati-ati ngajarin anak, makanya Pak!!!). Apakah Ayahnya masih mau ia menjalankan ajaran itu. Tanpa mengetahui apa pun, Ayahnya serta merta menjawab. IYA. (*batuk* bodoh!! *batuk*)

Hari penentuan pun tiba… Seon Jun dan Bok Soo were nowhere to be found. Yoon Shik and Jae Shin still had hope though it was slim. Jae Shin berusaha mengulur waktu supaya Raja mau menunggu pencuri nya untuk datang dan mengaku, tapi dasar si Presiden yang takut kalah… dia mendorong Raja untuk segera menjatuhkan keputusan, karena hari itu adalah deadline dan tidak sepantasnya diulur-ulur lagi. Being a fair King that he was, King Jeong-Jo agreed and was ready to announce was Yoon Shik was guilty.


Pencurinya ada disini!!!

Seon Jun datang dengan membawa catatan transaksi itu.

Pencuri yang sebenarnya dari pencurian ini ada di buku ini, Yang Mulia.

Eng ing Eeeenng…. (Here I come to save the daaayyyyy!!!! *Seon Jun sings in Mighty Mouse tune* Like I always do, right??? Riiiiggggggggggghhhhttttt….)

Hosh!!! Hosh!!! Hosh!!! Ngos-ngosan nih nulis 10 episode pertama dari drama ini. But I looove it so much. I spent a month to write this, and if I don’t publish it right away, I would’ve not finish it at all. Jadiiiii… for the time being, 10 dulu ya rekapnya; tapi gue janji bakal nyelesein koook (justru kalo udah ada 10, gue jadi ada beban moral untuk nyelesein… halah kdrama aja pake beban moral!!???); maybe by the next one or two months yaaaa!!

Until then, enjoy this awesome drama ya!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s