9 Months Adventure called Pregnancy…

Duisburg, (originally wrote on) December 9th 2007
1.05 p.m. saat suntuk belum mood ngerjain tugas.

Well, mungkin the title of this blog is not suitable enough at the moment, considering the age of my pregnancy is not yet 9 months.

But it is definitely an adventure though. Hal-hal yang dulu ngga pernah kepikiran ama gue, sekarang gue alamin sendiri. Excitednya, capenya, ngga nyamannya… bahkan nemuin hal-hal baru dari suami gue – orang yang bertanggung jawab atas semua ini. Hakhakhak…

The funny thing is, I didnt even know that I was preagnant until it was two months. And because of the stupid rule of making an appointment for a doctor, and stupid vacation of the practice… aaand… our stupidity not telling them that I am preagnant… I got to see the Doctor after I was 4 months preagnant. Whuhuhuhuhu, poor my lil baby. Maaf yha Nak… bapak ibu careless. Tapi alhamdulillah semuanya baik-baik aja. Walaupun dimarain ama dokternya for being so late to check up my pregnancy.

My li’l baby is a good kid I think… understanding banget sama keadaan bapak ibunya yang jauh dan ngere ini. Hehehehe… ngga minta yang aneh-aneh. Sempet siy kebayang enaknya nasi kucing yang di Solo. Tapi mau gimana lagi, Nak… masak iyha Mama pulang ke Indo cuma buat makan nasi kucing?? Mudah-mudahan nanti anak gue ngga ileran yak?? – they say, kalo ngidam ngga diturutin anaknya jadi ileran. Hell, Babya supposed to be ileran… aren’t they?? :o)

All I remember about my first months of pregnant adalah…mual-mual terutama setelah minum susu. Dari dulu gue emang musuhan banget ama susu. Ngga suka banget sama masakan di rumah gue, even yang masak suami gue. Tapi kebangetan excited kalo diajak makan luar atau makan di rumah orang lain. Hahahaha, emang pada dasarnya ngga suka masak ajaaaah…

Thank God, its not for long… setelah 4 bulan (right after my first check up – hihihi guilty feeling), I got my appetite back. And he brought some of his friends. Which mean I have an appetite the size of seRT. Kekekekeke…

Sempet jalan-jalan juga pas lagi hamil 4 bulan, Perancis n Italy. lumayan buat tabungan liburan dua tahun. Hehehehe… kalo udah ada baby kan ngga mungkin jalan-jalan jauh kayak gitu. Enak banget jadi ibu hamil trus jalan-jalan. ada tempat duduk, kita yang dikasi… hahahahaha, jalan jauh sedikit, diajak istirahat. Tapiiiii… gue jadi ngga bisa naik rollercoaster dan ride-ride yang gue hobiin banget itu waktu main ke Disneyland. Dulu, papan tulisan “Pregnant Woman should not ride!” meant nothing for me… tapi kemarin, it sucks!!! Big time… hehehe, all I got was wahana-wahana liat pemandangan. Buhuhuhuhu… tapi ngga papa deh, buat anak… harus berkorban yha ibu-ibu!!???

Pulang dari jalan-jalan… gue diterima kerja. As an auditor inventur. Alhamdulillah masi bisa kerja. Yhaaa icip-iciplaaah. Lumayan buat uang jajan… tapi banyak banget yang ribut, hamil kok kerja. Gue pikir, selama kerjaannya ngga cape dan gue masi bisa, kenapa engga?? Ngga pingin jadi ibu hamil yang di rumah aja… doa juga siy buat anak, biar jadi anak yang aktif ngga di rumah doang. Hehehehe, amiiin.

As my stomach getting bigger and bigger… ralat ding, as my EVERYTHING getting bigger and bigger, gue harus mulai beli celana hamil niiy. Hehehehe, tapi pelit banget… sebulan beli satu. Untungnya tinggal di negara dingin yang minim keringet, jadi punya satu masi bisalah, dicampur satu jeans hipster…

Alhamdulillah banget gue punya suami yang baik banget… mau aja nganterin ke dokter sebulan sekali. Walaupun di dokter harus ngantri sejam dan diperiksa ngga sampe setengah jam. Duduk di ruang tunggu yang sama, ketemu lukisan yang sama yang jadi topik pembicaraan kita tiap periksa. Judul lukisannya “100 dogs and a cat”, jadilah tiap kesana kita cari kucingnya yang mana, ngitung anjingnya beneran 100 atau engga. Sampe akhirnya di kunjungan ke 3 kita dah bosen banget ama lukisan itu dan wishing they would change that stupid painting. Hahahaha…

Tapi semua penantian itu worth it kok… setelah ngobrol dengan dokter, biasanya my v-jayjyaj diperiksa ama dokter. Thank God my dokter is a woman… kalo engga gue bisa malu setengah mati. Walking around in that practice room half naked. Hihihihi… udah berkali-kali juga tetep aja gue mesem-mesem ngga jelas…

Setelah periksa alat kelamin, biasanya kita USG. This is the most exciting part of pregnancy!! Getting to see my baby to be… sometimes I still could not believe that there is a human being inside of me. that little thing inside of me kept moving around… kadang gue bisa liat kepala, hidung dan teman-temannya. Suatu kali telapak tangannya keliatan jelas banget dilayar, it is as if she is waving on us. “Hi mommy… hi Daddy.. cant wait to see you guys!!” Hehehehe… and all those time, hamung stood beside me, scrubbing my feet… making me feels that he feels the same way I do. Excited…

Masuk bulan ke-enam, perut gue udah gedeee… everybody start noticing that I am a mom to be. Walaupun banyak yang bilang kecil untuk ukuran 6 bulan. Deuugh, geer dong… hamil masi keliatan kurus kan artinya!!! Hakhakhak… tapi begitu ditimbang, ternyata berat badan gue naik kebanyakan?? Nah lho?? Gimana siy ini… diet lah gue, mengurangin nasi… padahal di hidup yang serba kere ini, kita kan bisanya makan nasi banyak dengan lauk seadanya. Hahahaha… porsi warteg, gitu!!!

Another thing is, that my little something start to show her presence…. by moving quite a lot. And by ‘quite’ I mean too much!! Hahaahaha… lucu banget rasanya kalo lagi gerak… perut gue bisa gerak-gerak sendiri gitu. Kayak di film-film alien yang aliennya mau keluar dari tubuh kita. But it was not alien… it is my kid that moved. Kekekeke… Paling lucu waktu gue nunjukin rasanya ke suami gue. Gue taro tangan dia di perut… hoping that the baby would move. Soalnya kadang-kadang bayi gue suka pemalu. Giliran dipegang bapaknya diem, tapi kalo ngga dipegang… lari-larian2 di perut gue. Suatu kali, akhirnya hamung berhasil ngerasain gerakannya, dan dia teriak kaget gitu… 30 detik kemudian, si bayi gerak lagi… dia bilang “Wah, sering tho??!” Yeah… now you know how I feel. Hiihihihi…

It is on the way to 7 months now… and the doctor said that it will be a she. So, we named her something yang udah kita cita-citakan dari dulu. We start calling her name, talking to her… Really hope that she knows that we love her and we cant wait to see her…

Well.. that’s it for now. Setelah ini, tinggal excited untuk beli-beli barang kebutuhan si kecil, ketidaknyamanan posisi untuk ngapa-ngapain, dan perjuangan hidup mati itu. Gosh!! I am so terrified with it… mudah-mudahan semuanya lancar, ngga sesakit yang gue bayangin, and the most important thing is, anak gue sehat… jasmani dan rohani. amiiiiin… see, I never thought that I would think that way. But I guess, everything has it’s own time.

see you after the labour…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s