KDRAMA ADDICTION: The first step to overcome an addiction is to admit it!

Jakarta, (started on) Sept. 26th 2010.

Salah satu hal yang diucapkan oleh salah satu karakter di He’s just not that into you – a masterpiece of a relationship movie if I may add – adalah… erm, gue lupa juga sih tepatnya gimana. Intinya pada saat kita jatuh cinta pada seseorang kita cenderung untuk melakukan hal-hal berikut: memeriksa alat komunikasi setiap 10 detik dan berharap ada pesan darinya, berusaha untuk menyinggung atau mengangkat nama orang itu di sela-sela percakapan apa pun, berharap untuk bisa membuat lagu tentang dirinya. Like I said, a masterpiece isn’t it??

Berpegang pada prinsip dewa di atas, gue jadi menganalisa diri gue sendiri. I checked news about kdrama everyday now… kemarin gue terima e-mail dari seorang blogger kdrama dan merasa bahagia sebahagia menerima surat dari Anderson Cooper misalnya, heck! Gue bahkan belum pernah kirim e-mail ke anchor ganteng itu. Setiap kali gue selese mengkonsumsi satu judul kdrama, gue punya keinginan untuk ngebahas drama itu or simply to discuss the phenomenon of kdrama with someone.  Next thing I know, I got an insomnia due to 4 kdramas in a row every night, mulai mengais-ngais berita soal korea, sering ‘secara ngga sengaja’ tune in ke channel korea just to hear the language, bahkan berharap untuk bisa kesana. Then it struck me… DAMN! I am addicted to kdrama. There! I’ve said it.

This disease started actually waaaaayyyy back at college, around 2004 I think, Tapi jauh setelah boomingnya METEOR GARDEN dan drama-drama Barbie Hsu atau Vic Chou lain yang ikut tenar setelahnya. Jauh setelah gue meneteskan seember air mata karena episode pertama Autumn in My Heart, tapi ngga cukup termotivasi untuk menyelesaikannya. The real kick-off moment terjadi saat gue akan buat thesis tentang perhotelan, seorang temen nyokap minjemin VCD (or was it already DVD yha??) Hotelier to get a glimpse of how a hotel is running. Pada saat itu, gue masih skeptis dan masih mikir “yaaah! Disuruh nonton telenovela cina lagi, guaa!!” Tanpa bermaksud untuk menjadi rasis, gue cuma berpendapat bahwa nonton drama Asia is a very housewife thing to do.

I finished 16 episodes in a week…finished the second round in less than that… then decided to buy the DVD for myself. Hihihi, kualat aku!!

the kick-off moment of my addiction

After that, dimulailah proses mencekoki diri sendiri dengan drama ASIA. Yess! At that time I still gorged at every Asia drama given to me.  Some are bad, some are worst… sampai-sampai gue ngga inget lagi judulnya. Hingga akhirnya gue bertemu All About Eve. A drama about the life of young and new anchors in a TV station; revolves around the struggle, the love life and the competition between two women. The lead actress was the cutey CHAE RIM, the second leading lady was wicked KIM SO YEON.  Ceritanya menarik, tokoh antagonisnya bener-bener minta ditampar, memberi gue insight tentang profesi seorang anchor… but the cream on the top of this drama was the hottie JANG DONG GUN. He was fiiinnneeee!! And since All about Eve… SOLD!!! For me Korean drama is the best among other Asian drama.

But the addiction didn’t start then, gue masih punya banyak kesibukan, belum ada media yang cukup untuk mendapatkan salinan kdrama (baca: belum kenal mysoju, warez-bb.org, rapidshare, bajakan-bajakan mangga dua atau ratu plaza), intinya I still had a life then, hahaha!! So beberapa saat setelah All about Eve, kdrama sempet menjauh dari hidup gue.

Beberapa tahun kemudian, di Negara orang… gue duduk di kelas bahasa jerman, hanya ada satu orang Indonesia lainnya selain gue. Three guesses of which nationality is the most in that class!!! Indeed, Korean. And I started to get to know them better, ketemu tiap hari, ngobrol di kelas bahkan sempet diundang makan di rumah mereka.  Hal ini membangunkan memori indah gue (taelaaahh!) bersama kdrama. So I asked them a recent and decent kdrama at that time. And they introduced me to The 1st shop of coffee prince…

Wuaaah, tepat banget rekomendasinya. Kalau sampai saat itu gue dikasi rekomendasi kdrama yang blunder… gue yakin gue ngga bakal kecanduan kayak sekarang. Yeap! 2007’s most popular ‘trendy drama’. Gue yakin semua kdramaholic tau coffee prince, it’s like an inauguration drama to every kdrama-ers. Ditambah lagi saat itu gue tinggal di Jerman, dimana koneksi internet memungkinkan gue untuk nonton lewat streaming video, saat itu yang berjasa adalah VEOH.com; gue inget banget karena saat itu drama ini masih diputar di Negara asalnya, gue harus menunggu beberapa hari untuk episode terakhirnya. I checked this website like every day, every hour!! Talking ‘bout addicted, rite??

kdrama newbie should start with 1st shop of coffee prince

Well, what can I say?? Drama ini mengandung semua unsur yang membuat suatu drama menjadi bom. Great casts (YOON EUN HYE and GONG YOO? I’d buy whatever they sell at anytime!), great setting (who wouldn’t want to live at Choi Han Kyul’s roof top apartment or Choi Han Sung’s up-in-the hill, two story house?), great sense of fashion, great OST, controversial main plot,  and episodes full of cuteness and sweet.  Lebih lengkapnya gue akan cerita di kdrama review yhaaaa…

Sejak Coffee Prince, gue mulai mencari kdrama-kdrama lainnya. Princess Hours (Goong), Witch Yoo Hee, A Love to Kill, yang walaupun ngga semuanya sukses memenuhi selera gue tapi gue udah mulai memakluminya dan ngga berputus asa terhadap kdrama, ngga seperti drama Asia lainnya.

Princess Hours, Witch Yoo Hee, A Love to Kill

But the real… real… REAL addiction began after I moved to Muelheim. Had a baby that liked to sleep in my arms, had a 100 mbps connection of internet and had an account of RAPIDSHARE. All supporting factors for kdrama addiction. Hahahaha!! Naila yang tidur harus ditemenin atau dipangku, yang berarti setelah dia tidur, gue malah ngga bisa ngapa-ngapain. Langganan internet hanya untuk 2 users dengan kekuatan download sampai 100 mega byte per detik!!! 700 sekian MB bisa di donlot dalam 5 menit, coy!!!! Ditambah lagi kita (gue dan suami) sepakat untuk buat account RAPIDSHARE yang memungkinkan gue untuk nyedot 10 file dengan sekali klik. Aaaahhh!! Those happy time *sigh.

By that time, one kdrama came after another… I couldn’t wait to get Naila to sleep to continue episode 2 of Get Karl! Oh Soo Jung. Setelah satu drama selesai, gue bakal nyari-nyari info tentang aktrisnya, drama lain apa yang dia mainin, trus gue bakal nonton drama itu. Teruuuusss seperti itu, hingga pada akhir perantauan gue di Jerman… gue udah ngabisin 27 judul kdrama, 583 Episodes and I announced it proudly on my facebook status. Dan gue lebih fasih bahasa korea dibanding bahasa Jerman. Ahahaha…

The reason why I enjoy Kdrama so much – well other than to kill time – is because of the heartwarming stories that many kdramas tell. Seorang guest blogger di sebuah blog kdrama berpendapat bahwa kdrama cenderung mencampurkan kelucuan (well, the exact word is cuteness, dan gue rasa terjemahan bebas cuteness menjadi kelucuan agak kurang representative ya!?) dengan hati (again, the exact word is heart… tapi tidak seharusnya gue terjemahkan secara harafiah) dengan sedemikian rupa yang belum bisa dilakukan oleh acara televisi barat secara konsisten.

I somewhat agree to that… okay, sebutkan serial TV Amerika yang bisa bikin lo tertawa, menangis, terharu, jatuh cinta dan attached dengan suatu karakter atau drama yang sedang lo saksikan. Hmmm, buat gue yang paling mendekati adalah GILMORE GIRLS (Itu pun belum bisa bikin gue mempertalikan diri gue sendiri padanya); selebihnya, hanya comedy saja, atau melodrama saja, atau action saja. And as for Indonesian drama, sadly to say (walaupun gue ngga nonton banyak sinetron)… menurut gue sinetron Indonesia hanya mengeksploitasi penderitaan dan air mata seorang wanita cantik. Ada satu sinetron nih ya, yang setiap-kali-secara-ngga-sengaja gue tune-in ke acara itu, pemeran utamanya pasti lagi mewek, berlinangan air mata. That is NOT heartwarming at ll!!

The main stories of kdrama can sometimes be light but very entertaining. Mereka bisa membuat suatu cerita yang menarik dan membuat penontonnya ingin terus mengikuti cerita itu, tanpa ada tokoh protagonis yang jahat, yang sibuk membuat aktor utamanya menderita. Kdrama bisa membahas suatu profesi tertentu dan mengangkatnya menjadi suatu cerita yang menarik dibalik profesi tersebut. Menurut gue ini sangat menarik dan memberikan pengetahuan tersendiri.

I hate loong and twisted stories… karena itu gue hanya menonton kdrama dengan jumlah episode <= 30 episode; karena itu juga gue ngga pernah nonton sinetron (cukup FTV saja) atau telenovela (kecuali waktu gue di jerman, gue nonton telenovela jerman untuk belajar bahasanya… hhihi ngeles dikit aaah!). 16 Episode adalah jumlah yang pas untuk menceritakan sesuatu. 2 Jam kadang terlalu cepat untuk sebuah rom-com. Tapi 160 episode juga terlalu banyak; yang bisa buat ceritanya jadi rumit, dibuat-buat dan ngga realistis. How can someone has that much of a conflict in his life? I mean come on… 5 seasons of Tersanjung?? 6 seasons of Cinta Fitri?? Enough is enough already!

Mungkin karena drama adalah salah satu industri penting di korea, gue ngerasa setiap penggarapan kdrama dilakukan dengan serius. Penulisan cerita dan naskah yang solid, penyutradaraan, kostum, akting, pengambilan gambar, soundtrack sampai ke publisitas yang dilakukan dilakukan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan di Indonesia, gue ngerasa itu semua hanya dilakukan untuk film-film bioskop; itupun ngga semua… banyak juga film-film bioskop yang mengandalkan cewek-cewek seksi yang dikejar-kejar kuntilanak *eyes rolling. Gue rada berharap sama FTV, tapi itu pun masih sangat butuh banyak improvement ya. But then again, the competition in Korea is crazy… hence the quality.

Kekuatan yang penting dari kdrama adalah naskah atau cerita. Mungkin karena mereka sama-sama orang asia, jadi gue masih bisa menghubungkan diri gue dengan cerita mereka… tindakan yang dilakukan suatu karakter di cerita itu, kalimat-kalimat yang dia ucapkan, dasar pemikiran yang mereka punya; walaupun ngga sama persis tapi setidaknya punya akar kebudayaan yang sama dengan Indonesia sebagai orang Asia. Beda misalnya kalo kita bandingkan dengan film-film amerika, dengan budaya yang begitu berbeda… kita hanya jadi penonton saja tanpa merasa menjadi bagian dari cerita tersebut.

Kemudian, coba perhatikan penyutradaraan, akting dan pengambilan gambar yang mereka lakukan untuk menceritakan sebuah kisah. Mereka tidak selalu bergantung pada dialog atau voice over. Gue suka banget saat mereka menunjukkan emosi mereka melalui gesture, tatapan mata, atau gerakan-gerakan anggota tubuh yang hampir tidak kentara. Saat suatu karakter jatuh cinta dengan karakter lainnya, mereka tidak menggunakan narasi dari si karakter. Aktor dan aktrisnya tidak banyak mengernyit-ngeryitkan hidung, mulut atau bagian wajah lain untuk menunjukkan emosi, cukup dengan matanya saja (tanpa membelalakkan mata yang terlalu berlebihan). Dan mereka tidak perlu mewek untuk menangis, which I think the most touching scene: tears without wanting to cry. Kali lain, mereka menunjukkan sepasang tangan yang ragu-ragu untuk saling menyentuh sebagai lambang keinginan untuk rekonsiliasi. Scenes like that is brilliant, dont you think!!??

Satu hal lain yang buat gue angkat topi untuk kdrama, adalah keberhasilannya untuk mengangkat budaya dan tradisi korea dengan kental ke dalam cerita. Pada dasarnya korea punya banyak sekali tradisi turun temurun, dan mungkin masih sangat kental di kehidupan sehari-harinya jadi ngga susah untuk meleburnya di suatu cerita. Hal ini juga yang membuat kebudayaan korea menjadi global beberapa tahun ini terutama makanannya (karena makanan adalah hal utama di suatu drama selain soju), sebut saja bibimbap, bulgogi yang sekarang sudah menyaingi ketenaran sushi. Hal ini juga yang (menurut gue) kurang dimiliki sinema Indonesia terutama acara TVnya. Walaupun FTV-FTV itu sudah berlatar belakang di Bali atau di Yogyakarta, tapi budaya yang dibedah masih permukaan sekali; belum mendarah daging. Lagipula, apakah Indonesia hanya Bali dan Yogyakarta saja? Tapi, kalau dipikir-pikir memang budaya dan tradisi etnik di Indonesia sudah jarang dilakukan di kehidupan sehari-hari. Sayang banget yah??

Sekarang setelah gue ceritakan awalnya gue kecanduan dan kenapa gue kecanduan drama; dengan senang hati gue kabarkan… bahwa GUE NGGAK SENDIRIAN!!! Someone actually started a blog due to her addiction to kdrama; and lots of people contributed when she asked about their addiction. They are allllll very funny.  These are only some of them… catch all of them at dramabeans.com.

chacha9891 (106) lagi getol-getolnya nonton Lovers in Paris waktu dia liburan ke Filipin, tapi baru setelah pulang dari liburan; kakaknya nemu kios DVD bajakan disana (kayak mangdu ato ratu plaza kali ye kalo di Jakarta). Satu tahun kemudian setelah liburan lainnya… dia ngeborong kios DVD bajakan itu dan “mungkin beli sekitar 40 set DVD.” kemudian:

Suatu hari bokap gue denger cerita dari temennya tentang laki-laki filipino yang ketangkep di JFK airport New York karene berusaha nyelundupin DVD bajakan. Tiba-tiba aja bokap gue jadi parno “NGGAK!! JANGAN SAMPAI KITA MASUK PENJARA GARA-GARA DVD BODOHMU ITU!!”…. trus gue jawab ” JANGAAAANNN!!! JANGAN TINGGALIN KESAYANGAN GUEE!” Gue ama kakak gue langsung puter otak cari celah. Kita akhirnya menemukan solusi yang jenius (setidaknya menurut kami) untuk ngeburn DVD bajakan ke DVD kosong (ngerti ga? pada dasarnya ngebajak DVD bajakan LOL), dan ngga dikasi label. DVD bajakan yang normal kan ada gambar/judulnya dan langsung keliatan palsunya. Solusi brilian kami tujuannya untuk membuat mereka pikir itu cuma DVD kosong biasa. Jadi sepanjang minggu kerjaan kita adalah nge-burn sekitar 200-an DVD. Lolos sampe Airport Filipin. Sampe di San Francisco, imigrasinya nyetop bokap di mesin xray. Rasanya dunia berhenti berputar sejenak, gue langsung mikir “SIAL! KITA BAKAL MASUK PENJARA GARA-GARA DVD-DVD GUE!”

ternyata mereka nyetop kita gara-gara sosis babi yang dibawa bokap gue. LOL

Apa yang terjadi saat sekertaris Perdana Menteri kecanduan kdrama? ladyteruki (112) says:

Gue pergi kerja seperti biasa. Buru-buru sampai kantor, buka jadwal boss dan mulai nelponin orang seeeeebanyak-banyaknya untuk jadwalin meeting. Awalnya gue punya beberapa korban, soalnya gue tau boss gue pasti bakal ketemu mereka tiap minggunya, tapi ternyata banyak yang ngga bisa. Akhirnya gue telpon siapa aja secara acak, trus bikin jadwal deh.

Gue bahkan kasi dia alasan-alasan yang bagus untuk pergi meeting yang sebenernya ngga masuk akal, soalnya gue butuh waktu satu setengah jam. Hehehe boss gue itu, menurut gue, baik banget dan malang untuknya, dia percaya ama gue. Hmm, seharusnya jangan pernah percaya sama cewe yang lagi pegang DVD penuh drama di bawah keyboardnya, teman!

Boss gue pergi, dan gue butuh waktu sekitar 15 menitan lagi untuk bikin jadwal sepanjang sore. Kirim imel tentang jadwal meeting yang baru jadi dia gak perlu balik dulu ke kantor. Gue bahkan bilang ke security di pintu masuk gedung, jadi mereka bisa nyetop boss gue, kalo-kalo dia ngga baca imel.

Kemudian, jeng jeng!! Waktunya nonton drama. Tutup pintu, matiin lampu dan sepanjang hari nonton episode-episode yang gue bawa. Kalo hari itu, negara gue berantakan karena boss gue seharian meeting ngga jelas, salahin gue.

Sejujurnya, gue mungkin bakal begitu lagi musim panas ini.

bleu‘s (115) is quite possibly the cutest one, menurut gue akan lebih romantis untuk dibaca dengan bahasa inggris:

I once stayed up a whole week in my apartment watching MNIKSS, Spring days, and Stained Glass Window. For a week, the curtain of my apartment was drawn, newspapers left uncollected in front of my door, mails unopened. I survived the whole week only by eating ramen and kimchi, drinking gazillion cups of coffee. I turned myself into a cave woman.

A week later I went out to collect my mountain of newspapers, a really cute guy from next door apartment jumped to his feet when he saw me.

Cute neighbor: Jesus Christ, You are alive!!
Me: *smile sheepishly* “what do you mean? Of course I am alive!”
Cute neighbor: Well, I heard rumor the girl who lived in that apartment killed herself like a week ago over some Asian drama actor or something. You aren’t a ghost are you coz now, you kind of looked like one.
Me: *pout and slam the door*
(Now, not so cute) Neighbor: *laugh loudly* I was joking, I was joking. Come out for a moment I have something for you.
Me: Go away!

A moment later he was speaking in front of my door: “I heard Korean drama blaring on your TV all day and night for a week and thought you may like this one.” (He slips a gift certificate from a local Asian Drama DVD store)

One “a suddenly really” cute guy and a gift certificate from my favorite store?..…. I kneeled and thanked God for my addiction…

Believe it or not, a year after we got married.

Aaaaww… co cweeeettt!!! Yang ini bikin gue ketawa-tanpa-henti –> labchick (203):

Beberapa tahun yang lalu, gue lagi nemenin kakak gue di 2 minggu terakhir kehamilannya. Suatu malam kita nemu MY NAME IS KIM SAM SOON dan jatuh cinta pada pandangan pertama. Langsung kecanduan dah tuuh. 10 Episode di malam pertama trus tidur jam 5 pagi.

Bangun tidur langsung dilanjutin lagi… tiba-tiba kakak gue mau melahirkan!! Kita buru-buru ke rumah sakit bawa laptop gue tapi lupa bawa koper kakak gue (padahal untuk packing tas itu kami butuh 2 minggu). Gue nyetir kayak kesetanan nembus jalanan Boston sementara dia, antara teriak kesakitan atau neriakin Jin Hun karena kebrengsekannya. Akhirnya sampe di RS… saat suster jemput kaka gue… dia mulai teriak-teriak, minta nerusin nonton. Jadi kakak gue, laptop, dan gue buru-buru ke ruang melahirkan. Dokter ama susternya ngira kita gila, tapi kita tetep nonton.

Setelah 6 jam proses melahirkan, 5 jam teriak-teriak, dan 10 menit terharu, kami menyambut ponakan gue yang cantik ke dunia. Nama tengahnya siapa coba?? SAMSOON!!! Padahal kami bukan orang Korea!!!

Hahahaha… juara banget ya cerita-ceritanya. Baca artikel ini gue jadi aga lega. Karena ternyata gue ngga sendirian. Ada banyak orang yang lebih gila dari gue untuk muasin kecanduannya.  Tapi bener deh, those who are searching for a light drama to enlighten their heart should give kdrama a chance. You might surprise with what you get.

But beware of its additive effect…

Advertisements

2 Comments

  1. Hahahaha..lucuuu
    Gw jg ntn tu hotelier sama all about eve..
    Walopun ngga (belom?) Kecanduan kdrama, gw sependapat sama lo klo kdrama tu dipenuhin sama scene2 yg “cerdas”..dan jalan cerita yg ngga ngebosenin..
    kpn ya sinetron kita bs kyk gt?
    Eniwei,since gw lg jobless skarang…adakah judul kdrama yg lo rekomendasikan ke gw?huehehehe..

    Reply

    1. Duh senangnya ada yang mbaca… u shud get a lovely plate as welcoming gift. Haha!
      Okay, mudah-mudahan edisi pertama kdrama review bisa terbit malam ini. Mudah-mudahan ngga cape bacanya. hihi

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s