Arti sebuah kata “maaf”

Muelheim a.d. Ruhr, (originally wrote on) 26 March 2009

Kali ini mau mencoba sedikit lebih serius… membahas suatu hal yang terlihat sederhana, yang sampe terlewat di pikiran gue selama ini.

Akhir-akhir ini gue selalu nemenin Naila bobo, sambil berbaring bareng baby cilik di kamar yang sepi sering bikin gue jadi berpikir yang aneh-aneh (tapi ngga jorok kooook, hehehehe), kadang di saat-saat itulah gue dapet inspirasi untuk bisa word vomit disini. Seperti kali ini, tiba-tiba aja gue kepikiran arti kata ‘maaf’; well.. bagaimana bentuk sebuah tindakan ‘memaafkan’ siy lebih tepatnya.

Terus terang selama ini – di kehidupan gue yang selalu datar – gue belum pernah merasa perlu memaafkan seseorang, karena gue belum pernah merasa disakiti. Jadi ketika akhirnya seseorang meminta maaf ke gue, gue ngga ngerti bagaimana cara memaafkan orang itu, gue bahkan ngga tau gimana tanda-tanda kalo gue udah memaafkan. Jadilah gue word vomit, ngomong ngalor ngidul tentang MAAF.

I found this definition of forgiveness in wikipedia: Forgiveness is typically defined as the process of concluding resentment, indignation or anger as a result of a perceived offense, difference or mistake, and ceasing to demand punishment or restitution. Memaafkan adalah akhir dari kebencian; kemarahan atas suatu tindakan, perbedaan atau kesalahan tanpa menuntut hukuman.

Mmmm… apakah artinya kita sudah memaafkan saat kita berhenti teriak-teriak ke orang yang bikin salah sama kita? Berhenti mencaci makinya? Apakah artinya kita belum memaafkan saat kita masih berharap orang yang menyakiti kita suatu saat akan merasakan apa yang kita rasakan? Apakah artinya kita belum memaafkan saat hati kita masi sakit setiap kali kita memikirkan kesalahan orang itu. Bagaimana kalo sakit hati itu ga pernah hilang… apakah berarti kita ga pernah memaafkan?? Perlukah kita memaafkan saat sakit yang kita rasakan begitu dalam?? Bagaimana caranya?? Gimana caranya untuk memaafkan?? Gimana caranya untuk MAU memaafkan??

Mungkinkah kita bersikap sopan dan menjaga hubungan baik dengan orang yang pernah menyakiti kita tanpa benar-benar memaafkannya??

Apakah memaafkan berarti melupakan?? Karena gue rasa kalo kita terus menerus mengingat kesalahan itu, rasa sakit itu ga akan hilang… yang artinya ga akan bisa memaafkan. Lalu gimana kalo gue ga mau melupakannya?? Apakah artinya gue ga mau memaafkan??

Apakah memaafkan artinya memaklumi kesalahan?? Mencari celah dan alasan dibalik kesalahan dan menjadikannya sebuah  pembenaran??

I found this great website relating to forgiveness http://www.mayoclinic.com/health/forgiveness/MH00131, it answers most of my questions above. I’ll try to quote few of them.

Forgiving isn’t the same as forgetting what happened to you. The act that hurt or offended you may always remain a part of your life. But forgiveness can lessen its grip on you and help you focus on other, positive parts of your life. Forgiveness also doesn’t mean that you deny the other person’s responsibility for hurting you, and it doesn’t minimize or justify the wrong. You can forgive the person without excusing the act.

Memaafkan tidak sama dengan melupakan apa yang terjadi padamu. Hal yang menyakiti atau menyinggungmu akan selamanya menjadi bagian dari hidupmu. Tapi memaafkan dapat mengurangi ‘genggamannya’ terhadapmu dan membantumu untuk fokus ke hal lain, hal positif di hidupmu. Memaafkan juga bukan berarti kamu menyangkal tanggung jawab orang itu dalam menyakitimu, dan tidak meminimalisasi atau membenarkan apa yang salah. Kamu DAPAT memaafkan seseorang tanpa memaafkan perbuatannya.

Forgiveness may result in sincerely spoken words such as “I forgive you” or tender actions that fit the relationship. But more than this, forgiveness brings a kind of peace that helps you go on with life. The offense is no longer front and center in your thoughts or feelings. Your hostility, resentment and misery have made way for compassion, kindness and peace.

Memaafkan dapat memberikan hasil rangkaian kata-kata tulus seperti “aku memaafkan mu” atau tindakan lemah lembut yang sesuai dengan hubungan sebelumnya. Tapi lebih dari itu, memaafkan dapat memberikan rasa damai dan membantumu meneruskan hidup. Sakit hati sudah tidak lagi menjadi pusat pikiran dan perasaanmu. Segala perasaan permusuhan, kebencian dan kesengsaraan diganti dengan belas kasih, kebaikan dan damai.

Also, remember that forgiveness often isn’t a one-time thing. It begins with a decision, but because memories or another set of words or actions may trigger old feelings, you may need to recommit to forgiveness over and over again.

Patut diingat juga bahwa memaafkan sering kali bukan hal yang sekaligus. Dimulai dari keputusan, tapi karena memori atau rangkaian kata atau tindakan lainnya dapat memicu perasaan lama, anda mungkin harus mengingat kembali komitmenmu untuk memaafkan… lagi dan lagi…

Well it does answers many of my question and though I know its kinda hard to forgive something so unforgiveable, but I think its true that to have a more peaceful life, we should just try to erase the resentment, anger, and grudges to the person that had done us wrong. Not for them but for ourselves.

I wish someday I’ll master this forgiving skill

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s