Banjir… is it really a tradition??

Jakarta, (originally wrote on) 21 Februari 2007

Gue tinggal di Jakarta udah hampir 17 tahun, dan gue dah pernah ngalamin yang namanya kebanjiran, kebakaran, kemalingan. Dari dari semua unsur alam yang ada, cuma angin dan tanah yang balum ngasi bencana ke gue. God!! I really hope not though. Knock on wood, dah!! Tapi, kalo ngalamin banjir… kayaknya gue dan keluarga gue termasuk yang jadi langganan deh. Walaupun bukan platinum atau gold member… tapi cukup lumayan lah gue deg-degan ngeliatin kali di depan rumah gue naik.

Jadi inget iklan di koran yang soal kemalingan. Gambarnya jendela yang dikasi teralis, dan si pemilik rumah yang ngeliat ke luar rumahnya melalui jendela itu. Tag line nya: MEREKA YANG SEHARUSNYA BERADA DI BALIK JERUJI. Hmmm… yang gue tangkep siy. Sebagai penduduk, masyarakat dan warga negara Republik Indonesia yang taat hukum (halah!? PPKN abisss!!!) kita ngga seharusnya was was dan kebat kebit tinggal di rumah kita sendiri – Rumah yang seharusnya jadi tempat persembunyian kita, tempat kita ngerasa aman, nyaman dan tentram – karena ancaman perampokan, kemalingan dan sebagainya. Karena itulah diadakan yang namanya ronda malem lah, siskamling lah, posyandu lah…  ups, not that one I suppose!! Hehe…

Kalo di analogikan ama iklan itu, mungkin gue bakal bikin iklan yang gambarnya ikan berenang-renang di sebuah ruang tamu yang isinya air kali. Those brown, stinky, full of garbage water!!! Tag line nya: THEY ARE SUPPOSE TO STAY AT THE RIVER!!!!!!!!! Gue rasa kita yang hidup di so called Metropolitan bernama Jakarta yang begitu bangga dengan banyaknya mobil sport, mal-mal mewah dan jadi tujuan cari nafkah orang-orang daerah, ngga seharusnya kita tinggal di rumah dengan was-was dan tiap satu jam sekali ngecek ketinggian air di Katulampa (did I spell it right??!). They have people to do that, for God sake??!!!

So?? What should we do?? Gue siy ngga bakal bicara sesuatu yang – gue yakin – sudah diketahui banyak orang kayak jangan buang sampah sembarangan, jangan menebang pohon sembarangan… itu semua mah pelajaran SD banget. Yaaa… walaupun saking kuno dan tampak ngga pentingnya pelajaran itu, banyak orang yang kayaknya lupa atau sering sangat ceroboh sampe sampahnya bisa ‘ngga sengaja’ jatuh ke kali getooo… but hey!!! You know what!! They really is important… yang gue tau, di salah satu daerah di Indonesia, mewajibkan tiap pasangan yang menikah untuk menanam pohon di daerah tersebut. I think that is a breakthru… inovatif dan sangat amat mudah dikerjakan… Then again… they really care for the environment!!

Tadi pagi gue baca di Kompas… Salah satu cara untuk mencegah banjir di Jakarta adalah buat lapangan bantaran sungai. Dimana saat airnya naik, air itu bisa diserap oleh lapangan itu. Jadi ngga langsung ‘menyerang’ rumah penduduk. Ngga usah jauh-jauh deh, di rumah gue yang kena banjir sampe dua kali itu… baru aja dibangun sebuah ruko yang nama kerennya sekarang Business Park! Weiittss kereeen bangeeetttt!! Noottttt!!!!! Business Park itu dibangun di atas bantaran dan menaikkan lahannya 5 meter lebih tinggi dibanding perumahan di sekitarnya. Talking about selfishness. Dan para pengusaha terhormat itu pun ngga sedikit pun berpikir membuat gorong-gorong untuk jalan air kalo airnya naik. Jadilah… pada tanggal 2 februari 2007, rumah gue… dan rumah-rumah di sebelahnya terendam jauh lebih tinggi dibanding 5 tahun yang lalu. Untungnya gue udah ngga disana karena rumah gue kebakaran 1.5 tahun yang lalu. (That is sooooooo ironic!!!)

What is on the government’s mind related to the Business Park‘s permitt. Kok boleh-bolehnya ya mereka bangun di atas bantaran sungai gitu. Pun kalo sekarang kejadiannya kayak gini, kali deh PEMDA bakal memerintahkan pembongkaran ruko yang megah dan -mudah-mudahan – mendatangkan untung besar. Now… that’s another homework.

Kadang gue suka berkhayal lho, seandainya kita hidup di atas LEGO yang bisa dibongkar pasang seenaknya. Bongkar aja niy Jakarta semuanya. Terus di tata ulang. Jadi kan bisa tuh sungai-sungai berpengaruh di Jakarta di gedein atau di olah supaya ngga nyusahin, trus ngga perlu bongkar pasang jalanan yang udah jadi buat bikin underpass, busway, flyover dan lain-lain. Bikin trotoar yang enak buat para pejalan kakinya… Gilla!! Jakarta bakal jadi kota yang enak banget kali ya. Ngga perlu ngiri ama luar negeri lagi kalo gitu…

Gue rasa, Indonesia ngga kekurangan orang-orang pinter kok. Kalo mau, Indonesia punya dana juga kok… asal bisa bikin prioritas yang baik aja. Mungkin masalah yang sebenernya itu niat… sampe sekarang pun gue juga ngga tau gimana caranya bangkitin niat itu. hopefully it will come to surface soon, or we’ll be building the new and millenium of Noah’s ark at our back yard.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s