Housewife’s diaries: The art of Laundry

Jakarta, 11 Oktober 2010

Hello! welcome to the first edition of housewife’s diaries, sebuah artikel yang bertujuan untuk ngebantu para ibu rumah tangga, terutama yang baru kayak gue, dan ngga punya banyak mentor. Berangkat dari pengalaman gue sendiri, gue harus menjadi ibu rumah tangga tanpa banyak yang membantu dan membimbing. Dari seorang anak ceroboh yang suka reluctant sama pekerjaaan rumah, tiba-tiba gue dihadapkan dengan tanggung jawab untuk mengelola rumah tangga… di nun jauh di sana pula!

So I had a loooooottttt to figure out. Even though I survived… tetep aja kan, butuh suatu referensi untuk melegitimasi apakah apa yang gue lakukan itu benar atau tidak? (Gue rasa, jawabannya akan “tidak”). Sooo… here it is, sebuah muntahan kata-kata artikel tentang apa pun seputar kehidupan ibu rumah tangga. Hope it could be a help to someone.

Dan karena akhir-akhir ini gue bertanggungjawab atas cucian a.k.a laundry di rumah gue, so… untuk edisi pertama ini kita bahas: The art of laundry. Since we are an urban family, most of the process will be done using the washing machine. Karena ternyata nyuci pake mesin cuci itu lebih rumit daripada pake tangan.

Look at my fresh-laundry-waiting-to-be-ironed!! Miss my old home...

Continue reading →

Advertisements

Not on her absolute… utmost… bestest mood

In front of large window showing dark clouds and heavily rained day.

Such a drastic opposition to the last post. Unlike the other day when I felt the world is oh-so-wonderful. Today I had to wake up with a headache. This happened a lot, but back days… this annoying headache would go away after one-long-good night sleep. Tapi akhir-akhir ini, pusingnya ngga ilang walopun udah tidur dengan pulesnya *hmm, do you consider 7 hours of sleep with twice woken up period IS sound asleep?

Needless to say, a day that started with a mess will almost-always be a messed-up day. Nothing went well today, even if it did… it still makes me grumble. It would be soo easy to push my button. This time, bare with me okay… I just want to let all the anger, the negative chi out of my bones. Soooo! Without further ado, let’s welcome the sarcasm…

Continue reading →

It’s a beautiful mornin’

Jakarta, 21 Oktober 2010

Dulu waktu gue masi di Jerman, gue sukaaaaa banget jalan-jalan on spring or autumn time. Saat hawanya ngga terlalu dingin atau terlalu panas, saat gue bisa pake baju layaknya orang normal. And as I walked I would breath as deep as I could… menikmati segar dan bau udara disana. I loved to do that… so much that I know I would miss it.

This morning, I felt that same air.

Tadi waktu bukain Ayah pager buat ke kantor, gue ngerasa udara hari ini enak banget. Cerah dengan awan yang merata. Jadi bukan yang bergumul-gumul gitu… mungkin itu sebabnya matahari ngga terlalu terik. Diterpa angin pagi yang segar, dengan udara yang belum kena polusi, gue sedikit ngerasa deja vu. And I thought, What a beautiful morning. Tiba-tiba aja mood gue naik sedikit.

I felt this same way, duluuuuuuu banget. Masih SMP kali ya, gue nemenin nyokap ke Rawabelong dan saat itu udaranya enak banget. Menjelang mendung, tapi ngga panas dan belum gelap. And as I walked between aisles of flower, I thought of a lot of thing. Well, imagined to be exact sih. Sebagai boyfriendless girl since baby, gue membayangkan rasanya kalo punya cowok. Ahahahaha!! Jijik ya? I think the weather brought up romantic mood in me.

It’s so funny how little things could brighten up your day, yeah?!

Screenplay: First Edition

Jakarta, 8 Oktober 2010

Hihihi (lho, belum apa-apa udah ngikik sendiri, ki piyyee!!?), aku malllu (*tersipu-sipu ngga jelas). Mmmm, mungkin karena gue kebanyakan nonton kdrama kali ya, tiba-tiba otak gue berjalan sendiri merangkai suatu cerita, adegan demi adegan… sehingga timbullah ide gila untuk menuangkannya ke sebuah naskah atau screenplay.

Kenapa gue pilih naskah? Karena gue terlalu malas dan merasa ngga capable untuk menulis novel. Maybe later, I’ll re-write the screenplay into a story. Dan di otak gue memang yang keluar adalah adegan-adegan, shot-shot yang biasa gue liat di layar; dan pada akhirnya susah untuk mendeskripsikannya menjadi paragraf-paragraf layaknya sebuah cerpen atau novel.

Jadi, lahirlah screenplay pertama gue. Yang berjudul… duh, sampai sekarang gue belum nemuin judul yang tepat. Mungkin ada yang bisa bantu? All I came up with is this cheesy line: Cinta dan Sekitarnya I Love you too, Pak!! (Believe me, deep down inside I scream “Yuuuckkkk!!”)

Continue reading →

City Hall: review dan rekap untuk kdrama terbaik pilihan saya

Jakarta, 7 Oktober 2010 01:27

Beberapa kali gue menimbang-nimbang, kdrama apa yang sebaiknya gue bahas pertama kali? Yang paling pertama gue tonton?? Yang paling terakhir? Yang paling blunder?? atau yang paling gue suka? Tentunya kalo yang paling terakhir, akan lebih gampang untuk dibahas, karena masih segar di ingatan. Tapi akhirnya gue putuskan untuk nge-review dan kasih sedikit rekap-episode ke kdrama terbaik pilihan gue.  Karena dengan begitu gue bisa lebih passionate untuk nulisnya. Maaf ya gue tulis passionate, karena terjemahan bebasnya adalah ‘bergairah’ (i hate that word!), konotasinya jelek dan ngga cocok dipakai disini. Anyho! Tanpa banyak bicara, mari kita sambut drama terbaik sepanjang waktu CITY HALL!!!

  • Title: City Hall
  • Air Date: April 29 – July 2 2009
  • Episodes: 20
  • Broadcast Network: SBS
  • Cast: Cha Seung Won, Kim Sun Ah
  • Genre: Drama, Romance, Politic

  Continue reading →