Kdrama Review: Spotlight (2008)

Kembali lagi dengan review kdrama berikutnya. Maybe you are wondering why I chose SPOTLIGHT as the next drama to reviewed. Hehehe! Karena ini drama terakhir yang gue tonton, takut keburu lupa… jadi di review sekarang ajah. On to the review aja, yah?

Review

  • Title: Spotlight
  • Air date: 14 Mei 2008 – 3 Juli 2008
  • Episodes: 16
  • Broadcast network: MBC
  • Cast: Ji Jin Hee (The Man Who Can’t Get Married), Son Ye Jin (Alone in Love, Personal Taste)
  • Genre: Profession Drama

Spotlight adalah sebuah drama profesi yang menyoroti kehidupan, dinamika dan tantangan yang dihadapi seorang reporter, terutama reporter bidang umum dan sosial. Nama ‘Spotlight’ sendiri diambil dari nama acara berita di sebuah stasiun televisi GBS, yang biasa tayang jam 9 malem ( which I understand is a prime time for news slot of TV network).

Seo Woo Jin (Son Ye Jin) adalah reporter muda yang sebentar lagi akan mendapatkan junior (kinda like sophomore in college), tapi kerjanya masih berantakan banget, masih suka dimaki-maki sama atasannya – in their terms: captain – dipandang sebelah mata sama rekan kerja slash seniornya, menunggu berita besar jatuh ke tangannya. Karena kecerobohannya membocorkan rahasia perusahaan ke kakaknya yang juga reporter untuk harian di Seoul, Seo Woo Jin terancam dipecat.

Oh Tae Suk (Ji Jin Hee) reporter berpengalaman dengan reputasi sebagai reporter yang idealis, ngga pandang bulu, perfeksionis dan keras. Karena satu dan lain hal ‘dibuang’ ke afiliasi GBS di daerah. Tapi karena rating Spotlight terus menurun dan insiden kapten yang sedang menjabat, Oh Tae Suk dipanggil kembali untuk menjabat kapten bidang umum dan sosial… dengan kata lain atasan barunya Seo Woo Jin.

Walaupun dengan semua keblunderan yang dilakukan Seo Woo Jin, Oh Tae Suk mampu menempa dan mendidiknya untuk menjadi reporter handal sesuai dengan potensinya. Dengan melewati tantangan demi tantangan, masalah sampai ancaman, Seo Woo Jin berubah menjadi reporter andalan dan kebanggaan stasiunnya.

Comment (spoilers alert… ada dikiiit)

Sejujurnya gue gambling juga nonton kdrama ini, baca sana sini tapi reviewnya ngga begitu bagus. But, i loved Ji Jin Hee di The Man Who Can’t Get Married (TMWCGM, phiuuh what a title!?!) dan gue suka banget akting Son Ye Jin di dua drama di atas… and I’m a sucker of profession drama. Jadi, I took the chance and ordered this drama from my friend in Germany that was about to go back to Jakarta. Hahaha… niat banget ya?

Sadly to say, it’s a bit of disappointment.

The disappointment: sayangnya gue masih terus kebayang-bayang Jo Jae Hee, karakter di drama TMWCGM, saat gue ngeliat Oh Tae Suk (yang diperankan oleh Ji Jin Hee). I guess it impress me so much that whenever I see Ji Jin Hee I would memorize Jo Jae Hee right away.

Jo Jae hee… Ji Jin Hee… Oh Tae Suk (Nah loh!Bingung… bingung deh!)

I don’t know why, but I don’t find myself drawn to the character… mungkin karena editingnya, mungkin karena fast paced of the drama, mungkin karena memang drama ini ngga terlalu menyelami tiap karakternya. Ngga terlalu diceritain backgroundnya buruknya si Oh Tae Suk, perasaan Oh Tae Suk ke Seo Wo Jin (karakternya Son Ye Jin) dan sebaliknya. Jadi yaa… penonton juga ngeliat drama ini ngga pake hati, dan hal ini yang kadang bikin bosen.

Menurut gue endingnya agak lemah… sure! The bad guy lost but it is not dramatic enough, dan ngga ada kesimpulan akhir yang menceritakan gimana nasib tokoh-tokoh lainnya. Sukses kah sih Seo Wo Jin? Jadiankah mereka? Nasib rekan kerja mereka yang jahat gimana? Terlalu gantung… I don’t know, may be they tried to open a window of Spotlight #2. But I won’t hold my breath for it!

And the biggest disappointment I think, disebabkan adanya kesalahan review di mana-mana. Hampir semua yang me-review drama ini bilang bahwa genre-nya romance dan di sinopsisnya menyinggung bahwa Oh Tae Suk jadi ‘love interest’nya Seo Woo Jin. Frankly speaking… gue ngga ngerasa sama sekali bahwa perasaan keduanya tuh romance, lebih ke colleague chemistry atau sense of comradeship. Jadi, gue yang berangkat dari keinginan untuk melihat spark antara karakternya Ji Jin Hee dan Son Ye Jin, terus menerus berharap… tapi setelah beberapa episode sepertinya hubungan mereka ngga berkembang (in romantic kind of way), dan di episode 16 berakhir dengan ‘begitu saja’… berteriaklah gue dengan semangatnya “boooooo!!!” Where the hell is the romance? the holding hands? the kiss?? Penonton kecceewwaaaa… I blame mostly to the review, makanya disini gue kategorikan genrenya ke merely drama profesi.

Oh! I just had another insight… maybe, just maybe, this is an opinion of an amateur lho ya. Kenapa drama ini ga bisa mengaduk-aduk emosi pemirsanya, karena tensi drama ini dibuat kebanyakan tegang atau serius. Kecuali di adegan saat mereka melakukan outing bareng, maen boom boom car dan sebagainya (which I think is a cute scene). Kalo dibandingin ama City Hall (dasar citihallers!), drama itu dibuat sedemikan hingga tiap episodenya kayak lagi naik jet coaster… naik turun.. naik turun… emosi penonton di aduk-aduk, nah ini yang kurang dari Spotlight. Makanya mungkin jadi kurang ngena.

The good thing about it:

Menurut gue Son Ye Jin keren, dengan akting naturalnya dan kecantikannya tanpa perlu pake make-up pas banget merepresentasikan seorang reporter. Salah satu alasan lagi kenapa gue suka kdrama, mereka tidak pernah menggunakan make up secara berlebihan, tapi tetap bisa menonjolkan kecantikan alami bintangnya. Yang gue maksud alami disini hubungannya sama make up, ngga tau juga kalo mereka pernah ‘nip/tuck’. Bahkan pake pensil alis aja engga lho… ngga kentara sih setidaknya…

The insight tentang profesi seorang reporter dapet banget… dan inilah alasan kenapa gue suka drama profesi yang menyelami suatu profesi tertentu. Gue jadi tahu mereka itu sebenernya ngapain aja, yang nginep di kantor polisi dan ngintilin detektif buat dapet berita, yang harus ngedit sendiri berita yang mereka cari jadi liputan sepanjang 1.5 menit, yang harus kecewa ide ceritanya dibunuh sama si Kapten (padahal dapetin ide nya itu susah kan ya?). Wah I think I am not cut out to be a reporter! Details about this on the recap, yeah!?

Musik yang dipake enak dan menurut gue cocok dengan mood adegan. Sebenernya dengan musik seperti itu bisa lift up dan memberi kesan yang lebih mendalam untuk tiap adegannya. Sayang, dalam hal ini kurang cukup membantu…

And I do love the relationship between the co-workers. Emang ada sih yang ngerasa sok senior (walaupun umurnya lebih muda), ada persaingan-persaingan, ada jealous-jealous tapi semua itu sehat. Gak pake intrik yang aneh-aneh. Bukannya emang selalu ada ya, that one annoying co-worker in every office. Disitu kan dinamikanya orang kerja? Bahkan dengan segala ketegangan antar teman seprofesi, mereka masih mampu bekerja dengan sebaik-baiknya demi satu tujuan, mengabarkan berita pada khalayak.

rekap (full of spoilers…)

Karena Spotlight bukan termasuk drama favorit gue, dan bukan tipe drama yang cocok untuk diulang-ulang, jadi rekap-nya briefly aja ya. Don’t expect something like City Hall Recaps, yaa…

Episode 1 & 2: First Lesson -> How trusting a reporter must be.

Dimulai dengan pertengkaran anchor wanita utama dengan sutradara Spotlight – sebuah acara berita jam 9 di stasiun GBS – yang ternyata suami istri, diceritakan pula bahwa malam itu akan menjadi siaran terakhir untuk anchor wanita tersebut. Wanita itu mencoba bekerja seperti biasa, tapi karena suatu berita perceraian dan perselingkuhan yang dibawakannya… wanita itu tiba-tiba breakdown. Acara terancam berantakan, Seo Woo Jin (Son Ye Jin) yang pada saat itu sedang membawakan berita live dari kantor polisi diperintahkan untuk mengulur waktu, sementara sang anchor di make-up ulang.

Drama! Drama! Drama at the first five minutes already… I thought that this drama would be exciting, and that anchor woman would play a big role in this drama as she is the first face we see.

One can hope… but one may disappoint. hee hee…

Seo Woo Jin masih belum bisa dapetin hati atasannya, sering dimarah-marahin, dipandang sebelah mata sama rekan kerjanya; berusaha untuk lebih baik, dia ngejar-ngejar buronan yang dicari polisi, tertuduh atas pembunuhan 12 orang, Jang Jin Gyu. Seo Woo Jin sampe nyamar jadi waitress buat nganter kopi pesenan buronan itu. Pake kamera tersembunyi, Seo Woo Jin berhasil me’wawancarai’nya. Dalam wawancara itu, kebuka kebodohan-kebodohan polisi yang mengakibatkan Jang Jin Gyu masih buron setelah sekian lama.

Kali ini pun masih tetap bodoh, usaha pengintaian berjam-jam pun tidak membuahkan hasil setelah Jang Jin Gyu berhasil melarikan diri (lagi) dari penggerebekan. Malu (atas kegagalannya) dan panik (atas rekaman video Seo Woo Jin), polisi lalu menahan rekaman video hasil jerih payah Seo Woo Jin. Segenap petinggi GBS berusaha melobi pihak kepolisian untuk mengembalikan video itu, sampai-sampai kaptennya terlibat suatu insiden.

Akhirnya dikembalikanlah video itu. Seo Woo Jin, dengan penuh harap, siap-siap memutarkan video itu di liputan khusus Spotlight. Ternyata video itu tanpa suara… lagi-lagi Seo Woo Jin mengecewakan semua pihak.

Kecewa dan kuatir, Seo Woo Jin sarapan bersama kakaknya (yang juga seorang reporter untuk koran nasional). Being as naive as she could be, Seo Woo Jin bocorin insiden antara atasannya dengan pihak kepolisian. Also longing for a great news, kakaknya angkat cerita itu (walau dengan nama lain) dan semuanya jadi ke blow up. Aw Sh*t! Seo Woo Jin terancam di pecat… stasiun tempatnya bekerja tercoreng nama baiknya gara-gara dia.

Sementara itu, untuk mendongkrak rating… petinggi GBS memutuskan untuk memanggil kembali reporter dari afiliasi GBS di daerah. Oh Tae Suk. Sempat bersitegang dengan pimpinan, walaupun seorang reporter handal dan idealis, Oh Tae Suk dipindahkan ke daerah. Kini ia dipanggil untuk memegang posisi kapten di bagian sosial, departemen dimana Seo Woo Jin bekerja.

Maka dimulailah pelajaran pertama dari kapten Oh Tae Seok untuk reporter ‘kelas dua’ Seo Woo Jin. Seberapa besar seorang reporter menaruh kepercayaan pada orang lain? Pada petugas polisi yang tiba-tiba mengembalikan rekaman setelah dipaksa-paksa? Pada kakak kandungnya yang telah mengkhianatinya untuk kepentingan pribadi? Walaupun dengan suara yang keras dan mengintimidasi, Oh Tae Seok mulai memberikan pelajaran berharga untuk Seo Woo Jin.

By the end of episode 2, Seo Woo Jin mendapat junior bernama Lee Sun Chul yang ternyata bekas temen sekolahnya… ketahuan semua orang di kantornya kalo dia yang bocorin insiden ke kakaknya… dapet petunjuk yang bisa bales perlakuan koran terhadap stasiun GBS. Untuk pertama kalinya, Seo Woo Jin dapetin scoop yang sangat berharga bagi tempatnya bekerja…and guess who gave her the leads??

The first two episodes looked interesting, exciting and made me want to continue as I was sure I saw a glimpse of romance when Oh Tae Seok decide to help Seo Woo Jin, is it an open window for a possibility of romantic relationship, or was it only his way in testing Seo Woo Jin’s instinct as a reporter?

Episode 3 – 5: The different between a rookie and one level above it.

Seo Woo Jin kept annoyed by the incapability of her junior, Lee Sun Chul. Di suatu penyelidikan barang bajakan, Lee Sun Chul menyamar dengan buruk sampai-sampai ngebongkar penyamaran mereka dan ngasi kamera tersembunyi ke para pembajak. Bete dan pingin ngasi pelajaran, Seo Woo Jin ngancem Lee Sun Chul karena mereka gagal dapetin berita (walaupun pada akhirnya ketauan ternyata Seo Woo Jin bawa back up kamera. Hah!! You’re getting smarter Woo Jin-ah!).

Through series of blunder, Seo Woo Jin was being punished to stay in the station while everyone was chasing news about fugitive Jang Jin Gyu. Saat stasiun lagi sepi-sepinya, dan Seo Woo Jin lagi bete-betenya, Jang Jin Gyu telepon dan ngajak ketemuan. It was then or never, karena setelah itu Jang Jin Gyu bakal keluar negri. So what a reporter should do when the-most-wanted-fugitive called her and asked to meet; while being punished to watch the station by the Captain?? Tentunya menyamar jadi cewe bar, dan pergi menemui penjahat yang udah bunuh belasan orang dan selalu berhasil kabur dari polisi saking liciknya.

But nothing quite as planned… alih-alih jadi umpan untuk nangkep Jang Jin Gyu, Seo Woo Jin berhasil dilarikan ke suatu tempat yang ga diketahui semua orang. She is officially an unofficial hostage, soalnya si buronan ga tau kalo Woo Jin reporter… jadi dia sendiri ngga anggep Woo Jin sanderanya, not yet at least. One thing lead to another, this thing about a reporter undercover as a saloon girl was supposed to be discreet, but it became media frenzy; and THAT is only jeopardizing Seo Woo Jin’s live.

Pada akhirnya Seo Woo Jin berhasil mewawancarai Jang Jin Gyu, mencegahnya bunuh diri, membebaskan diri, menangkap si buronan, dipeluk kapten, masuk berita di halaman pertama koran-koran nasional, dan dapet penghargaan reporter. Oh! Did I mention? Hugged by the Captain. Hihihi…

Episode 6 & 7: True to yourself, decide who you want to be!

Jadi public figure dalam semalem, Seo Woo Jin sure enjoys her five minutes fame. Dapet penghargaan reporter, dimintain tandatangan, sampai permintaan interview dari mana-mana; Seo Woo Jin ngerasa dia sudah berhasil… bahkan presiden direktur stasiun GBS merekomendasikannya untuk ikut audisi anchor Spotlight yang baru (masih inget cewe yang nangis di episode pertama? yeah… gue juga samar-samar sih. Eniwe, sebenernya dia anchor yang lama, tapi malam itu kan malam terakhirnya dia).

Presdir bilang begitu, sang kapten punya pendapat lain; selain karena bagian sosial udah punya kandidat untuk ikut audisi (Chae Myung Eun a.k.a the annoying co-worker), pengalaman Seo Woo Jin dianggap belum cukup untuk jadi seorang anchor. But hey what a captain of social news department can do in oppose to the director’s order? Kasi kerjaan yang banyak buat Woo Jin, jadi dia ga sempet latihan buat audisi. Slick!!

Seo Woo Jin ngga pernah mimpi untuk jadi anchor, tapi begitu kesempatan ada di depan mata… bahkan dapet rekomendasi dari presiden direktur sendiri, apa sebaiknya kesempatan ini diambil aja? Tapi kenapa sang Kapten begitu menentang hal ini? Apa sebaiknya dia tetep jadi reporter aja? These 2 episodes is about finding what she really wants,  keragu-raguan yang datang pada dirinya dan usaha untuk melakukan yang terbaik di audisi tapi tetap melaksanakan tugas dari Kaptennya,

Setelah beberapa kali audisi, Seo Woo Jin terpilih jadi dua kandidat terbaik (bahkan ngalahin that snobby brat Chae Myung Eun). Di hari wawancara akhirnya dengan presiden direktur, Seo Woo Jin dihadapkan pada dua pilihan: wawancara untuk menjadi anchor atau membuat report yang sudah berhari-hari dia usahakan tentang seorang nenek dermawan yang meninggal dunia… dengan kata lain, dia harus memilih: anchor atau reporter. Below pictures are the spoilers.

I love it how they watch the report together

Episode 7 diakhiri dengan berakhirnya masa percobaan untuk Lee Sun Chul dan pemagang lainnya. They are officially part of the team, and the whole gank celebrates it with an outing. A cute one if I may add.

Episode 8 – 10: Obstinacy and Endurance of a Reporter

Episode 8 diawali dengan gathering social news department merayakan berakhirnya masa percobaan karyawan baru. The mood was so light and fun, it is nice to see Seo Woo Jin made fun of her captain. The scene was funny not in slapstick kind of way. Menyenangkan melihat tim satu departemen yang biasanya tegang dan saling bersaing bersenang-senang bareng. And the Captain was such a sport, nice guy!

The fun mood was soon swept away by a sudden information… seorang congressman ditusuk sampai kondisinya kritis di sebuah club malam. Melihat pentingnya berita itu, acara gathering pun langsung bubar. Seo Woo Jin dan yang lainnya bergegas pulang untuk mengejar berita.

Apa yang tampaknya hanya sebuah kasus penikaman, ternyata hanya permukaan gunung es. Kasus itu ternyata menyangkut rencana pengembangan kota yang disebut New City yang merupakan konspirasi antara pemerintah dan sebuah perusahaan konstruksi Young Hwan Construction.

Bertekad untuk membongkar konspirasi itu, Seo Woo Jin dipandu oleh Captain terus menggali informasi tentang Young Hwan dan tentang New City; tidak mempedulikan nasib rakyat yang akan menjadi pengangguran kalau laporan Seo Woo Jin ini keluar (akibat dibatalkannya Ney City), tidak mempedulikan dirinya yang hampir disuap, diancam dan dipukuli warga, difitnah menerima suap oleh gebetannya (senior cowo di sekolahnya dulu), ayahnya yang dipecat tanpa sebab, tanpa mempedulikan gugatan hukum Young Hwan terhadap GBS…

Tapi Seo Woo Jin akhirnya menyerah, dia mengundurkan diri… menenangkan diri dan menyusun sebuah laporan yang memihak rakyat tanpa menunjuk suatu instansi. Dengan berbagai bukti, GBS berhasil bernegosiasi dengan Young Hwan hingga semua masalah pun terselesaikan (sampai saat ini). Seo Woo Jin di pekerjakan lagi.

Episode 11 – 13: Perseverance of a Reporter

GBS akan menayangkan sebuah acara baru, acara adalah sebuah laporan mendalam untuk berita apa pun yang sedang hangat. Untuk kesuksesan acara baru ini, Captain Oh Tae Suk ditunjuk sebagai penanggungjawabnya dan posisi Kapten untuk social news department pun diganti. Tim khusus pun dibentuk untuk mendukung acara baru ini. Pada saatnya mereka harus menentukan pembawa acaranya, lagi-lagi Seo Woo Jin harus bersaing dengan Chae Myung Eun.

Sebagai bentuk tesnya, Seo Woo Jin dan Chae Myung Eun diberi beberapa tugas; membuat laporan dengan topik yang sama kemudian dibandingkan content-nya, menyusun rangkaian berita yang akan dibawakan di Spotlight, membawakan suatu laporan, sampai membuat suatu laporan tentang seorang Pengacara yang menghilang tanpa jejak.

Bersaing dengan ketat, Seo Woo Jin bertekad untuk menemukan pengacara itu dan mewawancarainya. Segala macam cara ditempuh sampai akhirnya dia menemukan pengacara itu. Tapi pada saat dia akan mewawancarainya, berbagai macam pihak dari pemerintah (some kind of FBI) datang dan menghalangi mereka, bahkan menahan Seo Woo Jin sementara.

Tidak mampu melaksanakan tugas sebelum tenggat, posisi pembawa acara pun jatuh ke Chae Myung Eun… tapi di syuting perdana mereka, Seo Woo Jin telepon dan ngabarin kalo Pengacara itu mau diwawancara di Spotlight dengan batasan-batasan tertentu. Wuaahh!! berita besar dong nih, syutingnya langsung dibatalin… penyesuaian slot berita untuk Spotlight langsung di laksanakan. Manyun lah si Chae Myung Eun!! (at this point I feel kind of sorry for her).

Wawancara pun berjalan dengan lancar… walaupun ngga dapet posisi pembawa acara tapi Seo Woo Jin tetep seneng. Masalah selesai!! Eits, tunggu dulu… diem-diem diantara syuting Spolight, pengacara itu ngasi flash disk ke Seo Woo Jin. Isinya confidential abis dan bisa ngebongkar konspirasi yang sangat besar antara pemerintah dan (lagi-lagi) Young Hwan Group.

Episode 14 – 16: The War

Tiga episode terakhir adalah penyelesaian kasus terakhir yang berhubungan dengan rahasia yang tersimpan di memory card milik pengacara Jo. Ternyata pengacara itu adalah bagian kecil dari suatu konspirasi yang melibatkan Young Hwan Group (perusahaan induk Young Hwan Construction), pemerintah dan anggota kongres.

Lagi-lagi Oh Tae Suk, Seo Woo Jin mencoba membongkar kasus ini – walaupun nama Ayah Oh Tae Suk sebagai salah satu anggota kongress disebut-sebut terkait dengan kasus itu – karena menyangkut rakyat Korea Selatan pada umumnya. Tapi sama seperti kasus New City, kali ini Oh Tae Suk yang dijebak dan diberi kesulitan-kesulitan.

Dengan dibantu Ayah Oh Tae Suk, Seo Woo Jin berhasil mewawancarai pihak Young Hwan dan pemerintahan bersamaan, mengadu domba mereka sehingga di puncak emosinya, mereka malah membongkar konspirasi itu di Siaran langsung berita jam 9, SPOTLIGHT.

Wellp! That’s about it. Kdrama review and a bit recap of SPOTLIGHT. It was so-so lah, buat yang pingin jadi reporter drama ini bisa kasi insight yang mendalam tentang pekerjaan mereka sehari-hari. Interesting but not worth a re-run.

Buat yang mau pinjem kopian film ini in .avi, just drop a message two weeks after this review is publish at the latest. Abis ini file nya eijke hapus. FYI, file nya lengkap dengan subtitles bahasa inggris.

Okrreehhh! Abis ini rehat dulu ya nulisnya… just downloaded My Girlfriend is a nine-tailed-fox and have been dying to watch it. Hihihi! Tenang nanti aku ceritain semuanya disini. Till then!! Astari, Out!! (In Ryan Seacrest – American-idol-closing-line kind of way)

credit:

http://www.imbc.com

http://sunghyori.wordpress.com

www.hancinema.net

Advertisements

One Comment

  1. halo, aku yang termasuk sukafilm ini walaupun ga ada adegan romantisnya. tp pnggambaran keiupan wartawannya keren, jadi tau profesi wrtawan itu sperti apa. aku belum nonoton episode terakhir berhubung mkaset yang kupinjam cacat. kalo boleh bagi dong copyannya. tagkyu.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s